PEMAKAMAN

DOR

DOR

Dr. Nofia mengendarai mobil nya dengan tatapan mata yang terus fokus ke depan, sambil terus menghindar dari serangan peluru di belakang nya.

"Aku harus menyelamatkan Tuan Arisena, bagiamana pun caranya," batin Dr. Nofia, mencengkram kuat setir mobil nya.

Namun, saat mobil berbelok tajam di tikungan keluar dari parkiran bawah tanah, Dr. Nofia menyadari satu kelemahan fatal. Jendela di sisi pengemudi tidak berlapis baja. Itu adalah jendela manual biasa, mungkin agar mobil terlihat kurang mencolok.

DOR

Satu peluru nyasar dari senapan otomatis salah satu pengawal Tuan Genta mengenai bahu kiri Dr. Nofia.

Tidak ada jeritan, tidak ada ringisan, walupun rasa sakit yang tajam menusuk, namun ia tidak melepaskan setir.

Dr. Nofia memutar mobil ke jalanan yang gelap, menjauhi menjauhi area rumah sakit yang kacau balau.

"Kau terluka, Nofia!" ucap Tuan Arisena panik dari kursi belakang.

"Saya baik-baik saja," jawab Dr. Nofia, menggertakkan gigi menahan sakit.

Dr. Nofia merogoh saku, menemukan ponsel yang diberikan Tuan Arisena, dan dengan tangan kanan yang gemetar karena cedera di bahu kirinya, ia menelepon nomor Tuan Purbaya.

"Halo ini Nofia. Kode. Phoenix Bangkit," ucap Nofia, suaranya tercekat.

"Kami di jalan raya menuju utara. Kami dikejar..."

DOR

PYARRRRR

Saat ia mengucapkan kata terakhir, kaca samping pengemudi tiba-tiba pecah berkeping-keping.

Tuan Genta dan pengawalnya berhasil mengejar mereka dengan mobil lain yang lebih cepat.

Dr. Nofia refleks merunduk, tetapi sebuah peluru tepat mengenai sisi kepala bagian kanannya. Kepalanya membentur setir. Seketika, pandangannya menjadi kabur, darah mengucur deras, membasahi wajah dan setir mobil.

Melihat Dr. Nofia terhuyung, Tuan Arisena menjerit panik.

"Nofia! Bertahanlah!" teriak Tuan Arisena dari kursi penumpang.

Dengan sisa kekuatan terakhirnya, Dr. Nofia menarik rem tangan dengan keras, memutar setir, dan mengarahkan mobil ke arah sebuah truk kontainer yang melaju kencang di jalur berlawanan. Ini adalah pengorbanan terakhirnya.

"Selamatkan diri Anda, Tuan..." bisik Dr. Nofia, sebelum kesadarannya hilang total.

BRAKKKK

Mobil sedan itu menghantam pembatas jalan. Sebelum mobil Tuan Genta sempat mendekat, truk kontainer itu menabrak sisi mobil Dr. Nofia, tepat di sisi pengemudi. Suara benturan yang mengerikan memecah malam.

Truk kontainer itu meluncur tak terkendali, menabrak mobil Tuan Genta yang datang dari belakang. Kekacauan total terjadi di jalanan gelap itu.

Tuan Arisena terlempar namun selamat berkat sabuk pengaman dan interior mobil yang kokoh. Ia merangkak keluar dari puing-puing, tubuhnya yang tua gemetar. Ia melihat tubuh Dr. Nofia, tak bergerak, terjebak di antara puing mobil yang ringsek.

Tuan Arisena menatap wajah dokter muda itu, yang baru saja mengorbankan nyawanya demi dirinya. Air mata menetes di pipi Tuan Besar yang keras itu.

Tiba-tiba, dari kejauhan, terdengar sirene yang mendekat. Tuan Gara, yang berhasil melacak panggilan terakhir Dr. Nofia, telah tiba dengan timnya.

Melihat Tuan Arisena selamat, Tuan Gara berlari mendekat, dia menatap puing-puing mobil, lalu menatap tubuh tak bernyawa Dr. Nofia.

"D-dia menyelamatkan saya. Dia tewas demi saya, Gara," ucap Tuan Arisena dengan suara penuh kepedihan, sambil memegang surat perintah yang ia ambil dari saku Nofia.

"Gara hubungin kelurga Dr. Nofia, mulai sekarang, carikan semua orang yang bertanggung jawab atas kematian Nofia. Mulai dari Genta," perintah Tuan Arisena

"Dan Gara, seluruh harta dan kekuasaan Arisena, akan kuserahkan pada orang yang akan meneruskan perjuangan Nofia!" lanjut Tuan Arisena tegas.

Perintah Tuan Arisena adalah sebuah guntur yang memecah keheningan malam tragedi.

Keesokan harinya, Negara A diguncang oleh dua berita besar: kecelakaan maut yang melibatkan konglomerat Tuan Arisena dan kematian seorang dokter muda yang secara misterius terlibat. Pihak kepolisian segera mengambil alih lokasi, namun di balik layar, mesin kekuasaan keluarga Arisena yang sesungguhnya di bawah kendali Tuan Gara mulai bekerja.

Tuan Genta dan pengawalnya ditahan dengan tuduhan berlapis, dimulai dari percobaan pembunuhan terencana terhadap ayahnya hingga pelanggaran lalu lintas dan penggunaan senjata api ilegal. Nyonya Kirana, putri bungsu, menyangkal keterlibatannya dalam insiden penyerangan tersebut, namun ia tahu posisinya kini sangat genting.

Di tengah hiruk-pikuk intrik kekuasaan itu, ada sebuah kesedihan yang tak terhindarkan.

Pemakaman Dr. Nofia berlangsung tiga hari kemudian.

Cuaca pagi itu kelabu, seolah langit pun ikut berduka. Upacara pemakaman militer yang khidmat dan sederhana dilaksanakan di pemakaman keluarga yang dikelilingi oleh pepohonan rindang. Nofia adalah putri tunggal seorang Jenderal purnawirawan yang sangat dihormati, Jenderal Bagaskara

Petinya diselimuti bendera kebangsaan, dan deretan salute dari rekan-rekan militer ayahnya mengiringi prosesi. Namun, di tengah semua formalitas militer itu, hanya ada satu sosok yang menjadi pusat perhatian: Jenderal Purbaya.

Jenderal Bagaskara, seorang pria dengan rahang tegas, mata tajam, dan punggung yang selalu tegak, kini berdiri di samping liang lahat, tampak menyusut di dalam seragam resminya. Ia tidak menangis. Sejak menerima kabar itu, tak ada setetes pun air mata yang tumpah dari matanya yang merah. Tangisan adalah kemewahan yang tidak ia izinkan untuk dinikmati saat ini.

Ia hanya menatap nanar peti mati putrinya, Nofia satu-satunya alasan ia merasa hidup, satu-satunya kelembutan yang ia miliki dalam kehidupan yang keras dan disiplin. Ia mendidik Nofia dengan keras, mengajarinya cara bertarung, bertahan, dan menggunakan senjata, bukan karena ia ingin Nofia menjadi tentara, tetapi karena ia ingin putrinya tidak pernah menjadi korban.

Ironisnya, putrinya tewas dalam sebuah perang yang bukan miliknya, sebuah intrik kotor, bukan di medan perang yang terhormat.

Ketika tim mulai menurunkan peti mati, Jenderal Bagaskara melangkah maju. Tangannya yang biasanya kokoh, kini terasa gemetar saat ia menyentuh kain bendera di peti itu untuk terakhir kalinya.

"Kau melayani dengan integritas, Nak," bisiknya, suaranya serak, terdengar seperti kerikil yang bergesekan.

Jenderal Bagaskara tidak mengatakan Kau tewas dengan hormat atau Kau tewas sebagai dokter. Ia mengatakan Kau melayani.

Suster Nina, yang berdiri agak jauh bersama tim medis rumah sakit, menangis tanpa suara. Ia mengenal Dr. Nofia sebagai sosok yang tenang, tegas, dan berintegritas tinggi. Ia ingat setiap detail dari malam mengerikan itu dan keberanian Nofia.

Di sisi lain, di bawah payung hitam, berdiri Tuan Arisena yang rapuh, didampingi oleh Tuan Gara. Pria tua itu harus menggunakan kursi roda dan selang oksigen, tetapi matanya, mata yang sama tajamnya saat ia berbicara kepada Nofia di parkiran kini menatap penuh penyesalan dan hormat.

...............................

Kami berdiri di sini, diselimuti kesunyian yang tebal, merasakan kehilangan yang sungguh tak terperikan. Dunia telah kehilangan salah satu jiwa yang paling tulus dan paling berani. Engkau adalah anugerah terindah bagi dunia medis, yang mengajarkan kami bahwa ilmu pengetahuan harus selalu diiringi dengan welas asih tanpa batas.

Selamat jalan, Dr. Nofia. Tidurlah dalam damai. Pengorbananmu tidak sia-sia. Cahayamu akan terus menyinari jalan kami, mendorong kami untuk bekerja dengan kejujuran, integritas, dan pengabdian sepertimu. Terima kasih telah menjadi pahlawan kami. Kami akan selalu mengenangmu sebagai Sang Penyelamat Berhati Mulia yang mengorbankan segalanya demi janji kemanusiaan.

Rip Dr. Nofia 🥀

Terpopuler

Comments

Sugianto 9

Sugianto 9

meninggal dalam perang yang bukan perang nya.. pahlawan tetap pahlawan, dimanapun dan kapanpun dia berada..💪💪💪★★★👍👍👍

2026-01-14

0

Srimulyani

Srimulyani

/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/baper aku Thor

2025-11-02

2

Nana Niez

Nana Niez

mantab jiwaaaaa,,,, baru bab awal,,, sdh keren abissssss

2025-11-27

0

lihat semua
Episodes
1 RUANG OPERASI
2 PENYERANGAN
3 PEMAKAMAN
4 ELARA VESTA
5 BERUBAH
6 RENCANA AWAL
7 NEGOSIASI
8 MENUJU PERBATASAN
9 PERKELAHIAN
10 PENGUNTIT
11 KABAR BURUK
12 JENDERAL GUNTUR
13 SURAT PERINTAH
14 RUMOR YANG MENYEBAR
15 RENCANA LICIK ANDINI
16 RUMOR MURAHAN
17 JEBAKAN
18 SISI GELAP ELARA
19 HUKUMAN
20 UNDANGAN
21 AWAL PEMBALASAN
22 RAMUAN DARI ELARA
23 KECURIGAAN
24 PANGGILAN
25 SERANGAN JANTUNG
26 TABIB CAMELLIA
27 PERINGATAN
28 ELARA VS REGANTARA
29 KEPUTUSAN REGANTARA
30 PERTARUNGAN DI KUIL
31 KERAPUHAN AMORGIA
32 PENCARIAN
33 BUKTI SUDAH TERKUMPUL
34 KEDATANGAN DUCHES CLARA
35 KEDATANGAN REGANTARA
36 KEBENARAN
37 IBU KOTA ELANG
38 PERTEMUAN
39 KEPUTUS ASAAN
40 PERSIAPAN KEBERANGKATAN
41 KERJAAN AMORGIA
42 OPERASI DARURAT
43 BERHASIL
44 SALAH TINGKAH
45 MELARIKAN DIRI
46 KONDISI RATU MENURUN
47 DONOR DARAH
48 DEKAPAN HANGAT
49 RESTU TANPA KATA
50 GODAAN PAGI HARI
51 TIDAK BISA FOKUS
52 TIDAK RELA
53 CIUMAN PERTAMA
54 HAMPIR GILA
55 MENEMUKAN KEHANGATAN
56 HADIAH KONYOL
57 SEMAKIN DEKAT
58 KELUARGA AMORGIA
59 ELARA KU
60 MENGANTAR ELARA
61 BERPISAH
62 TIDAK ADIL
63 TARIAN PEMIKAT
64 PERATURAN BARU
65 KEADILAN
66 PEMBURUAN
67 ELARA VS BARON VICO
68 PEMBERSIHAN MUSUH
69 KEDATANGAN PENGERAN DAVID
70 KERINDUAN YANG TERBAYAR
71 APAPUN UNTUK ELARA
72 PAGI YANG MENGEJUTKAN
73 MANJA
74 KECANDUAN
75 PENGAWAS PRIBADI
76 LAMARAN
77 TANPA BATAS WAKTU
78 FRUSTASI SEORANG AYAH
79 RENCANA KEMBALI
80 PERJALANAN PULANG
81 RENCANA PENYAMBUTAN
82 KEDATANGAN CALON RATU
83 MENGUBAH RENCANA
84 PERNIKAHAN (END)
85 BONCHAP
86 BONCHAP
87 PROMOSI KARYA BARU (MENDADAK JADI DUCHES)
88 BONCHAP
89 PROMOSI KARYA BARU (IBU SUSU BERDARAH DINGIN)
90 ANAK RAHASIA RAJA VAMPIR
91 KARYA BARU (LUCIAN ALISTAIR)
Episodes

Updated 91 Episodes

1
RUANG OPERASI
2
PENYERANGAN
3
PEMAKAMAN
4
ELARA VESTA
5
BERUBAH
6
RENCANA AWAL
7
NEGOSIASI
8
MENUJU PERBATASAN
9
PERKELAHIAN
10
PENGUNTIT
11
KABAR BURUK
12
JENDERAL GUNTUR
13
SURAT PERINTAH
14
RUMOR YANG MENYEBAR
15
RENCANA LICIK ANDINI
16
RUMOR MURAHAN
17
JEBAKAN
18
SISI GELAP ELARA
19
HUKUMAN
20
UNDANGAN
21
AWAL PEMBALASAN
22
RAMUAN DARI ELARA
23
KECURIGAAN
24
PANGGILAN
25
SERANGAN JANTUNG
26
TABIB CAMELLIA
27
PERINGATAN
28
ELARA VS REGANTARA
29
KEPUTUSAN REGANTARA
30
PERTARUNGAN DI KUIL
31
KERAPUHAN AMORGIA
32
PENCARIAN
33
BUKTI SUDAH TERKUMPUL
34
KEDATANGAN DUCHES CLARA
35
KEDATANGAN REGANTARA
36
KEBENARAN
37
IBU KOTA ELANG
38
PERTEMUAN
39
KEPUTUS ASAAN
40
PERSIAPAN KEBERANGKATAN
41
KERJAAN AMORGIA
42
OPERASI DARURAT
43
BERHASIL
44
SALAH TINGKAH
45
MELARIKAN DIRI
46
KONDISI RATU MENURUN
47
DONOR DARAH
48
DEKAPAN HANGAT
49
RESTU TANPA KATA
50
GODAAN PAGI HARI
51
TIDAK BISA FOKUS
52
TIDAK RELA
53
CIUMAN PERTAMA
54
HAMPIR GILA
55
MENEMUKAN KEHANGATAN
56
HADIAH KONYOL
57
SEMAKIN DEKAT
58
KELUARGA AMORGIA
59
ELARA KU
60
MENGANTAR ELARA
61
BERPISAH
62
TIDAK ADIL
63
TARIAN PEMIKAT
64
PERATURAN BARU
65
KEADILAN
66
PEMBURUAN
67
ELARA VS BARON VICO
68
PEMBERSIHAN MUSUH
69
KEDATANGAN PENGERAN DAVID
70
KERINDUAN YANG TERBAYAR
71
APAPUN UNTUK ELARA
72
PAGI YANG MENGEJUTKAN
73
MANJA
74
KECANDUAN
75
PENGAWAS PRIBADI
76
LAMARAN
77
TANPA BATAS WAKTU
78
FRUSTASI SEORANG AYAH
79
RENCANA KEMBALI
80
PERJALANAN PULANG
81
RENCANA PENYAMBUTAN
82
KEDATANGAN CALON RATU
83
MENGUBAH RENCANA
84
PERNIKAHAN (END)
85
BONCHAP
86
BONCHAP
87
PROMOSI KARYA BARU (MENDADAK JADI DUCHES)
88
BONCHAP
89
PROMOSI KARYA BARU (IBU SUSU BERDARAH DINGIN)
90
ANAK RAHASIA RAJA VAMPIR
91
KARYA BARU (LUCIAN ALISTAIR)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!