Musik mulai terhenti bersamaan dengan para penari sanggar Mayang yang membungkuk sopan, saweran Sekar dipunguti oleh nyai Mirah.
Mereka tertawa, dan memeluk Sekar, sebab----memang Sekar bintangnya, jika tidak ada Sekar, mungkin tidak akan sebanyak itu yang memberi sawer. Sekar candu ngibing? Oh tentu...ia mulai nyaman.
Reksa terlihat ijin dari acara dan melengos ke belakang. Disusul Amar yang juga melihatnya berlalu, sudah pasti akan mencari Sekar.
Sekar masih berjalan menuju pendopo utama untuk beristirahat, namun langkahnya dijegal Bahureksa terlebih dahulu.
"Eh," ucapnya, bukan hanya Sekar yang menoleh, melainkan semua anggota rampak jaipong itu. Bahureksa benar-benar sudah melakukannya terang-terangan sekarang. Sekar cukup terkejut.
"Den anom." Mereka membungkuk, tidak terkecuali Sekar.
Wajahnya serius, tanpa senyum sedikitpun dan tegas tak terbantahkan, "saya ijin bicara dengan Sekar Taji." Ucapnya, membuat Sekar menatapnya keheranan, dan yang lain saling menatap bingung termasuk Sari yang melepaskan lengannya dari lengan Sekar, "kami duluan, ya Kar..."
Sekar mengangguk, meski terlihat keraguan yang menggunung saat akan ditinggalkan, seperti----*jangan ditinggal dong! Temani aku*.
Sekar memandang kepergian teman-temannya yang kini terlihat menjauh meskipun masih mencuri-curi pandang menoleh, memastikan jika dirinya baik-baik saja.
"Sekar," lirih Reksa telah menatap Sekar lekat. Belum Sekar mendaratkan pandangannya sepenuhnya, dan bertanya betul-betul, "ada perlu ap---"
Tangannya ditarik Reksa kencang sehingga Sekar menubruk dadanya diraihnya pinggang Sekar demi mengunci posisi Sekar tetap merapat padanya.
Tentu saja Sekar melawan, "den!" Namun Bahureksa justru seperti tak goyah saat pukulan-pukulan kepalan sebelah tangan Sekar mendarat di dadanya, "Lepasin saya den!"
"Saya mohon berhentilah jadi ronggeng. Saya jadikan kamu selir saya nantinya," ucap Bahureksa dengan sorot mata memohon. Betapa tidak Sekar melotot dan terkejut, "apapun yang kamu mau, ya…
Asmarandana Titisan Ningrat
ATN 33~ Pengganggu kecil
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments
Trituwani
wahhhh👏namanya aja jembar kasih tp akhlaknya tidak mencerminkan sbgai seorang permaisuri yg adil dan beradab/Scream/ mentang"turunan ningrat..wong asal jg dr tanah liat...sama sama tanah mah merendah kali jgn sampai kesombongan mengahancurkan trahmu sendiri...pantas si apih amar berontak..tau mboknya kayak bantengan gini,terlalu mengekang keturunanya sendiri.. dirimu tanpa rakyat kecil jg g bisa apa"kali...ad gitu permaisuri cuci baju sendiri klo g da rakyat jelantah.. mentang"sultan rakyat kecil patut dihina gitu.. ooo tidak bisa fergusoo hukum tabur tuai ada bisa jd ntar dirimu jd rakyat kecil cam sekar sekarang/Scream//Scream/minta disleding nih jembar kasih nih/Cleaver//Cleaver//Joyful/
2025-11-10
0
Attaya Zahro
Seharusnya sebagai Raden Ayu bersikaplah yang bijak dan jangan merendahkan seseorang hanya karena derajat yang berbeda karena pada sejatinya dimata Tuhan semua sama.Jangan mentang² punya kekuasaan lantas bersifat angkuh dan sombong.Ingatlah didunia ini tak ada yang kekal abadi,roda kehidupan pasti berputar.Selagi berada diatas bertindaklah yang bijaksana karena suatu saat pasti akan dibawah juga.
2025-11-10
0
Miko Celsy exs mika saja
sedih bgt jd sekar,,,ya bgtulah gak jaman dl gak jaman sekarang,orang yg kelebihan byk yg memandang rendah orang yg tak berpunya,meskipun skrng jg byk orang yg berlebih tdk memandang buruk ke yg tdk berpunya bahkan sdh byk yg benar2 merangkul dam memandang setara antra hg berpunya dan tidak
2025-11-10
0