"Amiih!"
Sekar di tengah-tengah para anak didiknya tengah berlatih.
Energi Sekar seolah tak ada habisnya, baru ia datang di sanggar Cinde ia ikut bergabung melatih barang satu dua jam.
"Asti, sampai mentok ditekuknya!"
"Rida, kurang halus ngasih perpindahannya....jangan langsung pindah gerakan begitu."
Dan Sekar yang dalam mode coach begitu memang tegas, cukup galak juga keras, ia tak segan menekan dengan kaki dan menarik sampai benar posisi anak-anak didiknya itu.
Amar melihat itu dari luar, duduk bersama kang Sabda, sembari menikmati minuman bersoda dalam kaleng yang akhir-akhir ini cukup digandrungi anak muda.
"Saya bisa melihat perbedaannya kang, antara Sekar disini dan di keraton. Ia seperti bisa menjadi dirinya sendiri dan bahagia disini..." Amar, jakunnya naik turun ketika ia meneguk minuman berkaleng merah itu.
Sabda tersenyum, "mungkin den nganten..." ia sedikit geli saja, tak biasa tepatnya. Padahal biasanya ia hanya akan memanggil nama saja pada Sekar yang sudah seperti anaknya sendiri, namun sekarang tiba-tiba harus memanggilnya raden.
"Merasa harus beradaptasi, takut melakukan kesalahan yang membuat den bagus malu." Kang Sabda menelan salivanya sendiri, "disana kan dia yang paling baru, bukan dari kalangan menak priyai ataupun trah tersohor..."
Amar mengangguk, namun jelas siapapun di keraton akan tau jika Sekar memang tidak direstui bunda yang menjadikan rumah bak neraka untuk istrinya itu. Andai dunia tau....
"Rencananya kapan aden sama Sekar, maaf....den nganten mulai membangun rumah di sini?"
Amar mengehkeh, "ngga apa-apa kang. Sekar saja juga cukup, bahkan pada saya pun cukup panggil Amar saja. Awalnya saya mau bangun rumah di Cirendeu, tapi...mengingat kesibukan dan modernisasi, kami sudah sepakat di dekat jantung kota, sekalian bisa memantau usaha dan bisnis biar lebih dekat."
Kang Sabda mengangguk, "berumah tangga itu den, memang baiknya, isinya hanya ada suami---istri dan anak-anak saja nantinya. Biar dikata cuma makan sama singkong tapi tiis c…
Asmarandana Titisan Ningrat
ATN 81~ Posesif
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments
Elizabeth Zulfa
betul bnget itu...
biar gak ada campur tangan ortu / pun mertua... jdi bisa mnjalani rumah tangga sprti keinginan pasangn bukan sprti keinginan ortu, mertua atau org lain
2025-11-23
2
Salim S
hallaaaah s akang mah kalau urusan ranjang mah grecep ngga bisa di senggol sedikit langsung tancap gas 😅😅😅😅
2025-11-23
2
Ray Aza
jadi inget masa2 ngemper di mall, modal soda seliter n taro size plg jumbo bs seharian full nongkrong sm bestieh.. 🤣🤣🤣 pulang2 perut kembung
2025-11-23
0