Bab 3 Terobosan

KREKK!

DUARR!

Suara terobosan kultivasi bergemuruh tajam di benak Rayan yang tengah berendam di dalam kolam.

Setelah berendam selama satu minggu penuh, menyerap setiap energi murni yang terkandung di air kolam, Rayan akhirnya berhasil menerobos ke Tingkat Kehampaan Tahap Pertama.

Berkat ajaran gurunya, ia tahu bahwa tingkatan kultivasi terdiri dari sembilan level:

Tingkat Qi pemula

Tingkat Bumi

Tingkat Langit

Tingkat Kesempurnaan

Tingkat Kehampaan

Tingkat Kesengsaraan

Tingkat Suci

Tingkat Imortal

Tingkat Dewa

Sebuah keberuntungan besar bagi rayan, di usia yang masih sangat muda ia berhasil melampaui Tingkat Kesempurnaan dan mencapai Tingkat Kehampaan—sebuah loncatan yang mustahil bagi kultivator biasa.

Piuuh.

rayan menghembuskan napas kasarnya. Ia sungguh tidak menyangka air kolam itu mampu mendorongnya menembus batas.

"Terima kasih, Guru," lirihnya, melompat ke daratan dan mengenakan kembali pakaiannya. rayan kolam yang awalnya berwarna seperti susu kini berubah menjadi bening, tak berenergi.

"Aku tidak tahu sebenarnya air apa ini. Jika saja di masa depanku bisa menemukan air seperti ini lagi, menerobos ke tingkat selanjutnya bukanlah hal yang mustahil," pikir rayan.

Ia menyapu pandangan ke seluruh ruangan tersembunyi, lalu memasukkan semua tanaman herbal yang ada di sana ke dalam Cincin Penyimpanannya.

Merasa tidak ada alasan untuk berlama-lama, rayan langsung keluar dari balik air terjun.

"Guru, semoga ada cara di masa depan untuk kita bertemu lagi," gumam rayan, lalu melesat pergi meninggalkan tempat itu.

Tujuan pertamanya sebelum pergi ke kota adalah mengunjungi desa tempat orang tuanya dulu tinggal.

(Dendam di Desa Lama)

Dengan kecepatan yang meringankan tubuhnya, tak butuh waktu lama bagi rayan untuk tiba di desa tersebut. Setibanya di sana, rayan melihat kondisi desa itu sangat menyedihkan.

Yang tersisa hanyalah puing-puing rumah penduduk yang hangus terbakar dua puluh tahun lalu. Tidak ada satu pun manusia, bahkan makhluk hidup lain yang tinggal di desa itu.

rayan berjalan perlahan, memasuki reruntuhan rumah orang tuanya.

Air mata rayan tak terasa mengalir, teringat kejadian mengerikan dua puluh tahun yang lalu.

"Ayah, Ibu... Aku berjanji akan mencari tahu dalang utama di balik para bajingan itu," lirih rayan, niat membunuh tak terbendung memancar dari tubuhnya.

Wusss!

Niat membunuh yang sangat kuat itu bahkan membuat puing-puing bangunan di sekitarnya terhempas ke segala arah.

Dengan memegang liontin berisi foto kedua orang tuanya, hati rayan dipenuhi kebencian. Gurunya memang pernah bercerita bahwa ia telah membunuh para perampok itu, tetapi juga mengatan ada seseorang yang besar  mengendalikan mereka.

Sesuai pesan gurunya, meskipun zaman ini jauh lebih damai daripada ribuan tahun lalu, di balik kedamaian itu, orang-orang berkedudukan tinggi sering kali bertindak sewenang-wenang terhadap orang lemah.

Wus!

Adu langsung menghilang dari desa itu. Kecepatan menghilangnya sungguh di luar akal sehat manusia.

(Konflik di kota senja)

Di sebuah kota besar bernama Kota senja, di area pasar yang cukup ramai, terjadi kerumunan di sebuah kios kecil. Pusat perhatian adalah sosok pemuda yang sedang menawarkan barang-barang antik.

"Lihat! Ini adalah guci peninggalan kaisar zaman dulu. Jika kalian memilikinya, keberuntungan besar akan terus mengikuti kalian!" ucap pemuda pemilik kios itu, menciptakan bisikan-bisikan penasaran di antara orang-orang.

"Karena hari ini adalah hari baik bagiku, maka aku akan menjualnya dengan harga sepuluh juta rupiah!" lanjutnya.

Harga yang disebutkan itu sontak mengejutkan kerumunan.

"Hei bocah, jangan menipu banyak orang dengan barang palsumu itu!"

Seorang pria kekar tiba-tiba muncul dengan tiga pria lain di belakangnya. Dilihat dari penampilannya, jelas mereka adalah preman pasar setempat.

"Palsu pantatmu! Beraninya kamu, pria jelek, mengatai barangku palsu! Apakah kamu belum tahu siapa aku? Aku adalah Sabdi sutena, dari keluarga pedagang kuat di pasar ini! Beraninya kamu mengeluarkan kata-kata sampahmu terhadap barang daganganku!" Pemuda pemilik kios itu langsung naik pitam.

"Astaga, pantas saja aku merasa semua barang di kios pemuda itu tampak bagus. Ternyata dia adalah keturunan dari keluarga sutena!" seru salah satu pengunjung.

"Ya, aku pernah dengar bahwa keluarga sutena punya aset kekayaan puluhan miliyar rupiah. Kedudukan mereka di kalangan pedagang memang cukup tinggi," timpal yang lain.

"Tapi kurasa pemuda itu tidak akan bernasib baik. Meski keluarganya kuat, dibandingkan dengan kedudukan pemilik pasar ini, jelas dia tidak bisa dibandingkan," bisik seorang pengunjung.

Semua orang di sana mengenali sosok pria kekar itu. Mereka hanya bisa diam, merasa iba melihat situasi yang akan terjadi.

"Bagus. Tidak heran kamu berani berbicara seperti itu padaku, bocah. Cih... Memangnya kenapa jika kamu keturunan keluarga sutena? Apakah kamu tahu siapa aku?" Pria kekar itu menyeringai.

"Biar aku jelaskan padamu. Aku adalah Robert, orang yang memegang kendali pasar ini. Jika aku mengatakan barangmu palsu, tentu saja barangmu adalah palsu!"

Pemuda itu—Sabdi—cukup terkejut mendengarnya. Ia tidak menyangka pria jelek di depannya adalah Robert, preman pasar yang terkenal kejam.

"Sial, aku tidak berharap bisa bertemu dengannya secepat ini," pikir Sabdi. Meskipun belum pernah bertemu langsung, ia sering mendengar reputasi buruk Robert.

"Bocah, karena kamu berasal dari keluarga sutena, aku akan memberimu keringanan atas sikapmu padaku, dan juga barang palsumu itu. Tapi sebagai balasannya, kamu harus memberikan semua barangmu itu padaku, dan selama satu bulan, kamu tidak boleh berjualan di pasar ini." Robert menatap Sabdi yang terdiam.

Brak!

"Kamu pikir aku orang bodoh, hah?! Jelas-jelas kamu datang untuk mengacau dan mengambil keuntungan dariku!"

"Robert, jangan tidak tahu diri! Kamu hanyalah bawahan Tuan Paul. Beraninya kamu bersikap tak tahu malu dengan kedudukanmu sebagai bawahan!"

"Biar aku tegaskan padamu, barangku asli! Semua barang yang aku jual asli! Jadi, kamu jangan mengira aku bodoh dan takut padamu. Jika memang barangku palsu, tolong buktikan!" teriak Sabdi.

Semua orang menahan napas. Situasi tampaknya semakin tak terkendali.

"Hahah, bagus-bagus! Aku menyukai keberanianmu, bocah. Hanya saja, kamu tampaknya tidak mengerti situasi." Robert tertawa keras.

"Kalian bertiga, beri bocah ini pelajaran!" Robert memberi perintah kepada ketiga bawahannya.

Robert sengaja berkeliling mencari hadiah ulang tahun untuk Tuan Paul, bos yang memgang kendali atas pasar ini. Saat melihat Sabdi memamerkan guci, Robert langsung tertarik dan sengaja mengatakan benda itu palsu demi keuntungan pribadi. Ia tidak menyangka Sabdi akan seberani ini melawan.

"Ka-kalian, apa yang ingin kalian lakukan? Biar aku tegaskan sekali lagi, aku adalah Tuan Muda dari Keluarga sutena! Jika kalian berani macam-macam padaku, aku pas—"

Belum sempat Sabdi menyelesaikan kata-katanya, salah satu dari tiga preman itu langsung memotongnya.

"Memangnya kenapa dengan Keluarga sutena? Memangnya kenapa jika kamu seorang Tuan Muda? Berani melawan Bos Robert, hanya penderitaan yang akan didapat!"

"K-kalian...?" Sabdi langsung merasa putus asa. Keberaniannya langsung lenyap. Meskipun ia seorang ahli beladiri, tingkatannya hanya berada di level dasar.

"Maaf, aku baru saja mendengar kamu akan menjual guci itu seharga sepuluh juta. Apakah aku boleh memeriksa keasliannya?"

Tepat ketika semua orang terdiam, merasa iba melihat nasib buruk Sabdi yang akan segera terjadi, sebuah suara tiba-tiba memecah ketegangan.

Terpopuler

Comments

Latief Marssy

Latief Marssy

Pesan guru nggak boleh menaruh kebencian. gimana mau balas dendam nih😄

2026-06-28

0

VirgoRaurus 31Smile

VirgoRaurus 31Smile

Rayan bukan Adu

2026-05-27

0

VirgoRaurus 31Smile

VirgoRaurus 31Smile

mengatakan bukan mengatan

2026-05-27

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Kejadian di masa lalu
2 Bab 2 kepergian sang guru
3 Bab 3 Terobosan
4 Bab 4 Insiden kecil
5 Bab 5 Balap liar
6 Bab 6 di rumah sakit
7 Bab 7 Pergi dari rumah sakit
8 Bab 8 restoran
9 Bab 9 restoran yunda
10 Bab 10 Menolong gadis
11 Bab 11 gadis bernama maudy
12 Bab 12 membeli rumah
13 Bab 13 Aroma keringat rayan
14 Bab 14 kekesalan maudy
15 Bab 15 di hadang
16 Bab 16 pusat perbelanjaan
17 Bab 17 menolong seseorang
18 Bab 18 menjual koin emas
19 Bab 19 masih tentang koin emas
20 Bab 20 Kemunculan alin
21 Bab 21 Sedikit komplik
22 Bab 22 pulang
23 Bab 23 Leluhur keluarga raharja
24 Bab 24 Masakan rayan yang begitu nikmat
25 Bab 25 Telpon dari teman maudy
26 Bab 26 sang pengintai
27 Bab 27 Keributan di luar
28 Bab 28 yosen dan orang-orang bayaran
29 Bab 29 Menghantam gunda
30 Bab 30 keterkejutan
31 Bab 31 Setelah kepergian yosen
32 Bab 32 Jalan-jalan sore
33 Bab 33 Buaya predator
34 Bab 34 membunuh biaya predator
35 Bab 35 Di cegat di jalan
36 Bab 36 Menolong hana
37 Bab 37 mendatangi markas genk kapak hitam
38 Bab 28 membuat keributan di markas tuan baret
39 Bab 39 Baret pemimpin gunda
40 Bab 40 Baret dan rayan
41 Bab 41 Masih di margkas genk kapak hitam
42 Bab 42 Pertarungan
43 Bab 43 baret turun tangan
44 Bab 44 Kekalahan baret
45 Bab 45 kegugupan maudy
46 Bab 46 Sekte bayangan
47 Bab 47 Mendatangi yosen
48 Bab 48 menagih kesepakatan
49 Bab 49 Kemunculan yoswa ayah yosen
50 Bab 50 menagih kesepakatan yang membuahkan hasil
51 Bab 51 Pergi ke pusat perbelanjaan kembali
52 Bab 52 Linjia dan putrinya
53 Bab 53 Menolong bela
54 Bab 54 Membantu seorang pria tua
55 Bab 55 Batu energi tingkat tinggi
56 Bab 56 Kekesalan Shela yang memuncak
57 Bab 57 memberi pelajaran pada Shela
58 Bab 58 Bertemu dengan tuan satya kembali
59 Bab 59 pulang
60 Bab 60 menolong seorang bocah
61 Bab 61 Bernard
62 Bab 62 Di interogasi
63 Bab 63 Kabur
64 Bab 64 Prihal cincin penyimpanan
65 Bab 65 Keterkejutan sera
66 Bab 66 Kebingungan di kantor polisi
67 Bab 67 kedatangan sera
68 Bab 68 Sera yang kesal
69 Bab 69 Sera yang terpaksa menekan kekesalannya
70 Bab 70 Bersiap untuk menerobos
71 Bab 71 kedatangan beberpa orang tak di kenal
72 Bab 72 Formasi pedang pembunuh
73 Bab 73 Mengalahkan mereka dengan mudah
74 Bab 74 mengikat mereka di batang pohon
75 Bab 75 Menuduh Rama dari sekte hantu
76 Bab 76 Mengobati sera
77 Bab 77 Takjub, kesal, dan malu secara bersamaan
78 Bab 78 Rencana dari sekte bayangan
79 Bab 79 Kedatangan reybong
80 Bab 80 Reymond turun tangan
81 Bab 81 Api bawaan
82 Bab 82 Rayan vs Reymond
83 Bab 83 Formasi gabungan
84 Bab 84 Terobosan rayan
85 Bab 85 Mengalahkan mereka semua
86 Bab 86 Kegemparan di sekte bayangan
87 Bab 87 Menolong liwa
88 Bab 88 Mengajak liwa makan
89 Bab 89 Kebetulan bertemu maudy
90 Bab 90 Budi yang tidak normal
91 Bab 91 Tersedak makanan
92 Bab 92 Keluar dari restoran
93 Bab 93 Tamu tak di undang
94 Bab 94 Menuju sebuah pelelangan
95 Bab 95 Bertemu dengan bayu setyo
96 Bab 96 Riuh di balik tirai Vip
97 Bab 98 Ruang VIP yang memanas
98 Bab 98 persaingan para penguasa
99 Bab 99 Membutuhkan pil pembangkit jiwa sebagai alat tukar
100 Bab 100 gejolak di aula lelang
101 Bab 101 Masih berlanjut
102 Bab 102 Usai acara lelang
103 Bab 103 Keluar dari rumah lelang
104 Bab 104 Di cegat
105 Bab 105 Di jalan malam
106 Bab 106 Orang-orang dari sekte bayangan
107 Bab 107 Bertarung dengan resi tetua sekte bayangan
108 Bab 108 Masih berlanjut
109 Bab 109 Kekalahan resi
110 Bab 110 Peringatan untuk resi
111 Bab 111 Artefak pelindung Giok kaisar
112 Bab 12 Bayang-bayang dendam dan kehangatan keluarga
113 Bab 113 Memperbaiki artefak pelindung dari pelelangan
114 Bab 114 menguji artefak pemberian rayan
115 Bab 105 Kunjungan gundala
116 Bab 116 Amelia yang membutuhkan harapan
117 Bab 117 Gulungan pasangan artefak Giok kaisar
118 Bab 118 Kedatangan Shela
119 Bab 119 Akhirnya amel meminta bantuan rayan
120 Bab 120 Rencana menyembuhkan kaki Amelia
121 Bab 121 Terhambat oleh kedatangan dokter leo
122 Bab 122 Teguran dari Rayan terhadap dokter jenius
123 Bab 123 Pringatan rayan yang menjadi kenyataan
124 Bab 124 Antara marah dan malu di rasakan dokter hadi
125 Bab 125 Rama turun tangan
126 126 Menyembuhkan kaki Amelia
127 Bab 127 Situasi yang memalukan bagi Amelia
128 Bab 128 Akhir cerita di rumah sakit
129 Bab 129 Beberapa orang suruhan tono
130 Bab 130 Senjata makan tuan
131 Bab 131 Kedatangan bu Wanda
132 Bab 132 Membantu menyembuhkan budi
133 Bab 133 Menyembuhkan budi
134 Bab 134 Hadiah dari Amelia
135 Bab 135 Mobil seharga 87,5 miliyar
136 Bab 136 Tamu tak di undang
137 Bab 137 Bayang bayang perjanjian Lama
138 Bab 138 Perjanjian perjodohan
139 Bab 139 Kedatangan Shela kembali
140 Bab 140 Kutukan dalam gulungan
141 Bab 141 Sosok iblis yang terkunci dalam gulungan kuno
142 Bab 142 kunjungan tiga gadis cantik
143 Bab 143 Tantangan dari rayan untuk Shela
144 Bab 134 Menerima taruhan dan kalah
145 Bab 145 Di sebuah restoran
146 Bab 146 Reyhan sang pengganggu
147 Bab 147 Mengunjungi kediaman priyadi
148 Bab 148 Bertemu tuan broto
149 Bab 149 Kewaspadaan broto
150 Bab 150 Broto yang telah salah menilai
151 Bab 151 Perjamuan di rumah priyadi
152 Bab 152 Perjamuan telah siap
153 Bab 153 Sambutan dan kemunculan seseorang
154 Bab 154 Wanni Dari Asosiasi beladiri
155 Bab 155 Maudy tak sengaja menyenggol wanji
156 Bab 156 Tumpahan minuman yang menjadi masalah
157 Bab 157 Pertarungan tanpa perlawanan
158 Bab 158 Pelajaran untuk wanji
159 Bab 159 Melelang barang
160 Bab 160 Jamur kametian
161 Bab 161 Suki dari keluarga Setyo
162 Bab 162 Kedatangan juban
163 Bab 163 Broto vs Juban
164 Bab 164 Pertarungan yang tak bisa di hindari
165 Bab 165 Pertarungan cukup sengit
166 Bab 166 Rayan akhirnya keluar
167 Bab 167 Antara Rayan dan tetua ke tiga
168 Bab 168 Keterkejutan semua orang
169 Bab 169 Masih berlanjut
170 Bab 170 Kekalahan juban
171 Bab 171 Kembali
172 Bab 172 Asal usul rayan mulai terbuka
173 Bab 173 Sera datang meminta bantuan
174 Bab 174 Para penjahat terlatih
175 Bab 175 Kedatangan rayan
176 Bab 176 Markas penjahat kelas kakap
177 Bab 177 Membebaskan tawanan
178 Bab 178 Bertarung
179 Bab 179 Wahna pemimpin dari mereka
180 Bab 180 Rama vs Wahna
181 Bab 181 Wahna mengeluarkan jurus terkuatnya
182 Bab 182 Kekalahan Wahna
183 Bab 183 Bertemu Bernard kembali
184 Bab 184 Beralih pada keluarga Setyo
185 Bab 185 Kegitan melatih suliwa
186 Bab 186 Memberi penawaran
187 Bab 187 Keribuaran kecil karena kesalahfahaman
188 Bab 188 Rencana untuk pertandingan tahunan
189 Bab 189 Dua minggu menjelang acara tahunan
190 Bab 190 Resmi menjadi pengikut rayan
191 Bab 191 Hadiah dari keluarga priyadi
192 Bab 192 Berlatih bersama suliwa
193 Bab 193 rumah baru di puncak kota
194 Bab 194 Memilih kamar
195 Bab 195 Malam pertama di rumah baru
196 Bab 196 Hari baru
197 Bab 197 Kedatangan hana
198 Bab 198 Bertemu Ibu angkat maudy
199 Bab 199 Geng tinju besi
200 Bab 200 Akhirnya Masalah maudy selesai
201 Bab 201 Markas geng tinju besi
202 Bab 202 Maudy dalam bahaya
203 Bab 203 mendatangi markas kepolisian
204 Bab 204 Di bawa ke ruangan gundala
205 Bab 205 melacat melalui sapu tangan
206 Bab 206 Maudy di bawa ke sekte hantu
207 Bab 207 Membantu dua murid dari sekte bintang
208 Bab 208 Membantu kina dan ruga
209 Bab 209 Tiba di sekte bintang
210 Bab 210 Yunji Salah satu tetua sekte bintang
211 Bab 211 Lembah kabut abadi
212 Bab 212 Danau air hitam penyegel jiwa
Episodes

Updated 212 Episodes

1
Episode 1 Kejadian di masa lalu
2
Bab 2 kepergian sang guru
3
Bab 3 Terobosan
4
Bab 4 Insiden kecil
5
Bab 5 Balap liar
6
Bab 6 di rumah sakit
7
Bab 7 Pergi dari rumah sakit
8
Bab 8 restoran
9
Bab 9 restoran yunda
10
Bab 10 Menolong gadis
11
Bab 11 gadis bernama maudy
12
Bab 12 membeli rumah
13
Bab 13 Aroma keringat rayan
14
Bab 14 kekesalan maudy
15
Bab 15 di hadang
16
Bab 16 pusat perbelanjaan
17
Bab 17 menolong seseorang
18
Bab 18 menjual koin emas
19
Bab 19 masih tentang koin emas
20
Bab 20 Kemunculan alin
21
Bab 21 Sedikit komplik
22
Bab 22 pulang
23
Bab 23 Leluhur keluarga raharja
24
Bab 24 Masakan rayan yang begitu nikmat
25
Bab 25 Telpon dari teman maudy
26
Bab 26 sang pengintai
27
Bab 27 Keributan di luar
28
Bab 28 yosen dan orang-orang bayaran
29
Bab 29 Menghantam gunda
30
Bab 30 keterkejutan
31
Bab 31 Setelah kepergian yosen
32
Bab 32 Jalan-jalan sore
33
Bab 33 Buaya predator
34
Bab 34 membunuh biaya predator
35
Bab 35 Di cegat di jalan
36
Bab 36 Menolong hana
37
Bab 37 mendatangi markas genk kapak hitam
38
Bab 28 membuat keributan di markas tuan baret
39
Bab 39 Baret pemimpin gunda
40
Bab 40 Baret dan rayan
41
Bab 41 Masih di margkas genk kapak hitam
42
Bab 42 Pertarungan
43
Bab 43 baret turun tangan
44
Bab 44 Kekalahan baret
45
Bab 45 kegugupan maudy
46
Bab 46 Sekte bayangan
47
Bab 47 Mendatangi yosen
48
Bab 48 menagih kesepakatan
49
Bab 49 Kemunculan yoswa ayah yosen
50
Bab 50 menagih kesepakatan yang membuahkan hasil
51
Bab 51 Pergi ke pusat perbelanjaan kembali
52
Bab 52 Linjia dan putrinya
53
Bab 53 Menolong bela
54
Bab 54 Membantu seorang pria tua
55
Bab 55 Batu energi tingkat tinggi
56
Bab 56 Kekesalan Shela yang memuncak
57
Bab 57 memberi pelajaran pada Shela
58
Bab 58 Bertemu dengan tuan satya kembali
59
Bab 59 pulang
60
Bab 60 menolong seorang bocah
61
Bab 61 Bernard
62
Bab 62 Di interogasi
63
Bab 63 Kabur
64
Bab 64 Prihal cincin penyimpanan
65
Bab 65 Keterkejutan sera
66
Bab 66 Kebingungan di kantor polisi
67
Bab 67 kedatangan sera
68
Bab 68 Sera yang kesal
69
Bab 69 Sera yang terpaksa menekan kekesalannya
70
Bab 70 Bersiap untuk menerobos
71
Bab 71 kedatangan beberpa orang tak di kenal
72
Bab 72 Formasi pedang pembunuh
73
Bab 73 Mengalahkan mereka dengan mudah
74
Bab 74 mengikat mereka di batang pohon
75
Bab 75 Menuduh Rama dari sekte hantu
76
Bab 76 Mengobati sera
77
Bab 77 Takjub, kesal, dan malu secara bersamaan
78
Bab 78 Rencana dari sekte bayangan
79
Bab 79 Kedatangan reybong
80
Bab 80 Reymond turun tangan
81
Bab 81 Api bawaan
82
Bab 82 Rayan vs Reymond
83
Bab 83 Formasi gabungan
84
Bab 84 Terobosan rayan
85
Bab 85 Mengalahkan mereka semua
86
Bab 86 Kegemparan di sekte bayangan
87
Bab 87 Menolong liwa
88
Bab 88 Mengajak liwa makan
89
Bab 89 Kebetulan bertemu maudy
90
Bab 90 Budi yang tidak normal
91
Bab 91 Tersedak makanan
92
Bab 92 Keluar dari restoran
93
Bab 93 Tamu tak di undang
94
Bab 94 Menuju sebuah pelelangan
95
Bab 95 Bertemu dengan bayu setyo
96
Bab 96 Riuh di balik tirai Vip
97
Bab 98 Ruang VIP yang memanas
98
Bab 98 persaingan para penguasa
99
Bab 99 Membutuhkan pil pembangkit jiwa sebagai alat tukar
100
Bab 100 gejolak di aula lelang
101
Bab 101 Masih berlanjut
102
Bab 102 Usai acara lelang
103
Bab 103 Keluar dari rumah lelang
104
Bab 104 Di cegat
105
Bab 105 Di jalan malam
106
Bab 106 Orang-orang dari sekte bayangan
107
Bab 107 Bertarung dengan resi tetua sekte bayangan
108
Bab 108 Masih berlanjut
109
Bab 109 Kekalahan resi
110
Bab 110 Peringatan untuk resi
111
Bab 111 Artefak pelindung Giok kaisar
112
Bab 12 Bayang-bayang dendam dan kehangatan keluarga
113
Bab 113 Memperbaiki artefak pelindung dari pelelangan
114
Bab 114 menguji artefak pemberian rayan
115
Bab 105 Kunjungan gundala
116
Bab 116 Amelia yang membutuhkan harapan
117
Bab 117 Gulungan pasangan artefak Giok kaisar
118
Bab 118 Kedatangan Shela
119
Bab 119 Akhirnya amel meminta bantuan rayan
120
Bab 120 Rencana menyembuhkan kaki Amelia
121
Bab 121 Terhambat oleh kedatangan dokter leo
122
Bab 122 Teguran dari Rayan terhadap dokter jenius
123
Bab 123 Pringatan rayan yang menjadi kenyataan
124
Bab 124 Antara marah dan malu di rasakan dokter hadi
125
Bab 125 Rama turun tangan
126
126 Menyembuhkan kaki Amelia
127
Bab 127 Situasi yang memalukan bagi Amelia
128
Bab 128 Akhir cerita di rumah sakit
129
Bab 129 Beberapa orang suruhan tono
130
Bab 130 Senjata makan tuan
131
Bab 131 Kedatangan bu Wanda
132
Bab 132 Membantu menyembuhkan budi
133
Bab 133 Menyembuhkan budi
134
Bab 134 Hadiah dari Amelia
135
Bab 135 Mobil seharga 87,5 miliyar
136
Bab 136 Tamu tak di undang
137
Bab 137 Bayang bayang perjanjian Lama
138
Bab 138 Perjanjian perjodohan
139
Bab 139 Kedatangan Shela kembali
140
Bab 140 Kutukan dalam gulungan
141
Bab 141 Sosok iblis yang terkunci dalam gulungan kuno
142
Bab 142 kunjungan tiga gadis cantik
143
Bab 143 Tantangan dari rayan untuk Shela
144
Bab 134 Menerima taruhan dan kalah
145
Bab 145 Di sebuah restoran
146
Bab 146 Reyhan sang pengganggu
147
Bab 147 Mengunjungi kediaman priyadi
148
Bab 148 Bertemu tuan broto
149
Bab 149 Kewaspadaan broto
150
Bab 150 Broto yang telah salah menilai
151
Bab 151 Perjamuan di rumah priyadi
152
Bab 152 Perjamuan telah siap
153
Bab 153 Sambutan dan kemunculan seseorang
154
Bab 154 Wanni Dari Asosiasi beladiri
155
Bab 155 Maudy tak sengaja menyenggol wanji
156
Bab 156 Tumpahan minuman yang menjadi masalah
157
Bab 157 Pertarungan tanpa perlawanan
158
Bab 158 Pelajaran untuk wanji
159
Bab 159 Melelang barang
160
Bab 160 Jamur kametian
161
Bab 161 Suki dari keluarga Setyo
162
Bab 162 Kedatangan juban
163
Bab 163 Broto vs Juban
164
Bab 164 Pertarungan yang tak bisa di hindari
165
Bab 165 Pertarungan cukup sengit
166
Bab 166 Rayan akhirnya keluar
167
Bab 167 Antara Rayan dan tetua ke tiga
168
Bab 168 Keterkejutan semua orang
169
Bab 169 Masih berlanjut
170
Bab 170 Kekalahan juban
171
Bab 171 Kembali
172
Bab 172 Asal usul rayan mulai terbuka
173
Bab 173 Sera datang meminta bantuan
174
Bab 174 Para penjahat terlatih
175
Bab 175 Kedatangan rayan
176
Bab 176 Markas penjahat kelas kakap
177
Bab 177 Membebaskan tawanan
178
Bab 178 Bertarung
179
Bab 179 Wahna pemimpin dari mereka
180
Bab 180 Rama vs Wahna
181
Bab 181 Wahna mengeluarkan jurus terkuatnya
182
Bab 182 Kekalahan Wahna
183
Bab 183 Bertemu Bernard kembali
184
Bab 184 Beralih pada keluarga Setyo
185
Bab 185 Kegitan melatih suliwa
186
Bab 186 Memberi penawaran
187
Bab 187 Keribuaran kecil karena kesalahfahaman
188
Bab 188 Rencana untuk pertandingan tahunan
189
Bab 189 Dua minggu menjelang acara tahunan
190
Bab 190 Resmi menjadi pengikut rayan
191
Bab 191 Hadiah dari keluarga priyadi
192
Bab 192 Berlatih bersama suliwa
193
Bab 193 rumah baru di puncak kota
194
Bab 194 Memilih kamar
195
Bab 195 Malam pertama di rumah baru
196
Bab 196 Hari baru
197
Bab 197 Kedatangan hana
198
Bab 198 Bertemu Ibu angkat maudy
199
Bab 199 Geng tinju besi
200
Bab 200 Akhirnya Masalah maudy selesai
201
Bab 201 Markas geng tinju besi
202
Bab 202 Maudy dalam bahaya
203
Bab 203 mendatangi markas kepolisian
204
Bab 204 Di bawa ke ruangan gundala
205
Bab 205 melacat melalui sapu tangan
206
Bab 206 Maudy di bawa ke sekte hantu
207
Bab 207 Membantu dua murid dari sekte bintang
208
Bab 208 Membantu kina dan ruga
209
Bab 209 Tiba di sekte bintang
210
Bab 210 Yunji Salah satu tetua sekte bintang
211
Bab 211 Lembah kabut abadi
212
Bab 212 Danau air hitam penyegel jiwa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!