World Of Library

Keyz dan Flip mengelilingi gua di sekitar danau super jernih itu. Terlihat ada tanda-tanda bahwa seseorang pernah tinggal di sana. Di ujung paling dalam gua, berdiri sebuah pintu megah terbuat dari emas murni, berhiaskan permata sebesar kepalan tangan. Permata-permata itu berjejer rapi, identik bentuk dan ukurannya. Di tengah-tengah pintu, terdapat hiasan berbentuk tameng, dan di tengah tameng itu — kepala singa berwarna perak yang dibuat dari logam titanium, dengan kombinasi tameng berwarna hitam dan putih yang mengilap.

Ketika Keyz menyentuh kepala singa itu, mata singa tiba-tiba terbuka, memancarkan cahaya tajam. Dalam sepersekian detik, cahaya itu menembus mata Keyz, lalu padam seketika. Keyz tak sempat menyadari hal aneh itu; yang dia tahu, hiasan itu baru saja berkedip.

“Hebat sekali... siapa yang membangun pintu berbentuk kepala singa ini?” gumam Keyz kagum. “Flip, kamu tahu sesuatu tentang ini?”

“Aku sama sekali tidak tahu-menahu,” jawab Flip. Ia masih tampak kikuk mengenakan baju besar milik Keyz — terutama karena bagian dadanya terasa sesak.

Keyz menelan ludah, cepat-cepat memalingkan wajah ke arah singa itu, pura-pura fokus pada sesuatu yang lain.

Tiba-tiba, suara berat bergema dari arah pintu.

“Siapa kalian?”

“WAAAHHHH!!!” Keyz dan Flip menjerit bersamaan.

“Bi–bicara!!” teriak Flip. “Hiasan pintunya bicara!!”

“Ahahaha! Jangan terkejut begitu, anak muda,” sahut suara itu dengan nada hangat. “Perkenalkan, aku Beastlord.”

“Raja monster?” tanya Keyz heran.

“Oh, kamu bisa bahasa kuno, nak?”

“Begitulah. Ayahku yang mengajarkannya kepadaku.”

“Siapa namamu, anak muda?”

“Keyz. Dan ini Flip. Dia sebangsa peri,” jawab Keyz sambil memegang lengan Flip.

“Peri? Setahuku peri memiliki sayap…” ucap Beastlord, penasaran.

Tanpa berpikir panjang, Flip melepas bajunya dan memamerkan sayapnya yang bercahaya.

“Lihat? Ini sayapku!”

“WOAAHH—!!”

“Bodoh! Jangan lepas baju sembarangan!” Keyz cepat membalik badan, menutup wajah dengan tangan. “Dan kau juga, hiasan pintu! Jangan ikut-ikutan mesum!”

“Ahahaha!” suara Beastlord tertawa bergemuruh. “Aku hanya meniru ekspresi tuanku, nak. Aku tidak punya libido!”

“Heh?! Dasar aneh!”

“Ayolah, jangan tegang begitu. Nanti cepat tua, lho!” candanya. “Jadi, kenapa kalian sampai di sini?”

“Kami tersesat,” jawab Keyz. “Terjatuh dari jurang, hanyut di sungai bawah tanah, dan… yah, akhirnya sampai di sini.”

“Lebih tepatnya, Keyz yang jatuh,” ralat Flip. “Aku mencari dia, dan akhirnya ikut ke sini. Tapi, siapa ‘tuan mu’ yang tadi kamu sebut?”

“Itu cerita lama,” jawab Beastlord tenang. “Kalau kuceritakan, mungkin akan memakan waktu lama. Apakah kalian ingin mendengarnya?”

“Aku tidak keberatan,” kata Keyz. “Lagi pula, kami juga tidak tahu jalan pulang. Lebih tepatnya... kami tidak punya tempat untuk pulang.”

“Ahh... kalian kawin lari?”

“BODOH!” teriak Keyz. “Cepat ceritakan kisahmu!”

“Hahaha! Benar-benar mirip tuan ku dulu,” ujar Beastlord sambil terkekeh. “Baiklah, duduklah di situ dan dengarkan baik-baik...

Pada zaman dahulu—” Beastlord belum juga berkata.

Tiba-tiba....

“BLAR!!!”

Suara ledakan mengguncang seluruh gua. Getarannya begitu hebat hingga batu-batu di langit-langit berjatuhan.

“Hei! Apa itu?!” seru Keyz.

“Aku juga tidak tahu,” jawab Beastlord. “Tapi mustahil ada ledakan di sini. Tempat ini hampir mendekati inti bumi!”

Ledakan berikutnya terdengar. “BLARRR!! TRANG!! CTING!!” Di susul dengan suara logam beradu menggema.

“Itu... suara pertempuran,” bisik Flip. “Kita lihat ke luar?”

“Jangan bercanda!” tegur Keyz. “Setiap dentumannya saja bisa bikin gempa begini!”

“Tapi aku penasaran siapa yang sedang ber—”

“DUUMM!!!”

Ledakan besar kembali mengguncang. Atap gua runtuh di berbagai titik di dekat mereka.

“Kalian! Masuklah!” seru Beastlord. Pintu emas berhiaskan singa itu terbuka perlahan, menampakkan ruangan dalamnya — penuh dengan buku-buku kuno yang tersusun rapi dari lantai hingga langit-langit.

“Cepat masuk! Kalian akan aman di dalam. Aku akan melindungi kalian!”

"Ad... Ada apa sih?

"Sudah, nurut aja!"

Ledakan benar-benar sudah di dekat mereka.

“BLAR!!”

Mulut gua semakin terbuka karena ledakan berikutnya. Dan dari celah itu, muncul sosok mengerikan — berpakaian zirah hitam yang terbakar api gelap, wajahnya berupa tengkorak dengan mata menyala merah. Di punggungnya, empat sayap berapi berkibar dan sangat gagah, membakar udara di sekitarnya.

“Itu... Raja Iblis!” teriak Beastlord. “Cepat masuk! Dia sangat berbahaya! CEPAT!!”

Keyz dan Flip tak berani membantah. Mereka segera berlari masuk ke dalam. Begitu mereka melewati ambang pintu, pintu emas itu tertutup keras, menimbulkan gelombang angin yang membuat mereka terlempar ke dalam ruangan.

“Aegis!” seru Beastlord. Seketika, kubah pelindung terbentuk, melindungi ruangan itu dari kehancuran di luar.

Keyz terbatuk, menatap sekeliling. Ruangan itu benar-benar penuh dengan rak buku kuno, berjajar rapi tanpa celah. Dari lantai sampai langit-langit, semuanya tertutup lembaran ilmu.

“Aneh...” gumam Keyz.

“Ya?” tanya Flip.

“Aku sama sekali belum pernah melihat tulisan-tulisan seperti ini sebelumnya...” katanya sambil menyentuh punggung buku berwarna hitam dengan tulisan emas. “Tapi… aku bisa membacanya.”

“Benarkah? Apa isinya?”

Keyz membaca dengan suara rendah, “Kitab Perjanjian Pertama yang diberikan Tuhan kepada manusia... ini yang kedua... ketiga... dan ini yang terakhir.”

Ia membuka satu demi satu buku, membacanya dengan khidmat.

Di mata Flip, Keyz tampak seperti orang gila yang membuka buku secara acak dan secepat mungkin, berpindah dari satu rak ke rak lain tanpa berhenti.

Buku demi buku, rak demi rak. Hampir satu jam berlalu — dan Keyz belum menunjukkan tanda-tanda ingin berhenti.

Ia membaca, menyentuh, menyerap — seolah semua ilmu pengetahuan di ruangan itu sedang merasuk langsung ke dalam jiwanya.

Nex

Sementara itu, di luar perpustakaan tempat Keyz membaca—

“Gabby.” suara berat penuh bara terdengar dari balik kepulan asap hitam. “Kau selalu saja menghalangi jalanku, sayang.”

Di hadapannya berdiri sosok malaikat wanita berwajah agung. Gabby, malaikat agung dengan rambut putih panjang yang berkilau seperti perak cair. Matanya hitam legam tanpa bagian putih sedikit pun, membuatnya tampak seperti makhluk surgawi yang sudah terlalu lama menatap ke dalam kegelapan. Kulitnya seputih salju, dan dari tubuhnya menjulur delapan pasang sayap, dua di pundak, empat di pinggang atas, dan dua di pinggang bawah—semuanya berlapis cahaya lembut seperti sinar bulan.

Ia mengenakan zirah emas murni yang memantulkan cahaya setiap kali terkena percikan api dari udara. Di tangannya, sebuah pedang putih besar memancarkan cahaya menyilaukan, seolah dibuat dari kilat yang dibekukan.

“Lucxy,” kata Gabby dingin. “Bertobatlah… atau kau akan mati di tanganku.”

Di seberangnya, berdiri sosok iblis raksasa. Lucxy, sang Raja Iblis. Wajahnya tinggal tengkorak yang diselimuti api hitam. Tubuhnya mengenakan baju zirah berwarna hitam legam, di mana kobaran api gelap terus menjilat permukaannya tanpa pernah padam. Di punggungnya, empat sayap merah membara, berdenyut seperti bara yang bernyawa.

Ia membawa sebilah pedang yang serupa dengan milik Gabby, namun warnanya terbalik — bilahnya merah menyala di bagian tajam, hitam gelap di bagian tengah, seperti darah dan bayangan yang menyatu.

“Minggir, Gabby,” kata Lucxy datar, tapi suaranya mengandung amarah yang menggetarkan dinding gua. “Aku harus masuk ke dalam perpustakaan itu. Aku harus mengambil Ark of Origin.”

“Untuk apa kau mencari kitab sihir itu, Lucxy?” bentak Gabby. “Benda itu seharusnya tersegel selamanya! Tak boleh jatuh ke tangan pengkhianat seperti dirimu. Jadi... enyahlah!!”

Dalam sekejap, Gabby melesat. Gerakannya terlalu cepat untuk dilihat mata manusia — hanya kilatan emas yang mengoyak udara.

Namun, Lucxy menangkis setiap tebasan itu dengan sempurna.

Pedang mereka saling beradu. Setiap benturan menciptakan ledakan cahaya dan gelombang energi yang menghancurkan batu di sekitarnya.

Setiap dentuman pedang mereka membuat gua bergetar hebat.

Di dalam perpustakaan, Beastlord—penjaga pintu—terus mengucapkan mantra pelindung.

“Aegis! Aegis!” serunya berulang-ulang setiap kali gelombang ledakan datang, menahan reruntuhan agar tidak merobohkan ruangan tempat Keyz dan Flip berada.

 __

Kembali ke dalam perpustakaan.

“Keyz?” panggil Flip pelan. Di hadapannya, berdiri sebuah kotak kayu berlapis emas, berhias dua patung malaikat kecil di sisi kanan dan kirinya. Cahaya putih dari langit-langit gua menyoroti kotak itu, membuatnya tampak suci dan agung.

“Indah sekali kotak ini…” bisik Flip kagum.

Keyz, yang duduk bersandar di lantai, memijat pelipisnya dengan wajah lelah.

“Aduh… tunggu sebentar. Kepalaku pusing. Aku baru saja menyelesaikan membaca semua buku ini…”

Flip menyipitkan mata, tidak percaya.

“Bodoh. Kamu pikir aku tidak tahu? Kamu hanya membuka-buka buku itu sembarangan.”

“Hah? Apa kamu bilang?” Keyz memandang Flip dengan wajah kaget.

“Sudahlah. Sini, lihat ini.” Flip menunjuk kotak berlapis emas itu.

Benda itu terletak di atas sebuah altar batu, seolah-olah dijaga oleh cahaya dari langit. Kotak itu memantulkan sinar ke segala arah, terlihat begitu bersih dan suci, tanpa debu sedikit pun. Seakan-akan seseorang selalu datang untuk membersihkannya setiap hari, padahal tempat ini sudah ribuan tahun terkubur di bawah tanah. Mungkin.

“Mustahil…” desah Keyz pelan. “Itu... Tabut Sulaiman.”

“Kitab sihir King Solomon yang terkenal itu?” tanya Flip dengan mata membesar.

“Benar.” Keyz menatap kotak itu dalam-dalam. “Kitab sihir yang menjadi alasan semua peperangan di dunia ini. Dikatakan, siapa pun yang berhasil menemukannya... dia akan menguasai seluruh makhluk hidup.”

Flip menelan ludah. “Apa yang akan kita lakukan dengan benda itu?”

“Tentu saja aku akan membacanya, menguasai isinya... dan setelah itu, aku akan menolong para budak di negeriku. Akan ku hancurkan tiran di sana. Akan ku hancurkan Clay si mata satu itu!”

Dengan tekad yang menyala, Keyz melangkah mendekati altar. Ia mengulurkan tangan, menyentuh permukaan emas itu.

Saat ujung jarinya menyentuh kotak, patung malaikat di kedua sisi kotak itu bergerak. Sayap mereka bergetar pelan, dan dari mulut mereka terdengar nyanyian suci dalam bahasa surgawi. Keyz terpana, menatap mereka lekat-lekat — tapi kemudian menepis pikirannya.

“Hanya halusinasi...,” gumamnya.

Ia menarik napas panjang. Lalu, dengan hati-hati, membuka kotak itu.

Tak ada kunci, tak ada penghalang. Kotak itu terbuka dengan mudah.

Di dalamnya terbaring sebuah buku tebal berlapis logam hitam, dengan ukiran mekanisme rumit di setiap sisinya. Begitu jari Keyz menyentuh permukaannya, mekanisme itu bergerak sendiri, berputar, dan membuka buku itu perlahan-lahan.

Dan saat buku itu terbuka sepenuhnya—

BYARRR!!!

Cahaya putih menyilaukan meledak keluar, menembus mata Keyz.

“ARRRGHHH!!!” teriaknya keras. Ia berusaha menutup mata, tapi matanya tidak bisa tertutup. Cahaya itu menembus langsung ke dalam bola matanya.

Flip menatap ngeri. Dari dalam buku itu, huruf-huruf kuno—rune bercahaya—mulai melayang keluar, satu per satu, terbang dan masuk ke dalam mata Keyz.

Setiap kali satu rune masuk, halaman buku itu berbalik sendiri. Semakin cepat, semakin banyak, dan teriakan Keyz makin mengerikan.

“Keyz!!!” Flip berusaha mendekat, tapi tubuhnya tak bisa bergerak. Dunia di sekitarnya membeku. Waktu berhenti. Ia hanya bisa menyaksikan semua itu terjadi tanpa daya.

Halaman terakhir terbuka. Huruf rune terakhir meluncur masuk ke dalam mata Keyz.

Buku itu tertutup sendiri, lalu terbakar hebat dengan api berwarna biru.

“ARRRRGHHHHHH!!!”

Keyz terlempar ke belakang, menghantam dinding batu di belakang altar. Tubuhnya bergetar hebat, matanya terbelalak menatap ke langit-langit gua, dan dari tenggorokannya keluar teriakan panjang yang memilukan, bergema hingga menembus seluruh ruang bawah tanah itu.

Sementara di luar sana — suara benturan pedang antara malaikat dan iblis masih terdengar,

mengiringi teriakan Keyz yang melolong panjang dan menyayat hati.

Episodes
1 Bencana Besar.
2 Under World
3 Under World. 2
4 World Of Library
5 Devil And Angel
6 Death
7 The Beginning Of The Adventure
8 The Beginning Of The Adventure 2. Hound Of Forest
9 The Beginning Of The Adventure 3. Dragon Disaster
10 Sad Town.
11 Magical Night
12 Quest 1. Defeat The Boss Colon. Start
13 Quest 1. Defeat The Boss Colon. Succsess
14 Quest 2. Golem Galian
15 Rise
16 Quest 3. Collecting Nisel Wood. Start
17 Quest 3. Collecting Nisel Wood. Still Continuing
18 Quest 3. Collecting Nisel Wood. Success
19 Quest 4. Hunting the Goblins. Start
20 Quest 4. Hunting The Goblin. Dance Of Swordsman
21 Quest 4. Hunting The Goblin. Giant Meteor Breaker
22 Quest 4. Hunting The Goblin. Success. And New Quest.
23 Quest 5. Collecting Parasite Crystals.
24 Quest 6. Keyz The Shepherd Of Lavarca
25 Quest 6. Keyz The Shepherd Of Lavarca. Fox Girl
26 Quest 6. Keyz The Shepherd Of Lavarca. Pajamas In The Sea Of Morning Light
27 Fragments Of Memories That Were Once Lost
28 Great Quest 1. Opening
29 Great Quest 1. The Five Knights Of Sad Town
30 Great Quest 1. The Shine of the Five Strongest Fighters
31 Great Quest 1. Golden Slug. Golden Koin
32 Great Quest 1. Boss Golden Aura Slug
33 Great Quest 1. Gravity
34 Great Quest 1. Red Dragon Armor
35 Great Quest 1. The Final Battle. Sun
36 Great Quest 1. The Mission Continues
37 Great Quest 1. Too Much Power
38 Great Quest 1. Death Sickle
39 Great Quest 1. Shadow City
40 Great Quest 1. Sun and Moon Storm
41 Great Quest 1. Ancient Forest Dungeon
42 Great Quest 1. Aron The Legend Of Five Sword
43 Great Quest 1. Stone Shell Turtle Lizard
44 Great Quest 1. The Last Fight
45 Lucia? Luc? Or? How?
46 Quest 7. Broar Invasion
47 Reunion With Dragon Disaster
48 Real Great Quest?
49 Great Quest 2. Black Crystal
50 Core? What is that?
51 The Core Price Is Very Expensive!!
52 Piramida Giza?
53 Minotaur
54 Fight The Minotaur
55 Gabrielle
56 Key Of Teleport
57 A Moment of Peace
58 The Mysterious Island Is Privately Owned
59 Quest 8. Hunting The Piedra
60 Quest 9. Defeat Boss Colon Again?
61 Quest 9. Defeat Boss Colon Commander. 2
62 Butterfly Wings
63 Great Quest 3. Kill The Dragon Disaster. Meet Timmy and Nay Again!
64 Great Quest 3. Kill The Dragon Disaster. Giant Broar Attack!!!
65 Great Quest 3. Kill The Dragon Disaster. Final Fight
66 Great Quest 3. Success
67 Great Quest 4. Bandit
68 Great Quest 4. Bandit. Scorched Earth.
69 Great Quest 4. Bandit. Mountain of Horror
70 Great Quest 4. Bandit. Jack The Catller
71 Great Quest 4. Bandit. Memory Of Origin
72 Great Quest 4. Bandit. Success
73 Impromptu Quest. Nigh Of Death
74 Impromptu Quest. Drain Of Life
75 Impromptu Quest. Rest Before The Real Fight
76 Impromptu Quest. Bright Spot Solution
77 Night Of Death. Dragon Vulcano
78 Satan
79 The Calm Before the Storm
80 Secret Request. What's Going On?
81 Secret Quest. The Scarlet Witch's Escape
82 Secret Quest. Curse
83 Towards The Ancient Ruins
84 Demon Invasion
85 Attack On The Titan Skeleton
86 Keyz's Bad Memories. 1
87 Keyz's Bad Memories. 2
88 Keyz's Bad Memories. 3
89 War Against the Devil
90 Endless Quest
91 Blanket Villey
92 Night In Blanket Villey
93 Ferzen The Dragon Earth
94 Terra Infinita
95 Tears of Disappointment Keyz
96 A Decision
97 Bailune Village
98 Save The Diel Villey
99 Save The Diel Villey. Kaiser Dragon
100 Save The Diel Villey. The Army Of Anubis
101 Save The Diel Villey. RA
102 Save The Diel Villey. Defeat The Kaiser Dragon
103 The Lost Selene
104 Sad Town
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bencana Besar.
2
Under World
3
Under World. 2
4
World Of Library
5
Devil And Angel
6
Death
7
The Beginning Of The Adventure
8
The Beginning Of The Adventure 2. Hound Of Forest
9
The Beginning Of The Adventure 3. Dragon Disaster
10
Sad Town.
11
Magical Night
12
Quest 1. Defeat The Boss Colon. Start
13
Quest 1. Defeat The Boss Colon. Succsess
14
Quest 2. Golem Galian
15
Rise
16
Quest 3. Collecting Nisel Wood. Start
17
Quest 3. Collecting Nisel Wood. Still Continuing
18
Quest 3. Collecting Nisel Wood. Success
19
Quest 4. Hunting the Goblins. Start
20
Quest 4. Hunting The Goblin. Dance Of Swordsman
21
Quest 4. Hunting The Goblin. Giant Meteor Breaker
22
Quest 4. Hunting The Goblin. Success. And New Quest.
23
Quest 5. Collecting Parasite Crystals.
24
Quest 6. Keyz The Shepherd Of Lavarca
25
Quest 6. Keyz The Shepherd Of Lavarca. Fox Girl
26
Quest 6. Keyz The Shepherd Of Lavarca. Pajamas In The Sea Of Morning Light
27
Fragments Of Memories That Were Once Lost
28
Great Quest 1. Opening
29
Great Quest 1. The Five Knights Of Sad Town
30
Great Quest 1. The Shine of the Five Strongest Fighters
31
Great Quest 1. Golden Slug. Golden Koin
32
Great Quest 1. Boss Golden Aura Slug
33
Great Quest 1. Gravity
34
Great Quest 1. Red Dragon Armor
35
Great Quest 1. The Final Battle. Sun
36
Great Quest 1. The Mission Continues
37
Great Quest 1. Too Much Power
38
Great Quest 1. Death Sickle
39
Great Quest 1. Shadow City
40
Great Quest 1. Sun and Moon Storm
41
Great Quest 1. Ancient Forest Dungeon
42
Great Quest 1. Aron The Legend Of Five Sword
43
Great Quest 1. Stone Shell Turtle Lizard
44
Great Quest 1. The Last Fight
45
Lucia? Luc? Or? How?
46
Quest 7. Broar Invasion
47
Reunion With Dragon Disaster
48
Real Great Quest?
49
Great Quest 2. Black Crystal
50
Core? What is that?
51
The Core Price Is Very Expensive!!
52
Piramida Giza?
53
Minotaur
54
Fight The Minotaur
55
Gabrielle
56
Key Of Teleport
57
A Moment of Peace
58
The Mysterious Island Is Privately Owned
59
Quest 8. Hunting The Piedra
60
Quest 9. Defeat Boss Colon Again?
61
Quest 9. Defeat Boss Colon Commander. 2
62
Butterfly Wings
63
Great Quest 3. Kill The Dragon Disaster. Meet Timmy and Nay Again!
64
Great Quest 3. Kill The Dragon Disaster. Giant Broar Attack!!!
65
Great Quest 3. Kill The Dragon Disaster. Final Fight
66
Great Quest 3. Success
67
Great Quest 4. Bandit
68
Great Quest 4. Bandit. Scorched Earth.
69
Great Quest 4. Bandit. Mountain of Horror
70
Great Quest 4. Bandit. Jack The Catller
71
Great Quest 4. Bandit. Memory Of Origin
72
Great Quest 4. Bandit. Success
73
Impromptu Quest. Nigh Of Death
74
Impromptu Quest. Drain Of Life
75
Impromptu Quest. Rest Before The Real Fight
76
Impromptu Quest. Bright Spot Solution
77
Night Of Death. Dragon Vulcano
78
Satan
79
The Calm Before the Storm
80
Secret Request. What's Going On?
81
Secret Quest. The Scarlet Witch's Escape
82
Secret Quest. Curse
83
Towards The Ancient Ruins
84
Demon Invasion
85
Attack On The Titan Skeleton
86
Keyz's Bad Memories. 1
87
Keyz's Bad Memories. 2
88
Keyz's Bad Memories. 3
89
War Against the Devil
90
Endless Quest
91
Blanket Villey
92
Night In Blanket Villey
93
Ferzen The Dragon Earth
94
Terra Infinita
95
Tears of Disappointment Keyz
96
A Decision
97
Bailune Village
98
Save The Diel Villey
99
Save The Diel Villey. Kaiser Dragon
100
Save The Diel Villey. The Army Of Anubis
101
Save The Diel Villey. RA
102
Save The Diel Villey. Defeat The Kaiser Dragon
103
The Lost Selene
104
Sad Town

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!