The Young Man With His Four Swords Dance
Keyz duduk termenung di atas bebatuan datar di tepi sungai dataran Rakau. Air yang mengalir jernih membasahi telapak kakinya, dingin namun menenangkan. Di kejauhan, monster-monster berwarna biru sebesar bison tampak berkeliaran santai, memakan rumput tinggi yang tumbuh subur di padang terbuka.
Itulah Lvarca—monster pertama yang dia jumpai beberapa saat setelah memasuki dunia aneh ini. Kini, puluhan Lvarca itu bergerak dalam kawanan, sesekali mendengus, sesekali menggoyang-goyangkan telinganya yang lebar, seolah sedang menikmati sore.
Para Lvarca itu sengaja dikembangbiakkan. Dan Keyz, untuk pertama kalinya, menjalankan sebuah Quest ringan: menjaga kawanan damai itu dari monster liar yang belakangan ini suka menyerang sesama monster. Dunia ini memang aneh—bahkan monster pun bisa jadi korban.
Di sisi lain dari padang, kawanan Pico—monster ayam berbadan besar—berkeliaran. Mereka juga dikembangbiakkan. Entah bagaimana, daging yang mereka tinggalkan sebagai item drop disebut-sebut “tak ada lawan”—bahkan sampai jadi bahan pelengkap dalam beberapa hidangan mewah.
Ya, mau tak mau Keyz mengakui: untuk ukuran kerja jadi gembala monster… bayarannya gila juga.
Seratus koin emas per harinya. Ditambah satu koin emas untuk setiap monster liar yang dia kalahkan ketika melindungi kawanan Lvarca dan Pico. Sebagai orang baru yang selalu kesusahan mencari uang sejak pertama kali tiba di dunia ini… ini pekerjaan yang—anehnya—terasa seperti berkah.
Keyz merendam kakinya lebih dalam ke aliran sungai. Monster-monster ikan kecil berwarna perak kebiruan menari-nari di antara kakinya, berenang kesana kemari tanpa rasa takut. Ikan-ikan itu pun bisa dimakan, katanya.
Keyz menghela napas pelan, menatap langit yang cerah.
Oh… inilah dunia damai yang ia inginkan.
Tenang. Sunyi. Tidak ada ancaman yang memburu. Tidak ada kutukan. Tidak ada tragedi.
Hanya…
“Tang! Ting! Ctang!”
Sebuah suara logam beradu—cepat dan beruntun—memecah ketenangan itu, terdengar tak jauh darinya.
Lalu sebuah teriakan keras:
“Phantom Slash!!”
Keyz langsung bangkit. Refleks. Ia memandang ke arah suara itu.
Di atas bukit dataran Rakau, dua sosok sedang bertarung atau… berlatih? Dari jaraknya, Keyz baru sadar bahwa keduanya adalah petualang. Wajah mereka asing—seumur hidupnya di dunia baru ini, belum pernah ia melihat keduanya.
Yang pertama adalah seorang pemuda seumuran dirinya. Tubuhnya ramping, tapi setiap gerakannya meledak cepat, presisi, dan efisien.
Yang kedua adalah seorang gadis muda—sangat cantik—berdiri beberapa langkah di belakangnya, memperhatikan sambil memegang tongkat sihir.
Keyz hanya bisa terpaku.
Pemuda itu bergetar—bukan, dia bergerak—begitu cepat sampai tubuhnya terlihat berbayang.…
World Without End. Final Re:Make
Quest 6. Keyz The Shepherd Of Lavarca
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 104 Episodes
Comments