"Kau sudah gila, Layla! Berani sekali kau meminta papa turun dari kursi CEO! Perusahaan ini berdiri dari hasil jerih paya papa sendiri!" Suara teriakan papa Indra menggema di seluruh ruangan yang merupakan ruangan petinggi perusahaan tersebut.
"Jerih payahmu? Papa yakin?" Layla tersenyum miring.
Layla berdiri tegak, matanya menyipit menatap sang ayah yang dahinya sudah dipenuhi oleh keringat dingin.
"Mungkin papa lupa kalau Budiman Crop bisa berdiri berkat jasa dari ibuku juga. Saat itu ibuku sudah sukses dengan karirnya sebagai seorang dokter, dan beliau ingin membangun kliniknya sendiri. Tapi semua uang tabungan yang telah ibu kumpulkan selama bertahun-tahun, ibu berikan pada papa untuk mendirikan Budiman Corp. Ibu merelakan semua mimpinya hanya demi mewujudkan mimpi papa.” Layla mengingatkan. Layla bisa mengetahui semua cerita itu tentunya dari nenek Puspa.
"Lancang!" Papa Indra mengangkat tangan, seolah ingin memukul Layla. Namun tangan berkeriput itu berhenti di udara, seakan ada tangan tak kasat mata yang menahannya.
“Itu pilihan ibumu sendiri! Papa tidak pernah memaksa ibumu untuk menyerahkan semua uang tabungannya! Papa juga bekerja keras untuk membuat perusahaan ini bisa berkembang sampai sebesar sekarang!” Ucap papa Indra tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.
“Oh...ibuku yang malang. Apa yang ibu dapatkan setelah semua pengorbanan besarnya selama ini? Yang dia dapatkan hanya sebuah pengkhianatan dan kekecewaan saja.” Air mata layla mulai berderai, membasahi pipinya yang putih. Suara Layla terdengar lemah tapi penuh dengan tekanan.
Kata-kata Layla seakan menusuk tepat di jantung papa Indra. Rasa bersalah yang lama terpendam tiba-tiba meluap. Indra melihat bayangan Silvi ada dalam diri Layla. Wajah Silvi terlihat marah dan kecewa, seakan ingin menuntut balas atas semua ketidak adilan yang ia terima selama hidupnya.
“B-baiklah, ruangan CEO ini akan menjadi milikmu sekarang. Papa akan pindah ke ruangan lain saja.” ucap papa Indra dengan suara bergetar karena ket…
The Great Wife (Istri Hebat)
Bab 31
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 71 Episodes
Comments
Anjani
pak Hendra kayaknya sangat mencintai ibunya Layla, kenapa ibunya Layla malah lebih milih mokondo kaya si indra
2025-12-15
1
Anjani
pantesan perusahaannya gak berkembang, rupanya di korupsi toh
2025-12-15
1
Anjani
ternyata Indra bisa merasa bersalah juga
2025-12-15
1