CHAPTER 3

Di dalam kamar yang hangat, Zhu Hao masih terbuai dalam kebahagiaan. Jari telunjuknya yang kasar karena sering memegang pedang kini dengan lembut menyentuh pipi gembil putranya.

"Lihat matanya, Rou'er. Dia menatapku terus. Dia pasti tahu aku ayahnya," ucap Zhu Hao sambil terkekeh bangga.

Lin Rou tersenyum lemah, menyandarkan kepalanya di bantal. "Dia sangat tenang. Tidak menangis sama sekali setelah lahir."

Namun, di balik wajah tenang itu, pikiran Shi Hao sedang berteriak panik.

'Ayah bodoh! Jangan main-main dengan pipiku! Ada pembunuh di atas kepala kita!'

Shi Hao bisa merasakan hawa dingin itu semakin mendekat. Niat membunuh itu tajam seperti jarum, terfokus lurus ke arah jantungnya. Masalahnya, tubuh bayinya ini sangat tidak berguna. Lehernya belum kuat tegak, tangannya tak bisa memegang senjata, dan suaranya hanya bisa mengeluarkan gumaman tak jelas.

Jika dia menangis keras, ayahnya mungkin hanya akan mengira dia lapar atau pipis, dan si pembunuh akan memanfaatkan kelengahan itu untuk menyerang.

'Aku harus memberinya peringatan yang tak bisa diabaikan!'

Mata bayi Shi Hao berkilat. Saat jari telunjuk Zhu Hao kembali menyentuh bibirnya untuk menggoda, Shi Hao membuka mulut kecilnya lebar-lebar.

HAP!

Shi Hao menggigit jari ayahnya sekuat tenaga! Meskipun belum punya gigi, gusi bayi yang keras ditambah tenaga Qi bawaan lahir membuat gigitan itu menyakitkan.

"Aduh!" Zhu Hao tersentak kaget, refleks menarik tangannya. "Anak nakal, kau—"

Namun, Zhu Hao terdiam. Ia melihat putranya tidak sedang main-main. Bayi itu tidak tertawa. Wajah mungil itu menoleh kaku ke satu arah ke sudut langit-langit kamar yang gelap di atas lemari dan matanya melotot tajam dengan ekspresi yang... buas.

Zhu Hao adalah seorang ahli bela diri berpengalaman. Insting bertarungnya yang sempat tumpul karena kebahagiaan mendadak kembali tajam melihat tingkah aneh putranya. Ia mengikuti arah pandangan Shi Hao.

Di sudut gelap itu, sepasang mata dingin tiba-tiba terbuka.

"Ketahuan?!"

Suara serak terdengar. Penyamaran terbongkar, si pembunuh tidak lagi menyembunyikan diri.

Sreeet!

Bayangan hitam melesat turun dari langit-langit seperti kelelawar raksasa. Kecepatannya mengerikan. Sebuah belati berlumur racun hijau menyala mengincar leher bayi Shi Hao yang masih ada di gendongan ibunya.

"BERANI!!!"

Raungan Zhu Hao menggelegar seperti petir.

Waktu seolah melambat. Jarak belati itu hanya tinggal satu meter dari wajah Shi Hao. Shi Hao bisa mencium bau amis darah dari senjata itu. Ia menatap lekat-lekat mata si pembunuh tanpa berkedip sedikit pun.

Si pembunuh, seorang pria bertopeng hitam, sempat tertegun sepersekian detik. 'Bayi ini... kenapa dia tidak menangis? Kenapa tatapannya seperti monster tua yang meremehkanku?'

Keraguan sepersekian detik itu fatal.

Tubuh Zhu Hao meledak dengan aura biru terang. Ia tidak sempat mengambil pedangnya. Dengan tangan kosong, ia menghantam udara di depannya.

"Teknik Tinju Guntur Hantaman Kilat!"

DUARRR!

Tinju Zhu Hao beradu dengan belati si pembunuh. Gelombang kejut meledak di dalam kamar sempit itu. Perabotan kayu hancur berkeping-keping. Jendela pecah berantakan.

Zhu Hao sengaja menahan sebagian besar dampak ledakan dengan tubuhnya sendiri agar tidak melukai istri dan anaknya di belakang.

"Ugh!" Si pembunuh terpental menabrak dinding hingga retak. Darah segar menyembur dari mulutnya. Lengan kanannya yang memegang belati terpelintir dalam sudut yang mengerikan. Tulangnya hancur total terkena tinju Zhu Hao yang dilapisi Qi Guntur.

"Siapa yang mengirimmu?!" Zhu Hao berdiri tegak melindungi ranjang, auranya mengerikan seperti dewa perang yang marah. Bahu kirinya tergores sedikit oleh ujung belati, meneteskan darah hitam racun!

Namun Zhu Hao tidak peduli. Ia menotok titik akupunturnya sendiri untuk menyegel aliran darah, lalu melangkah maju dengan niat membunuh yang meluap-luap.

Si pembunuh terbatuk darah, matanya penuh ketakutan. Bukan takut pada Zhu Hao, tapi pada bayi yang ada di ranjang itu. Bayi yang baru saja menyelamatkan nyawanya sendiri dengan sebuah gigitan peringatan.

"Klan Zhu... melahirkan monster..." desis pembunuh itu.

Menyadari misi gagal total dan lengannya hancur, si pembunuh menggigit kapsul di dalam mulutnya. Bukan racun bunuh diri, tapi pil peledak asap.

BOOF!

Asap merah tebal memenuhi ruangan.

"Jangan harap lari!" Zhu Hao mengibaskan tangannya, menciptakan angin puyuh untuk mengusir asap.

Namun, saat asap menipis, jendela sudah terbuka lebar. Jejak darah terlihat di bingkai jendela, mengarah ke kegelapan malam.

Para penjaga Klan Zhu baru saja berhamburan masuk dengan senjata terhunus. "Patriark! Apa yang terjadi?!"

"Sampah! Kalian semua sampah!" bentak Zhu Hao, wajahnya merah padam menahan amarah. "Seorang pembunuh masuk ke kamar bersalin dan kalian tidak tahu?!"

Para penjaga berlutut gemetar, wajah mereka pucat pasi.

Zhu Hao menarik napas panjang, menenangkan dirinya. Ia berbalik menatap istri dan anaknya. Lin Rou memeluk Shi Hao erat-erat, tubuhnya gemetar ketakutan.

Tapi Shi Hao?

Bayi itu tampak bosan. Ia bahkan menguap kecil, seolah pertarungan barusan hanyalah hiburan ringan sebelum tidur.

Zhu Hao mendekat, menatap putranya dengan pandangan baru. Pandangan yang penuh rasa hormat, bukan sekadar kasih sayang orang tua.

"Rou'er," bisik Zhu Hao pelan. "Kau lihat tadi? Dia menggigitku. Dia memberi isyarat."

Lin Rou mengangguk pelan, masih syok. "Dia... dia menyelamatkan kita."

Zhu Hao mengusap kepala kecil Shi Hao. "Anakku, kau baru lahir tapi sudah menghadapi maut. Dunia ini kejam, Nak. Tapi jangan khawatir..."

Zhu Hao menatap ke arah jendela yang pecah, matanya berkilat dingin menatap arah ibukota musuh.

"...Ayah akan membakar dunia ini jika ada yang berani menyentuhmu lagi."

Shi Hao menutup matanya, merasa lelah. Tubuh bayi ini benar-benar boros energi.

'Bagus, Ayah Tua. Kau bisa diandalkan,' batin Shi Hao sebelum kesadarannya hanyut ke alam mimpi. 'Sekarang biarkan aku tidur. Besok... aku harus mulai mencari cara untuk berkultivasi.'

Malam itu, Klan Zhu tidak tidur. Perburuan besar-besaran dimulai. Namun bagi Shi Hao, ini hanyalah langkah pertama yang sepele dalam perjalanannya kembali ke puncak.

Terpopuler

Comments

Khusus Game

Khusus Game

itu karena dia jiwa dari dunia modern tapi ada jiwa yg di naga dan phoniex yg memberikan pengetahuan.. biasa reinkarnasi tetap membawa memory org yg di reinkarnasi.. jadi ini cerita nya double reinkarnasi

2026-08-24

0

Sugianto 9

Sugianto 9

jadi yang berperan ini bukan jiwa dia waktu di masa depan.. tapi sepertinya jiwa dari sang Naga dan Phonik.. 💪💪💪★★★

2026-02-03

0

🍂🍁🍁Pena Hitam 🥀

🍂🍁🍁Pena Hitam 🥀

jangan panggil aku bayi kecil paman 🗿

2025-12-21

2

lihat semua
Episodes
1 CHAPTER 1
2 CHAPTER 2
3 CHAPTER 3
4 CHAPTER 4
5 CHAPTER 5
6 CHAPTER 6
7 CHAPTER 7
8 CHAPTER 8
9 CHAPTER 9
10 CHAPTER 10
11 CHAPTER 11
12 CHAPTER 12
13 CHAPTER 13
14 CHAPTER 14
15 CHAPTER 15
16 CHAPTER 16
17 CHAPTER 17
18 CHAPTER 18
19 CHAPTER 19
20 CHAPTER 20
21 CHAPTER 21
22 CHAPTER 22
23 CHAPTER 23
24 CHAPTER 24
25 CHAPTER 25
26 CHAPTER 26
27 CHAPTER 27
28 CHAPTER 28
29 CHAPTER 29
30 CHAPTER 30
31 CHAPTER 31
32 CHAPTER 32
33 CHAPTER 33
34 CHAPTER 34
35 CHAPTER 35
36 CHAPTER 36
37 CHAPTER 37
38 CHAPTER 38
39 CHAPTER 39
40 CHAPTER 40
41 CHAPTER 41
42 CHAPTER 42
43 CHAPTER 43
44 CHAPTER 44
45 CHAPTER 45
46 CHAPTER 46
47 CHAPTER 47
48 CHAPTER 48
49 CHAPTER 49
50 CHAPTER 50
51 CHAPTER 51
52 CHAPTER 52
53 CHAPTER 53
54 CHAPTER 54
55 CHAPTER 55
56 CHAPTER 56
57 CHAPTER 57
58 CHAPTER 58
59 CHAPTER 59
60 CHAPTER 60
61 CHAPTER 61
62 CHAPTER 62
63 CHAPTER 63
64 CHAPTER 64
65 CHAPTER 65
66 CHAPTER 66
67 CHAPTER 67
68 CHAPTER 68
69 CHAPTER 69
70 CHAPTER 70
71 CHAPTER 71
72 CHAPTER 72
73 CHAPTER 73
74 CHAPTER 74
75 CHAPTER 75
76 CHAPTER 76
77 CHAPTER 77
78 CHAPTER 78
79 CHAPTER 79
80 CHAPTER 80
81 CHAPTER 81
82 CHAPTER 82
83 CHAPTER 83
84 CHAPTER 84
85 CHAPTER 85
86 CHAPTER 86
87 CHAPTER 87
88 CHAPTER 88
89 CHAPTER 89
90 CHAPTER 90
91 CHAPTER 91
92 CHAPTER 92
93 CHAPTER 93
94 CHAPTER 94
95 CHAPTER 95
96 CHAPTER 96
97 CHAPTER 97
98 CHAPTER 98
99 CHAPTER 99
100 CHAPTER 100
101 CHAPTER 101
102 CHAPTER 102
103 CHAPTER 103
104 CHAPTER 104
105 CHAPTER 105
106 CHAPTER 106
107 CHAPTER 107
108 CHAPTER 108
109 CHAPTER 109
110 CHAPTER 110
111 CHAPTER 111
112 CHAPTER 112
113 CHAPTER 113
114 CHAPTER 114
115 CHAPTER 115
116 CHAPTER 116
117 CHAPTER 117
118 CHAPTER 118
119 CHAPTER 119
120 CHAPTER 120
121 CHAPTER 121
122 CHAPTER 122
123 CHAPTER 123
124 CHAPTER 124
125 CHAPTER 125
126 CHAPTER 126
127 CHAPTER 127
128 CHAPTER 128
129 CHAPTER 129
130 CHAPTER 130
131 CHAPTER 131
132 CHAPTER 132
133 CHAPTER 133
134 CHAPTER 134
135 CHAPTER 135
136 CHAPTER 136
137 CHAPTER 137
138 CHAPTER 138
139 CHAPTER 139
140 CHAPTER 140
141 CHAPTER 141
142 CHAPTER 142
143 CHAPTER 143
144 CHAPTER 144
145 CHAPTER 145
146 CHAPTER 146
147 CHAPTER 147
148 CHAPTER 148
149 CHAPTER 149
150 CHAPTER 150
151 CHAPTER 151
152 CHAPTER 152
153 CHAPTER 153
154 CHAPTER 154
155 CHAPTER 155
156 CHAPTER 156
157 CHAPTER 157
158 CHAPTER 158
159 CHAPTER 159
160 CHAPTER 160
161 CHAPTER 161
162 CHAPTER 162
163 CHAPTER 163
164 CHAPTER 164
165 CHAPTER 165
166 CHAPTER 166
167 CHAPTER 167
168 CHAPTER 168
169 CHAPTER 169
170 CHAPTER 170
171 CHAPTER 171
172 CHAPTER 172
173 CHAPTER 173
174 CHAPTER 174
175 CHAPTER 175
176 CHAPTER 176
177 CHAPTER 177
178 CHAPTER 178
179 CHAPTER 179
180 CHAPTER 180
181 CHAPTER 181
182 CHAPTER 182
183 CHAPTER 183
184 CHAPTER 184
185 CHAPTER 185
186 CHAPTER 186
187 CHAPTER 187
188 CHAPTER 188
189 CHAPTER 189
190 CHAPTER 190
191 CHAPTER 191
192 CHAPTER 192
193 CHAPTER 193
194 CHAPTER 194
195 CHAPTER 195
196 CHAPTER 196
197 CHAPTER 197
198 CHAPTER 198
199 CHAPTER 199
200 CHAPTER 200
201 PENGUMUMAN
202 UPDATE INFORMASI
Episodes

Updated 202 Episodes

1
CHAPTER 1
2
CHAPTER 2
3
CHAPTER 3
4
CHAPTER 4
5
CHAPTER 5
6
CHAPTER 6
7
CHAPTER 7
8
CHAPTER 8
9
CHAPTER 9
10
CHAPTER 10
11
CHAPTER 11
12
CHAPTER 12
13
CHAPTER 13
14
CHAPTER 14
15
CHAPTER 15
16
CHAPTER 16
17
CHAPTER 17
18
CHAPTER 18
19
CHAPTER 19
20
CHAPTER 20
21
CHAPTER 21
22
CHAPTER 22
23
CHAPTER 23
24
CHAPTER 24
25
CHAPTER 25
26
CHAPTER 26
27
CHAPTER 27
28
CHAPTER 28
29
CHAPTER 29
30
CHAPTER 30
31
CHAPTER 31
32
CHAPTER 32
33
CHAPTER 33
34
CHAPTER 34
35
CHAPTER 35
36
CHAPTER 36
37
CHAPTER 37
38
CHAPTER 38
39
CHAPTER 39
40
CHAPTER 40
41
CHAPTER 41
42
CHAPTER 42
43
CHAPTER 43
44
CHAPTER 44
45
CHAPTER 45
46
CHAPTER 46
47
CHAPTER 47
48
CHAPTER 48
49
CHAPTER 49
50
CHAPTER 50
51
CHAPTER 51
52
CHAPTER 52
53
CHAPTER 53
54
CHAPTER 54
55
CHAPTER 55
56
CHAPTER 56
57
CHAPTER 57
58
CHAPTER 58
59
CHAPTER 59
60
CHAPTER 60
61
CHAPTER 61
62
CHAPTER 62
63
CHAPTER 63
64
CHAPTER 64
65
CHAPTER 65
66
CHAPTER 66
67
CHAPTER 67
68
CHAPTER 68
69
CHAPTER 69
70
CHAPTER 70
71
CHAPTER 71
72
CHAPTER 72
73
CHAPTER 73
74
CHAPTER 74
75
CHAPTER 75
76
CHAPTER 76
77
CHAPTER 77
78
CHAPTER 78
79
CHAPTER 79
80
CHAPTER 80
81
CHAPTER 81
82
CHAPTER 82
83
CHAPTER 83
84
CHAPTER 84
85
CHAPTER 85
86
CHAPTER 86
87
CHAPTER 87
88
CHAPTER 88
89
CHAPTER 89
90
CHAPTER 90
91
CHAPTER 91
92
CHAPTER 92
93
CHAPTER 93
94
CHAPTER 94
95
CHAPTER 95
96
CHAPTER 96
97
CHAPTER 97
98
CHAPTER 98
99
CHAPTER 99
100
CHAPTER 100
101
CHAPTER 101
102
CHAPTER 102
103
CHAPTER 103
104
CHAPTER 104
105
CHAPTER 105
106
CHAPTER 106
107
CHAPTER 107
108
CHAPTER 108
109
CHAPTER 109
110
CHAPTER 110
111
CHAPTER 111
112
CHAPTER 112
113
CHAPTER 113
114
CHAPTER 114
115
CHAPTER 115
116
CHAPTER 116
117
CHAPTER 117
118
CHAPTER 118
119
CHAPTER 119
120
CHAPTER 120
121
CHAPTER 121
122
CHAPTER 122
123
CHAPTER 123
124
CHAPTER 124
125
CHAPTER 125
126
CHAPTER 126
127
CHAPTER 127
128
CHAPTER 128
129
CHAPTER 129
130
CHAPTER 130
131
CHAPTER 131
132
CHAPTER 132
133
CHAPTER 133
134
CHAPTER 134
135
CHAPTER 135
136
CHAPTER 136
137
CHAPTER 137
138
CHAPTER 138
139
CHAPTER 139
140
CHAPTER 140
141
CHAPTER 141
142
CHAPTER 142
143
CHAPTER 143
144
CHAPTER 144
145
CHAPTER 145
146
CHAPTER 146
147
CHAPTER 147
148
CHAPTER 148
149
CHAPTER 149
150
CHAPTER 150
151
CHAPTER 151
152
CHAPTER 152
153
CHAPTER 153
154
CHAPTER 154
155
CHAPTER 155
156
CHAPTER 156
157
CHAPTER 157
158
CHAPTER 158
159
CHAPTER 159
160
CHAPTER 160
161
CHAPTER 161
162
CHAPTER 162
163
CHAPTER 163
164
CHAPTER 164
165
CHAPTER 165
166
CHAPTER 166
167
CHAPTER 167
168
CHAPTER 168
169
CHAPTER 169
170
CHAPTER 170
171
CHAPTER 171
172
CHAPTER 172
173
CHAPTER 173
174
CHAPTER 174
175
CHAPTER 175
176
CHAPTER 176
177
CHAPTER 177
178
CHAPTER 178
179
CHAPTER 179
180
CHAPTER 180
181
CHAPTER 181
182
CHAPTER 182
183
CHAPTER 183
184
CHAPTER 184
185
CHAPTER 185
186
CHAPTER 186
187
CHAPTER 187
188
CHAPTER 188
189
CHAPTER 189
190
CHAPTER 190
191
CHAPTER 191
192
CHAPTER 192
193
CHAPTER 193
194
CHAPTER 194
195
CHAPTER 195
196
CHAPTER 196
197
CHAPTER 197
198
CHAPTER 198
199
CHAPTER 199
200
CHAPTER 200
201
PENGUMUMAN
202
UPDATE INFORMASI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!