CHAPTER 4

Waktu berlalu seperti aliran air sungai, tak tertahankan dan tak bisa kembali.

Tiga tahun telah berlalu sejak malam badai di Kediaman Klan Zhu.

Di Kekaisaran Angin, rumor tentang Tuan Muda Klan Zhu telah menyebar luas. Bukan sebagai bayi monster yang menakuti pembunuh, melainkan sebagai "Anak Ajaib".

Bagaimana tidak?

Pada usia enam bulan, dia sudah bisa berjalan lancar. Pada usia satu tahun, dia sudah berbicara dengan tata bahasa yang lebih baik daripada anak petani usia sepuluh tahun. Dan sekarang, di usia tiga tahun, dia menghabiskan sebagian besar waktunya di Perpustakaan Klan, membaca gulungan sejarah dan teori kultivasi yang bahkan membuat pusing para murid senior.

Perpustakaan Klan Zhu.

Seorang bocah laki-laki berusia tiga tahun duduk bersila di atas tumpukan buku yang disusun menjadi kursi darurat. Wajahnya bulat, pipinya merah merona, dan matanya besar berbinar-binar. Siapa pun yang melihatnya pasti ingin mencubit pipinya.

"Tuan Muda Hao, sudah waktunya makan siang," panggil seorang pelayan wanita muda dengan nada memuja.

Shi Hao mendongak dari gulungan bambu tua di tangannya. Ia tersenyum manis sebuah senyuman palsu yang sudah ia latih selama tiga tahun.

"Sebentar lagi, Kakak Mei. Aku ingin menyelesaikan bab tentang 'Sejarah Perang Benua Tengah' ini dulu," jawabnya dengan suara cadel yang dibuat-buat.

"Aww, Tuan Muda rajin sekali!" Pelayan itu memekik gemas lalu pergi menyiapkan makanan.

Begitu pelayan itu hilang dari pandangan, ekspresi imut di wajah Shi Hao lenyap seketika, digantikan oleh tatapan dingin dan penuh perhitungan orang dewasa.

Ia melempar gulungan bambu itu ke meja.

"Sampah," umpatnya pelan. "Semua teknik dasar Klan Zhu ini sampah. Tinju Harimau Besi? Langkah Angin Puyuh? Ini hanya mainan anak-anak."

Shi Hao memijat keningnya. Masalah terbesarnya saat ini bukan teknik. Di dalam kepalanya, tersimpan ribuan teknik tingkat Dewa dari warisan samar dari Jiwa Naga-Phoenix.

Masalahnya adalah tubuhnya.

Tubuh anak tiga tahun ini terlalu lemah!

Meridiannya (saluran energi) masih sempit dan rapuh. Jika ia memaksakan diri menyerap Qi Alam sekarang untuk berkultivasi, pembuluh darahnya akan meledak dan ia akan lumpuh, atau mati konyol untuk kedua kalinya.

"Aku butuh obat penguat tubuh. Sesuatu yang lembut tapi berenergi tinggi untuk melebarkan meridianku sebelum aku mulai berkultivasi resmi di usia lima tahun," gumam Shi Hao.

Hidungnya berkedut. Aroma samar namun menggoda tercium dari arah dapur utama.

Matanya berbinar licik. "Aroma ini... Ginseng Darah Merah? Dan Jamur Awan Putih?"

Itu adalah bahan untuk sup obat ayahnya, Zhu Hao, guna memulihkan sisa racun dari luka tiga tahun lalu. Tapi Shi Hao tahu ayahnya sudah sembuh total. Sup itu sekarang hanya suplemen vitamin mahal.

"Ayah, kau sudah kuat. Berbagi sedikit dengan anakmu tidak ada salahnya, kan?"

Shi Hao melompat turun dari tumpukan buku.

Dapur Utama Klan Zhu.

Kesibukan sedang terjadi. Koki kepala yang gemuk sedang memarahi bawahannya. Di atas tungku api biru, sebuah panci keramik besar mengepulkan uap beraroma herbal yang sangat kuat.

"Jaga apinya! Jangan sampai padam! Sup ini untuk Patriark!" teriak Koki Kepala.

Di tengah kekacauan itu, sesosok tubuh kecil menyelinap masuk lewat pintu belakang yang setengah terbuka. Tubuhnya yang kecil memungkinkannya bersembunyi di balik gentong-gentong beras dan tumpukan sayuran.

Shi Hao mengamati situasi. Koki Kepala berbalik badan untuk mencicipi saus di meja lain.

'Sekarang!'

Dengan gerakan yang mengejutkan untuk anak balita, Shi Hao melesat. Ia tidak lari, ia menggunakan teknik pernapasan khusus yang membuat langkah kakinya seringan kapas.

Ia sampai di depan tungku. Panci itu tinggi, jauh di atas kepalanya.

Tapi Shi Hao tidak kehabisan akal. Ia menarik sebuah bangku kecil, memanjatnya dengan lincah, dan membuka tutup panci keramik itu.

Uap panas menerpa wajahnya. Cairan merah kental mendidih di dalamnya.

"Energi murni..." air liur Shi Hao nyaris menetes.

Dia tidak bisa membawa panci itu. Itu terlalu berat dan mencolok. Dia juga tidak bisa meminumnya di sini, terlalu panas.

Shi Hao mengeluarkan sebuah botol giok kecil dari balik jubahnya barang curian yang ia ambil dari kamar ibunya kemarin. Dengan hati-hati tapi cepat, ia mencelupkan botol itu, mengisinya dengan intisari sup yang mengapung di permukaan (bagian paling berkhasiat), lalu menutupnya kembali.

Ia baru saja akan turun ketika...

"Hei! Siapa di sana?!"

Salah satu pelayan koki melihat bayangan kecil di dekat tungku.

Jantung Shi Hao berdegup kencang. Tertangkap basah mencuri sup ayah sendiri? Mau ditaruh di mana muka 'Anak Ajaib' nya?

Shi Hao memutar otak. Ia sengaja menjatuhkan tutup panci itu hingga menimbulkan suara gaduh.

PRANG!

Semua orang di dapur terlonjak dan menoleh.

Shi Hao sudah duduk di lantai dengan wajah penuh air mata buaya, menatap lututnya yang ia cubit sendiri sampai merah.

"Huwaaaaa! Sakit! Panas!" tangisnya meledak.

Koki Kepala berlari mendekat, wajahnya pucat pasi saat mengenali siapa bocah itu. "Tuan Muda Hao?! Demi Dewa, apa yang Tuan Muda lakukan di sini?!"

Shi Hao menunjuk panci dengan tangan gemetar (sementara tangan satunya menyembunyikan botol curian di saku celana).

"Aku... hiks... aku mencium bau enak... aku lapar... mau minta makan..." ucapnya di sela tangisan, memasang wajah paling menyedihkan di dunia.

Koki Kepala merasa hatinya luluh lantak, sekaligus ngeri. Jika Patriark tahu anaknya kelaparan sampai menyelinap ke dapur dan nyaris celaka, kepala koki bisa dipenggal!

"Oh, Tuan Muda yang malang! Jangan menangis! Ini salah hamba tidak menyiapkan camilan!" Koki Kepala segera menggendong Shi Hao. "Cepat! Ambilkan kue bulan dan susu manis! Antar Tuan Muda kembali ke kamarnya!"

Shi Hao terus menangis sesenggukan sampai ia diantar keluar dapur dengan saku penuh kue gratis.

Namun, begitu ia sampai di kamarnya dan pintu tertutup rapat, tangisannya berhenti mendadak. Ia mengusap air matanya dengan lengan baju, lalu menyeringai lebar sambil mengeluarkan botol giok dari sakunya.

"Sandiwaraku layak dapat piala," gumamnya.

Ia duduk bersila di atas tempat tidur, menatap cairan merah di dalam botol.

"Dengan ini, aku bisa melakukan Body Tempering (Penempaan Tubuh) tahap awal. Fondasi yang sempurna akan dibangun hari ini."

Shi Hao menenggak cairan panas itu dalam sekali teguk.

GLUK.

Seketika, wajahnya berubah merah padam. Rasa panas meledak di perutnya, menyebar ke seluruh anggota tubuh seperti api liar.

"Sial... khasiatnya lebih kuat dari dugaanku untuk tubuh kecil ini!"

Shi Hao menggertakkan gigi, menahan rasa sakit saat energi obat itu merobek dan menyatukan kembali serat-serat ototnya. Keringat hitam berbau busuk mulai keluar dari pori-porinya kotoran tubuh yang dibuang paksa.

Terpopuler

Comments

Sugianto 9

Sugianto 9

thor.. jangan terlalu cepatnya ya dimasa kecilnya dia..🤭🤭🤭... seru aja kalo masa kecilnya banyak drama.. 🤣🤣🤣.. ya minimal 20 bab lah kalo bisa..😍😍😍.. masa yang paling indah itu adalah masa taman kanak kanak..🤣🤣🤣

2026-02-03

1

Togar Manullang

Togar Manullang

ĺanjut terus ceritanya cukup bagus 👍

2025-12-30

2

Ainy

Ainy

waduuhh ngeri sekali bayi satu ini 😅

2026-02-09

2

lihat semua
Episodes
1 CHAPTER 1
2 CHAPTER 2
3 CHAPTER 3
4 CHAPTER 4
5 CHAPTER 5
6 CHAPTER 6
7 CHAPTER 7
8 CHAPTER 8
9 CHAPTER 9
10 CHAPTER 10
11 CHAPTER 11
12 CHAPTER 12
13 CHAPTER 13
14 CHAPTER 14
15 CHAPTER 15
16 CHAPTER 16
17 CHAPTER 17
18 CHAPTER 18
19 CHAPTER 19
20 CHAPTER 20
21 CHAPTER 21
22 CHAPTER 22
23 CHAPTER 23
24 CHAPTER 24
25 CHAPTER 25
26 CHAPTER 26
27 CHAPTER 27
28 CHAPTER 28
29 CHAPTER 29
30 CHAPTER 30
31 CHAPTER 31
32 CHAPTER 32
33 CHAPTER 33
34 CHAPTER 34
35 CHAPTER 35
36 CHAPTER 36
37 CHAPTER 37
38 CHAPTER 38
39 CHAPTER 39
40 CHAPTER 40
41 CHAPTER 41
42 CHAPTER 42
43 CHAPTER 43
44 CHAPTER 44
45 CHAPTER 45
46 CHAPTER 46
47 CHAPTER 47
48 CHAPTER 48
49 CHAPTER 49
50 CHAPTER 50
51 CHAPTER 51
52 CHAPTER 52
53 CHAPTER 53
54 CHAPTER 54
55 CHAPTER 55
56 CHAPTER 56
57 CHAPTER 57
58 CHAPTER 58
59 CHAPTER 59
60 CHAPTER 60
61 CHAPTER 61
62 CHAPTER 62
63 CHAPTER 63
64 CHAPTER 64
65 CHAPTER 65
66 CHAPTER 66
67 CHAPTER 67
68 CHAPTER 68
69 CHAPTER 69
70 CHAPTER 70
71 CHAPTER 71
72 CHAPTER 72
73 CHAPTER 73
74 CHAPTER 74
75 CHAPTER 75
76 CHAPTER 76
77 CHAPTER 77
78 CHAPTER 78
79 CHAPTER 79
80 CHAPTER 80
81 CHAPTER 81
82 CHAPTER 82
83 CHAPTER 83
84 CHAPTER 84
85 CHAPTER 85
86 CHAPTER 86
87 CHAPTER 87
88 CHAPTER 88
89 CHAPTER 89
90 CHAPTER 90
91 CHAPTER 91
92 CHAPTER 92
93 CHAPTER 93
94 CHAPTER 94
95 CHAPTER 95
96 CHAPTER 96
97 CHAPTER 97
98 CHAPTER 98
99 CHAPTER 99
100 CHAPTER 100
101 CHAPTER 101
102 CHAPTER 102
103 CHAPTER 103
104 CHAPTER 104
105 CHAPTER 105
106 CHAPTER 106
107 CHAPTER 107
108 CHAPTER 108
109 CHAPTER 109
110 CHAPTER 110
111 CHAPTER 111
112 CHAPTER 112
113 CHAPTER 113
114 CHAPTER 114
115 CHAPTER 115
116 CHAPTER 116
117 CHAPTER 117
118 CHAPTER 118
119 CHAPTER 119
120 CHAPTER 120
121 CHAPTER 121
122 CHAPTER 122
123 CHAPTER 123
124 CHAPTER 124
125 CHAPTER 125
126 CHAPTER 126
127 CHAPTER 127
128 CHAPTER 128
129 CHAPTER 129
130 CHAPTER 130
131 CHAPTER 131
132 CHAPTER 132
133 CHAPTER 133
134 CHAPTER 134
135 CHAPTER 135
136 CHAPTER 136
137 CHAPTER 137
138 CHAPTER 138
139 CHAPTER 139
140 CHAPTER 140
141 CHAPTER 141
142 CHAPTER 142
143 CHAPTER 143
144 CHAPTER 144
145 CHAPTER 145
146 CHAPTER 146
147 CHAPTER 147
148 CHAPTER 148
149 CHAPTER 149
150 CHAPTER 150
151 CHAPTER 151
152 CHAPTER 152
153 CHAPTER 153
154 CHAPTER 154
155 CHAPTER 155
156 CHAPTER 156
157 CHAPTER 157
158 CHAPTER 158
159 CHAPTER 159
160 CHAPTER 160
161 CHAPTER 161
162 CHAPTER 162
163 CHAPTER 163
164 CHAPTER 164
165 CHAPTER 165
166 CHAPTER 166
167 CHAPTER 167
168 CHAPTER 168
169 CHAPTER 169
170 CHAPTER 170
171 CHAPTER 171
172 CHAPTER 172
173 CHAPTER 173
174 CHAPTER 174
175 CHAPTER 175
176 CHAPTER 176
177 CHAPTER 177
178 CHAPTER 178
179 CHAPTER 179
180 CHAPTER 180
181 CHAPTER 181
182 CHAPTER 182
183 CHAPTER 183
184 CHAPTER 184
185 CHAPTER 185
186 CHAPTER 186
187 CHAPTER 187
188 CHAPTER 188
189 CHAPTER 189
190 CHAPTER 190
191 CHAPTER 191
192 CHAPTER 192
193 CHAPTER 193
194 CHAPTER 194
195 CHAPTER 195
196 CHAPTER 196
197 CHAPTER 197
198 CHAPTER 198
199 CHAPTER 199
200 CHAPTER 200
201 PENGUMUMAN
202 UPDATE INFORMASI
Episodes

Updated 202 Episodes

1
CHAPTER 1
2
CHAPTER 2
3
CHAPTER 3
4
CHAPTER 4
5
CHAPTER 5
6
CHAPTER 6
7
CHAPTER 7
8
CHAPTER 8
9
CHAPTER 9
10
CHAPTER 10
11
CHAPTER 11
12
CHAPTER 12
13
CHAPTER 13
14
CHAPTER 14
15
CHAPTER 15
16
CHAPTER 16
17
CHAPTER 17
18
CHAPTER 18
19
CHAPTER 19
20
CHAPTER 20
21
CHAPTER 21
22
CHAPTER 22
23
CHAPTER 23
24
CHAPTER 24
25
CHAPTER 25
26
CHAPTER 26
27
CHAPTER 27
28
CHAPTER 28
29
CHAPTER 29
30
CHAPTER 30
31
CHAPTER 31
32
CHAPTER 32
33
CHAPTER 33
34
CHAPTER 34
35
CHAPTER 35
36
CHAPTER 36
37
CHAPTER 37
38
CHAPTER 38
39
CHAPTER 39
40
CHAPTER 40
41
CHAPTER 41
42
CHAPTER 42
43
CHAPTER 43
44
CHAPTER 44
45
CHAPTER 45
46
CHAPTER 46
47
CHAPTER 47
48
CHAPTER 48
49
CHAPTER 49
50
CHAPTER 50
51
CHAPTER 51
52
CHAPTER 52
53
CHAPTER 53
54
CHAPTER 54
55
CHAPTER 55
56
CHAPTER 56
57
CHAPTER 57
58
CHAPTER 58
59
CHAPTER 59
60
CHAPTER 60
61
CHAPTER 61
62
CHAPTER 62
63
CHAPTER 63
64
CHAPTER 64
65
CHAPTER 65
66
CHAPTER 66
67
CHAPTER 67
68
CHAPTER 68
69
CHAPTER 69
70
CHAPTER 70
71
CHAPTER 71
72
CHAPTER 72
73
CHAPTER 73
74
CHAPTER 74
75
CHAPTER 75
76
CHAPTER 76
77
CHAPTER 77
78
CHAPTER 78
79
CHAPTER 79
80
CHAPTER 80
81
CHAPTER 81
82
CHAPTER 82
83
CHAPTER 83
84
CHAPTER 84
85
CHAPTER 85
86
CHAPTER 86
87
CHAPTER 87
88
CHAPTER 88
89
CHAPTER 89
90
CHAPTER 90
91
CHAPTER 91
92
CHAPTER 92
93
CHAPTER 93
94
CHAPTER 94
95
CHAPTER 95
96
CHAPTER 96
97
CHAPTER 97
98
CHAPTER 98
99
CHAPTER 99
100
CHAPTER 100
101
CHAPTER 101
102
CHAPTER 102
103
CHAPTER 103
104
CHAPTER 104
105
CHAPTER 105
106
CHAPTER 106
107
CHAPTER 107
108
CHAPTER 108
109
CHAPTER 109
110
CHAPTER 110
111
CHAPTER 111
112
CHAPTER 112
113
CHAPTER 113
114
CHAPTER 114
115
CHAPTER 115
116
CHAPTER 116
117
CHAPTER 117
118
CHAPTER 118
119
CHAPTER 119
120
CHAPTER 120
121
CHAPTER 121
122
CHAPTER 122
123
CHAPTER 123
124
CHAPTER 124
125
CHAPTER 125
126
CHAPTER 126
127
CHAPTER 127
128
CHAPTER 128
129
CHAPTER 129
130
CHAPTER 130
131
CHAPTER 131
132
CHAPTER 132
133
CHAPTER 133
134
CHAPTER 134
135
CHAPTER 135
136
CHAPTER 136
137
CHAPTER 137
138
CHAPTER 138
139
CHAPTER 139
140
CHAPTER 140
141
CHAPTER 141
142
CHAPTER 142
143
CHAPTER 143
144
CHAPTER 144
145
CHAPTER 145
146
CHAPTER 146
147
CHAPTER 147
148
CHAPTER 148
149
CHAPTER 149
150
CHAPTER 150
151
CHAPTER 151
152
CHAPTER 152
153
CHAPTER 153
154
CHAPTER 154
155
CHAPTER 155
156
CHAPTER 156
157
CHAPTER 157
158
CHAPTER 158
159
CHAPTER 159
160
CHAPTER 160
161
CHAPTER 161
162
CHAPTER 162
163
CHAPTER 163
164
CHAPTER 164
165
CHAPTER 165
166
CHAPTER 166
167
CHAPTER 167
168
CHAPTER 168
169
CHAPTER 169
170
CHAPTER 170
171
CHAPTER 171
172
CHAPTER 172
173
CHAPTER 173
174
CHAPTER 174
175
CHAPTER 175
176
CHAPTER 176
177
CHAPTER 177
178
CHAPTER 178
179
CHAPTER 179
180
CHAPTER 180
181
CHAPTER 181
182
CHAPTER 182
183
CHAPTER 183
184
CHAPTER 184
185
CHAPTER 185
186
CHAPTER 186
187
CHAPTER 187
188
CHAPTER 188
189
CHAPTER 189
190
CHAPTER 190
191
CHAPTER 191
192
CHAPTER 192
193
CHAPTER 193
194
CHAPTER 194
195
CHAPTER 195
196
CHAPTER 196
197
CHAPTER 197
198
CHAPTER 198
199
CHAPTER 199
200
CHAPTER 200
201
PENGUMUMAN
202
UPDATE INFORMASI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!