Kamu Harus Menikah

Dua hari berlalu dan seperti yang Naura duga, jika orang-orang sudah tau tentang berita yang disebarkan Bu Terry. Karena berita itu juga, banyak yang tidak mau menggunakan jasa Naura bahkan saat ini Naura masih nganggur dan tidak mendapatkan uang sama sekali.

Naura harus mencari pekerjaan lain, seperti saat ini Naura berjalan ke pasar, ia mencari pekerjaan yang bisa dia lakukan disana, kedatangan Naura tentu saja menarik perhatian orang-orang disana dan ternyata disana juga ada Bu Terry.

"Bu terry, ini kan yang udah godain suaminya Bu Terry," ucap Bu Ani.

"Iya, Bu. Enaknya diapain ini," ucap Bu Siska.

"Masih berani nunjukin diri didepan saya ternyata," ucap Bu terry.

"Saya tidak pernah melakukan apa yang sudah dituduhkan Bu Terry itu, saya sudah bilang bukan kalau saya tidak pernah menggoda Pak Danu, saya sarankan Bu Terry untuk memeriksa cctv agar Bu Terry tau apa yang sebenarnya terjadi," ucap Naura.

"Halah, udah miskin gak mau ngaku," ucap Bu Siska.

"Udah kelamaan," ucap Bu Ani lalu menarik tangan Naura dan membawa ke samping pasar yang sepi.

Bu Ani mendorong Naura hingga Naura jatuh di tanah, "Saya menyesal sudah mempekerjakan kamu," ucap Bu Ani.

"Untung aja Bu Terry memergoki kamu yang sedang menggoda suaminya. jadi kita terselamatkan," ucap Bu Siska.

"Ini Bu Terry mau apain dia," ucap Bu Ani yang menarik rambut Naura hingga Naura mendongak menatap Bu Terry.

Tanpa belas kasihan sedikitpun, Bu Terry menampar Naura hingga sudut bibir Naura berdarah.

Naura sejak tadi sudha memberontak, tapi tiga lawan satu tentu saja tidak sepadan, tenaganya habis untuk memberontak sehingga ia tidak bisa membalasnya.

Hingga suara Mbah Husni membuat Bu terry berhenti memukul wajah Naura, "Kalian berhenti," ucap Mbah Husni dan menghampiri mereka.

Mbah Husni adalah salah satu tetua desa yang cukup berpengaruh disana, Mbah Husni sendiri terkenal sebagai tukang pijat didesa tersebut dan dia begitu disegani oleh warga sekitar.

Naura sendiri juga sering berkunjung ke rumah Mbah Husni untuk sekedar bercerita karena Naura tidak memiliki teman untuk meluapkan kesedihannya dan untung saja Mbah Husni mau menerimanya dan mau mendengarkan segala curhatan Naura.

"Mbah jangan ikut campur, ini urusan saya dan Naura," ucap Bu Terry.

"Kamu mau bunuh Naura? kalau kamu mau bunuh Naura, ini saya bawa pisau, cepat tusuk dia sampai dia meninggal," ucap Mbah Husni.

Bu Terry tidak berniat untuk membunuh Naura, karena terpojok, akhirnya Bu Terry, Bu Ani dan Bu Siska pergi meninggalkan Naura. Mbah Husni menghampiri Naura lalu membantu Naura berdiri, "Ayo ke rumah Mbah dulu, bersihkan wajah kamu," ucap Mbah Husni.

"Terima kasih, Mbah," ucap Naura.

Naura pun ikut Mbak Husni ke rumah sederhananya lalu Naura membersihkan wajahnya disana.

"Hidupmu sangat sial, sudah gak punya orangtua, rumahmu digadai sama Paman dan Bibimu terus keluarga Pamanmu juga memperlakukanmu dengan buruk, sekarang malah kamu dituduh menggoda suami orang sampai-sampai mereka gak mau pakai jasa kamu lagi sampai kamu jadi pengangguran. Mbah sarankan kamu merantau ke kota saja. Selama kamu tinggal disini, kamu tidak akan bisa bahagia," ucap Mbah Husni.

"Tapi, Naura cuma lulusan SMP Mbah, Naura gak yakin Naura bisa bertahan di kota," ucap Naura.

"Kalau gitu menikahlah dengan anaknya juragan Haris," ucap Mbah Husni.

"Mbah, Naura gak mau, Gio udah menikah empat kali dan semua istrinya menceraikan dia karena kdrt dan juga selingkuh," ucap Naura.

"Terus kamu mau gimana? sekarang nama kamu udah buruk diluaran sana, kamu dicap sebagai pelc*r karena sudah menggoda suaminya Terry, kamu tau kan kalau keluarga Terry itu sangat berpengaruh di desa ini," ucap Mbah Husni.

"Mbah punya cara buat Naura, selain merantau?" tanya Naura.

"Kamu harus menikah," ucap Mbah Husni.

"Tidak bisa Mbah, Naura tidak punya pasangan dan Naura tidak mau menikah dengan Gio," ucap Naura.

"Kalau begitu tudak ada cara lain, jadi kamu nikmati saja resikonya, orang-orang tidak akan diam saja jika kamu masih ada disini apalagi kamu belum menikah," ucap Mbah Husni.

"Naura bingung Mbah," ucap Naura.

"Yasudah, kamu bunuh diri saja dan ikuti kedua orangtua kamu," ucap Mbah Husni.

"Mbah," tegur Naura.

"Mbah ini ngasih saran, kalau kamu gak mau yaudah artinya kamu masih waras," ucap Mbah Husni.

Naura pun memilih diam dan tidak menanggapi perkataan Mbah Husni. Naura sudha terbiasa akan perkataan ceplas ceplos Mbah Husni, meskipun terkesan kasar, tapi Mbah Husni mengerti perasaan Naura dan sering memberikan semangat serta saran yang kadang Naura pun mengikutinya kecuali saran untuk bunuh diri.

Ketika Naura tengah melamun tiba-tiba Mbah Husni menarik Naura dan membuka baju belakang Naura hingga memperlihatkan luka pada punggung Naura.

"Apa Bibimu memukulmu lagi?" tanya Mbah Husni.

"Ya begitu Mbah, tubuh Naura udah mati rasa, Naura udah gak bisa merasakan lagi rasa sakit karena terlalu sering dipukul sama Paman dan Bibi ditambah Jessica yang seenaknya sama Naura," ucap Naura.

"Mbah kan sudah menyuruhmu untuk melawannya, kenapa masih diam aja sih. Kamu mau tubuhmu hancur karena mereka?" omel Mbah Husni.

"Naura udah melawannya Mbah, tapi tenaga Naura kalah. Semakin Naura melawan maka semakin keras pukulan mereka, ini aja tangan Naura yang patah kemarin baru sembuh, jadi Naura gak mau cari gara-gara apalagi sampai melawan mereka," ucap Naura.

"Mbah kasihan denganmu, tapi Mbah tidak bisa berbuat apa-apa, Mbah tidak punya kuasa untuk membelamu. Kamu harus mengandalkan dirimu," ucap Mbah Husni.

"Iya, Mbah. Dengan Mbah sudah mau mendengarkan segala curhatan Naura itu saja sudah membuat Naura berterima kasih," ucap Naura.

Setelah dari rumah Mbah Husni, Naura pun terpaksa kembali ke rumahnya. Selama perjalanan menuju rumahnya, semua orang menatap tidak suka pada Naura.

Dan sesampainya di rumah, Naura masuk kedalam dengan penuh hati-hati karena takut Bibi Aulia marah.

Sayangnya, Naura harus bertemu dengan Bibi Aulia, Bibi Aulia menghampiri Naura yang baru saja masuk kedalam rumah.

Plak...

"Dasar pelc*r! gara-gara kau sekarang kita di gosipkan yang tidak-tidak sama tetangga," ucap Bibi Aulia dan menampar Naura.

"Naura tidak melakukannya, Bi. Semua itu tidak benar, Bu Terry menuduh Naura," ucap Naura.

"Halah, kamu aja yang emang gak bener jadi orang," ucap Bibi Aulia.

"Mau sebanyak apapun Naura menjelaskan semuanya sama Bibi juga percuma karena Bibi gak akan percaya sama Naura," ucap Naura.

"Itu kamu tau, pokoknya kamu harus segera dapat kerjaan, Bibi gak mau tau ya, uang buat bayar cicilan di bank harus kamu bayar," ucap Bibi Aulia.

.

.

.

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

Marina Tarigan

Marina Tarigan

namanya orang bodoh pasti dibuat orang sesuka hati karena manusia sekitarnya semua keturunan setan

2026-05-17

1

tini 06

tini 06

manusia bodoh dikasih saran pergi dari situ g mau nikah g mau ya maunya disiksa terus udh sakit jiwa kali demen disiksa

2026-07-21

0

Omah Tien

Omah Tien

ini anak ko bdh sih pg aja dr sn jd pebantu jg bs dr pd di siksa terus

2026-02-04

0

lihat semua
Episodes
1 Lepaskan Saya!
2 Kamu Harus Menikah
3 Menikah?
4 Mencari Pekerjaan
5 Namanya Aiden?
6 Aku Ikut Kamu
7 Jalan Kaki?
8 Apa Itu, Mas?
9 Lumayan Sibuk
10 Kasihan Ya Hidupmu
11 Naura!
12 Cepat Lakukan!
13 Jangan Takut, Naura
14 Ini Tidak Mungkin!
15 Donatur Anonim?
16 Kami akan menuntutmu!
17 Abaikan Saja
18 Diusir
19 Ini Adalah Konsekuensi
20 Aku Sibuk
21 Aku Ingin Mandiri
22 Tolong!
23 Kita Obati Lukamu
24 Tidak Mungkin!
25 Ini Rumah Siapa?
26 Kamu Hamil?
27 Aku Akan Membahagiakanmu
28 Malam Ini?
29 Ini Istananya Siapa?
30 Sebuah Kebohongan Besar
31 Kamu Selalu Cantik
32 Tidurlah
33 Orang Kampungan
34 Aku Menunggu Kamu
35 Maafkan Saya!
36 Warisan?
37 Teman Masa Kecil?
38 Orang Baik?
39 Rapat Selesai
40 Hanya Untuk Sementara
41 Angkat Tangan!
42 Ini Belum Berakhir
43 Aku Ini Ayahmu!
44 Mas, Aku Gugup
45 Demi Bayi Kita
46 Ibu?
47 Cerita Baru - Dokter Tampan Itu Suamiku
48 Aku Tidak Butuh Alasan!
49 Syok Berat
50 Dia Ibumu!
51 Mereka Semua Melihatku
52 Kamu Yakin?
53 Perkenalkan Saya Aiden
54 Tutup Mulutmu!
55 Kamu Adalah Duniaku
56 Justin!
57 Kursi Roda?
58 Hormon Ibu Hamil
59 Buktikan Mas
60 Jangan Terlalu Dikekang
61 Fandy! Masuk Sekarang!
62 Kesombongan dan Keangkuhan
63 Penyelamatku
64 Bianglalanya Berhenti!
65 Jagoan Papa
66 Kok Masih Marah?
67 Latihan?
68 Dia Menendang Lagi!
69 Aku Gak Kuat
70 Calvin Javier Andrean
71 Apapun Untuk Ketenanganmu
72 Kita Hebat Ya
73 Cemburu
74 Kesepakatan
75 Pakai Ini
76 Kaos Kaki
77 Merangkak
78 Anak Pintar!
79 Pewaris Andrean Group
80 Hanya Kita Bertiga
81 Piknik
82 Informasi Palsu
83 SELESAI
84 Cerita Baru - Pengagum Rahasia
85 Cerita Baru - Pengkhianatan Dalam Pernikahan
86 Cerita Baru - Suami Untuk Shanum
87 Cerita Baru - My Possessive Husband
88 Cerita Baru - Oh Mantan Kekasihku
89 Cerita Baru - Dicintai Sang Berandal Tampan
90 Cerita Baru - Teman Tapi Menikah
91 Cerita Baru - Cintai Aku
92 Cerita Baru - Balas Dendam Seorang Anak
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Lepaskan Saya!
2
Kamu Harus Menikah
3
Menikah?
4
Mencari Pekerjaan
5
Namanya Aiden?
6
Aku Ikut Kamu
7
Jalan Kaki?
8
Apa Itu, Mas?
9
Lumayan Sibuk
10
Kasihan Ya Hidupmu
11
Naura!
12
Cepat Lakukan!
13
Jangan Takut, Naura
14
Ini Tidak Mungkin!
15
Donatur Anonim?
16
Kami akan menuntutmu!
17
Abaikan Saja
18
Diusir
19
Ini Adalah Konsekuensi
20
Aku Sibuk
21
Aku Ingin Mandiri
22
Tolong!
23
Kita Obati Lukamu
24
Tidak Mungkin!
25
Ini Rumah Siapa?
26
Kamu Hamil?
27
Aku Akan Membahagiakanmu
28
Malam Ini?
29
Ini Istananya Siapa?
30
Sebuah Kebohongan Besar
31
Kamu Selalu Cantik
32
Tidurlah
33
Orang Kampungan
34
Aku Menunggu Kamu
35
Maafkan Saya!
36
Warisan?
37
Teman Masa Kecil?
38
Orang Baik?
39
Rapat Selesai
40
Hanya Untuk Sementara
41
Angkat Tangan!
42
Ini Belum Berakhir
43
Aku Ini Ayahmu!
44
Mas, Aku Gugup
45
Demi Bayi Kita
46
Ibu?
47
Cerita Baru - Dokter Tampan Itu Suamiku
48
Aku Tidak Butuh Alasan!
49
Syok Berat
50
Dia Ibumu!
51
Mereka Semua Melihatku
52
Kamu Yakin?
53
Perkenalkan Saya Aiden
54
Tutup Mulutmu!
55
Kamu Adalah Duniaku
56
Justin!
57
Kursi Roda?
58
Hormon Ibu Hamil
59
Buktikan Mas
60
Jangan Terlalu Dikekang
61
Fandy! Masuk Sekarang!
62
Kesombongan dan Keangkuhan
63
Penyelamatku
64
Bianglalanya Berhenti!
65
Jagoan Papa
66
Kok Masih Marah?
67
Latihan?
68
Dia Menendang Lagi!
69
Aku Gak Kuat
70
Calvin Javier Andrean
71
Apapun Untuk Ketenanganmu
72
Kita Hebat Ya
73
Cemburu
74
Kesepakatan
75
Pakai Ini
76
Kaos Kaki
77
Merangkak
78
Anak Pintar!
79
Pewaris Andrean Group
80
Hanya Kita Bertiga
81
Piknik
82
Informasi Palsu
83
SELESAI
84
Cerita Baru - Pengagum Rahasia
85
Cerita Baru - Pengkhianatan Dalam Pernikahan
86
Cerita Baru - Suami Untuk Shanum
87
Cerita Baru - My Possessive Husband
88
Cerita Baru - Oh Mantan Kekasihku
89
Cerita Baru - Dicintai Sang Berandal Tampan
90
Cerita Baru - Teman Tapi Menikah
91
Cerita Baru - Cintai Aku
92
Cerita Baru - Balas Dendam Seorang Anak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!