Mencari Pekerjaan

Keesokan harinya, Bibi Aulia dan Jessica sudah berada di ruang tamu, mereka membahas tentang rencana mereka yang ingin menikahkan Naura.

"Gimana? kamu sudah menemukan caranya?" tanya Bibi Aulia.

"Udah, Ma. Jessica kemarin baca novel dan Jessica kadi terinspirasi dari cerita novel itu," ucap Jessica.

"Apa? nanti yang ada rencananya gak masuk akal lagi," ucap Bibi Aulia.

"Mama gak perlu khawatir karena rencana ini masuk akal kok," ucap Jessica.

"Memangnya apa rencananya?" tanya Bibi Aulia.

"Nanti kita bawa cowok kesini terus kita suruh cowok itu buat nidurin Naura," ucap Jessica.

"Siapa cowoknya?" tanya Bibi Aulia.

"Gimana kalau Gio, dia kan udah suka banget sama Naura dan pengen jadiin Naura sebagai istri," ucap Jessica.

"Boleh juga ide kamu, nanti kita porotin hartanya Gio," ucap Bibi Aulia.

"Nanti biar Jessica yang bilang rencana ini ke Gio dan Jessica yakin kalau Gio bakal setuju," ucap Jessica.

Setelah berunding, Bibi Aulia dan Jessica pun sepakat dengan rencana menjebak Naura. "Mama mau keluarin dia?" tanya Jessica.

"Iya, dia harus kerja, enak aja gak kerja," ucap Bibi Aulia.

Bibi Aulia pun membuka gudang dan melihat Naura yang masih terlelap di sempurnya gudang, "Bangun, enak banget tidur ya. Sana cepetan cari kerja," ucap Bibi aulia.

"Kayaknya Naura gak kerja dulu, Bi. Badan Naura panas, Naura gak kuat buat cari kerja," ucap Naura.

"Enak aja, gak kerja katamu. Bibi gak peduli mau kamu sakit atau gak, pokoknya kamu harus kerja!" bentak Bibi Aulia.

Melihat Naura yang tidak beranjak dari gudang, Bibi Aulia pun menyeret Naura dan membawanya ke kamar mandi, tanpa rasa kasihan Bibi Aulia menyiramkan air pada Naura.

Naura yang merasakan tidak enak badan, ketika terkena air pagi yang begitu dingin itu langsung merasakan sakit di badannya naik dua kali lipat.

"Bi, ampun Bi. Iya, Naura bakal cari kerja," ucap Naura.

"Sana cepetan, awas aja kalau malas-malasan ya dan satu hal lagi, kamu jangan pulang sebelum mendapat pekerjaan, " ucap Bibi Aulia dan meninggalkan Naura yang kedinginan didalam kamar mandi.

Naura pun segera bersiap-siap untuk mencari pekerjaan, ia tidak mau Bibi Aulia marah lagi.

Disisi lain, setelah Jessica mengatakan rencananya pada Bibi Aulia, ia segera pergi ke rumah Gio, Dengan percaya diri Jessica datang dan menyampaikan rencananya pada Gio.

Namun, bukannya sambutan hangat yang diterima oleh Jessica, justru ia mendapatkan tamparan keras dari Gio.

"Kau pikir aku pria murahan, aku gak sudi menikah dengan Naura, kau tidak ingat bagaimana dia mempermalukanku ketika di balai desa! dia menamparku dan mengatakan aku ini pria hidung belang sampai orangtuaku malu dan mereka tidak berani kelua rumah, aku doakan Naura tidak akan pernah menikah, tidak akan ada pria yang mau dengan buruk rupa itu!" bentak Gio.

"Tapi, itu semua cuma masa lalu, sekarang Naura harus segera menikah," ucap Jessica.

"Aku gak peduli, lagipula satu desa sudah tau gimana murahnya Naura, dia menggoda suaminya Bu Terry, aku tau kau pasti menyuruhku menikah dengan Naura agar nama keluarga kalian terselamatkan bukan, kasihannya hidup kalian. Ini adalah balasan karena Naura sudah mempermalukanku, lebih baik kau pergi dari sini, sampai kapanpun aku tidak akan mau menikah dengan Naura, melihat wajahnya saja sudah membuatku muak," ucap Gio dan menarik tangan jessica agar pergi dari rumah Gio.

Jessica yang sudah berada di luar rumah tersebut pun kesal, rencana yang sudah ia pikirkan matang,matang gagal, padahal sejak tadi jessica begitu percaya diri jika Gio akan setuju dengan rencananya.

"S*alan, aku harus gimana sekarang? rencanaku gak boleh gagal, pokoknya Naura harus menikah secepatnya sebelum Kak Dimas pulang," gumam Jessica dan pergi dari rumah Gio.

Selama perjalanan pulang, Jessica bingung memikirkan cara untuk membuat Naura segera menikah, namun tetap saja Jessica tidak menemukan jawabannya.

Karena bingung, akhirnya Jessica memilih untuk menghubungi Gladis, salah satu sahabatnya dan mengajaknya pergi jalan-jalan.

"Aku bakal mikir soal ini nanti dulu, aku mau jalan-jalan. Siapa tau aku dapat ide," gumam Jessica.

.

Naura saat ini sedang berjalan mencari pekerjaan, tapi tetap saja Naura belum juga mendapatkan pekerjaan. "Orang cuma lulusan SMP, mau kerja apa juga. Udah bagus kerja jadi tukang cuci, eh malah godain suami orang, akhirnya sekarang gak ada yang mau manggil dia lagi kan," sindir Ibu-ibu yang duduk di salah satu rumah warga.

Naura yang mendengar sindiran tersebut hanya diam dan terus berjalan agar segera menjauh dari Ibu-ibu tersebut.

Setelah berhasil menjauh, Naura kembali berjalan entah kemana, yang jelas Naura mengikuti kemana kakinya melangkah dan tanpa sadar kakinya melangkah ke tempat pemakaman.

Naura memandang lurus tempat tersebut dan tanpa bisa ia duga, air matanya mengalir. Naura segera menghapusnya, "Ternyata Ayah sama Ibu kangen sama Naura ya sampai bawa Naura kesini," ucap Naura dan melangkah ke makam orangtuanya.

Naura berlutut di tengah makan kedua orangtuanya, "Ternyata Naura sudah lama ya gak jenguk Ayah sama Ibu, Ayah sama Ibu bahagia ya di surga soalnya kok gak pernah datang ke mimpi Naura? Naura sayang banget sama Ayah dan Ibu, Naura pengen ketemu kalian, Naura gak kuat disini. Bibi jahat, Paman jahat, Jessica jahat, semuanya jahat, gak kayak Ayah sama Ibu yang baik dan sabar sama Naura. Maafin Naura ya Ayah, Ibu karena Naura gak bawa apa-apa kesini soalnya Naura kesini tadi mendadak, nanti deh kapan-kapan Naura bakal datang dan bawain bunga kesukaan Ayah sama Ibu," ucap Naura.

Setelah puas melepaskan rindu dengan kedua orangtuanya, Naura pun segera bangkit dan melanjutkan kegiatannya tadi yaitu mencari pekerjaan.

"Aku harus bisa dapatin pekerjaan hari ini, kalau sampai aku pulang dan masih nganggur, bisa-bisa Bibi marah dan aku dikunci di gudang lagi," lirih Naura yang merasa sedih ketika mengingat bagaimana dirinya dikunci di gudang yang pengap, gelap dan sempit.

Naura berjalan dengan pernah kesabaran karena ucapan para tetangganya tentang Naura, agi Naura itu tidak penting karena percuma saja, mau sekeras apapun Naura menjelaskannya maka ujung-ujungnya tetap Naura yang akan disalahkan.

Setelah seharian mencari pekerjaan kesana kemari, Naura belum juga mendapatkan pekerjaan, dari banyaknya tempat makan yang ia lamar, hampir semuanya menolak karena kabar tentang Naura saat ini.

"Aku harus kemana ini? ini udah jam setengah 4, kalau aku pulang sekarang, pasti Bibi bakal pukul aku karena aku belum dapat kerjaan, tapi kalau aku gak pulang, aku harus kemana?" gumam Naura.

.

.

.

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

Naning Naning

Naning Naning

kayaknya jaman sekarang ga ada yang bodoh kaya naura, namanya juga novel, terserah sama penulis mau dibikin kaya apa pemerannya

2026-05-13

1

Alif

Alif

authornya nyari inspirasinya susah jd hnya sebatas itu yg bisa di tulis jd sabar semua ya para readher tar ada waktunya kok dia jd pinter😂

2026-03-05

0

Marina Tarigan

Marina Tarigan

ke panti asuhan kamu biadap disitu kamu bisa bantu dp diluar bencana terhs apalagi orang kampungmu semuanya biadap semua setan

2026-05-17

0

lihat semua
Episodes
1 Lepaskan Saya!
2 Kamu Harus Menikah
3 Menikah?
4 Mencari Pekerjaan
5 Namanya Aiden?
6 Aku Ikut Kamu
7 Jalan Kaki?
8 Apa Itu, Mas?
9 Lumayan Sibuk
10 Kasihan Ya Hidupmu
11 Naura!
12 Cepat Lakukan!
13 Jangan Takut, Naura
14 Ini Tidak Mungkin!
15 Donatur Anonim?
16 Kami akan menuntutmu!
17 Abaikan Saja
18 Diusir
19 Ini Adalah Konsekuensi
20 Aku Sibuk
21 Aku Ingin Mandiri
22 Tolong!
23 Kita Obati Lukamu
24 Tidak Mungkin!
25 Ini Rumah Siapa?
26 Kamu Hamil?
27 Aku Akan Membahagiakanmu
28 Malam Ini?
29 Ini Istananya Siapa?
30 Sebuah Kebohongan Besar
31 Kamu Selalu Cantik
32 Tidurlah
33 Orang Kampungan
34 Aku Menunggu Kamu
35 Maafkan Saya!
36 Warisan?
37 Teman Masa Kecil?
38 Orang Baik?
39 Rapat Selesai
40 Hanya Untuk Sementara
41 Angkat Tangan!
42 Ini Belum Berakhir
43 Aku Ini Ayahmu!
44 Mas, Aku Gugup
45 Demi Bayi Kita
46 Ibu?
47 Cerita Baru - Dokter Tampan Itu Suamiku
48 Aku Tidak Butuh Alasan!
49 Syok Berat
50 Dia Ibumu!
51 Mereka Semua Melihatku
52 Kamu Yakin?
53 Perkenalkan Saya Aiden
54 Tutup Mulutmu!
55 Kamu Adalah Duniaku
56 Justin!
57 Kursi Roda?
58 Hormon Ibu Hamil
59 Buktikan Mas
60 Jangan Terlalu Dikekang
61 Fandy! Masuk Sekarang!
62 Kesombongan dan Keangkuhan
63 Penyelamatku
64 Bianglalanya Berhenti!
65 Jagoan Papa
66 Kok Masih Marah?
67 Latihan?
68 Dia Menendang Lagi!
69 Aku Gak Kuat
70 Calvin Javier Andrean
71 Apapun Untuk Ketenanganmu
72 Kita Hebat Ya
73 Cemburu
74 Kesepakatan
75 Pakai Ini
76 Kaos Kaki
77 Merangkak
78 Anak Pintar!
79 Pewaris Andrean Group
80 Hanya Kita Bertiga
81 Piknik
82 Informasi Palsu
83 SELESAI
84 Cerita Baru - Pengagum Rahasia
85 Cerita Baru - Pengkhianatan Dalam Pernikahan
86 Cerita Baru - Suami Untuk Shanum
87 Cerita Baru - My Possessive Husband
88 Cerita Baru - Oh Mantan Kekasihku
89 Cerita Baru - Dicintai Sang Berandal Tampan
90 Cerita Baru - Teman Tapi Menikah
91 Cerita Baru - Cintai Aku
92 Cerita Baru - Balas Dendam Seorang Anak
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Lepaskan Saya!
2
Kamu Harus Menikah
3
Menikah?
4
Mencari Pekerjaan
5
Namanya Aiden?
6
Aku Ikut Kamu
7
Jalan Kaki?
8
Apa Itu, Mas?
9
Lumayan Sibuk
10
Kasihan Ya Hidupmu
11
Naura!
12
Cepat Lakukan!
13
Jangan Takut, Naura
14
Ini Tidak Mungkin!
15
Donatur Anonim?
16
Kami akan menuntutmu!
17
Abaikan Saja
18
Diusir
19
Ini Adalah Konsekuensi
20
Aku Sibuk
21
Aku Ingin Mandiri
22
Tolong!
23
Kita Obati Lukamu
24
Tidak Mungkin!
25
Ini Rumah Siapa?
26
Kamu Hamil?
27
Aku Akan Membahagiakanmu
28
Malam Ini?
29
Ini Istananya Siapa?
30
Sebuah Kebohongan Besar
31
Kamu Selalu Cantik
32
Tidurlah
33
Orang Kampungan
34
Aku Menunggu Kamu
35
Maafkan Saya!
36
Warisan?
37
Teman Masa Kecil?
38
Orang Baik?
39
Rapat Selesai
40
Hanya Untuk Sementara
41
Angkat Tangan!
42
Ini Belum Berakhir
43
Aku Ini Ayahmu!
44
Mas, Aku Gugup
45
Demi Bayi Kita
46
Ibu?
47
Cerita Baru - Dokter Tampan Itu Suamiku
48
Aku Tidak Butuh Alasan!
49
Syok Berat
50
Dia Ibumu!
51
Mereka Semua Melihatku
52
Kamu Yakin?
53
Perkenalkan Saya Aiden
54
Tutup Mulutmu!
55
Kamu Adalah Duniaku
56
Justin!
57
Kursi Roda?
58
Hormon Ibu Hamil
59
Buktikan Mas
60
Jangan Terlalu Dikekang
61
Fandy! Masuk Sekarang!
62
Kesombongan dan Keangkuhan
63
Penyelamatku
64
Bianglalanya Berhenti!
65
Jagoan Papa
66
Kok Masih Marah?
67
Latihan?
68
Dia Menendang Lagi!
69
Aku Gak Kuat
70
Calvin Javier Andrean
71
Apapun Untuk Ketenanganmu
72
Kita Hebat Ya
73
Cemburu
74
Kesepakatan
75
Pakai Ini
76
Kaos Kaki
77
Merangkak
78
Anak Pintar!
79
Pewaris Andrean Group
80
Hanya Kita Bertiga
81
Piknik
82
Informasi Palsu
83
SELESAI
84
Cerita Baru - Pengagum Rahasia
85
Cerita Baru - Pengkhianatan Dalam Pernikahan
86
Cerita Baru - Suami Untuk Shanum
87
Cerita Baru - My Possessive Husband
88
Cerita Baru - Oh Mantan Kekasihku
89
Cerita Baru - Dicintai Sang Berandal Tampan
90
Cerita Baru - Teman Tapi Menikah
91
Cerita Baru - Cintai Aku
92
Cerita Baru - Balas Dendam Seorang Anak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!