Namanya Aiden?

Sore harinya, Jessica pulang bersama Gladis menggunakan mobil milik Gladis tentunya. "Eh, siapa itu cakep banget," ucap Jessica ketika melihat seorang pria berjalan sendirian.

"Aduh, gue lupa namanya lagi, tapi dia itu preman disini. Kalau gak salah dia anak buahnya juragan Adit," ucap Gladis.

"Gaya banget juragan adit punya anak buah cakep giti," ucap jessica.

"Ganteng sih ganteng, tapi syaangnya dia miskin. Gue sih gak mau ya kalau punya pacar ganteng, tapi miskin. Mendingan jelek, tapi kaya lah," ucap Gladis.

"Gue juga ogah punya pacar ganteng, tapi miskin. Btw, tatonya serem ya," ucap Jessica.

"Gue dengar nih, dia itu sadis orangnya. Beberapa hari yang laku, dia mukulin Bagus sampai kakinya patah," ucap Gladis.

"Terus sekarang gimana Bagus?" tanya Jessica.

"Dia di rumah, gak bisa jalan," ucap Gladis.

"Kenapa gak di laporin aja tuh orang?" tanya Jessica.

"Dia itu anak buahnya juragan Adit, siapa sih yang berani lawan juragan Adit. Bagus ya takut, jadinya dia diam aja gak mau nambah masalah, tapi nama tuh orang jadi buruk di mata warga dan banyak yang gak suka dia ada disini, warga itu menganggap dia pengganggu. Makanya lo lihat kan dia jalan aja udah nakutin dan banyak warga yang lihat dia gak suka," ucap Gladis dan diangguki Jessica.

"Juragan Adit gak tau tentang kelakuan dia?" tanya jessica.

"Kayaknya sih tau, tapi bodoh amat," ucap Gladis.

"Ngapain dia ke gubuk?" tanya Jessica.

"Kayaknya dia mau neduh deh, lihat didepan udah mendung gitu dan mau hujan," ucap Gladis.

"Orang miskin ya gitu, gak bisa beli mobil. jadinya pas hujan neduh," ucap Jessica dan Gladis pun tertawa mendengarnya.

"Wh, bukannya itu Naura," ucap Gladis dengan menunjuk Naura yang berjalan kearah mereka.

Disisi lain, Naura terus berjalan hingga menjauhi pemukiman, ia melihat sawah yang ada disekelilingnya. "Kalau punya sawah enak kali ya, tapi sawah Ayah sama Ibu sudah dijual sama Bibi. Aku harus kerja apa lagi, orang-orang udah gak suka sama aku, mereka gak mau ngasih aku kerjaan," gumam Naura.

Ditengah kebingungannya, tiba-tiba angin berembus kencang, membawa aroma tanah basah, daun-daun padi di sawah melambai-lambai seolah memberi isyarat pada Naura dan dari kejauhan gumpalan awan hitam pekat mulai menutupi langit biru.

​Naura mempercepat langkahnya, ia tahu hujan akan segera tiba, Naura melihat ke sekeliling untuk mencari tempat berteduh dan pandangannya jatuh pada sebuah gubuk kecil yang tertutup layaknya rumah, di mana gubuk tersebut digunakan untuk menyimpan hasil panen para petani, gubuk tersebut berdiri kokoh di tengah hamparan sawah hijau.

​Dengan sisa tenaganya, ia berlari menuju gubuk itu, belum sempat Naura sampai di gubuk itu, tetes air hujan mulai berjatuhan membasahi bumi. Tak lama kemudian, hujan deras mengguyur sawah, menciptakan melodi alam yang menenangkan.

Bajunya setengah basah ketika Naura sampai di gubuk itu dan ia pun segera masuk karena bagian depan gubuk tersebut tidak memiliki penutup.

Jessica dan Gladis yang melihat Naura masuk kedalam gubuk pun terkejut karena mereka tahu jika ada orang lain didalamnya. "Tunggu! bukannya didalam gubuk ada anak buahnya juragan Adit!" pekik Gladis.

Jessica yang mengetahui hal itupun tersenyum, sebuah ide muncul di benaknya. "Gue punya ide," ucap jessica.

"Ide? apa?" tanya Gladis.

"Kita grebek mereka, gue yakin mereka pasti lagi enak-enak didalam," ucap Jessica.

"Yakin lo?" tanya Gladis.

"Yakin, ayo kita kumpulkan warga buat grebek gubuk itu," ucap Jessica.

"Tapi, hujan gini," ucap Gladis.

"Karena hujan makanya kita harus kesana, kalau nunggu hujan selesai, ya telat kita," ucap Jessica dan diangguki Gladis.

Naura yang baru saja masuk tidak mengetahui jika didalam gubuk tersebut ada orang lain karena didalam yang gelap dan tidak terlihat apapun, hingga suara seorang pria mengejutkan Naura.

"Siapa?" tanya pria tersebut.

Naura yang berpikir jika didalam gubuk tidak ada siapa-siapa pun terkejut, "Ma-maaf, saya tidak tau kalau didalam ada orang," ucap Naura dan hendak keluar.

"Diluar hujan, kalau mau berteduh ya berteduh saja, diluar juga gak ada penutupnya buat berteduh," ucapnya.

"Gak usah, saya cari tempat lain saja," ucap Naura.

"Terserah," ucap pria tersebut.

Baru saja, Naura berdiri dan berjalan menuju pintu, tiba-tiba pintu gubuk terbuka hingga Naura dan pria yang ada didalam gubuk pun terlihat. "Oh, jadi ternyata kalian berzina di gubuk ini ya, ayo bawa mereka pergi!" teriak warga yang memergoki Naura dan pria itu didalam gubuk.

"Pak, saya gak ada hubungan apa-apa sama pria itu, saya cuma mau meneduh, saya juga gak tau kalau ada dia disini bahkan saya gak kenal dia Pak," ucap Naira.

"Halah, kamu ini emang cewek kegatelan ya. Setelah godain suaminya Bu Terry, sekarang godain anak buahnya juragan Adit," ucap salah satu warga dan menarik tangan Naura hingga Naura tertarik keluar dan jatuh ke tanah yang basah akibat hujan.

Diluar masih hujan sehingga tubuh Naura pun basah, pria yang ada didalam pun ditarik keluar. "Kalian harus diarak keliling desa, kalian sudah mempermalukan nama baik desa ini," ucap warga.

"Kamu juga Aiden, padahal udah enak ikut juragan Adit dan bisa milih perempuan manapun yang kamu mau, tapi malah milih si cewek kegatelan ini," ucap warga lainnya.

"Namanya Aiden? bagus banget, gak cocok sama dia," ucap Jessica yang berada didalam mobil bersama Gladis.

"Zaman sekarang, nama itu udah bagus-bagus kali, gak peduli dia miskin atau gak," ucap Gladis.

Pria bernama Aiden itu hanya diam tanpa ekspresi, ia melihat kearah Naura yang sudah basah. Baju berwarna cream itu membuat lekuk tubuh Naura tercetak jelas, tanpa basa basi, Aiden melepaskan jaketnya dan memberikannya pada Naura.

Begitu Aiden melepaskan jaketnya, tubuh kekar dan bertatonya pun terpampang jelas, banyak warga yang merasa takut melihatnya.

"Kalian gak usah takut, mereka ini udah berbuat salah, jadi kita harus mengadili mereka. Ayo kita arak mereka sampai balai desa," ucap salah satu warga.

"Ayo!" sorak warga lainnya.

Para Ibu-ibu menarik tubuh Naura yang basah seolah mereka menarik hewan, bahkan cara menarik Ibu-ibu tersebut pada Naura begitu buruk daripada ketika menarik koruptor.

Berbeda dengan Naura yang pasrah ketika ditarik warga, Aiden yang hendak ditarik oleh Bapak-bapak pun menepis tangan mereka. "Gak usah pegang, saya punya dua kaki dan saya bisa jalan sendiri," ucap Aiden datar tanpa ekspresi.

Keduanya diarah keliling desa, banyak warga yang berkomentar buruk tentang Naura dan Aiden bahkan mereka mengatakannya dengan keras hingga keduanya mendengar hujatan tersebut, bagi Aiden itu semua tidak ada apa-apanya, tapi bagi Naura hujatan terseut sangat menyakitinya, Naura hanya bisa menangis dalam diam ditemani hujan yang menghapus air matanya.

.

.

.

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

Marina Tarigan

Marina Tarigan

semoga yg menzolimi anak yatim piatu yg lemah biasanya chalik pencipta akan melindunginya

2026-05-17

0

Nur Syamsi

Nur Syamsi

Yg sabar Naura Tuhan Tdk buta dia melihat hambahnya yg tertindas dan yg berbuat jahat

2026-03-22

0

ira rodi

ira rodi

menghayalmu terlalu tinggi kerja aja belum dapat....hidup juga masi belum jelas begitu....

2026-02-17

0

lihat semua
Episodes
1 Lepaskan Saya!
2 Kamu Harus Menikah
3 Menikah?
4 Mencari Pekerjaan
5 Namanya Aiden?
6 Aku Ikut Kamu
7 Jalan Kaki?
8 Apa Itu, Mas?
9 Lumayan Sibuk
10 Kasihan Ya Hidupmu
11 Naura!
12 Cepat Lakukan!
13 Jangan Takut, Naura
14 Ini Tidak Mungkin!
15 Donatur Anonim?
16 Kami akan menuntutmu!
17 Abaikan Saja
18 Diusir
19 Ini Adalah Konsekuensi
20 Aku Sibuk
21 Aku Ingin Mandiri
22 Tolong!
23 Kita Obati Lukamu
24 Tidak Mungkin!
25 Ini Rumah Siapa?
26 Kamu Hamil?
27 Aku Akan Membahagiakanmu
28 Malam Ini?
29 Ini Istananya Siapa?
30 Sebuah Kebohongan Besar
31 Kamu Selalu Cantik
32 Tidurlah
33 Orang Kampungan
34 Aku Menunggu Kamu
35 Maafkan Saya!
36 Warisan?
37 Teman Masa Kecil?
38 Orang Baik?
39 Rapat Selesai
40 Hanya Untuk Sementara
41 Angkat Tangan!
42 Ini Belum Berakhir
43 Aku Ini Ayahmu!
44 Mas, Aku Gugup
45 Demi Bayi Kita
46 Ibu?
47 Cerita Baru - Dokter Tampan Itu Suamiku
48 Aku Tidak Butuh Alasan!
49 Syok Berat
50 Dia Ibumu!
51 Mereka Semua Melihatku
52 Kamu Yakin?
53 Perkenalkan Saya Aiden
54 Tutup Mulutmu!
55 Kamu Adalah Duniaku
56 Justin!
57 Kursi Roda?
58 Hormon Ibu Hamil
59 Buktikan Mas
60 Jangan Terlalu Dikekang
61 Fandy! Masuk Sekarang!
62 Kesombongan dan Keangkuhan
63 Penyelamatku
64 Bianglalanya Berhenti!
65 Jagoan Papa
66 Kok Masih Marah?
67 Latihan?
68 Dia Menendang Lagi!
69 Aku Gak Kuat
70 Calvin Javier Andrean
71 Apapun Untuk Ketenanganmu
72 Kita Hebat Ya
73 Cemburu
74 Kesepakatan
75 Pakai Ini
76 Kaos Kaki
77 Merangkak
78 Anak Pintar!
79 Pewaris Andrean Group
80 Hanya Kita Bertiga
81 Piknik
82 Informasi Palsu
83 SELESAI
84 Cerita Baru - Pengagum Rahasia
85 Cerita Baru - Pengkhianatan Dalam Pernikahan
86 Cerita Baru - Suami Untuk Shanum
87 Cerita Baru - My Possessive Husband
88 Cerita Baru - Oh Mantan Kekasihku
89 Cerita Baru - Dicintai Sang Berandal Tampan
90 Cerita Baru - Teman Tapi Menikah
91 Cerita Baru - Cintai Aku
92 Cerita Baru - Balas Dendam Seorang Anak
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Lepaskan Saya!
2
Kamu Harus Menikah
3
Menikah?
4
Mencari Pekerjaan
5
Namanya Aiden?
6
Aku Ikut Kamu
7
Jalan Kaki?
8
Apa Itu, Mas?
9
Lumayan Sibuk
10
Kasihan Ya Hidupmu
11
Naura!
12
Cepat Lakukan!
13
Jangan Takut, Naura
14
Ini Tidak Mungkin!
15
Donatur Anonim?
16
Kami akan menuntutmu!
17
Abaikan Saja
18
Diusir
19
Ini Adalah Konsekuensi
20
Aku Sibuk
21
Aku Ingin Mandiri
22
Tolong!
23
Kita Obati Lukamu
24
Tidak Mungkin!
25
Ini Rumah Siapa?
26
Kamu Hamil?
27
Aku Akan Membahagiakanmu
28
Malam Ini?
29
Ini Istananya Siapa?
30
Sebuah Kebohongan Besar
31
Kamu Selalu Cantik
32
Tidurlah
33
Orang Kampungan
34
Aku Menunggu Kamu
35
Maafkan Saya!
36
Warisan?
37
Teman Masa Kecil?
38
Orang Baik?
39
Rapat Selesai
40
Hanya Untuk Sementara
41
Angkat Tangan!
42
Ini Belum Berakhir
43
Aku Ini Ayahmu!
44
Mas, Aku Gugup
45
Demi Bayi Kita
46
Ibu?
47
Cerita Baru - Dokter Tampan Itu Suamiku
48
Aku Tidak Butuh Alasan!
49
Syok Berat
50
Dia Ibumu!
51
Mereka Semua Melihatku
52
Kamu Yakin?
53
Perkenalkan Saya Aiden
54
Tutup Mulutmu!
55
Kamu Adalah Duniaku
56
Justin!
57
Kursi Roda?
58
Hormon Ibu Hamil
59
Buktikan Mas
60
Jangan Terlalu Dikekang
61
Fandy! Masuk Sekarang!
62
Kesombongan dan Keangkuhan
63
Penyelamatku
64
Bianglalanya Berhenti!
65
Jagoan Papa
66
Kok Masih Marah?
67
Latihan?
68
Dia Menendang Lagi!
69
Aku Gak Kuat
70
Calvin Javier Andrean
71
Apapun Untuk Ketenanganmu
72
Kita Hebat Ya
73
Cemburu
74
Kesepakatan
75
Pakai Ini
76
Kaos Kaki
77
Merangkak
78
Anak Pintar!
79
Pewaris Andrean Group
80
Hanya Kita Bertiga
81
Piknik
82
Informasi Palsu
83
SELESAI
84
Cerita Baru - Pengagum Rahasia
85
Cerita Baru - Pengkhianatan Dalam Pernikahan
86
Cerita Baru - Suami Untuk Shanum
87
Cerita Baru - My Possessive Husband
88
Cerita Baru - Oh Mantan Kekasihku
89
Cerita Baru - Dicintai Sang Berandal Tampan
90
Cerita Baru - Teman Tapi Menikah
91
Cerita Baru - Cintai Aku
92
Cerita Baru - Balas Dendam Seorang Anak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!