Chapter 4 - Perasaan Aneh

Rangga baru selesai mandi. Dia merasa lebih hangat dibanding sebelumnya. Namun saat keluar kamar mandi, Dita sudah menyambutnya. Perempuan itu berdiri di depan kompor sambil menggoreng pisang goreng.

"Minum dulu tehnya, Dek. Biar hangat. Ini aku juga gorengkan pisang buatmu," kata Dita.

"I-iya, Kak. Aku ke kamar dulu pakai baju," sahut Rangga. Dia merasa malu karena Dita melihatnya bertelanjang dada. Kebetulan pas mandi tadi Rangga lupa bawa baju ganti.

"Ya sudah," ujar Dita. Membiarkan Rangga beranjak masuk ke kamar.

Di kamar Rangga merasa ragu untuk ke dapur. Dia merasa tidak nyaman saat hanya berduaan dengan Dita. Sebagai lelaki, dirinya merasakan itu adalah hal aneh, hal yang harusnya tidak dibiarkan terjadi. Namun di sisi lain Rangga tak mau menyakiti hati Dita. Kakak iparnya itu bahkan juga sudah menggoreng pisang untuknya.

Rangga lantas ke dapur dan duduk di meja makan. Ia duduk di dekat jendela. Di luar hujan masih turun dengan deras. Rangga kemudian menyesap teh hangatnya.

"Hujan-hujan begini memang enak minum teh sambil makan pisang goreng. Iya kan?" imbuh Dita sembari memberikan sepiring pisang goreng yang sudah masak.

"Makasih, Kak. Jadi nggak enak aku." Rangga menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Nggak enak apaan. Kita ini kan udah jadi keluarga. Aku udah menganggapmu seperti adikku sendiri," ungkap Dita.

Rangga hanya tersenyum. Entah kenapa dia merasa kecewa dengan pernyataan Dita barusan.

"Aku pulang..."

Tiba-tiba terdengar suara Firza dari depan. Lelaki itu baru saja pulang. Dita yang hampir duduk, bergegas menyambut suaminya ke depan dan meninggalkan Rangga.

"Mas, tumben pulangnya cepat," sambut Dita. "Lagian ini hujan deras loh. Kamu basah kuyup tuh! Kakak sama adiknya sama aja," tambahnya.

"Aku pulang cepat karena kangen banget sama biniku," balas Firza. Dia menarik Dita mendekat karena hendak mencium sang istri.

"Jangan, Mas! Ada ade--" Namun ucapan Dita terhenti karena Firza terlanjur menciumnya.

Dari dapur, Rangga bisa mendengar pembicaraan pengantin baru itu. Ia meringis jijik saat mendengarnya. Meskipun begitu, dia tak tahu kalau Firza dan Dita sekarang sedang bermesraan.

Rangga mengambil gelas berisi teh dan satu pisang goreng. Dia berniat ingin menikmatinya di kamar saja. Kehadiran kakak dan kakak iparnya cukup mengganggu. Akan tetapi Rangga membulatkan mata dan langsung kaget saat melihat Firza dan Dita bermesraan di ruang tamu. Rangga spontan ingin kembali ke dapur.

Prang!

Sayangnya Rangga ceroboh dan tak sengaja menjatuhkan gelas. Akibat itu, Dita dan Firza berhenti bermesraan.

"Rangga!" seru Dita.

"Dia udah pulang?" tanya Firza yang heran saat melihat kehadiran Rangga.

"Dari tadi aku sudah berusaha memberitahumu. Tapi kamu langsung nerkam kayak singa kelaparan. Cepat mandi sana gih!" sahut Dita yang merasa malu. Dia segera membantu Rangga membersihkan gelas kaca yang pecah.

Kala itu Rangga juga merasa malu sekali. Dia jadi merasa tambah canggung dengan Dita. Apalagi Rangga juga tidak begitu dekat dengan Firza. Mereka lebih sering bertengkar dibanding akur.

Firza tampak masuk ke kamar dan tak kunjung keluar. Padahal istrinya tadi menyarankannya untuk mandi.

"Maaf, Kak..." ucap Rangga.

"Loh kok minta maaf. Kamu nggak salah kok," tanggap Dita.

"Aw..." Rangga menjerit saat beling yang di ambilnya melukai tangan. Jari telunjuknya jadi berdarah.

Tanpa berkata apapun, Dita meraih tangan Rangga dan memasukkan jari telunjuknya ke mulut.

Terpopuler

Comments

Jhonson Siregar

Jhonson Siregar

emutan ini bisa membawa rangga berhalunasi🤣🤣

2026-06-05

0

Darmu Dakir

Darmu Dakir

lanjut terus ceritanya makin hot

2026-06-10

0

Wakhi Channel

Wakhi Channel

ooww

2026-07-28

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Suara Malam Pertama
2 Chapter 2 - Di Sekolah
3 Chapter 3 - Basah Kuyup
4 Chapter 4 - Perasaan Aneh
5 Chapter 5 - Perginya Ibu
6 Chapter 6 - Berduka
7 Chapter 7 - My Hot Kakak Ipar
8 Chapter 8 - Semakin Resah
9 Chapter 9 - Hanya Mimpi
10 Chapter 10 - Traktir
11 Chapter 11 - Bintitan
12 Chapter 12 - Membolos
13 Chapter 13 - Ipar Adalah Maut
14 Chapter 14 - Susu Panas
15 Chapter 15 - Cewek Kota
16 Chapter 16 - Pacar Khayalan
17 Chapter 17 - Sikap Aneh
18 Chapter 18 - Tawaran Gila Astrid
19 Chapter 19 - Pacaran
20 Chapter 20 - Pindah Tugas
21 Chapter 21 - Pergi Ke Pasar
22 Chapter 22 - Membuktikan
23 Chapter 23 - Kekurangan Rangga
24 Chapter 24 - Pak Warsito
25 Chapree 25 - Ketahuan?
26 Chapter 26 - Cerita Astrid
27 Chapter 27 - Mati Lampu
28 Chapter 28 - Menahan Gejolak
29 Chapter 29 - Pertama & Terakhir
30 Chapter 30 - Pilihan Rangga
31 Chapter 31 - Pertama Kalinya
32 Chapter 32 - Merajuk Lagi
33 Chapter 33 - Tidak Nyaman
34 Chapter 34 - Mencemaskan
35 Chapter 35 - Kok Jadi Gini?
36 Chapter 36 - Manggung Lagi
37 Chapter 37 - Terjebak
38 Chapter 38 - Lebih Hati-Hati
39 Chapter 39 - Mandi Bareng?
40 Chapter 40 - Sakit Hati
41 Chapter 41 - Cara Membatasi Astrid
42 Chapter 42 - Selingkuhan Firza
43 Chapter 43 - Lepas Tanggung Jawab
44 Chapter 44 - Mancing Berkedok Curhat
45 Chapter 45 - Salah Potong
46 Chapter 46 - Lele Montok
47 Chapter 47 - Terjadilah
48 Chapter 48 - Tetap Jaga Batas
49 Chapter 49 - Senyum-Senyum Terus
50 Chapter 50 - Memberitahu Astrid
51 Chapter 51 - Cemburu
52 Chapter 52 - Dikerjai
53 Chapter 53 - Yang Terakhir?
54 Chapter 54 - Tiba-Tiba Rajin Belajar
55 Chapter 55 - Kembalinya Firza
56 Chapter 56 - Niat Firza
57 Chapter 57 - Bicara Baik-Baik
58 Chapter 58 - Dibalik Topeng Firza
59 Chapter 59 - Sulit Dimengerti
60 Chapter 60 - Lebih Manjur
61 Chapter 61 - Cita-Cita
62 Chapter 62 - Yang Terakhir?
63 Chapter 63 - Tawaran Pak Tejo
64 Chapter 64 - Tak Tahan [Visual]
65 Chapter 65 - Janji
66 Chapter 66 - Bekal Cinta
67 Chapter 67 - Akan Pergi
68 Chapter 68 - Terakhir Kali
69 Chapter 69 - Kepergok
70 Chapter 70 - Ancaman Dita
71 Chapter 71 - Hari Kelulusan
72 Chapter 72 - Astrid & Dita
73 Chapter 73 - Kejutan Junaidi
74 Chapter 74 - Pelan-Pelan
75 Chapter 75 - Undangan
76 Chapter 76 - Pernikahan Firza
77 Chapter 77 - Mendaftar Polisi
78 Chapter 78 - Menemui Mbah Gustam
79 Chapter 79 - Cemas
80 Chapter 80 - Pencarian
81 Chapter 81 - Kehidupan Baru Firza
82 Chapter 82 - Ditemukan
83 Chapter 83 - Serius Belajar
84 Chapter 84 - Mulai Berlatih
85 Chapter 85 - Berkembang
86 Chapter 86 - Tantangan Terakhir
87 Chapter 87 - Akhirnya Berhasil
88 Chapter 88 - Rahasia Dita
89 Chapter 89 - Semakin Kalut
90 Chapter 90 - Ending
91 Pengumuman
92 NOVEL BARU FOTOGRAFER P|US-P|US
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Chapter 1 - Suara Malam Pertama
2
Chapter 2 - Di Sekolah
3
Chapter 3 - Basah Kuyup
4
Chapter 4 - Perasaan Aneh
5
Chapter 5 - Perginya Ibu
6
Chapter 6 - Berduka
7
Chapter 7 - My Hot Kakak Ipar
8
Chapter 8 - Semakin Resah
9
Chapter 9 - Hanya Mimpi
10
Chapter 10 - Traktir
11
Chapter 11 - Bintitan
12
Chapter 12 - Membolos
13
Chapter 13 - Ipar Adalah Maut
14
Chapter 14 - Susu Panas
15
Chapter 15 - Cewek Kota
16
Chapter 16 - Pacar Khayalan
17
Chapter 17 - Sikap Aneh
18
Chapter 18 - Tawaran Gila Astrid
19
Chapter 19 - Pacaran
20
Chapter 20 - Pindah Tugas
21
Chapter 21 - Pergi Ke Pasar
22
Chapter 22 - Membuktikan
23
Chapter 23 - Kekurangan Rangga
24
Chapter 24 - Pak Warsito
25
Chapree 25 - Ketahuan?
26
Chapter 26 - Cerita Astrid
27
Chapter 27 - Mati Lampu
28
Chapter 28 - Menahan Gejolak
29
Chapter 29 - Pertama & Terakhir
30
Chapter 30 - Pilihan Rangga
31
Chapter 31 - Pertama Kalinya
32
Chapter 32 - Merajuk Lagi
33
Chapter 33 - Tidak Nyaman
34
Chapter 34 - Mencemaskan
35
Chapter 35 - Kok Jadi Gini?
36
Chapter 36 - Manggung Lagi
37
Chapter 37 - Terjebak
38
Chapter 38 - Lebih Hati-Hati
39
Chapter 39 - Mandi Bareng?
40
Chapter 40 - Sakit Hati
41
Chapter 41 - Cara Membatasi Astrid
42
Chapter 42 - Selingkuhan Firza
43
Chapter 43 - Lepas Tanggung Jawab
44
Chapter 44 - Mancing Berkedok Curhat
45
Chapter 45 - Salah Potong
46
Chapter 46 - Lele Montok
47
Chapter 47 - Terjadilah
48
Chapter 48 - Tetap Jaga Batas
49
Chapter 49 - Senyum-Senyum Terus
50
Chapter 50 - Memberitahu Astrid
51
Chapter 51 - Cemburu
52
Chapter 52 - Dikerjai
53
Chapter 53 - Yang Terakhir?
54
Chapter 54 - Tiba-Tiba Rajin Belajar
55
Chapter 55 - Kembalinya Firza
56
Chapter 56 - Niat Firza
57
Chapter 57 - Bicara Baik-Baik
58
Chapter 58 - Dibalik Topeng Firza
59
Chapter 59 - Sulit Dimengerti
60
Chapter 60 - Lebih Manjur
61
Chapter 61 - Cita-Cita
62
Chapter 62 - Yang Terakhir?
63
Chapter 63 - Tawaran Pak Tejo
64
Chapter 64 - Tak Tahan [Visual]
65
Chapter 65 - Janji
66
Chapter 66 - Bekal Cinta
67
Chapter 67 - Akan Pergi
68
Chapter 68 - Terakhir Kali
69
Chapter 69 - Kepergok
70
Chapter 70 - Ancaman Dita
71
Chapter 71 - Hari Kelulusan
72
Chapter 72 - Astrid & Dita
73
Chapter 73 - Kejutan Junaidi
74
Chapter 74 - Pelan-Pelan
75
Chapter 75 - Undangan
76
Chapter 76 - Pernikahan Firza
77
Chapter 77 - Mendaftar Polisi
78
Chapter 78 - Menemui Mbah Gustam
79
Chapter 79 - Cemas
80
Chapter 80 - Pencarian
81
Chapter 81 - Kehidupan Baru Firza
82
Chapter 82 - Ditemukan
83
Chapter 83 - Serius Belajar
84
Chapter 84 - Mulai Berlatih
85
Chapter 85 - Berkembang
86
Chapter 86 - Tantangan Terakhir
87
Chapter 87 - Akhirnya Berhasil
88
Chapter 88 - Rahasia Dita
89
Chapter 89 - Semakin Kalut
90
Chapter 90 - Ending
91
Pengumuman
92
NOVEL BARU FOTOGRAFER P|US-P|US

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!