Chapter 3

Sinar matahari pagi yang lembut memaksa Ava membuka mata. Rasa sakit menyengat dari setiap sendi dan ototnya menjadi pengakuan bisu atas kebrutalan malam yang tak terbayangkan. Kepalanya terasa dipukul palu godam, sensasi khas setelah ia memaksa diri melawan intoleransi alkoholnya.

"Sial, sakit sekali." Ava mengerang pelan. Ia tidak ingat detailnya, hanya samar-samar terasa sakit yang menusuk di awal, diikuti gelombang kenikmatan yang menenggelamkan kesadarannya sepenuhnya.

Ava telah mencapai tujuannya, benih telah tertanam, walau dengan metode yang sungguh di luar kendali dan perencanaan.

Saat Ava mencoba bergerak, ia merasakan kehangatan yang mencekik di pinggangnya. Sesuatu yang berat dan kokoh melingkari tubuhnya.

Ava mendongak, matanya yang setengah sadar melebar sempurna saat melihat siapa yang menjadi bantalnya semalam.

“Edgar?” gumamnya dengan mata membelalak.

Pria itu tidur pulas dengan napas teratur dan tenang. Wajahnya yang tampak keras di siang hari kini terlihat lebih santai, namun tetap memancarkan aura dominasi yang kuat.

“Ini tidak mungkin!” desis Ava. Pria di sebelahnya ini adalah pria yang menanam benihnya. Suami dari sepupunya sendiri, Ivy.

Bukan rasa bersalah karena tidur dengan suami orang yang menghantamnya, melainkan kekecewaan yang pahit.

Kenapa harus Edgar? Pria yang paling terlarang, yang akan menciptakan komplikasi tak berujung jika rencananya terbongkar. Sekaligus pria yang terikat secara hukum dengan keluarga Fredrick.

Ava mengumpat dalam hati pada alkohol dan takdir sialan yang selalu senang mempermainkannya.

Otaknya yang cerdas kembali berfungsi penuh. Dengan cepat memproses situasi dan menyusun strategi.

Dengan hati-hati, Ava mengangkat lengan Edgar yang berat dari pinggangnya. Ia melompat turun dari tempat tidur yang berantakan itu, kakinya yang telanjang menyentuh lantai marmer yang dingin.

Seluruh tubuhnya sakit, terutama bagian sensitifnya. Tapi ia abaikan rasa sakit itu. Misi utamanya kini adalah melarikan diri tanpa jejak.

Ava menyambar gaunnya yang tergeletak di lantai dan memakainya dengan tergesa-gesa.

Sambil merapikan rambutnya yang kusut di depan cermin, ia melihat bekas-bekas malam yang panas itu.

"Buas sekali kau Edgar!" gumam Ava.

Pria itu sudah berjanji akan memakannya sampai habis dan ia menepati janji itu.

"Aku harus segera pergi." Ava menemukan tas kecilnya di atas meja meja. Setelah mengorek isinya, Ava mengambil buku cek.

Ava menulis dengan cepat lalu meletakkan cek itu di atas bantal, tepat di samping kepala Edgar.

“Ini adalah transaksi bisnis. Aku tidak akan menuntut mu dan kuharap kau juga melupakan malam ini,” lirihnya.

Ava berjanji tidak akan pernah minum alkohol lagi. Ia menyesali kebodohan yang ia lakukan di bawah pengaruh minuman keras.

Kenapa harus Edgar? Kenapa bukan pria asing yang mudah dilupakan?

*

*

Edgar membuka matanya tak lama setelah pintu apartemennya tertutup. Ia sudah terjaga sejak Ava keluar apartemennya. Ya, pria itu memilih berpura-pura tidur, mengamati setiap gerakan Ava yang tergesa-gesa.

Ia menoleh ke sampingnya. Tempat tidur sudah kosong, hanya menyisakan dingin dan kenangan panas semalam. Namun, matanya langsung tertuju pada selembar kertas di atas bantal. Jari-jarinya yang kuat meremas kertas berharga itu hingga hancur, mengubahnya menjadi robekan kecil tak berarti.

Wajahnya yang tampan menggelap, digelayuti kemarahan yang membara.

“Berani-beraninya dia meninggalkanku setelah mengambil segalanya lalu memintaku melupakan semuanya!”

Meskipun Ava adalah wanita yang ia incar dan dambakan, tindakan gadis itu merusak rasa harga dirinya. Ava memperlakukannya seperti objek bahkan seperti pria bayaran.

“Awas saja kau, Ava Seraphina!” seru Edgar lalu bangkit dari ranjang.

Edgar berjalan ke kamar mandi, menyalakan shower dan membiarkan air dingin membasahi tubuhnya. Malam panas yang terjadi terus terngiang, memicu sensasi yang tak bisa ia lupakan.

Saat membersihkan diri, sebuah pikiran konyol muncul di benaknya.

Bagaimana kalau Ava hamil?

Namun, Edgar langsung menepisnya dengan senyum pahit. “Omong kosong! Aku mandul dan dokter sudah memastikan itu.”

Edgar menatap dirinya di cermin, mencoba meyakinkan diri bahwa keajaiban itu mustahil. Ava tidak mungkin hamil. Ia hanya mendapatkan satu malam yang tak terlupakan, bukan keturunan.

Tapi, di balik semua kemarahan dan penolakannya, ada rasa bangga dan puas yang tak terbantahkan. Edward mendapati bercak merah samar di sprei putih, bukti keperawanan Ava.

“Dia milikku. Setidaknya untuk satu malam.”

Rasa bangga itu mengalahkan rasa marah. Edgar memutuskan. Ia tidak akan membiarkan Ava memperlakukannya seperti sampah sekali pakai.

Begitu selesai mandi dan mengenakan pakaiannya, Edgar menghubungi Jeremy.

“Siapkan semua dokumen. Hari ini aku akan menemui keluarga Ava.”

Sebelum itu, Edgar harus menyelesaikan urusan rumah tangganya dulu. Hubungannya dengan Ivy harus berakhir. Tidak ada lagi pernikahan di atas kertas.

“Aku akan menjadikan Ava satu-satunya wanita dalam hidupku,” tekad Edgar dengan penuh keyakinan.

Terpopuler

Comments

Opi Sofiyanti

Opi Sofiyanti

oooo ivy ank nya Alana y....aku lp ava pny sepu2 cw jg.....😁😁

2025-12-06

1

Macrina Catharina

Macrina Catharina

Wahhh semakin semangat donk Edgargerak cepat biar sahhhh...t

2026-04-16

0

Ima Kristina

Ima Kristina

Kayaknya Ava juga ada rasa sama Edgar

2026-08-01

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!