Chapter 5

Tujuh tahun kemudian...

“Itu dia! Tangkap!” teriak seorang petugas keamanan di lantai teratas museum.

Ava yang kini menyandang nama samaran serigala gila, memaki dalam hati.

“Sial, aku harus segera kabur!”

Operasi malam ini seharusnya berjalan sempurna. Sistem keamanan telah ia pelajari selama dua bulan telah ia hafal.

Namun, tampaknya sebuah sensor laser yang ia yakini sudah dinonaktifkan entah bagaimana kembali berfungsi, mungkin karena pembaruan sistem mendadak atau murni karena kesialan hari itu.

Ava tidak membawa senjata api. Sebagai ahli pencurian kelas kakap, ia tahu senjata api hanya akan memperlambat dan memperburuk situasi.

Yang ia andalkan adalah kecerdasannya yang cepat, kelincahan tubuhnya, dan satu-satunya harta yang ia miliki, mata berlian.

Sebuah berlian biru seukuran ibu jari yang baru saja ia ambil dari balik kaca antipeluru.

Ava mengenakan pakaian yang rapi, bukan catsuit khas pencuri di film-film, melainkan turtleneck hitam ketat, celana chino yang fleksibel, dan sepatu bot kulit ringan. Rambut hitam panjangnya diikat erat, dan separuh wajahnya tertutup topeng kain tipis yang biasa digunakan agar tak mudah dikenali oleh kamera CCTV yang tersisa.

Ava berlari menuju koridor servis. Di sinilah ia akan membuktikan dirinya. Ia tidak panik, melainkan mengaktifkan mode analisis di otaknya.

“Dia menuju utara! Potong jalannya!” teriak pimpinan regu keamanan melalui walkie-talkie.

Ava tiba di depan pintu baja koridor servis. Lima detik. Ia memasukkan flash drive kecil yang terisi virus sederhana ke port akses darurat pintu.

Layar kecil di tangannya menunjukkan proses hacking berjalan lambat, hanya 50%. Sementara petugas keamanan sudah berjarak sepuluh meter.

"Tidak ada waktu."

Ava menendang keras panel kontrol dengan tumit sepatunya. Panel itu penyok, menimbulkan bunyi error yang nyaring, namun kunci pintu berhasil bergeser dan pintu terbuka sedikit.

Ava segera meloloskan diri secepat kilat, tepat sebelum tangan salah satu penjaga berhasil menggapai ujung sepatunya.

“Sialan! Cepat buka pintunya!” seru penjaga di luar.

Di tempat sepi itu, Ava bergerak cepat. Ia tahu, petugas keamanan akan mencoba membuka pintu dari ruang kontrol utama. Ia harus segera mencapai ujung.

Ava bergerak lincah, memanjat tumpukan karung kosong. Sampai ia mendengar bunyi suara pintu di ujung lorong terbuka. Petugas lain sudah menunggu di sana. Mereka mengepungnya.

“Sial!” Ava berhenti tepat di tengah. Ia mengeluarkan Mata Berlian dari kantong rahasia di dalam turtleneck-nya. Ia memegang permata biru itu, membiarkan pantulan cahaya darurat museum menerpanya.

“Menyerah! Kau sudah terkepung!” salah satu petugas berteriak, mengarahkan senter ke wajah Ava.

“Ceroboh,” gumam Ava. Ia kecewa bukan karena tertangkap, melainkan karena ia membuat kesalahan yang ceroboh.

Tapi Ava masih belum kalah.

Di atas kepala petugas di ujung, ada pipa uap panas berukuran besar. Ava melempar tas kecil yang berisi cairan kimia tepat ke sambungan pipa uap itu. Asam itu langsung bereaksi, menggerogoti sambungan kuningan. Dalam tiga detik, pipa itu pecah. Uap panas mendidih menyembur dengan kekuatan tinggi.

“Argh, mataku!” Petugas di kedua ujung koridor menjerit kaget, mata mereka perih dan penglihatan mereka terganggu oleh uap yang tebal.

“Dasar bodoh!” Ava berlari hingga mencapai jalan raya yang ramai, lalu ia membelok dan menghilang ke dalam stasiun kereta bawah tanah.

Dalam waktu tiga menit, ia sudah berganti pakaian di toilet stasiun dan melepaskan topengnya.

“Sangat indah,” gumam Ava sembari menatap berlian itu.

Tujuh tahun yang lalu, Ava Seraphina memutuskan untuk melepaskan semua yang berhubungan dengan warisan, lalu melarikan diri saat dirinya dinyatakan hamil.

Selama itu, Ava hidup di bawah bayang-bayang penyakit yang entah mengapa sampai sekarang tak terbukti membuatnya mati. Dan demi membesarkan dua anak kembarnya, ia bertahan hidup dengan mencuri.

*

*

Ava membuka pintu kontrakan kecilnya dengan kunci duplikat. Aroma teh hangat menyambutnya indera penciumannya.

“Mama dari mana saja?”

Suara lembut itu berasal dari Luca.

Bocah laki-laki berusia enam tahun itu menghampiri Ava, wajahnya tampak pucat dan tubuhnya sedikit limbung.

Ava segera menjatuhkan tasnya, rasa lelahnya sirna melihat kondisi Luca.

“Mama hanya menyelesaikan pekerjaan, Sayang. Kenapa wajahmu pucat sekali?” Ava berjongkok, menyentuh dahi Luca yang terasa hangat.

Uang hasil curian mata berlian malam ini memang khusus disiapkan untuk pemeriksaan kesehatan Luca.

“Pasti Mama mencuri lagi kan? ” Lily duduk tegak di kursinya dengan kedua tangan terlipat di dada. Tidak ada senyum, hanya tatapan tajam dan mendominasi yang mirip sekali dengan pria yang ingin Ava lupakan.

“Mama tidak mencuri, Lily. Mama hanya—”

“Tidak usah berbohong,” potong Lily datar. “Laporan berita pagi tadi mengatakan ada pencurian berlian di museum, dilakukan oleh seorang yang dijuluki serigala gila. Apa itu mama?”

Wajah Ava menegang. Ia harus segera mengalihkan pembicaraan sebelum kecerdasan Lily membongkar lebih banyak rahasianya.

“Mama bukan serigala gila, Lily. Kau tidak boleh asal menuduh,” sahut Luca bergelayut manja di pelukan ibunya.

Lily memutar bola mata dengan malas sambil cemberut. “Baiklah, Lily percaya mama. Tapi tidak lain kali,” ocehnya.

Ava tersenyum, meski hatinya mencelos melihat Luca yang lunglai dan Lily yang terlalu cepat dewasa.

“Sudahlah, yang penting sekarang mama sudah di rumah. Ayo, Luca, kita cek suhu tubuhmu,” ajak Ava membawa Luca ke kamar.

Langkah ava terhenti saat mendengar pertanyaan yang keluar dari bibir Lily.

“Mama, dimana papa?” tanya Lily.

“Papa sudah meninggal,” sahut Luca yang berada di gendongan Ava.

Terpopuler

Comments

Ima Kristina

Ima Kristina

Mungkinkah dokter salah mendianoksa penyakit Ava atau ini sebuah mukjizat karena ada si kembar yang harus Ava besarkan

2026-08-01

0

Asihfitr

Asihfitr

terlalu lemah Edgar diancam si licik Ivy gak bisa lawan mafia BKN si pake trik dong

2026-03-16

0

Nurhartiningsih

Nurhartiningsih

Edgar dibohongi mandul. ava dibohongi kena kangker

2026-03-06

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!