# 19
“Kau telah mengusir kuda – kuda tunggangan kami, Pak Tua !” bentak Garnis, “Perjalanan kami masih jauh, dan kau sengaja menghambatnya... maka, aku takkan memberimu ampun. Terlebih pekerjaan kelompokmu ini membuat resah para penduduk dan para pelancong di kadipaten ini... “ sambung Garnis sementara sepasang matanya memerah, semerah wajahnya yang dibakar oleh amarah.
“Kau pikir aku takut denganmu gadis ingusan ?! Baiklah, tampaknya aku harus segera memberimu pelajaran,” kata pria paruh baya itu sambil melompat tinggi ke udara, bajunya berkibaran di udara, menutup sebagian cahaya matahari senja. Ia mengeraskan jari- jemarinya membentuk cakar dan dengan gerakan cepat menyambar batok kepala Garnis.
“HHIIAA !!”
“WWUUSSHH !!”
Dewi Garnis merasakan hembusan angin panas di atas kepalanya, tampak olehnya sebuah bayangan mirip cakar elang yang seakan memanjang. Ia memiringkan tubuhnya ke samping kanan sementara tangan kanannya terjulur dan menyambut datangnya cakar itu. Saat cakar itu hendak berbenturan dengan tapak tangan Garnis, mendadak tapak tangan wanita itu seakan berubah menjadi banyak dan itu membuat laki – laki paruh baya itu kebingungan. Belum habis rasa kaget dan bingungnya, ia merasakan pergelangan tangannya bagai dibetot oleh sebuah kekuatan tak kasat mata.
Sepasang mata pria paruh baya itu terbelalak manakala melihat bahwa Garnis telah mencengkeram pergelangan tangannya. Gadis itu menyeringai, ia membalikkan badannya dan membanting laki – laki itu ke tanah.
“Mampus, kau, Pak Tua !” ujar Garnis.
Laki – laki paruh baya itu tak dapat menahan kecepatan laju tubuhnya, belum lagi pangkal lengannya yang serasa kebas. Akhirnya, iapun terbanting dengan cukup keras. Wajah pria paruh baya itu memerah. Seumur hidupnya, ia sama sekali belum pernah dibanting sedemikian rupa, apalagi oleh seorang gadis muda dan di hadapan murid – muridnya. Buru – buru ia melompat berdiri, “Ku... Kurang ajar !” kembali dia mengumpat.
“Umurmu sudah lanjut, apa tidak ada kata – kata lain yang…
Senjakala Di Madangkara Dalam Kisah Mengais Suka Diatas Luka
Babak Kesembilan Belas
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 84 Episodes
Comments