# 83
Sementara itu, di sebuah tempat yang cukup jauh dari Hutan Sajuta Sinar, tampak sesosok bayangan menerobos padang ilalang dan semak belukar. Gerakannya cukup lincah sekali sekalipun pada bahu kanannya memondong seseorang bertubuh besar. Hari mulai gelap saat bayangan itu tiba di sebuah bukit kecil dan menghentikan larinya saat orang yang dipikulnya itu terbatuk-batuk dan sesekali memuntahkan darah merah kehitaman.
“Tuan Permadi... kita sudah jauh meninggalkan Hutan Sajuta Sinar dan tampaknya, tak ada seorang pun yang mengikuti kita,” kata orang yang dipondongnya itu lemah.
Orang yang dipanggil dengan sebutan Permadi itu menurut, kemudian menurunkan orang yang dipondongnya dengan hati-hati.
“Siapakah sebenarnya kau, Paman dan apa yang sudah terjadi padaku ?”
“A... aku, aku tidak memiliki banyak waktu lagi, Tuan Permadi, seluruh organ dalamku rusak dan tak mungkin bisa diselamatkan lagi....” kata-kata orang itu semakin lemah, ia merogoh saku bajunya, mengeluarkan sebuah bungkusan kecil dan menyodorkannya kepada Permadi sambil berkata, “Tu... Tuan Permadi, simpanlah ini, kau layak me... me... menerimanya, maka... maka... ahh...“ sebelum menyelesaikan kata-katanya, kembali darah merah kehitaman menyembur keluar, sebagian memercik di wajah dan tubuh Permadi, setelah itu tubuhnya terkulai lemas dan tidak bergerak-gerak lagi. Yah, dua bayangan itu adalah Kalageni dan Permadi yang baru saja melarikan diri dari Padepokan Deung Waja. Rupanya, saat Kalamaja dan Kalageni bertarung, Permadi mulai sadar dari pingsannya, akan tetapi, kondisinya masih lemah sehingga tidak bisa berbuat apa-apa. Ia baru bisa bergerak saat Kalamaja hendak menyelesaikan pukulan terakhirnya ke batok kepala Kalageni. Pada saat itulah, ia dengan cepat menyambar tubuh Kalageni dan meninggalkan tempat itu.
Kolam air panas mendidih telah menyembuhkan luka dalam Permadi bahkan meningkatkan tenaga dalamnya sehingga ia mampu bergerak dengan lincah. Maka dalam waktu singkat, ia sudah jauh meninggalkan Hutan…
Senjakala Di Madangkara Dalam Kisah Mengais Suka Diatas Luka
Babak Kedelapan Puluh Tiga (up) 13012026
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 84 Episodes
Comments