Apartemen Pak Evan

Hari sudah menunjukkan pukul 3 sore, bel pulang sekolah sudah sejak tadi berbunyi. Ternyata Ziyara ketiduran cukup lama di UKS, ia segera bangun dan ingin mengambil tasnya yang berada di dalam kelas. Baru ingin bangun dan menuju ke kelas, tiba-tiba Evan masuk dengan tas miliknya yang sudah berada di tangan gurunya itu.

“Saya capek, enggak mau debat,” ucap Evan yang langsung menggendong Ziyara. “Saya antar pulang.”

Ziyara langsung membelitkan tangannya di leher Evan, ia pun tak ingin berdebat lagi dengan Evan. Evan merasakan nafas Ziyara yang berada di lehernya, ia mati-matian menahan gairahnya.

Setelah sampai di mobil, Evan membuka pintu dan meletakkan Ziyara di kursi depan, setelahnya Evan pun masuk dan memakaikan Ziyara seat belt.

Evan mencium aroma tubuh Ziyara yang membuat adiknya mengeras di bawah sana, tanpa aba-aba lagi, ia mencium bibir tipis Ziyara, menarik narik bibir gadisnya dan melahap lidah manis milik Ziyara.

Karena sudah terbawa suasana, Ziyara pun membalas ciuman dari Evan.

“Nhhhh.”

“Ssshhh ... Ahh,” desah Ziyara.

Ciuman Evan turun ke leher jenjang Ziyara, ia menghirup dalam dalam aroma leher Ziyara, dikecupnya, disantap dan digigit-gigit kecil leher putihnya itu.

“Mmhh, jangan di cupang Pak.”

Evan hanya mengangguk dan melanjutkan kegiatan menyantap leher Ziyara. Ziyara memeluk kepala Evan agar tetap berada di lehernya.

“Ehh ... udah Pak, saya mau pulang, saya harus kerja.”

Evan mengangkat leher Ziyara, mengusap leher gadisnya menggunakan jempolnya dan terakhir menyantap bibir Ziyara.

“Gak usah kerja, ya,” ucap Evan.

“Saya harus kerja Pak, kemarin saya udah di tagih sama wali kelas saya karena nunggak bayar uang bulanan.”

“Nanti saya yang bayarin semua uang sekolah kamu sampai selesai, termasuk kebutuhan pribadi kamu,” ujar Evan.

“Enggak, saya bukan tanggung jawab Bapak.”

“Kita nikah, biar kamu jadi tanggung jawab saya,” jawab Evan serius.

“Saya masih sekolah, Pak, masih punya cita cita yang harus saya gapai,” ketus Ziyara.

“Oke, jawab pertanyaan saya dengan jujur.”

“Iya.”

“Kamu suka enggak sama saya?” tanya Evan.

Ziyara mengangguk, siapa sih yang enggak suka sama guru ganteng di sekolahnya, teman teman bahkan kakak kelasnya pun rata rata menyukai guru olahraganya ini.

“Kenapa suka sama saya?”

“Bapak ganteng, tapi sayang udah punya istri,” jawab Ziyara.

“Saya bisa ceraikan istri saya demi kamu.”

“Gak usah ngaco deh, Pak, ayo jalan. Nanti saya telat!” bentak Ziyara.

“Enggak usah kerja Ziya, kamu enggak dengar apa yang saya bilang tadi?”

“Bapak juga enggak dengar apa yang saya bilang? Saya masih sekolah dan punya cita cita yang harus di gapai, Bapaaak!!”

“Kalau gitu kita pacaran aja dulu, gimana?” paksa Evan.

Ziyara tertawa renyah melihat kelakuan Evan.

“Bapak kenapa, sih? Bapak udah punya istri loh, buk Sabina juga cantik banget,” gumam Ziyara, heran.

“Enggak usah bawa-bawa orang lain, jawab pertanyaan saya tadi, kalau kamu enggak mau nikah sekarang, kita pacaran dulu, ya?”

“Mmm saya pikir-pikir dulu ya, Pak?”

“Saya mau kamu jawab besok,” lagi-lagi Evan memaksa.

“Iya Bapak, ya udah ayo jalan.”

Evan mengemudikan mobilnya menuju rumah Ziyara.

Ziyara heran kenapa Evan bisa tau jalan ke rumahnya, padahal ia belum memberi tahukan pada Evan dimana alamat rumahnya.

“Bapak kok tahu rumah saya?”

“Saya tahu semuanya tentang kamu, Ziya,” jawab Evan.

“Bapak penguntit, ya?” tanya Ziyara tak santai.

“Apa salahnya menguntit orang yang kita sayang?”

Ziyara hanya diam mendengar kata yang keluar dari mulut Evan, ia hanya menganggap itu semua hanya bualan saja. Setelah beberapa saat, mereka pun sampai di rumah kecil Ziyara.

Baru turun dari mobil, Ziyara di kejutkan dengan barang-barangnya yang sudah berada di luar rumah dan tiba-tiba seorang wanita paruh baya keluar dari rumahnya dengan marah-marah.

“Sekarang kamu keluar dari kontrakkan saya Ziyara, kamu janji-janji terus tapi enggak pernah ditepati, sudah 3 bulan kamu nunggak uang kontrakkan!” marah wanita paruh baya tersebut.

Dengan kaki yang terseok-seok Ziyara berjalan ke arah wanita paruh baya itu dan bersimpuh memegang tangannya.

“Buk, saya mohon buk, kasih saya waktu, saya belum punya uang, kalau udah ada uangnya saya bayar semua buk,” jawab Ziyara sambil menangis.

Evan yang melihat itu pun langsung menghampiri Ziyara dan menarik tangannya.

“Bangun!!”

Evan mengeluarkan banyak sekali uang merah dan memberikannya kepada wanita paruh baya itu dan langsung menggendong Ziyara masuk ke dalam mobil.

“Kaki kamu masih sakit, enggak usah keluar mohon-mohon lagi, diam!"

Evan langsung menutup pintu mobil dengan kencang.

Evan mengambil semua barang-barang Ziyara dan memasukkannya ke dalam bagasi lalu ia dengan cepat mengemudikan mobilnya, meninggalkan rumah yang pernah Ziyara tempati.

“Pak, kita mau ke mana?” tanya Ziyara yang masih menangis sesenggukan.

“Apartemen.”

“Bapak!!!!" dengus Ziyara. “Saya bayar kontrakkan aja susah, ini Bapak mau nyari apartement untuk saya tinggal? Saya udah susah jangan di ditambah susah lagi pak, Bapak gila, ya?” teriaknya yang semakin menangis.

Evan menepikan mobilnya di pinggir jalan, ia menarik Ziyara ke dalam pelukannya. Mengusap-usap sayang punggung gadis kecil yang berada dalam pelukannya, sesekali ia kecup dahi Ziyara.

“Enggak capek apa nangis terus? Hm?" tanya Evan dengan lembut.

“Bapak yang bikin nangis terus.”

“Saya mau bawa kamu ke apartement saya, kalau kamu tinggal di sana, itu jadi apartement kita,” ujar Evan.

Evan melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Ziyara, Ia kembali menjalankan mobilnya menuju apartemen.

Fokus dengan menyetirnya, Evan menoleh kekiri untuk melihat Ziyara yang hanya diam, tak terdengar lagi suara tangisan dan isakan, ternyata gadisnya tertidur.

Sesampainya di parkiran apartemen, Evan menggendong tubuh Ziyara dan pergi ke arah lift untuk menuju kamarnya.

Setelah sampai di kamarnya Evan membaringkan tubuh Ziyara di kasur, membuka seragam Ziyara dan hanya menyisakan tantop dan celana dalam saja. Evan memegang burungnya yang sudah sesak ingin keluar.

“Shh ... Oh!!” Evan meremas tombaknya dari luar celana.

Evan membuka baju dan celananya, sama seperti Ziyara, ia hanya menyisakan celana dalamnya saja.

Evan merangkak naik ke atas tubuh Ziyara dan menggesek tombaknya ke rahim Ziyara.

“Ah ... di gesek gini aja enak ... Ah!!”

Ziyara yang merasa terusik pun langsung bangun dan terkejut ketika melihat Evan Sudah berada di atas tubuhnya dengan bertelanjang dada, ia lebih terkejut ketika melihat Evan yang sedang menggesekkan sesuatu di atasnya.

Ziyara mendorong tubuh Evan, ia terkejut lagi ketika melihat kalau ia hanya mengenakan tanktop dan celana dalam saja.

“Bapak ngapain saya?” Tanya Ziyara sambil menutupi dadanya.

“Enggan ngapa-ngapain, Ziya.”

“Bohong.”

“Beneran, orang saya cuma gesek-gesekin titid aja!” jawab Evan jujur.

“Bapak ihh, jorok banget ngomong nya, terus kenapa Bapak gesek-gesekin itu Bapak ke ini saya?”

“Yang kotor lebih enak, saya tergoda lihat kamu,” ucap Evan yang memegang tombaknya.”

“Ohhhh.”

“Bapak kenapa?”

“Napsuh, mau kayak tadi,” jawab Evan dengan mata sayu. “Mau ya, gesek aja kok, hm.”

Ziyara hanya mengangguk, Evan dengan cepat mendekati Ziyara dan menyuruhnya berbaring kembali. Ia mulai menggesekkan tombaknya ke rahim Ziyara.

Terpopuler

Comments

NUR..8537

NUR..8537

salam kenal Kaka😁 lanjuttt 👍👍👍

2025-12-10

3

$u$!

$u$!

isssss kayaknya lg puber tu p.gurunya

2025-12-11

1

Narimah Ahmad

Narimah Ahmad

mulai

2025-12-13

1

lihat semua
Episodes
1 Terlambat ke Sekolah
2 Apartemen Pak Evan
3 Istirahat Sejenak
4 Kesetiaan Seorang Istri
5 Jangan Lari, Ziyara!
6 Awal Permulaan
7 I Love You
8 Jam Istirahat
9 Cemburu Buta
10 Aku Hamil, Mas!
11 Lebih Baik Aku Pergi
12 Jangan Pergi Lagi, Ziyara!
13 Kembali Belajar
14 Aku Pulang!
15 Ziyara Hamil
16 Hamil Muda
17 Menjemput Sabina
18 Kamu Pasti Kuat, Sabina!
19 Mati Satu Tumbuh Seribu
20 Mari Bercerai, Sabina!
21 Selamat Tinggal, Sabina!
22 Tetangga Baru
23 Aku Juga Pernah Jadi Istrimu!
24 Sembilan Bulan
25 Gantengnya Anak Papa!
26 Mati Lampu
27 Rumah Sabina
28 Karma
29 Bu Guru Selena
30 Menginap di Rumah Oma
31 Halaman Rumah
32 Mama Mertua
33 Bill si Anak Nakal
34 Suami Baru Sabina
35 Main Basket
36 Elisabeth Lapar, Pi!
37 Anak Tetangga
38 Berdamai
39 Rujak
40 Adik Baru
41 Jangan Pisahkan Aku, Mas!
42 Bill & Elisabeth
43 Pembantu Baru
44 Balas Dendam
45 Penyesalan
46 Jangan Pergi Lagi, Ziya!
47 Jangan Marah, Mom!
48 Puasa Dulu
49 Sabar Dong, Mas!
50 Bill Takut, Ma!
51 Kejutan dari Bill
52 Daring
53 Melepas Rindu
54 Tak Tergantikan
55 Saudara Sepupu Evan
56 Titip Anak Kita, Ma!
57 Dari Bill untuk Mommy
58 Mobil & Perhiasan
59 Undangan Reoni SMA
60 Sannu Sang Ketua Osis
61 Hukuman untuk Ziyara
62 Cemburu Buta Evan
63 Coco Melon
64 Bolehkah Bill Pergi, Mom?
65 Kunjungan Ratu Elisabeth
66 Maafkan Aku Elisabeth
67 Cinta Lama Bersemi di Kamar
68 Salah Bill, Salah!
69 Maafkan Mommy, Nak!
70 Sekedar Rekan Bisnis
71 Anak Kembar
72 Buah Jambu
73 Kepulangan Bill
74 Selesai
75 PENGUMUMAN
76 Pengantin Baru
77 Cepatlah Punya Momongan!
78 Konsultasi Dokter Bobboy
79 Memiliki Keturunan
80 Sosok Misterius
81 Pertemuan di Kantin
82 Menyambut Pagi
83 Terapi Alternatif
84 Abah Zulkifli
85 Garis Keturunan
86 Ritual
87 Pangeran Kedua
88 Daddy Evan
89 Aril Sang Jelita
90 Welcome, Bill!
91 Buka Pintunya
92 Bang Bill Tercinta
93 Pembantu Baru Bill
94 Bi Inul Pulang!
95 Konsultasi Dr. Bobboy II
96 Bukan Dokter Kandungan
97 Teman Kuliah
98 Ayo Gas, Ayo Gas!
99 Tukang Sayur
100 Gelora Pak Usman
101 Selamat Jalan, Mama!
102 Najjah
103 Tuhan Maha Mengetahui
104 Ayo Pergi, Najjah!
105 4 Bulan Lamanya
106 Hukuman untuk Pengintip
107 Sebelum Masak
108 Bill & Najjah
109 Gagahnya Daddy
110 Menantu Terbaik
111 Kehamilan Najjah
112 Test Pack
113 Help Me, Daddy!
114 Kepergok Bik Sawitun
115 155 Cm
116 Pijat Panggilan
117 Segelas Air
118 Kang Sumirno
119 Pak Tua
120 Menjengguknya
121 Taufan
122 Selamat Datang Suamiku
123 Jepit & Sakit
124 Pecah Ketuban
125 Pernikahan
126 Malam Pertama Daddy
127 Pengintip
128 Di Seberang Pulau
129 Berita Kematian
130 Bill Kecelakaan
131 Malam Temaram
132 Kematian Bill
133 7 Hari
134 Belum Genap 40 Hari
135 Cesar
136 Kembali ke Rumah
137 Taufan & Ellisabeth
138 Mertua Durjana
139 Maafkan Anak Daddy
140 Mang Sumanto
141 Jam Terbang
142 Istri Baru Evan
143 Malam Ritual
144 Guru Pak Guru
145 Guru Tercinta
146 Pelumas Alami
147 T A M A T
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Terlambat ke Sekolah
2
Apartemen Pak Evan
3
Istirahat Sejenak
4
Kesetiaan Seorang Istri
5
Jangan Lari, Ziyara!
6
Awal Permulaan
7
I Love You
8
Jam Istirahat
9
Cemburu Buta
10
Aku Hamil, Mas!
11
Lebih Baik Aku Pergi
12
Jangan Pergi Lagi, Ziyara!
13
Kembali Belajar
14
Aku Pulang!
15
Ziyara Hamil
16
Hamil Muda
17
Menjemput Sabina
18
Kamu Pasti Kuat, Sabina!
19
Mati Satu Tumbuh Seribu
20
Mari Bercerai, Sabina!
21
Selamat Tinggal, Sabina!
22
Tetangga Baru
23
Aku Juga Pernah Jadi Istrimu!
24
Sembilan Bulan
25
Gantengnya Anak Papa!
26
Mati Lampu
27
Rumah Sabina
28
Karma
29
Bu Guru Selena
30
Menginap di Rumah Oma
31
Halaman Rumah
32
Mama Mertua
33
Bill si Anak Nakal
34
Suami Baru Sabina
35
Main Basket
36
Elisabeth Lapar, Pi!
37
Anak Tetangga
38
Berdamai
39
Rujak
40
Adik Baru
41
Jangan Pisahkan Aku, Mas!
42
Bill & Elisabeth
43
Pembantu Baru
44
Balas Dendam
45
Penyesalan
46
Jangan Pergi Lagi, Ziya!
47
Jangan Marah, Mom!
48
Puasa Dulu
49
Sabar Dong, Mas!
50
Bill Takut, Ma!
51
Kejutan dari Bill
52
Daring
53
Melepas Rindu
54
Tak Tergantikan
55
Saudara Sepupu Evan
56
Titip Anak Kita, Ma!
57
Dari Bill untuk Mommy
58
Mobil & Perhiasan
59
Undangan Reoni SMA
60
Sannu Sang Ketua Osis
61
Hukuman untuk Ziyara
62
Cemburu Buta Evan
63
Coco Melon
64
Bolehkah Bill Pergi, Mom?
65
Kunjungan Ratu Elisabeth
66
Maafkan Aku Elisabeth
67
Cinta Lama Bersemi di Kamar
68
Salah Bill, Salah!
69
Maafkan Mommy, Nak!
70
Sekedar Rekan Bisnis
71
Anak Kembar
72
Buah Jambu
73
Kepulangan Bill
74
Selesai
75
PENGUMUMAN
76
Pengantin Baru
77
Cepatlah Punya Momongan!
78
Konsultasi Dokter Bobboy
79
Memiliki Keturunan
80
Sosok Misterius
81
Pertemuan di Kantin
82
Menyambut Pagi
83
Terapi Alternatif
84
Abah Zulkifli
85
Garis Keturunan
86
Ritual
87
Pangeran Kedua
88
Daddy Evan
89
Aril Sang Jelita
90
Welcome, Bill!
91
Buka Pintunya
92
Bang Bill Tercinta
93
Pembantu Baru Bill
94
Bi Inul Pulang!
95
Konsultasi Dr. Bobboy II
96
Bukan Dokter Kandungan
97
Teman Kuliah
98
Ayo Gas, Ayo Gas!
99
Tukang Sayur
100
Gelora Pak Usman
101
Selamat Jalan, Mama!
102
Najjah
103
Tuhan Maha Mengetahui
104
Ayo Pergi, Najjah!
105
4 Bulan Lamanya
106
Hukuman untuk Pengintip
107
Sebelum Masak
108
Bill & Najjah
109
Gagahnya Daddy
110
Menantu Terbaik
111
Kehamilan Najjah
112
Test Pack
113
Help Me, Daddy!
114
Kepergok Bik Sawitun
115
155 Cm
116
Pijat Panggilan
117
Segelas Air
118
Kang Sumirno
119
Pak Tua
120
Menjengguknya
121
Taufan
122
Selamat Datang Suamiku
123
Jepit & Sakit
124
Pecah Ketuban
125
Pernikahan
126
Malam Pertama Daddy
127
Pengintip
128
Di Seberang Pulau
129
Berita Kematian
130
Bill Kecelakaan
131
Malam Temaram
132
Kematian Bill
133
7 Hari
134
Belum Genap 40 Hari
135
Cesar
136
Kembali ke Rumah
137
Taufan & Ellisabeth
138
Mertua Durjana
139
Maafkan Anak Daddy
140
Mang Sumanto
141
Jam Terbang
142
Istri Baru Evan
143
Malam Ritual
144
Guru Pak Guru
145
Guru Tercinta
146
Pelumas Alami
147
T A M A T

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!