Kesetiaan Seorang Istri

“Ohh ... Sshh ... di apain lagi sih Mas punya aku ... Ahh.”

“Cuma di bikin enak aja sayang.”

“Uhhh ... udah Mas ... aku mau pipis ... Mmmh.”

Evan memasukkan kembali jarinya dan mempermainkan rahim Ziyara dengan sangat cepat.

“Ahh … Ampun Mas, udah ... udaaaah Maaass ... aku mau pipis ... ahh ... ahh ... aaaaaaaaakhhhhh.”

Badan Ziyara menggelinjang hebat karena pelepasannya, Evan langsung memeluk tubuh kekasihnya yang masih bergetar.

Setelah puas dengan pelepasannya, Ziyara mengajak Evan untuk mandi karena badannya sudah sangat lengket.

Evan menggendong Ziyara menuju kamar mandi dan mendudukkannya di closet dan menyuruh Ziyara menunggu sembari ia mengisi air di dalam bathup.

Setelah air hangat terisi penuh Evan memasukkan Ziyara ke dalam bath up dan ia pun ikut bersama Ziyara. Menggosok punggung kekasihnya dengan lembut, sesekali menguyel si kembar dengan geram.

“Jangan kenceng-kenceng Mas, sakit tauk.”

“Hehe iya iyaa, maaf ya,” ucap Evan sambil mengecup bahu Ziyara.

“Mas.”

“Iya sayang.”

“Aku takut ketauan sama buk Sabina.”

Evan mendekap kekasihnya dari belakang, menumpukan dagunya di bahu Ziyara.

“Gak usah takut, ada Mas.”

“Kalau ketahuan gimana, Mas?” tanya Ziyara lagi.

“Ya, enggak apa apa .”

“Aku tanya lagi boleh?”

Evan hanya mengangguk.

“Mas beneran suka sama aku?”

“Hmm, bukan cuma suka, tapi cinta.”

“Kok bisa?” tanya Ziyara.

“Entah, kamu ingat enggak waktu kamu jatuh di parkiran beberapa bulan yang lalu? Terus kamu di tolongin sama Sabina,” ujar Evan.

Ziyara mencoba mengingat kembali kejadian beberapa bulan yang lalu, dan ...

“Ohhh iya, iyaa, aku inget, Buk Sabina nolongin aku dan mau ngasih aku tumpangan.”

“Iyaa, tapi kamu nolak,” ucap Evan.

“Sejak saat itu Mas suka merhatiin kamu dari jauh, cari tau semua tentang kamu, dan sekarang Mas beneran dapetin kamu,” ujar Evan dengan mengeratkan pelukannya pada Ziyara.

“Hmm, tapi aku ngerasa enggak tau diri Mas sekarang, buk Sabina itu baik banget, aku malah ada main sama suaminya!”

“Sssssttt, udah enggak usah ngomong apa-apa lagi, enggak usah tanya apa-apa lagi.”

“Aku masih pengen nanya Maaaas,” rengek Ziyara.

“Huh, ya udah mau nanya apa lagi sayang?”

“Mas kenapa sesantai ini? Maksud aku kenapa enggak takut ketahuan sama buk Sabina?” tanya Ziyara.

“Mas enggak cinta sama dia, jadi ngapain Mas takut?”

“Gak cinta kok nikah,” sungut Ziyara.

“Kita dijodohin sayang.”

“Terus Mas pernah ngelakuin hubungan suami istri sama buk Sabina?”

“Hmm, pernah enggak, ya?” Evan berpura-pura berpikir.

“Mas ihh, udah ah,” rajuk Ziyara.

“Gak pernah sayang, kita tidur aja kasurnya ada dua di kamar,” jawab Evan.

“Kalau pegang-pegang atau kayak kita tadi pernah, enggak?”

“Enggak pernah, tapi Sabina sering goda Mas dengan pakai pakaian sexy, kadang dia sering nyosor duluan mau nyium mas,” jujur Evan.

“Mas sambut gitu ciumannya?”

“Enggak cintaku, Mas ngehindar kok, cemburu ya?”

“Ih enggak ya, ngapain cemburu,” ucap Ziyara dengan wajah yang cemberut.

“Ya udah kalau enggak cemburu, besok-besok kalau Sabina nyosor, Mas sambut bibir nya, Mas cium sampai dia lemes.”

Ziyara bangun dari berendamnya, entah kenapa ia tak senang mendengar penuturan Evan.

Apa ia cemburu?

Secepat itu?

“Hahaha, Mas bercanda sayang,” ucap Evan yang kembali menangkap Ziyara yang sudah berdiri.

“Mangkanya, cemburu bilang cemburu ... gitu aja gengsi ... heran deh sama perempuan-perempuan sekarang.”

“Bodo,” jawab Ziyara dengan jutek.

“Mas masukin juga nih, mau?”

“Enggaaak!”

────୨ৎ────

Setelah selesai dengan acara mandi dan sedikit grape-grape, Evan turun ke parkiran apartemennya. Ia mengambil semua barang-barang Ziyara untuk di angkut ke kamarnya.

Setelah kembali ke atas, ia lalu memesan makanan untuk dirinya dan Ziyara.

“Gimana kaki nya, masih sakit?”

“Udah mendingan kok Mas,” jawab Ziyara.

“Sini!” Evan menepuk-nepuk pahanya agar Ziyara duduk di sana.

Baru ingin duduk, bel apartementnya berbunyi. Evan menyuruh Ziyara duduk dan ia segera membuka pintu apartement. Di sana berdiri sang istri dengan membawa kotak bekal.

“Boleh aku masuk, Mas?” tanya Sabina.

“Enggak.”

“Kenapa?”

“Aku lagi tidak menerima tamu,” jawab Evan dengan wajah tanpa ekpresi.

Ziyara yang penasaran kenapa kekasihnya itu lama sekali, ia pun berjalan ke arah pintu untuk melihat. Ketika hendak sampai di sana, Ziyara langsung menyembunyikan dirinya di balik dinding yang tersekat antara ruang tamu dan pintu.

Dadanya berdegup kencang karena yang di depan ternyata istri dari kekasihnya. Ia tak berani beranjak dari sana dan mendengar semua percakapan suami istri itu.

“Aku ini istri kamu Mas, bukan tamu kamu,” ucap Sabina.

“Aku gak perduli, sekarang kamu pergi, aku ingin istirahat Sabina.”

Ketika hendak membalikkan badannya, Sabina menarik lengan Evan dan langsung menyerbu bibir suaminya.

Tangannya dengan lancang menguyel tombak Evan yang masih tertidur.

“Aahhh.” Suara desahan lolos dari mulut Evan.

Ziyara menyaksikan adegan itu dengan hati yang bergemuruh. Ia pergi dari sana dan langsung masuk ke dalam kamar.

Sedang di depan pintu, Evan langsung mendorong dan menepis tangan Sabina.

“Kamu pergi atau aku seret keluar Sabina.”

Bukannya takut, Sabina malah memeluk tubuh Evan, menggesek rahimnya yang masih berbalut celana ke suaminya.

Evan mencoba menjaga kewarasannya agar tidak lepas kontrol untuk menggauli istrinya. Tapi Sabina terus menerus menggodanya dengan gesekan hebat, ia terus menekan-nekan pinggulnya ke Evan.

Mulutnya dengan berani mencibir dan mencolok telinga Evan.

“Berhenti Sabina,” titah Evan menahan godaan dari istrinya.

“Ayo sayang, aku pengen ngerasain kamu, Mas!” bisik Sabina ke telinga Evan sambil mencibir daun telinga suaminya.

“Ehh.”

Evan tak tahan lagi, ia menggendong Sabina dan membawanya ke sofa tempat ia dan Ziyara duduk tadi, dengan gairah yang memuncak ia pun melupakan keberadaan Ziyara.

Evan mencium Sabina dengan kasar, melepaskan baju yang di kenakan Sabina dengan terburu-buru lalu melepaskan bra istrinya. Ia menguyel dadanya dengan kencang.

“Ahhhh, Mas ... yang kenceng lagi Mas,” teriak Sabina.

“Kayak gini?” tanya Evan dengan sangat kencang menguyel dada Sabina.

“Aaahhhh iya sayang. Iyaa.”

Sabina menarik kepala Evan agar berciuman dengannya, Evan menyambut ciuman dari istrinya. Mereka saling menghisap bibir satu sama lain, melahap lidah dan bertukar saliva.

Evan menarik kismis Sabina yang sudah menegang.

“Besar banget punya kamu Sabina.”

“Awhh ... isep, Mas.”

Evan langsung memasukkan kismis besar istrinya ke dalam mulutnya yang hangat, ia menarik kismis itu dengan giginya dan meninggalkan beberapa tanda di sekitaran dada Sabina.

“Anget banget, Mas mulut kamu ... Ehmm ... aku pengen yang bawah, Mas!"

“Pengen di apain?”

“Pengen di masukin, Mas, kamu belum pernah nyentuh aku semenjak kita nikah.”

“Sekarang udah di sentuh, pengen di apain, hm?”

“Diapain aja Mas ... Ehmm.”

“Ssshh ... kamu bikin aku kepingin Sabinaa, berdiri kamu!” titah Evan.

Sabina pun menuruti perkataan suaminya, ia berdiri didepan Evan dengan menggunakan celana dalam saja.

“Bukain!” Evan melirik celananya.

Sabina langsung membuka celana serta celana dalam Evan, ia terkejut melihat betapa besar dan panjangnya, tanpa aba-aba Sabina langsung memasukkannya ke dalam mulutnya.

GLOK!!! GLOK!!! GLOK!!!

“Aahh, enak banget mulut kamu Sabina, aah.”

Sabina yang senang mendengar pujian dari suaminya itu semakin semangat memaju mundurkan kepalanya agar tombak suaminya semakin dalam masuk ke dalam mulutnya.

“Aaahhh ....”

“Ahh ... aahh ... Ahhh.”

“Hhh ... udah Sabina .. masukin!”

JLEBH!!!

Tombak Evan tenggelam di telan rahim istrinya.

Terpopuler

Comments

$u$!

$u$!

lama lama pusing aq bacanya

2025-12-11

1

lihat semua
Episodes
1 Terlambat ke Sekolah
2 Apartemen Pak Evan
3 Istirahat Sejenak
4 Kesetiaan Seorang Istri
5 Jangan Lari, Ziyara!
6 Awal Permulaan
7 I Love You
8 Jam Istirahat
9 Cemburu Buta
10 Aku Hamil, Mas!
11 Lebih Baik Aku Pergi
12 Jangan Pergi Lagi, Ziyara!
13 Kembali Belajar
14 Aku Pulang!
15 Ziyara Hamil
16 Hamil Muda
17 Menjemput Sabina
18 Kamu Pasti Kuat, Sabina!
19 Mati Satu Tumbuh Seribu
20 Mari Bercerai, Sabina!
21 Selamat Tinggal, Sabina!
22 Tetangga Baru
23 Aku Juga Pernah Jadi Istrimu!
24 Sembilan Bulan
25 Gantengnya Anak Papa!
26 Mati Lampu
27 Rumah Sabina
28 Karma
29 Bu Guru Selena
30 Menginap di Rumah Oma
31 Halaman Rumah
32 Mama Mertua
33 Bill si Anak Nakal
34 Suami Baru Sabina
35 Main Basket
36 Elisabeth Lapar, Pi!
37 Anak Tetangga
38 Berdamai
39 Rujak
40 Adik Baru
41 Jangan Pisahkan Aku, Mas!
42 Bill & Elisabeth
43 Pembantu Baru
44 Balas Dendam
45 Penyesalan
46 Jangan Pergi Lagi, Ziya!
47 Jangan Marah, Mom!
48 Puasa Dulu
49 Sabar Dong, Mas!
50 Bill Takut, Ma!
51 Kejutan dari Bill
52 Daring
53 Melepas Rindu
54 Tak Tergantikan
55 Saudara Sepupu Evan
56 Titip Anak Kita, Ma!
57 Dari Bill untuk Mommy
58 Mobil & Perhiasan
59 Undangan Reoni SMA
60 Sannu Sang Ketua Osis
61 Hukuman untuk Ziyara
62 Cemburu Buta Evan
63 Coco Melon
64 Bolehkah Bill Pergi, Mom?
65 Kunjungan Ratu Elisabeth
66 Maafkan Aku Elisabeth
67 Cinta Lama Bersemi di Kamar
68 Salah Bill, Salah!
69 Maafkan Mommy, Nak!
70 Sekedar Rekan Bisnis
71 Anak Kembar
72 Buah Jambu
73 Kepulangan Bill
74 Selesai
75 PENGUMUMAN
76 Pengantin Baru
77 Cepatlah Punya Momongan!
78 Konsultasi Dokter Bobboy
79 Memiliki Keturunan
80 Sosok Misterius
81 Pertemuan di Kantin
82 Menyambut Pagi
83 Terapi Alternatif
84 Abah Zulkifli
85 Garis Keturunan
86 Ritual
87 Pangeran Kedua
88 Daddy Evan
89 Aril Sang Jelita
90 Welcome, Bill!
91 Buka Pintunya
92 Bang Bill Tercinta
93 Pembantu Baru Bill
94 Bi Inul Pulang!
95 Konsultasi Dr. Bobboy II
96 Bukan Dokter Kandungan
97 Teman Kuliah
98 Ayo Gas, Ayo Gas!
99 Tukang Sayur
100 Gelora Pak Usman
101 Selamat Jalan, Mama!
102 Najjah
103 Tuhan Maha Mengetahui
104 Ayo Pergi, Najjah!
105 4 Bulan Lamanya
106 Hukuman untuk Pengintip
107 Sebelum Masak
108 Bill & Najjah
109 Gagahnya Daddy
110 Menantu Terbaik
111 Kehamilan Najjah
112 Test Pack
113 Help Me, Daddy!
114 Kepergok Bik Sawitun
115 155 Cm
116 Pijat Panggilan
117 Segelas Air
118 Kang Sumirno
119 Pak Tua
120 Menjengguknya
121 Taufan
122 Selamat Datang Suamiku
123 Jepit & Sakit
124 Pecah Ketuban
125 Pernikahan
126 Malam Pertama Daddy
127 Pengintip
128 Di Seberang Pulau
129 Berita Kematian
130 Bill Kecelakaan
131 Malam Temaram
132 Kematian Bill
133 7 Hari
134 Belum Genap 40 Hari
135 Cesar
136 Kembali ke Rumah
137 Taufan & Ellisabeth
138 Mertua Durjana
139 Maafkan Anak Daddy
140 Mang Sumanto
141 Jam Terbang
142 Istri Baru Evan
143 Malam Ritual
144 Guru Pak Guru
145 Guru Tercinta
146 Pelumas Alami
147 T A M A T
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Terlambat ke Sekolah
2
Apartemen Pak Evan
3
Istirahat Sejenak
4
Kesetiaan Seorang Istri
5
Jangan Lari, Ziyara!
6
Awal Permulaan
7
I Love You
8
Jam Istirahat
9
Cemburu Buta
10
Aku Hamil, Mas!
11
Lebih Baik Aku Pergi
12
Jangan Pergi Lagi, Ziyara!
13
Kembali Belajar
14
Aku Pulang!
15
Ziyara Hamil
16
Hamil Muda
17
Menjemput Sabina
18
Kamu Pasti Kuat, Sabina!
19
Mati Satu Tumbuh Seribu
20
Mari Bercerai, Sabina!
21
Selamat Tinggal, Sabina!
22
Tetangga Baru
23
Aku Juga Pernah Jadi Istrimu!
24
Sembilan Bulan
25
Gantengnya Anak Papa!
26
Mati Lampu
27
Rumah Sabina
28
Karma
29
Bu Guru Selena
30
Menginap di Rumah Oma
31
Halaman Rumah
32
Mama Mertua
33
Bill si Anak Nakal
34
Suami Baru Sabina
35
Main Basket
36
Elisabeth Lapar, Pi!
37
Anak Tetangga
38
Berdamai
39
Rujak
40
Adik Baru
41
Jangan Pisahkan Aku, Mas!
42
Bill & Elisabeth
43
Pembantu Baru
44
Balas Dendam
45
Penyesalan
46
Jangan Pergi Lagi, Ziya!
47
Jangan Marah, Mom!
48
Puasa Dulu
49
Sabar Dong, Mas!
50
Bill Takut, Ma!
51
Kejutan dari Bill
52
Daring
53
Melepas Rindu
54
Tak Tergantikan
55
Saudara Sepupu Evan
56
Titip Anak Kita, Ma!
57
Dari Bill untuk Mommy
58
Mobil & Perhiasan
59
Undangan Reoni SMA
60
Sannu Sang Ketua Osis
61
Hukuman untuk Ziyara
62
Cemburu Buta Evan
63
Coco Melon
64
Bolehkah Bill Pergi, Mom?
65
Kunjungan Ratu Elisabeth
66
Maafkan Aku Elisabeth
67
Cinta Lama Bersemi di Kamar
68
Salah Bill, Salah!
69
Maafkan Mommy, Nak!
70
Sekedar Rekan Bisnis
71
Anak Kembar
72
Buah Jambu
73
Kepulangan Bill
74
Selesai
75
PENGUMUMAN
76
Pengantin Baru
77
Cepatlah Punya Momongan!
78
Konsultasi Dokter Bobboy
79
Memiliki Keturunan
80
Sosok Misterius
81
Pertemuan di Kantin
82
Menyambut Pagi
83
Terapi Alternatif
84
Abah Zulkifli
85
Garis Keturunan
86
Ritual
87
Pangeran Kedua
88
Daddy Evan
89
Aril Sang Jelita
90
Welcome, Bill!
91
Buka Pintunya
92
Bang Bill Tercinta
93
Pembantu Baru Bill
94
Bi Inul Pulang!
95
Konsultasi Dr. Bobboy II
96
Bukan Dokter Kandungan
97
Teman Kuliah
98
Ayo Gas, Ayo Gas!
99
Tukang Sayur
100
Gelora Pak Usman
101
Selamat Jalan, Mama!
102
Najjah
103
Tuhan Maha Mengetahui
104
Ayo Pergi, Najjah!
105
4 Bulan Lamanya
106
Hukuman untuk Pengintip
107
Sebelum Masak
108
Bill & Najjah
109
Gagahnya Daddy
110
Menantu Terbaik
111
Kehamilan Najjah
112
Test Pack
113
Help Me, Daddy!
114
Kepergok Bik Sawitun
115
155 Cm
116
Pijat Panggilan
117
Segelas Air
118
Kang Sumirno
119
Pak Tua
120
Menjengguknya
121
Taufan
122
Selamat Datang Suamiku
123
Jepit & Sakit
124
Pecah Ketuban
125
Pernikahan
126
Malam Pertama Daddy
127
Pengintip
128
Di Seberang Pulau
129
Berita Kematian
130
Bill Kecelakaan
131
Malam Temaram
132
Kematian Bill
133
7 Hari
134
Belum Genap 40 Hari
135
Cesar
136
Kembali ke Rumah
137
Taufan & Ellisabeth
138
Mertua Durjana
139
Maafkan Anak Daddy
140
Mang Sumanto
141
Jam Terbang
142
Istri Baru Evan
143
Malam Ritual
144
Guru Pak Guru
145
Guru Tercinta
146
Pelumas Alami
147
T A M A T

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!