RESIGN Dan Jadilah ISTRIKU

RESIGN Dan Jadilah ISTRIKU

TOMMASO EDUARDO

Tommaso Eduardo berdiri membelakangi pintu, tangannya mengepal di dalam celana hitam jahitan dari desainer mahal dan terkenal.

Mata tajamnya menatap kota New York yang seolah dia kuasai itu. Tapi malam ini, sebuah pengecualian. Di tengah meja kerja hitam seluas meja biliar, terdapat selembar surat medis terbuka.

‘Kondisi jantung memburuk. Estimasi waktu bertahan 12-18 bulan dengan perawatan optimal.’

Dokumen itu dikirim langsung oleh dr. Lim, dokter pribadi keluarga yang menjelaskan tentang kondisi sang kakek.

Tak lama, suara Finn, asisten pribadinya, terdengar datar tapi tegang. "Tuan … Tuan Lorenzo sudah tiba. Dia bersikeras naik."

Tom tak menjawab. Hanya menghela napas pendek, satu-satunya tanda kejengkelannya.

Hubungannya dengan sang kakek memang tak terlalu dekat karena sejak kecil Tom ditempa menjadi seorang pemimpin di sebuah asrama sekolah elite dan membuatnya sangat jarang bertemu sang kakek.

Kakeknya di sini, larut malam, dengan kondisi cuaca buruk? Ini bukan kunjungan sosial pastinya.

Pintu besar ruangannya terbuka sebelum dia memberi izin. Lorenzo Eduardo, di usianya yang ke-78, memasuki ruangan dengan langkah yang masih mantap, meski tongkat kayu di tangannya mengetuk lantai dengan ritme yang mengingatkan pada bunyi detak jam.

Dia mengenakan jas klasik, wajahnya berkerut dan tatapannya masih setajam silet.

"Keluar, Finn," suara Lorenzo parau tapi penuh wibawa, tanpa menoleh.

Finn pun berbalik pergi, meninggalkan kedua Eduardo sendirian dalam ruangan yang terasa penuh tekanan.

"Kakek," sapa Tom, tetap di tempatnya dekat jendela. "Ini bukan malam yang baik untuk keluar."

"Dan sisa malam-malamku sudah tak banyak, Tom," sahut Lorenzo, mendekati meja. Matanya menyapu ruangan, berhenti pada dokumen medis yang terbuka. Sebuah senyum tipis, masam, muncul di bibirnya. "Sudah baca? Bagus. Menghemat waktuku."

Lorenzo tak duduk. Dia berdiri di seberang meja, kedua tangan bertumpu pada gagang tongkat, menatap cucunya dengan serius.

"Aku tak akan bertele-tele. Aku sakit. Aku akan mati. Dan kekayaan Eduardo, segala yang leluhurku bangun dari nol, butuh penerus yang tak hanya cerdas, tapi juga memiliki akar."

Tom berbalik pelan. Wajahnya, dengan struktur tulang yang sempurna dan dingin, tak berkerut. "Aku penerusmu. Akar itu ada dalam DNA, Kakek. Dalam keputusan bisnis. Bukan dalam ... adat istiadat kuno."

"Ini bukan soal adat, Tom!" bentak Lorenzo, tongkatnya mengetuk lantai sekali. Suaranya bergema. "Ini soal warisan yang lebih besar dari angka di laporan keuangan! Ini soal nama! Keluarga! Sesuatu yang akan terus hidup setelah kita tiada. Sesuatu yang kau, dengan semua kecerdasanmu yang sinis itu, sepertinya sengaja mengabaikan peringatanku."

Tom mencibir. "Keluarga? Orang tuaku meninggalkan aku di asrama mewah dan lebih memilih jet pribadi mereka. Kau sendiri jarang ada di rumah ketika ayahku tumbuh. Kekuatan Eduardo dibangun di atas ambisi dan kalkulasi, bukan di atas makan malam hari Minggu yang sentimental."

Luka lama itu tergores dan terlihat di mata Lorenzo, tapi dia tak mengalah. "Aku tahu! Aku mengejar kekayaan dan mengorbankan hal lain. Aku tak mau kau mengulanginya,” tangannya menunjuk ke luar jendela, ke kerajaan bisnis mereka.

"Jadi, apa yang kau inginkan?" tanya Tom, suaranya begitu dingin. "Aku harus segera menemukan seorang istri, menghasilkan seorang ahli waris, agar perusahaan ini punya nyawa dan penerus? Itu naif. Pernikahan adalah kontrak sosial yang rapuh. Lebih rapuh dari kontrak merger manapun."

"Bukan sembarang pernikahan, Tom," desis Lorenzo, maju selangkah. "Aku ingin kau menemukan seseorang. Seseorang yang bisa melihat sesuatu di balik CEO yang dingin ini. Seseorang yang bisa membuatmu ... merasa."

"Merasa apa?" Tommaso menyeringai sinis. "Lihatlah para elite yang jatuh karena skandal romantis. Lihatlah keputusan buruk yang diambil karena cinta. Aku tak akan membiarkan itu terjadi.”

Lorenzo menarik napas dalam. "Ultimatumku sederhana, Tom. Tunjukkan padaku bahwa kau bisa membangun sebuah keluarga, sebuah rumah yang sesungguhnya. Temukan seorang istri, bisa dari mana saja, dari kalangan mana saja, aku tak peduli asal-usulnya asal dia membuatmu menjadi manusia, dan jalani pernikahan sebelum aku meninggal. Lakukan itu, dan seluruh kekayaan Eduardo, saham, yayasan, aset global, semuanya akan menjadi milikmu tanpa syarat."

Tom berdiri diam, tapi darahnya berdesir cepat karena marah. Ini pemerasan. Ini tak masuk akal.

"Dan jika aku menolak?" tantangnya.

Lorenzo mengangkat bahu. "Maka hartaku akan dialihkan seluruhnya ke yayasan amal. Kau akan tetap menjalankan perusahaan ini sebagai CEO, tentu saja. Tapi kepemilikan, warisan, kekuatan sejati untuk membentuk masa depan Eduardo ... itu akan hilang. Kau akan menjadi seorang karyawan di kerajaanmu sendiri."

"Kakek ..." Tommaso mendekat, mengepalkan tangan di samping tubuhnya. "Kau tahu apa yang telah aku lakukan untuk perusahaan ini. Aku telah menggandakan kekayaannya dalam lima tahun. Aku adalah penyokong utama Eduardo Group!"

"Tidak!" bentak Lorenzo, sekali lagi tongkatnya menghentak. "Kau memang seorang pengelola yang brilian! Tapi seorang pemimpin sejati memimpin dengan hati dan visi! Visi membutuhkan sesuatu untuk diperjuangkan, seseorang untuk diwariskan. Tanpa itu, kau hanya seorang penjaga makam yang mahal."

Lorenzo berbalik, mulai berjalan meninggalkan ruangan, tubuhnya terlihat lebih renta dibandingkan ketika masuk.

"Syarat yang mudah, Tom," ucapnya tanpa menoleh. "Beri aku bukti bahwa ada jantung yang berdetak di balik dada itu. Atau lihat warisan leluhurmu menguap dan bukan takdirmu lagi."

Terpopuler

Comments

Lydia

Lydia

Lanjut Author. Terima Kasih.

2025-12-15

0

evanindia

evanindia

aku baca.a tommato🙈

2026-02-01

0

Ney

Ney

hadir

2026-05-07

0

lihat semua
Episodes
1 TOMMASO EDUARDO
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Menuju Mansion
9 Pelatihan
10 Pelatihan Yang Semakin Sempurna
11 Tandatangan Kontrak
12 Tak Ada Dalam Pelatihan
13 Bertemu Kakek
14 Persiapan Pernikahan
15 Pesta Pernikahan
16 Bulan Madu
17 Hari Pertama Di Maldives
18 Bertemu Seseorang
19 Lari Dari Masa Lalu
20 Kecurigaan Tom
21 Hal Yang Mengejutkan
22 Kedatangan Daniel
23 Mengakhiri Drama
24 Penjelasan Selene
25 Daniel Yang Keras Kepala
26 Akibat Baku Hantam
27 Kursus Membuat Kue
28 Cemburu?
29 Perasaan Yang Melebihi Batas
30 Chef Baru
31 Panggung Kemesraan
32 Mulai Berpikir Untuk Ikut Bermain
33 Imbang
34 Fashion Show
35 Yang Tak Terduga
36 Ciuman Yang Mendebarkan
37 Kedatangan Lorenzo
38 Ultimatum Baru
39 Bingung, Gusar, Galau
40 Kabar Mengejutkan
41 Kesedihan Selene Dan Pelukan Tom
42 Mendampingi
43 Di sisinya
44 Kesepian Yang Menyakitkan
45 Ambisi Baru
46 Butuh Penyegaran
47 Tak terpancing
48 Keributan
49 Kemarahan Tom
50 Seperti Penjaga
51 Kiss
52 Toko Buku
53 Perasaan Anthony
54 Terpancing
55 Kedatangan Tom
56 Pulang
57 Makan Malam
58 Makan Malam Yang …
59 Suara Hati Selene
60 Reaksi Yang Tidak Diinginkan
61 Gelisah
62 Diculik
63 Ternyata Ini Rencana Kakek
64 Panik
65 Bermain Jetski
66 Tak Terduga
67 Tak Bisa Melawan Dan Menolak
68 Gangguan?
69 Nasihat Kakek
70 Finally
71 Kebahagiaan Bertambah
72 Kebahagiaan Yang Bertambah
73 Akhir Yang Membahagiakan
74 ELTON EDUARDO
75 Siapa Pemiliknya?
76 VLEUGELS BAKKER
77 Semakin Menyelam
78 VB : VLEUGELS BAKKER (Haruskah Aku Mencarinya?)
79 Ke Toko Buku
80 Rutinitas Baru
81 Disumbangkan
82 Acara Amal
83 Tak Sengaja Bertemu
84 Pendekatan Langsung
85 Mengantar Vleu
86 Nyaman?
87 Tawaran Vleu
88 Menginap
89 Betah Dan Tak Mau Pulang
90 Mengizinkannya Mendekat
91 Hari Yang Menyenangkan
92 Kiss
93 Sepasang Kekasih?
94 Ingin Tinggal Bersama
95 Seminggu Bersama
96 Bucin
97 Curhat
98 Membuat Gaun
99 Ke Pesta
100 Masih Di Pesta
101 Masa Lalu Yang Terkuak
102 Akan Datang
103 Pertemuan
104 Galau
105 Bertemu Nenek Lagi
106 Akhirnya Diputuskan Untuk Pergi
107 Ke Belanda
108 Tiba
109 Merasa Lengkap
110 Rencana Magdaleen
111 Memusnahkan Dokumen
112 Mengobrol Dengan Anouk
113 Rasa Bersalah Anouk
114 Rencana Magdaleen
115 Vleu Yang Bingung
116 Galau
117 Bicara Dengan Nenek
118 Pesan Mematikan
119 Mencari Kastil
120 Langkah Cepat
121 Ke Denmark
122 Mulai Mencari Cara
123 Masih Mengikuti Sang Nenek
124 Akhirnya Bisa Menghubungi
125 Ke Pesta
126 Tahu Rencana Sang Nenek
127 Rindu
128 Lari
129 Tiba Di Villa
130 Siap Siaga
131 Berjaga
132 Tidur Bersama
133 Malam Tak Terlupakan
134 Berlari Dari Kejaran
135 Sampai Di Sebuah Pulau
136 Melakukannya Lagi
137 Cinta Yang Besar
138 Kembali Ke New York
139 Restu?
Episodes

Updated 139 Episodes

1
TOMMASO EDUARDO
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Menuju Mansion
9
Pelatihan
10
Pelatihan Yang Semakin Sempurna
11
Tandatangan Kontrak
12
Tak Ada Dalam Pelatihan
13
Bertemu Kakek
14
Persiapan Pernikahan
15
Pesta Pernikahan
16
Bulan Madu
17
Hari Pertama Di Maldives
18
Bertemu Seseorang
19
Lari Dari Masa Lalu
20
Kecurigaan Tom
21
Hal Yang Mengejutkan
22
Kedatangan Daniel
23
Mengakhiri Drama
24
Penjelasan Selene
25
Daniel Yang Keras Kepala
26
Akibat Baku Hantam
27
Kursus Membuat Kue
28
Cemburu?
29
Perasaan Yang Melebihi Batas
30
Chef Baru
31
Panggung Kemesraan
32
Mulai Berpikir Untuk Ikut Bermain
33
Imbang
34
Fashion Show
35
Yang Tak Terduga
36
Ciuman Yang Mendebarkan
37
Kedatangan Lorenzo
38
Ultimatum Baru
39
Bingung, Gusar, Galau
40
Kabar Mengejutkan
41
Kesedihan Selene Dan Pelukan Tom
42
Mendampingi
43
Di sisinya
44
Kesepian Yang Menyakitkan
45
Ambisi Baru
46
Butuh Penyegaran
47
Tak terpancing
48
Keributan
49
Kemarahan Tom
50
Seperti Penjaga
51
Kiss
52
Toko Buku
53
Perasaan Anthony
54
Terpancing
55
Kedatangan Tom
56
Pulang
57
Makan Malam
58
Makan Malam Yang …
59
Suara Hati Selene
60
Reaksi Yang Tidak Diinginkan
61
Gelisah
62
Diculik
63
Ternyata Ini Rencana Kakek
64
Panik
65
Bermain Jetski
66
Tak Terduga
67
Tak Bisa Melawan Dan Menolak
68
Gangguan?
69
Nasihat Kakek
70
Finally
71
Kebahagiaan Bertambah
72
Kebahagiaan Yang Bertambah
73
Akhir Yang Membahagiakan
74
ELTON EDUARDO
75
Siapa Pemiliknya?
76
VLEUGELS BAKKER
77
Semakin Menyelam
78
VB : VLEUGELS BAKKER (Haruskah Aku Mencarinya?)
79
Ke Toko Buku
80
Rutinitas Baru
81
Disumbangkan
82
Acara Amal
83
Tak Sengaja Bertemu
84
Pendekatan Langsung
85
Mengantar Vleu
86
Nyaman?
87
Tawaran Vleu
88
Menginap
89
Betah Dan Tak Mau Pulang
90
Mengizinkannya Mendekat
91
Hari Yang Menyenangkan
92
Kiss
93
Sepasang Kekasih?
94
Ingin Tinggal Bersama
95
Seminggu Bersama
96
Bucin
97
Curhat
98
Membuat Gaun
99
Ke Pesta
100
Masih Di Pesta
101
Masa Lalu Yang Terkuak
102
Akan Datang
103
Pertemuan
104
Galau
105
Bertemu Nenek Lagi
106
Akhirnya Diputuskan Untuk Pergi
107
Ke Belanda
108
Tiba
109
Merasa Lengkap
110
Rencana Magdaleen
111
Memusnahkan Dokumen
112
Mengobrol Dengan Anouk
113
Rasa Bersalah Anouk
114
Rencana Magdaleen
115
Vleu Yang Bingung
116
Galau
117
Bicara Dengan Nenek
118
Pesan Mematikan
119
Mencari Kastil
120
Langkah Cepat
121
Ke Denmark
122
Mulai Mencari Cara
123
Masih Mengikuti Sang Nenek
124
Akhirnya Bisa Menghubungi
125
Ke Pesta
126
Tahu Rencana Sang Nenek
127
Rindu
128
Lari
129
Tiba Di Villa
130
Siap Siaga
131
Berjaga
132
Tidur Bersama
133
Malam Tak Terlupakan
134
Berlari Dari Kejaran
135
Sampai Di Sebuah Pulau
136
Melakukannya Lagi
137
Cinta Yang Besar
138
Kembali Ke New York
139
Restu?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!