Tom menyetir dengan agresif, memotong jalur, pikirannya hanya berisi tentang Selene yang tersenyum dan tatapan Anthony padanya.
Hingga akhirnya Tom tiba di toko buku dalam waktu yang cukup singkat. Dia memarkir mobilnya dengan kasar di depan toko.
Melalui kaca jendela, dia bisa melihat Selene dan pria itu masih duduk di tempat yang sama. Percakapan mereka tampak sedang mencapai puncaknya, Anthony tertawa terbahak-bahak karena sesuatu yang dikatakan Selene.
Pemandangan itu menambah amarah Tom. Dia menarik napas dalam-dalam, mengatur dirinya.
Dia tidak boleh terlihat seperti orang yang cemburu dan marah. Dia harus tampak percaya diri, sebagai suami yang peduli, yang hanya kebetulan lewat.
Dia membutuhkan alasan. Pikirannya bekerja cepat. Makan siang. Ya. Dia diundang makan siang oleh salah satu klien bisnisnya.
Dan dia ingin Selene menemaninya. Itu alasan yang masuk akal, bahkan terkesan ingin memperkenalkan istrinya pada dunia bisnisnya.
Tom keluar dari mobilnya dan melihat sang sopir di sebelah mobilnya. “Pergilah. Selene akan pulang bersamaku.”
“Baik, Tuan.”
Lalu Tom berjalan ke arah pintu toko dan mendorongnya perlahan. Dentang lonceng di atas pintu berbunyi nyaring.
Selene dan Anthony sama-sama menengok ke arah sumber suara.
Ekspresi di wajah Selene jelas terkejut, emosi yang sempurna bagi Tom untuk disaksikan. Awalnya, dia hanya sekilas melihat, lalu matanya membelalak, tidak percaya.
Bibirnya yang tadi tersenyum menganga sedikit. Dia seperti anak sekolah yang ketahuan sedang melakukan kesalahan padahal tidak.
Dia dengan cepat menutup buku di depannya dan membalik sampulnya ke bagian belakang agar Tom tak melihat judulnya.
Anthony, di seberang meja, juga terlihat terkejut. Anthony perlahan berdiri.
Tom tersenyum tipis, untuk menunjukkan bahwa dirinya tenang. Dia melangkah mendekati meja mereka.
"Cara ... Aku sedang mencarimu." Dia membungkuk dan memegang dagu Selene, lalu mengecupnya, sebuah tanda kepemilikan dan disengaja di hadapan Anthony.
“Sopir memberitahuku di mana kau berada. Jadi aku menyusulmu kemari. Aku tak mengganggumu, kan?”
"Tidak. Aku hanya membahas tentang buku bersama Anthony," jawab Selene, memaksakan senyum, dan jelas terlihat canggung.
Tom kemudian berpaling kepada Anthony, seolah-olah baru menyadari kehadirannya. Dia mengulurkan tangannya. "Tom. Suami Selene."
Anthony menerima jabat tangan itu. Genggamannya kuat, dan matanya tajam menyelidik. "Anthony. Pemilik tempat ini."
Tom hanya mengangguk kecil tak berarti, dia langsung menggenggam tangan Selene. “Ada makan siang bisnis dan aku ingin kau menemaniku.”
Selene mengangguk dan tersenyum. “Baiklah.”
Lalu Selene menoleh pada Anthony. “Bisa bungkuskan bukuku? Dan juga totalkan dengan kopinya juga.”
“Ambil saja. Kau lama tak kemari dan kuharap kau akan kemari lagi sesering dulu,” sahut Anthony.
Tom mengernyitkan keningnya. “Tidak, aku tak suka istriku menerima barang gratis dari orang lain. Maaf, bukan maksudku menyinggung, tapi itu memang prinsipku.”
“Ya, aku tetap akan membayarnya, Anthony,” sela Selene.
Anthony pun tak bisa memaksa, apalagi tatapan Tom padanya sudah mulai tajam, seolah mengatakan ‘Jangan Menyentuh Milikku!’
“Baiklah,” lalu Anthony mengambil tiga buku tadi dan membawanya ke meja kasir. Tom membungkusnya dengan kertas coklat dan memasukkannya ke dalam paperbag.
Lalu Tom membayarnya dengan uang cash karena harganya yang tak mahal. Setelah itu, mereka berbalik pergi dari sana meninggalkan Anthony yang menatap kepergian mereka dengan mata sendu.
“Pantas saja Selene bersedia menikah dengannya. Dia terlihat sempurna,” gumamnya berbisik sembari menatap Selene yang masuk ke dalam mobil sport mewah milik Tom.
RESIGN Dan Jadilah ISTRIKU
Kedatangan Tom
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 139 Episodes
Comments
Pandin Beatrix
Haishh cemburu tingkat tinggi ni yee 😀
2026-05-25
0
Nelly M
uda cemburu tingkat tinggi si tom² 😂😂😂😂
2026-01-03
0
isni afif
bisa aja bang tom alasan nya......🤣😅😂
2026-01-03
0