Episodes
1 Chapter 1 : Kematian Dr.Milly
2 Chapter 2 : Kegaduhan di IGD
3 Chapter 3 : Menyabotase kematian?
4 Chapter 4 : Ruang pribadi Dr.Milly
5 Chapter 5 : Hal yang diperlukan, tapi terlupakan
6 Chapter 6 : Interogasi pertama
7 Chapter 7 : Kepingan teka-teki
8 Chapter 8 : Detail kecil yang terlewatkan
9 Chapter 9 : Pesan sebuah darah
10 Chapter 10 : Seutas pita merah
11 Chapter 11 : Hadiah kecil Victoria
12 Chapter 12 : Rintihan tengah malam
13 Chapter 13 : Penyelidikan kasus 04
14 Chapter 14 : Cara yang sama untuk menyapa
15 Chapter 15 : Kemarahan dari kegagalan
16 Chapter 16 : Tawa kecil anak residence
17 Chapter 17 : Gosip para residence di IGD
18 Chapter 18 : Mereka tak pernah akur
19 Chapter 19 : Analisis yang serupa dengan aslinya.
20 Chapter 20 : Perawatan di mobil ambulance
21 Chapter 21 : Gadis dengan pita merah nya
22 Chapter 22 : Dinding pembatas jarak
23 Chapter 23 : Rencana kambing hitam
24 Chapter 24 : Menuju kamar mayat
25 Chapter 25 Salah Menduga
26 Chapter 26 : Jadwal Konsultasi
27 Chapter 27 : Gangguan kesehatan anak
28 Chapter 28 : Kamar sementara IGD
29 Chapter 29 : Taman bersama gadis kecil
30 Chapter 30 : Penculikan pasien
31 Chapter 31 : Rahasia di balik dunia medis
32 Chapter 32 : Tingkah aneh Victoria
33 Chapter 33 : Benang merah yang saling terhubung
34 Chapter 34 : Ancaman datang
35 Chapter 35 : Ketakutan atau menuruti perintah
36 Chapter 36 : Kehilangan rasa sakit
37 Chapter 37 : Mimpi aneh gadis kecil
38 Chapter 38 : Antara percaya atau tidak
39 Chapter 39 : Kecurigaan Alexander
40 Chapter 40 : Rasa jengkel
41 Chapter 41 : Janji yang terbongkar
42 Chapter 42 : Jawabannya ada di hatimu
43 Chapter 43 : Sentuhan kematian
44 Chapter 44 : Menyelamatkan rasa membunuh
45 Chapter 45 : Ini bukan rasa bersalah?
46 Chapter 46 : Pesan yang mengejutkan
47 Chapter 47 : Saat sel darah putih menyerah
48 Chapter 48 : Jarum suntik
49 Chapter 49 : Kekhawatiran Ella
50 Chapter 50 : Obat Ella
51 Chapter 51 : Darah di tengah malam
52 Chapter 52 : Akhir dari rasa sakit
53 Chapter 53 : Kamar darah
54 Chapter 54 : Korban yang menghilang
55 Chapter 55 : Tergantung di langit² kamar
56 Chapter 56 : Potongan kepala yang tergantung
57 Chapter 57 : Mayat lain di halaman belakang
58 Chapter 58 : Noda di halaman belakang
59 Chapter 59 : Sosok bayangan dalam mimpi
60 Chapter 60 : Pria jagung ?
61 Chapter 61 : Kekhawatiran Katherine
62 Chapter 62 : Ancaman balasan
63 Chapter 63 : Kemarahan manajer Henry
64 Chapter 64 : Logam di kusen jendela
65 Chapter 65 : Kalimat Janggal
66 Chapter 66 : Kabur dari penjara
67 Chapter 67 : Jadi buruan manusia
68 Chapter 68 : Jalan pintas baru menuju kota
69 Chapter 69 : Jalur yang membekas
70 Chapter 70 : Jalur pintas di pinggir kota
71 Chapter 71 : Nyali yang di uji
72 Chapter 72 : Kematian di balik bayangan pohon
73 Chapter 73 : Gadis pembuat masalah
74 Chapter 74 : Pernah ada disini
75 Chapter 75 : Mansion Alexander
76 Chapter 76 : Julukan Silent Killer
77 Chapter 77 : Menyerah dengan rasa lelah
78 Chapter 78 : Antara kesal dan khawatir
79 Chapter 79 : Wajah yang menipu
80 Chapter 80 : Pria yang tidak memiliki rasa takut
81 Chapter 81 : Drama pagi di rumah sakit
82 Chapter 82 : Kekesalan Alexander
83 Chapter 83 : Muncul dengan ketakutan
84 Chapter 84 : Jeritan di tengah hujan
85 Chapter 85 : Pelaku pembunuhan jack
86 Chapter 86 : Mengemas barang
87 Chapter 87 : Berlari ke basement
88 Chapter 88 : Mengejar Alexander
89 Chapter 89 : Tabrakan di lorong
90 Chapter 90 : Teguran yang di balas abaikan
91 Chapter 91 : Pintu kamar dengan garis kepolisian
92 Chapter 92 : Berkunjung ke kamar Ella
93 Chapter 93 : Kekesalan Alexander pada Victoria
94 Chapter 94 : Kecemburuan gadis lain
95 Chapter 95 : Tidak dekat, tapi dia milikku
96 Chapter 96 : Potongan rekaman cctv
97 Chapter 97 : Tanda yang di tinggalkan setelah konsultasi psikologi
98 Chapter 98 : lamunan di depan kaca
99 Chapter 99 : yang di sembunyikan
100 Chapter 100 : pertanyaan yang tidak pernah berubah
101 Chapter 101 : kemarahan Alexander
102 Chapter 102 : orng yang paling dekat
103 Chapter 103 : Gedoran pintu jam 02.30
104 Chapter 104 : Rasa sakit yang di amati
105 Chapter 105 : Ketukan di jendela
106 Chapter 106 : Sesama Iblis
107 Chapter 107 : Kamar yang berdarah
108 Chapter 108 : Kamar yang berdarah 2
109 Chapter 109 : Kamar yang berdarah 3
110 Chapter 110 : Gadis pembunuh di lorong gelap
111 Chapter 111 : Penyesalan ini hanya milik satu nama
112 Chapter 112 : Sebuah janji
113 Chapter 113 : Artikel 20 tahun yg lalu
114 Chapter 114 : Kebohongan negara
115 Chapter 115 : Melibatkan William dalam kasus ini
116 Chapter 116 : Rencana mengambil cuti
117 Chapter 117 : Tawa kecil di pinggir pantai
118 Chapter 118 : Masa lalu menjadi alasan dari sebuah mimpi 1
119 Chapter 119 : Masa lalu menjadi alasan dari sebuah mimpi 2
120 Chapter 120 : Kecelakaan kecil di dalam Villa
121 Chapter 121 : Di amati dan mengamati
122 Chapter 122 : Pertemuan Alexander dengan William
123 Chapter 123 : Senter dunia kriminal
124 Chapter 124 : Kasus yang tak terpecahkan
125 Chapter 125 : Kecurigaan di jalan pintas
126 Chapter 126 : Menemani seseorang di pesisir pantai
127 Chapter 127 : Rahasia di balik kematian Ella
128 Chapter 128 : Kesabaran Alexander yang di uji
129 Chapter 129 : Salah Mengira
130 Chapter 130 : Bertengkar di balik telepon
131 Chapter 131 : Laporan untuk tuan detektif
132 Chapter 132 : Kerusakan yang tidak bisa disembunyikan
133 Chapter 133 : Tanda di kaki ranjang
134 Chapter 134 : DeadBrain Eksperimen
135 Chapter 135 : Rahasia di kamar mandi
136 Chapter 136 : Ella gadis kecil Marz
137 Chapter 137 : Sebagian ingatan hilang?
138 Chapter 138 : Kemarahan William
139 Chapter 139 : Kebohongan kecil
140 Chapter 140 : hampir menampar nya
141 Chapter 141 : Victoria menawarkan bantuan.
142 Chapter 142 : kebingungan Alexander
143 Chapter 143 : tidak berperan sebagai dokter dalam cerita
144 Chapter 144 : Banyak di bicarakan orang
145 Chapter 145 : sesuatu membuat Victoria gelisah
146 Chapter 146 : barang yang tertinggal
147 Chapter 147 : dicurigai dan mencurigai
148 Chapter 148 : Alexander dan Victoria
149 Chapter 149: yang di cari tidak ada di dalam.
150 Chapter 150 : ruangan manager Henry
151 Chapter 151 : Kecurigaan Alexander pada Rebecca
152 Chapter 152 : Janji gelap Victoria
153 Chapter 153 : Tindakan aneh di bangunan tua.
154 Chapter 154 : ketakutan setengah mati
155 Chapter 155 : kesempatan kedua
156 Chapter 156 : suara dengan data ponsel jauh berbeda
157 Chapter 157 : gedung tempat pembantaian
158 Chapter 158 : Rico mau kemana?
159 Chapter 159 : Rahasia kecil Rico
160 Chapter 160 : cairan infus berwarna biru
161 Chapter 161 : ini yang di sebut tempat terapi?
162 Chapter 162 : Gadis bernama Tori
163 Chapter 163 : Tawaran untuk mengerti
164 Chapter 164 : Ruangan aneh
165 Chapter 165 : Pengaruh obat Noctyra-07
166 Chapter 166 : ide yang di sebut gila
167 Chapter 167 : Tantangan dan kecurigaan
168 Chapter 168 : dua takdir yang tak bisa di hindari
169 Chapter 169 : rahasia gelap rumah sakit
170 Chapter 170 : ingatan yang hilang kini terbentuk kembali.
171 Chapter 171 : Hal yang tidak terduga
172 Chapter 172 : membujuk wanita
173 Chapter 173 : antara penyelidikan dan kecurigaan
174 Chapter 174 : rasa jengkel William
175 Chapter 175 : gadis kecil dalam ambulans
176 Chapter 176 : dapatkan informasi dari gadis kecil
177 Chapter 177 : Penyelidikan gedung tua
178 Chapter 178 : gadis berjaz putih menjadi tersangka bayangan
179 Chapter 179 : Menanti apa yang di nanti
180 Chapter 180 : perintah mundur dari William
181 Chapter 181 : potongan trauma
182 Chapter 182 : kehadiran yang mendatangkan ketegangan.
183 Chapter 183 : apa itu di sebut trauma.
184 Chapter 184: salah mengingat seseorang?
185 Chapter 185 : Permainan kata
186 Chapter 186 : masih dalam pengamatan.
187 Chapter 187 : hubungan pelaku dengan korban pita merah
188 Chapter 188 : asistennya adalah korban kasusnya
189 Chapter 189 : titik terendah Alexander
190 Chapter 190 : posisi Alexander di gantikan
191 191 : Kamar rawat Alexander
192 Chapter 192 : tidak pernah benar-benar mengenal Victoria
193 Chapter 193 : botol obat hasil curian
194 Chapter 194 : lamunan tengah malam.
195 Chapter 195 : Tersangka pertama di temukan
196 Chapter 196 : bagaikan pion catur
197 Chapter 197 : kemarahan William pada detektif kota
198 Chapter 198 : Kembalinya Alexander ke lokasi penyelidikan
199 Chapter 199 : datang mengejar Alexander
200 Chapter 200 : Alexander dan Rebecca
201 Chapter 201 : tidak terlihat jelas
202 Chapter 202 : satu anak lagi di temukan.
203 Chapter 203 : anak kecil di jadikan umpan?
204 Chapter 204 : "nanti dia marah?" siapa?
205 Chapter 205 : melepaskan status penyamaran.
206 Chapter 206 : pergi dengan senyap
207 Chapter 207 : hampir terkena tembakan.
208 Chapter 208 : "seorang gadis?"
209 Chapter 209 : manusia bisa di bentuk.
210 Chapter 210 : "Ruang hukuman"
211 Chapter 211 : terkunci dari luar
212 Chapter 212 : menggosib di tengah bertugas
213 Chapter 213 : kabur dari ruangan
214 Chapter 214 : antara hidup dan mati
215 Chapter 215 : dua bingkai foto dengan tulisan WARNING
216 Chapter 216 : pertarungan kecil Victoria dan Alexander
217 Chapter 217 : perintah tegas Victoria
218 Chapter 218 : menahan diri
219 Chapter 219 : pertemuan William dan Victoria
220 Chapter 220 : bukan bangunan laboratorium tapi rumah sakit.
221 Chapter 221 : jangan mengusik nya.
222 Chapter 222 : di buru skarang memburu
223 Chapter 223 : mencari Victoria
224 Chapter 224 : bertemu William?
225 Chapter 225 : perintah tegas Alexander
226 Chapter 226 : Victoria dimata Alexander
227 Chapter 227 : "Grace?..."
228 Chapter 228 : terancam
229 Chapter 229 : iblis kecil Grace?
230 Chapter 230 : tembakan karna kemarahan
231 Chapter 231 : sama sama manusia?
232 Chapter 232 : Grace telah mengawasi sejak lama
233 Chapter 233 : ledakan awal Victoria.
234 Chapter 234 : menghancurkan barang bukti.
235 Chapter 235 : rencana 15 tahun yang lalu
236 Chapter 236 : akhirnya namanya bisa ku sebut kembali
237 Chapter 237 : Rindu
238 Chapter 238 : selamat dari kematian?
239 Chapter 239 : kembali mencari Victoria.
240 Chapter 240 : janji yang sudah lama hilang
241 Chapter 241 : gadis pemain ekspresi
242 Chapter 242 : Tidak melihatmu sebagai Tori yang dulu
243 Chapter 243 : dua pemikiran yang berbeda
244 Chapter 244 : runtuh.
245 Chapter 245 : Victoria belum kembali
Episodes

Updated 245 Episodes

1
Chapter 1 : Kematian Dr.Milly
2
Chapter 2 : Kegaduhan di IGD
3
Chapter 3 : Menyabotase kematian?
4
Chapter 4 : Ruang pribadi Dr.Milly
5
Chapter 5 : Hal yang diperlukan, tapi terlupakan
6
Chapter 6 : Interogasi pertama
7
Chapter 7 : Kepingan teka-teki
8
Chapter 8 : Detail kecil yang terlewatkan
9
Chapter 9 : Pesan sebuah darah
10
Chapter 10 : Seutas pita merah
11
Chapter 11 : Hadiah kecil Victoria
12
Chapter 12 : Rintihan tengah malam
13
Chapter 13 : Penyelidikan kasus 04
14
Chapter 14 : Cara yang sama untuk menyapa
15
Chapter 15 : Kemarahan dari kegagalan
16
Chapter 16 : Tawa kecil anak residence
17
Chapter 17 : Gosip para residence di IGD
18
Chapter 18 : Mereka tak pernah akur
19
Chapter 19 : Analisis yang serupa dengan aslinya.
20
Chapter 20 : Perawatan di mobil ambulance
21
Chapter 21 : Gadis dengan pita merah nya
22
Chapter 22 : Dinding pembatas jarak
23
Chapter 23 : Rencana kambing hitam
24
Chapter 24 : Menuju kamar mayat
25
Chapter 25 Salah Menduga
26
Chapter 26 : Jadwal Konsultasi
27
Chapter 27 : Gangguan kesehatan anak
28
Chapter 28 : Kamar sementara IGD
29
Chapter 29 : Taman bersama gadis kecil
30
Chapter 30 : Penculikan pasien
31
Chapter 31 : Rahasia di balik dunia medis
32
Chapter 32 : Tingkah aneh Victoria
33
Chapter 33 : Benang merah yang saling terhubung
34
Chapter 34 : Ancaman datang
35
Chapter 35 : Ketakutan atau menuruti perintah
36
Chapter 36 : Kehilangan rasa sakit
37
Chapter 37 : Mimpi aneh gadis kecil
38
Chapter 38 : Antara percaya atau tidak
39
Chapter 39 : Kecurigaan Alexander
40
Chapter 40 : Rasa jengkel
41
Chapter 41 : Janji yang terbongkar
42
Chapter 42 : Jawabannya ada di hatimu
43
Chapter 43 : Sentuhan kematian
44
Chapter 44 : Menyelamatkan rasa membunuh
45
Chapter 45 : Ini bukan rasa bersalah?
46
Chapter 46 : Pesan yang mengejutkan
47
Chapter 47 : Saat sel darah putih menyerah
48
Chapter 48 : Jarum suntik
49
Chapter 49 : Kekhawatiran Ella
50
Chapter 50 : Obat Ella
51
Chapter 51 : Darah di tengah malam
52
Chapter 52 : Akhir dari rasa sakit
53
Chapter 53 : Kamar darah
54
Chapter 54 : Korban yang menghilang
55
Chapter 55 : Tergantung di langit² kamar
56
Chapter 56 : Potongan kepala yang tergantung
57
Chapter 57 : Mayat lain di halaman belakang
58
Chapter 58 : Noda di halaman belakang
59
Chapter 59 : Sosok bayangan dalam mimpi
60
Chapter 60 : Pria jagung ?
61
Chapter 61 : Kekhawatiran Katherine
62
Chapter 62 : Ancaman balasan
63
Chapter 63 : Kemarahan manajer Henry
64
Chapter 64 : Logam di kusen jendela
65
Chapter 65 : Kalimat Janggal
66
Chapter 66 : Kabur dari penjara
67
Chapter 67 : Jadi buruan manusia
68
Chapter 68 : Jalan pintas baru menuju kota
69
Chapter 69 : Jalur yang membekas
70
Chapter 70 : Jalur pintas di pinggir kota
71
Chapter 71 : Nyali yang di uji
72
Chapter 72 : Kematian di balik bayangan pohon
73
Chapter 73 : Gadis pembuat masalah
74
Chapter 74 : Pernah ada disini
75
Chapter 75 : Mansion Alexander
76
Chapter 76 : Julukan Silent Killer
77
Chapter 77 : Menyerah dengan rasa lelah
78
Chapter 78 : Antara kesal dan khawatir
79
Chapter 79 : Wajah yang menipu
80
Chapter 80 : Pria yang tidak memiliki rasa takut
81
Chapter 81 : Drama pagi di rumah sakit
82
Chapter 82 : Kekesalan Alexander
83
Chapter 83 : Muncul dengan ketakutan
84
Chapter 84 : Jeritan di tengah hujan
85
Chapter 85 : Pelaku pembunuhan jack
86
Chapter 86 : Mengemas barang
87
Chapter 87 : Berlari ke basement
88
Chapter 88 : Mengejar Alexander
89
Chapter 89 : Tabrakan di lorong
90
Chapter 90 : Teguran yang di balas abaikan
91
Chapter 91 : Pintu kamar dengan garis kepolisian
92
Chapter 92 : Berkunjung ke kamar Ella
93
Chapter 93 : Kekesalan Alexander pada Victoria
94
Chapter 94 : Kecemburuan gadis lain
95
Chapter 95 : Tidak dekat, tapi dia milikku
96
Chapter 96 : Potongan rekaman cctv
97
Chapter 97 : Tanda yang di tinggalkan setelah konsultasi psikologi
98
Chapter 98 : lamunan di depan kaca
99
Chapter 99 : yang di sembunyikan
100
Chapter 100 : pertanyaan yang tidak pernah berubah
101
Chapter 101 : kemarahan Alexander
102
Chapter 102 : orng yang paling dekat
103
Chapter 103 : Gedoran pintu jam 02.30
104
Chapter 104 : Rasa sakit yang di amati
105
Chapter 105 : Ketukan di jendela
106
Chapter 106 : Sesama Iblis
107
Chapter 107 : Kamar yang berdarah
108
Chapter 108 : Kamar yang berdarah 2
109
Chapter 109 : Kamar yang berdarah 3
110
Chapter 110 : Gadis pembunuh di lorong gelap
111
Chapter 111 : Penyesalan ini hanya milik satu nama
112
Chapter 112 : Sebuah janji
113
Chapter 113 : Artikel 20 tahun yg lalu
114
Chapter 114 : Kebohongan negara
115
Chapter 115 : Melibatkan William dalam kasus ini
116
Chapter 116 : Rencana mengambil cuti
117
Chapter 117 : Tawa kecil di pinggir pantai
118
Chapter 118 : Masa lalu menjadi alasan dari sebuah mimpi 1
119
Chapter 119 : Masa lalu menjadi alasan dari sebuah mimpi 2
120
Chapter 120 : Kecelakaan kecil di dalam Villa
121
Chapter 121 : Di amati dan mengamati
122
Chapter 122 : Pertemuan Alexander dengan William
123
Chapter 123 : Senter dunia kriminal
124
Chapter 124 : Kasus yang tak terpecahkan
125
Chapter 125 : Kecurigaan di jalan pintas
126
Chapter 126 : Menemani seseorang di pesisir pantai
127
Chapter 127 : Rahasia di balik kematian Ella
128
Chapter 128 : Kesabaran Alexander yang di uji
129
Chapter 129 : Salah Mengira
130
Chapter 130 : Bertengkar di balik telepon
131
Chapter 131 : Laporan untuk tuan detektif
132
Chapter 132 : Kerusakan yang tidak bisa disembunyikan
133
Chapter 133 : Tanda di kaki ranjang
134
Chapter 134 : DeadBrain Eksperimen
135
Chapter 135 : Rahasia di kamar mandi
136
Chapter 136 : Ella gadis kecil Marz
137
Chapter 137 : Sebagian ingatan hilang?
138
Chapter 138 : Kemarahan William
139
Chapter 139 : Kebohongan kecil
140
Chapter 140 : hampir menampar nya
141
Chapter 141 : Victoria menawarkan bantuan.
142
Chapter 142 : kebingungan Alexander
143
Chapter 143 : tidak berperan sebagai dokter dalam cerita
144
Chapter 144 : Banyak di bicarakan orang
145
Chapter 145 : sesuatu membuat Victoria gelisah
146
Chapter 146 : barang yang tertinggal
147
Chapter 147 : dicurigai dan mencurigai
148
Chapter 148 : Alexander dan Victoria
149
Chapter 149: yang di cari tidak ada di dalam.
150
Chapter 150 : ruangan manager Henry
151
Chapter 151 : Kecurigaan Alexander pada Rebecca
152
Chapter 152 : Janji gelap Victoria
153
Chapter 153 : Tindakan aneh di bangunan tua.
154
Chapter 154 : ketakutan setengah mati
155
Chapter 155 : kesempatan kedua
156
Chapter 156 : suara dengan data ponsel jauh berbeda
157
Chapter 157 : gedung tempat pembantaian
158
Chapter 158 : Rico mau kemana?
159
Chapter 159 : Rahasia kecil Rico
160
Chapter 160 : cairan infus berwarna biru
161
Chapter 161 : ini yang di sebut tempat terapi?
162
Chapter 162 : Gadis bernama Tori
163
Chapter 163 : Tawaran untuk mengerti
164
Chapter 164 : Ruangan aneh
165
Chapter 165 : Pengaruh obat Noctyra-07
166
Chapter 166 : ide yang di sebut gila
167
Chapter 167 : Tantangan dan kecurigaan
168
Chapter 168 : dua takdir yang tak bisa di hindari
169
Chapter 169 : rahasia gelap rumah sakit
170
Chapter 170 : ingatan yang hilang kini terbentuk kembali.
171
Chapter 171 : Hal yang tidak terduga
172
Chapter 172 : membujuk wanita
173
Chapter 173 : antara penyelidikan dan kecurigaan
174
Chapter 174 : rasa jengkel William
175
Chapter 175 : gadis kecil dalam ambulans
176
Chapter 176 : dapatkan informasi dari gadis kecil
177
Chapter 177 : Penyelidikan gedung tua
178
Chapter 178 : gadis berjaz putih menjadi tersangka bayangan
179
Chapter 179 : Menanti apa yang di nanti
180
Chapter 180 : perintah mundur dari William
181
Chapter 181 : potongan trauma
182
Chapter 182 : kehadiran yang mendatangkan ketegangan.
183
Chapter 183 : apa itu di sebut trauma.
184
Chapter 184: salah mengingat seseorang?
185
Chapter 185 : Permainan kata
186
Chapter 186 : masih dalam pengamatan.
187
Chapter 187 : hubungan pelaku dengan korban pita merah
188
Chapter 188 : asistennya adalah korban kasusnya
189
Chapter 189 : titik terendah Alexander
190
Chapter 190 : posisi Alexander di gantikan
191
191 : Kamar rawat Alexander
192
Chapter 192 : tidak pernah benar-benar mengenal Victoria
193
Chapter 193 : botol obat hasil curian
194
Chapter 194 : lamunan tengah malam.
195
Chapter 195 : Tersangka pertama di temukan
196
Chapter 196 : bagaikan pion catur
197
Chapter 197 : kemarahan William pada detektif kota
198
Chapter 198 : Kembalinya Alexander ke lokasi penyelidikan
199
Chapter 199 : datang mengejar Alexander
200
Chapter 200 : Alexander dan Rebecca
201
Chapter 201 : tidak terlihat jelas
202
Chapter 202 : satu anak lagi di temukan.
203
Chapter 203 : anak kecil di jadikan umpan?
204
Chapter 204 : "nanti dia marah?" siapa?
205
Chapter 205 : melepaskan status penyamaran.
206
Chapter 206 : pergi dengan senyap
207
Chapter 207 : hampir terkena tembakan.
208
Chapter 208 : "seorang gadis?"
209
Chapter 209 : manusia bisa di bentuk.
210
Chapter 210 : "Ruang hukuman"
211
Chapter 211 : terkunci dari luar
212
Chapter 212 : menggosib di tengah bertugas
213
Chapter 213 : kabur dari ruangan
214
Chapter 214 : antara hidup dan mati
215
Chapter 215 : dua bingkai foto dengan tulisan WARNING
216
Chapter 216 : pertarungan kecil Victoria dan Alexander
217
Chapter 217 : perintah tegas Victoria
218
Chapter 218 : menahan diri
219
Chapter 219 : pertemuan William dan Victoria
220
Chapter 220 : bukan bangunan laboratorium tapi rumah sakit.
221
Chapter 221 : jangan mengusik nya.
222
Chapter 222 : di buru skarang memburu
223
Chapter 223 : mencari Victoria
224
Chapter 224 : bertemu William?
225
Chapter 225 : perintah tegas Alexander
226
Chapter 226 : Victoria dimata Alexander
227
Chapter 227 : "Grace?..."
228
Chapter 228 : terancam
229
Chapter 229 : iblis kecil Grace?
230
Chapter 230 : tembakan karna kemarahan
231
Chapter 231 : sama sama manusia?
232
Chapter 232 : Grace telah mengawasi sejak lama
233
Chapter 233 : ledakan awal Victoria.
234
Chapter 234 : menghancurkan barang bukti.
235
Chapter 235 : rencana 15 tahun yang lalu
236
Chapter 236 : akhirnya namanya bisa ku sebut kembali
237
Chapter 237 : Rindu
238
Chapter 238 : selamat dari kematian?
239
Chapter 239 : kembali mencari Victoria.
240
Chapter 240 : janji yang sudah lama hilang
241
Chapter 241 : gadis pemain ekspresi
242
Chapter 242 : Tidak melihatmu sebagai Tori yang dulu
243
Chapter 243 : dua pemikiran yang berbeda
244
Chapter 244 : runtuh.
245
Chapter 245 : Victoria belum kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!