Indonesia
NovelToon NovelToon

Nama Author: `AzizahNur`

Misi Rahasia Dengan Kode Merah

5.0 |

Nama Author: `AzizahNur`

Seorang detektif ternama ditugaskan menyelidiki serangkaian kematian aneh yang tampak seperti kecelakaan, kelalaian kerja, bahkan bunuh diri. Namun, di balik kasus-kasus ringan itu, perlahan terbentuk pola yang mengarah pada sesuatu yang tak terduga.

Di tengah penyelidikan, ia bertemu seorang mahasiswi kedokteran yang aneh dan tak biasa. Gadis itu kerap muncul di saat-saat krusial—memberi analisis, menolong di lapangan, dan membantu mengungkap detail yang luput dari penyelidikan resmi. Hubungan mereka tumbuh akrab, meski bayang-bayang masa lalu gadis itu masih menyisakan luka.

Seiring waktu, kasus-kasus berkembang menjadi pembunuhan berantai yang semakin brutal. Kota yang sempat kembali tenang diguncang teror baru, kali ini tanpa upaya menyamarkan kejahatan. Luka-luka serupa tertinggal di setiap korban, seolah sang pelaku ingin dikenali.

Tak ada yang mengira.

apakah ia sedang memburu seorang pembunuh… atau justru telah berjalan di sampingnya sejak awal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon `AzizahNur`, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi Rahasia Dengan Kode Merah
Noveltoon Downloade Noveltoon Downloade
Pendahuluan | Episodes
Updated 245 Episodes
Naik
  |  
Turun
1
Chapter 1 : Kematian Dr.Milly
2
Chapter 2 : Kegaduhan di IGD
3
Chapter 3 : Menyabotase kematian?
4
Chapter 4 : Ruang pribadi Dr.Milly
5
Chapter 5 : Hal yang diperlukan, tapi terlupakan
6
Chapter 6 : Interogasi pertama
7
Chapter 7 : Kepingan teka-teki
8
Chapter 8 : Detail kecil yang terlewatkan
9
Chapter 9 : Pesan sebuah darah
10
Chapter 10 : Seutas pita merah
11
Chapter 11 : Hadiah kecil Victoria
12
Chapter 12 : Rintihan tengah malam
13
Chapter 13 : Penyelidikan kasus 04
14
Chapter 14 : Cara yang sama untuk menyapa
15
Chapter 15 : Kemarahan dari kegagalan
16
Chapter 16 : Tawa kecil anak residence
17
Chapter 17 : Gosip para residence di IGD
18
Chapter 18 : Mereka tak pernah akur
19
Chapter 19 : Analisis yang serupa dengan aslinya.
20
Chapter 20 : Perawatan di mobil ambulance
21
Chapter 21 : Gadis dengan pita merah nya
22
Chapter 22 : Dinding pembatas jarak
23
Chapter 23 : Rencana kambing hitam
24
Chapter 24 : Menuju kamar mayat
25
Chapter 25 Salah Menduga
26
Chapter 26 : Jadwal Konsultasi
27
Chapter 27 : Gangguan kesehatan anak
28
Chapter 28 : Kamar sementara IGD
29
Chapter 29 : Taman bersama gadis kecil
30
Chapter 30 : Penculikan pasien
31
Chapter 31 : Rahasia di balik dunia medis
32
Chapter 32 : Tingkah aneh Victoria
33
Chapter 33 : Benang merah yang saling terhubung
34
Chapter 34 : Ancaman datang
35
Chapter 35 : Ketakutan atau menuruti perintah
36
Chapter 36 : Kehilangan rasa sakit
37
Chapter 37 : Mimpi aneh gadis kecil
38
Chapter 38 : Antara percaya atau tidak
39
Chapter 39 : Kecurigaan Alexander
40
Chapter 40 : Rasa jengkel
41
Chapter 41 : Janji yang terbongkar
42
Chapter 42 : Jawabannya ada di hatimu
43
Chapter 43 : Sentuhan kematian
44
Chapter 44 : Menyelamatkan rasa membunuh
45
Chapter 45 : Ini bukan rasa bersalah?
46
Chapter 46 : Pesan yang mengejutkan
47
Chapter 47 : Saat sel darah putih menyerah
48
Chapter 48 : Jarum suntik
49
Chapter 49 : Kekhawatiran Ella
50
Chapter 50 : Obat Ella
51
Chapter 51 : Darah di tengah malam
52
Chapter 52 : Akhir dari rasa sakit
53
Chapter 53 : Kamar darah
54
Chapter 54 : Korban yang menghilang
55
Chapter 55 : Tergantung di langit² kamar
56
Chapter 56 : Potongan kepala yang tergantung
57
Chapter 57 : Mayat lain di halaman belakang
58
Chapter 58 : Noda di halaman belakang
59
Chapter 59 : Sosok bayangan dalam mimpi
60
Chapter 60 : Pria jagung ?
61
Chapter 61 : Kekhawatiran Katherine
62
Chapter 62 : Ancaman balasan
63
Chapter 63 : Kemarahan manajer Henry
64
Chapter 64 : Logam di kusen jendela
65
Chapter 65 : Kalimat Janggal
66
Chapter 66 : Kabur dari penjara
67
Chapter 67 : Jadi buruan manusia
68
Chapter 68 : Jalan pintas baru menuju kota
69
Chapter 69 : Jalur yang membekas
70
Chapter 70 : Jalur pintas di pinggir kota
71
Chapter 71 : Nyali yang di uji
72
Chapter 72 : Kematian di balik bayangan pohon
73
Chapter 73 : Gadis pembuat masalah
74
Chapter 74 : Pernah ada disini
75
Chapter 75 : Mansion Alexander
76
Chapter 76 : Julukan Silent Killer
77
Chapter 77 : Menyerah dengan rasa lelah
78
Chapter 78 : Antara kesal dan khawatir
79
Chapter 79 : Wajah yang menipu
80
Chapter 80 : Pria yang tidak memiliki rasa takut
81
Chapter 81 : Drama pagi di rumah sakit
82
Chapter 82 : Kekesalan Alexander
83
Chapter 83 : Muncul dengan ketakutan
84
Chapter 84 : Jeritan di tengah hujan
85
Chapter 85 : Pelaku pembunuhan jack
86
Chapter 86 : Mengemas barang
87
Chapter 87 : Berlari ke basement
88
Chapter 88 : Mengejar Alexander
89
Chapter 89 : Tabrakan di lorong
90
Chapter 90 : Teguran yang di balas abaikan
91
Chapter 91 : Pintu kamar dengan garis kepolisian
92
Chapter 92 : Berkunjung ke kamar Ella
93
Chapter 93 : Kekesalan Alexander pada Victoria
94
Chapter 94 : Kecemburuan gadis lain
95
Chapter 95 : Tidak dekat, tapi dia milikku
96
Chapter 96 : Potongan rekaman cctv
97
Chapter 97 : Tanda yang di tinggalkan setelah konsultasi psikologi
98
Chapter 98 : lamunan di depan kaca
99
Chapter 99 : yang di sembunyikan
100
Chapter 100 : pertanyaan yang tidak pernah berubah
101
Chapter 101 : kemarahan Alexander
102
Chapter 102 : orng yang paling dekat
103
Chapter 103 : Gedoran pintu jam 02.30
104
Chapter 104 : Rasa sakit yang di amati
105
Chapter 105 : Ketukan di jendela
106
Chapter 106 : Sesama Iblis
107
Chapter 107 : Kamar yang berdarah
108
Chapter 108 : Kamar yang berdarah 2
109
Chapter 109 : Kamar yang berdarah 3
110
Chapter 110 : Gadis pembunuh di lorong gelap
111
Chapter 111 : Penyesalan ini hanya milik satu nama
112
Chapter 112 : Sebuah janji
113
Chapter 113 : Artikel 20 tahun yg lalu
114
Chapter 114 : Kebohongan negara
115
Chapter 115 : Melibatkan William dalam kasus ini
116
Chapter 116 : Rencana mengambil cuti
117
Chapter 117 : Tawa kecil di pinggir pantai
118
Chapter 118 : Masa lalu menjadi alasan dari sebuah mimpi 1
119
Chapter 119 : Masa lalu menjadi alasan dari sebuah mimpi 2
120
Chapter 120 : Kecelakaan kecil di dalam Villa
121
Chapter 121 : Di amati dan mengamati
122
Chapter 122 : Pertemuan Alexander dengan William
123
Chapter 123 : Senter dunia kriminal
124
Chapter 124 : Kasus yang tak terpecahkan
125
Chapter 125 : Kecurigaan di jalan pintas
126
Chapter 126 : Menemani seseorang di pesisir pantai
127
Chapter 127 : Rahasia di balik kematian Ella
128
Chapter 128 : Kesabaran Alexander yang di uji
129
Chapter 129 : Salah Mengira
130
Chapter 130 : Bertengkar di balik telepon
131
Chapter 131 : Laporan untuk tuan detektif
132
Chapter 132 : Kerusakan yang tidak bisa disembunyikan
133
Chapter 133 : Tanda di kaki ranjang
134
Chapter 134 : DeadBrain Eksperimen
135
Chapter 135 : Rahasia di kamar mandi
136
Chapter 136 : Ella gadis kecil Marz
137
Chapter 137 : Sebagian ingatan hilang?
138
Chapter 138 : Kemarahan William
139
Chapter 139 : Kebohongan kecil
140
Chapter 140 : hampir menampar nya
141
Chapter 141 : Victoria menawarkan bantuan.
142
Chapter 142 : kebingungan Alexander
143
Chapter 143 : tidak berperan sebagai dokter dalam cerita
144
Chapter 144 : Banyak di bicarakan orang
145
Chapter 145 : sesuatu membuat Victoria gelisah
146
Chapter 146 : barang yang tertinggal
147
Chapter 147 : dicurigai dan mencurigai
148
Chapter 148 : Alexander dan Victoria
149
Chapter 149: yang di cari tidak ada di dalam.
150
Chapter 150 : ruangan manager Henry
151
Chapter 151 : Kecurigaan Alexander pada Rebecca
152
Chapter 152 : Janji gelap Victoria
153
Chapter 153 : Tindakan aneh di bangunan tua.
154
Chapter 154 : ketakutan setengah mati
155
Chapter 155 : kesempatan kedua
156
Chapter 156 : suara dengan data ponsel jauh berbeda
157
Chapter 157 : gedung tempat pembantaian
158
Chapter 158 : Rico mau kemana?
159
Chapter 159 : Rahasia kecil Rico
160
Chapter 160 : cairan infus berwarna biru
161
Chapter 161 : ini yang di sebut tempat terapi?
162
Chapter 162 : Gadis bernama Tori
163
Chapter 163 : Tawaran untuk mengerti
164
Chapter 164 : Ruangan aneh
165
Chapter 165 : Pengaruh obat Noctyra-07
166
Chapter 166 : ide yang di sebut gila
167
Chapter 167 : Tantangan dan kecurigaan
168
Chapter 168 : dua takdir yang tak bisa di hindari
169
Chapter 169 : rahasia gelap rumah sakit
170
Chapter 170 : ingatan yang hilang kini terbentuk kembali.
171
Chapter 171 : Hal yang tidak terduga
172
Chapter 172 : membujuk wanita
173
Chapter 173 : antara penyelidikan dan kecurigaan
174
Chapter 174 : rasa jengkel William
175
Chapter 175 : gadis kecil dalam ambulans
176
Chapter 176 : dapatkan informasi dari gadis kecil
177
Chapter 177 : Penyelidikan gedung tua
178
Chapter 178 : gadis berjaz putih menjadi tersangka bayangan
179
Chapter 179 : Menanti apa yang di nanti
180
Chapter 180 : perintah mundur dari William
181
Chapter 181 : potongan trauma
182
Chapter 182 : kehadiran yang mendatangkan ketegangan.
183
Chapter 183 : apa itu di sebut trauma.
184
Chapter 184: salah mengingat seseorang?
185
Chapter 185 : Permainan kata
186
Chapter 186 : masih dalam pengamatan.
187
Chapter 187 : hubungan pelaku dengan korban pita merah
188
Chapter 188 : asistennya adalah korban kasusnya
189
Chapter 189 : titik terendah Alexander
190
Chapter 190 : posisi Alexander di gantikan
191
191 : Kamar rawat Alexander
192
Chapter 192 : tidak pernah benar-benar mengenal Victoria
193
Chapter 193 : botol obat hasil curian
194
Chapter 194 : lamunan tengah malam.
195
Chapter 195 : Tersangka pertama di temukan
196
Chapter 196 : bagaikan pion catur
197
Chapter 197 : kemarahan William pada detektif kota
198
Chapter 198 : Kembalinya Alexander ke lokasi penyelidikan
199
Chapter 199 : datang mengejar Alexander
200
Chapter 200 : Alexander dan Rebecca
201
Chapter 201 : tidak terlihat jelas
202
Chapter 202 : satu anak lagi di temukan.
203
Chapter 203 : anak kecil di jadikan umpan?
204
Chapter 204 : "nanti dia marah?" siapa?
205
Chapter 205 : melepaskan status penyamaran.
206
Chapter 206 : pergi dengan senyap
207
Chapter 207 : hampir terkena tembakan.
208
Chapter 208 : "seorang gadis?"
209
Chapter 209 : manusia bisa di bentuk.
210
Chapter 210 : "Ruang hukuman"
211
Chapter 211 : terkunci dari luar
212
Chapter 212 : menggosib di tengah bertugas
213
Chapter 213 : kabur dari ruangan
214
Chapter 214 : antara hidup dan mati
215
Chapter 215 : dua bingkai foto dengan tulisan WARNING
216
Chapter 216 : pertarungan kecil Victoria dan Alexander
217
Chapter 217 : perintah tegas Victoria
218
Chapter 218 : menahan diri
219
Chapter 219 : pertemuan William dan Victoria
220
Chapter 220 : bukan bangunan laboratorium tapi rumah sakit.
221
Chapter 221 : jangan mengusik nya.
222
Chapter 222 : di buru skarang memburu
223
Chapter 223 : mencari Victoria
224
Chapter 224 : bertemu William?
225
Chapter 225 : perintah tegas Alexander
226
Chapter 226 : Victoria dimata Alexander
227
Chapter 227 : "Grace?..."
228
Chapter 228 : terancam
229
Chapter 229 : iblis kecil Grace?
230
Chapter 230 : tembakan karna kemarahan
231
Chapter 231 : sama sama manusia?
232
Chapter 232 : Grace telah mengawasi sejak lama
233
Chapter 233 : ledakan awal Victoria.
234
Chapter 234 : menghancurkan barang bukti.
235
Chapter 235 : rencana 15 tahun yang lalu
236
Chapter 236 : akhirnya namanya bisa ku sebut kembali
237
Chapter 237 : Rindu
238
Chapter 238 : selamat dari kematian?
239
Chapter 239 : kembali mencari Victoria.
240
Chapter 240 : janji yang sudah lama hilang
241
Chapter 241 : gadis pemain ekspresi
242
Chapter 242 : Tidak melihatmu sebagai Tori yang dulu
243
Chapter 243 : dua pemikiran yang berbeda
244
Chapter 244 : runtuh.
245
Chapter 245 : Victoria belum kembali
245
Chapter 245 : Victoria belum kembali
244
Chapter 244 : runtuh.
243
Chapter 243 : dua pemikiran yang berbeda
242
Chapter 242 : Tidak melihatmu sebagai Tori yang dulu
241
Chapter 241 : gadis pemain ekspresi
240
Chapter 240 : janji yang sudah lama hilang
239
Chapter 239 : kembali mencari Victoria.
238
Chapter 238 : selamat dari kematian?
237
Chapter 237 : Rindu
236
Chapter 236 : akhirnya namanya bisa ku sebut kembali
235
Chapter 235 : rencana 15 tahun yang lalu
234
Chapter 234 : menghancurkan barang bukti.
233
Chapter 233 : ledakan awal Victoria.
232
Chapter 232 : Grace telah mengawasi sejak lama
231
Chapter 231 : sama sama manusia?
230
Chapter 230 : tembakan karna kemarahan
229
Chapter 229 : iblis kecil Grace?
228
Chapter 228 : terancam
227
Chapter 227 : "Grace?..."
226
Chapter 226 : Victoria dimata Alexander
225
Chapter 225 : perintah tegas Alexander
224
Chapter 224 : bertemu William?
223
Chapter 223 : mencari Victoria
222
Chapter 222 : di buru skarang memburu
221
Chapter 221 : jangan mengusik nya.
220
Chapter 220 : bukan bangunan laboratorium tapi rumah sakit.
219
Chapter 219 : pertemuan William dan Victoria
218
Chapter 218 : menahan diri
217
Chapter 217 : perintah tegas Victoria
216
Chapter 216 : pertarungan kecil Victoria dan Alexander
215
Chapter 215 : dua bingkai foto dengan tulisan WARNING
214
Chapter 214 : antara hidup dan mati
213
Chapter 213 : kabur dari ruangan
212
Chapter 212 : menggosib di tengah bertugas
211
Chapter 211 : terkunci dari luar
210
Chapter 210 : "Ruang hukuman"
209
Chapter 209 : manusia bisa di bentuk.
208
Chapter 208 : "seorang gadis?"
207
Chapter 207 : hampir terkena tembakan.
206
Chapter 206 : pergi dengan senyap
205
Chapter 205 : melepaskan status penyamaran.
204
Chapter 204 : "nanti dia marah?" siapa?
203
Chapter 203 : anak kecil di jadikan umpan?
202
Chapter 202 : satu anak lagi di temukan.
201
Chapter 201 : tidak terlihat jelas
200
Chapter 200 : Alexander dan Rebecca
199
Chapter 199 : datang mengejar Alexander
198
Chapter 198 : Kembalinya Alexander ke lokasi penyelidikan
197
Chapter 197 : kemarahan William pada detektif kota
196
Chapter 196 : bagaikan pion catur
195
Chapter 195 : Tersangka pertama di temukan
194
Chapter 194 : lamunan tengah malam.
193
Chapter 193 : botol obat hasil curian
192
Chapter 192 : tidak pernah benar-benar mengenal Victoria
191
191 : Kamar rawat Alexander
190
Chapter 190 : posisi Alexander di gantikan
189
Chapter 189 : titik terendah Alexander
188
Chapter 188 : asistennya adalah korban kasusnya
187
Chapter 187 : hubungan pelaku dengan korban pita merah
186
Chapter 186 : masih dalam pengamatan.
185
Chapter 185 : Permainan kata
184
Chapter 184: salah mengingat seseorang?
183
Chapter 183 : apa itu di sebut trauma.
182
Chapter 182 : kehadiran yang mendatangkan ketegangan.
181
Chapter 181 : potongan trauma
180
Chapter 180 : perintah mundur dari William
179
Chapter 179 : Menanti apa yang di nanti
178
Chapter 178 : gadis berjaz putih menjadi tersangka bayangan
177
Chapter 177 : Penyelidikan gedung tua
176
Chapter 176 : dapatkan informasi dari gadis kecil
175
Chapter 175 : gadis kecil dalam ambulans
174
Chapter 174 : rasa jengkel William
173
Chapter 173 : antara penyelidikan dan kecurigaan
172
Chapter 172 : membujuk wanita
171
Chapter 171 : Hal yang tidak terduga
170
Chapter 170 : ingatan yang hilang kini terbentuk kembali.
169
Chapter 169 : rahasia gelap rumah sakit
168
Chapter 168 : dua takdir yang tak bisa di hindari
167
Chapter 167 : Tantangan dan kecurigaan
166
Chapter 166 : ide yang di sebut gila
165
Chapter 165 : Pengaruh obat Noctyra-07
164
Chapter 164 : Ruangan aneh
163
Chapter 163 : Tawaran untuk mengerti
162
Chapter 162 : Gadis bernama Tori
161
Chapter 161 : ini yang di sebut tempat terapi?
160
Chapter 160 : cairan infus berwarna biru
159
Chapter 159 : Rahasia kecil Rico
158
Chapter 158 : Rico mau kemana?
157
Chapter 157 : gedung tempat pembantaian
156
Chapter 156 : suara dengan data ponsel jauh berbeda
155
Chapter 155 : kesempatan kedua
154
Chapter 154 : ketakutan setengah mati
153
Chapter 153 : Tindakan aneh di bangunan tua.
152
Chapter 152 : Janji gelap Victoria
151
Chapter 151 : Kecurigaan Alexander pada Rebecca
150
Chapter 150 : ruangan manager Henry
149
Chapter 149: yang di cari tidak ada di dalam.
148
Chapter 148 : Alexander dan Victoria
147
Chapter 147 : dicurigai dan mencurigai
146
Chapter 146 : barang yang tertinggal
145
Chapter 145 : sesuatu membuat Victoria gelisah
144
Chapter 144 : Banyak di bicarakan orang
143
Chapter 143 : tidak berperan sebagai dokter dalam cerita
142
Chapter 142 : kebingungan Alexander
141
Chapter 141 : Victoria menawarkan bantuan.
140
Chapter 140 : hampir menampar nya
139
Chapter 139 : Kebohongan kecil
138
Chapter 138 : Kemarahan William
137
Chapter 137 : Sebagian ingatan hilang?
136
Chapter 136 : Ella gadis kecil Marz
135
Chapter 135 : Rahasia di kamar mandi
134
Chapter 134 : DeadBrain Eksperimen
133
Chapter 133 : Tanda di kaki ranjang
132
Chapter 132 : Kerusakan yang tidak bisa disembunyikan
131
Chapter 131 : Laporan untuk tuan detektif
130
Chapter 130 : Bertengkar di balik telepon
129
Chapter 129 : Salah Mengira
128
Chapter 128 : Kesabaran Alexander yang di uji
127
Chapter 127 : Rahasia di balik kematian Ella
126
Chapter 126 : Menemani seseorang di pesisir pantai
125
Chapter 125 : Kecurigaan di jalan pintas
124
Chapter 124 : Kasus yang tak terpecahkan
123
Chapter 123 : Senter dunia kriminal
122
Chapter 122 : Pertemuan Alexander dengan William
121
Chapter 121 : Di amati dan mengamati
120
Chapter 120 : Kecelakaan kecil di dalam Villa
119
Chapter 119 : Masa lalu menjadi alasan dari sebuah mimpi 2
118
Chapter 118 : Masa lalu menjadi alasan dari sebuah mimpi 1
117
Chapter 117 : Tawa kecil di pinggir pantai
116
Chapter 116 : Rencana mengambil cuti
115
Chapter 115 : Melibatkan William dalam kasus ini
114
Chapter 114 : Kebohongan negara
113
Chapter 113 : Artikel 20 tahun yg lalu
112
Chapter 112 : Sebuah janji
111
Chapter 111 : Penyesalan ini hanya milik satu nama
110
Chapter 110 : Gadis pembunuh di lorong gelap
109
Chapter 109 : Kamar yang berdarah 3
108
Chapter 108 : Kamar yang berdarah 2
107
Chapter 107 : Kamar yang berdarah
106
Chapter 106 : Sesama Iblis
105
Chapter 105 : Ketukan di jendela
104
Chapter 104 : Rasa sakit yang di amati
103
Chapter 103 : Gedoran pintu jam 02.30
102
Chapter 102 : orng yang paling dekat
101
Chapter 101 : kemarahan Alexander
100
Chapter 100 : pertanyaan yang tidak pernah berubah
99
Chapter 99 : yang di sembunyikan
98
Chapter 98 : lamunan di depan kaca
97
Chapter 97 : Tanda yang di tinggalkan setelah konsultasi psikologi
96
Chapter 96 : Potongan rekaman cctv
95
Chapter 95 : Tidak dekat, tapi dia milikku
94
Chapter 94 : Kecemburuan gadis lain
93
Chapter 93 : Kekesalan Alexander pada Victoria
92
Chapter 92 : Berkunjung ke kamar Ella
91
Chapter 91 : Pintu kamar dengan garis kepolisian
90
Chapter 90 : Teguran yang di balas abaikan
89
Chapter 89 : Tabrakan di lorong
88
Chapter 88 : Mengejar Alexander
87
Chapter 87 : Berlari ke basement
86
Chapter 86 : Mengemas barang
85
Chapter 85 : Pelaku pembunuhan jack
84
Chapter 84 : Jeritan di tengah hujan
83
Chapter 83 : Muncul dengan ketakutan
82
Chapter 82 : Kekesalan Alexander
81
Chapter 81 : Drama pagi di rumah sakit
80
Chapter 80 : Pria yang tidak memiliki rasa takut
79
Chapter 79 : Wajah yang menipu
78
Chapter 78 : Antara kesal dan khawatir
77
Chapter 77 : Menyerah dengan rasa lelah
76
Chapter 76 : Julukan Silent Killer
75
Chapter 75 : Mansion Alexander
74
Chapter 74 : Pernah ada disini
73
Chapter 73 : Gadis pembuat masalah
72
Chapter 72 : Kematian di balik bayangan pohon
71
Chapter 71 : Nyali yang di uji
70
Chapter 70 : Jalur pintas di pinggir kota
69
Chapter 69 : Jalur yang membekas
68
Chapter 68 : Jalan pintas baru menuju kota
67
Chapter 67 : Jadi buruan manusia
66
Chapter 66 : Kabur dari penjara
65
Chapter 65 : Kalimat Janggal
64
Chapter 64 : Logam di kusen jendela
63
Chapter 63 : Kemarahan manajer Henry
62
Chapter 62 : Ancaman balasan
61
Chapter 61 : Kekhawatiran Katherine
60
Chapter 60 : Pria jagung ?
59
Chapter 59 : Sosok bayangan dalam mimpi
58
Chapter 58 : Noda di halaman belakang
57
Chapter 57 : Mayat lain di halaman belakang
56
Chapter 56 : Potongan kepala yang tergantung
55
Chapter 55 : Tergantung di langit² kamar
54
Chapter 54 : Korban yang menghilang
53
Chapter 53 : Kamar darah
52
Chapter 52 : Akhir dari rasa sakit
51
Chapter 51 : Darah di tengah malam
50
Chapter 50 : Obat Ella
49
Chapter 49 : Kekhawatiran Ella
48
Chapter 48 : Jarum suntik
47
Chapter 47 : Saat sel darah putih menyerah
46
Chapter 46 : Pesan yang mengejutkan
45
Chapter 45 : Ini bukan rasa bersalah?
44
Chapter 44 : Menyelamatkan rasa membunuh
43
Chapter 43 : Sentuhan kematian
42
Chapter 42 : Jawabannya ada di hatimu
41
Chapter 41 : Janji yang terbongkar
40
Chapter 40 : Rasa jengkel
39
Chapter 39 : Kecurigaan Alexander
38
Chapter 38 : Antara percaya atau tidak
37
Chapter 37 : Mimpi aneh gadis kecil
36
Chapter 36 : Kehilangan rasa sakit
35
Chapter 35 : Ketakutan atau menuruti perintah
34
Chapter 34 : Ancaman datang
33
Chapter 33 : Benang merah yang saling terhubung
32
Chapter 32 : Tingkah aneh Victoria
31
Chapter 31 : Rahasia di balik dunia medis
30
Chapter 30 : Penculikan pasien
29
Chapter 29 : Taman bersama gadis kecil
28
Chapter 28 : Kamar sementara IGD
27
Chapter 27 : Gangguan kesehatan anak
26
Chapter 26 : Jadwal Konsultasi
25
Chapter 25 Salah Menduga
24
Chapter 24 : Menuju kamar mayat
23
Chapter 23 : Rencana kambing hitam
22
Chapter 22 : Dinding pembatas jarak
21
Chapter 21 : Gadis dengan pita merah nya
20
Chapter 20 : Perawatan di mobil ambulance
19
Chapter 19 : Analisis yang serupa dengan aslinya.
18
Chapter 18 : Mereka tak pernah akur
17
Chapter 17 : Gosip para residence di IGD
16
Chapter 16 : Tawa kecil anak residence
15
Chapter 15 : Kemarahan dari kegagalan
14
Chapter 14 : Cara yang sama untuk menyapa
13
Chapter 13 : Penyelidikan kasus 04
12
Chapter 12 : Rintihan tengah malam
11
Chapter 11 : Hadiah kecil Victoria
10
Chapter 10 : Seutas pita merah
9
Chapter 9 : Pesan sebuah darah
8
Chapter 8 : Detail kecil yang terlewatkan
7
Chapter 7 : Kepingan teka-teki
6
Chapter 6 : Interogasi pertama
5
Chapter 5 : Hal yang diperlukan, tapi terlupakan
4
Chapter 4 : Ruang pribadi Dr.Milly
3
Chapter 3 : Menyabotase kematian?
2
Chapter 2 : Kegaduhan di IGD
1
Chapter 1 : Kematian Dr.Milly
Lihat Semua
Descarga Misi Rahasia Dengan Kode Merah PDF
Lapor karya ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!