Don'T Say Divorce

Don'T Say Divorce

01.

" Om.. Tante... bismillah.. insyaallah.. Syifa bersedia menggantikan mbak Mila" dengan mata terpejam dan bibir bergetar, seorang gadis bercadar memberanikan diri mengambil keputusan terbesar dalam hidup nya, walaupun ia sadar dengan sepenuh nya,bahwa keputusan nya mungkin akan membuat impian nya terkubur dalam.

Ya dia adalah cut Nasyifa, yang dengan sangat sadar namun terpaksa harus mengambil keputusan terberat dan terbesar dalam hidup saat ini,tepat di 20 tahun usianya,yaitu menjadi pengantin pengganti sepupu perempuan nya, sedangkan dirinya sudah berstatus sebagai tunangan laki-laki lain.

Nasyifa telah di khitbah oleh seorang laki-laki yang baru dua bulan lalu melamarnya melalui jalan ta'aruf, laki-laki yang telah ia pilih untuk menjadi imam nya, bahkan kedua keluarga telah menentukan satu tahun lagi mereka akan menikah.

Tapi ia juga merasa tak tega melihat wanita yang begitu besar jasanya dalam kehidupan nya selama ini,wanita yang telah merawatnya sejak ia berusia sepuluh tahun hingga kini usianya dua puluh tahun,wanita yang telah memberikan nya kasih sayang layaknya seorang ibu.

Nasyifa juga tak akan mampu melihat kehancuran keluarga om nya yang pastinya harus menanggung malu karena pernikahan itu harus gagal tepat saat menit terakhir,ia tak akan mampu melihat mereka harus menghadapi para tamu dengan wajah malu.

Maka itu ia putuskan, demi untuk menutupi malu dari para tamu dan juga demi menyelamatkan keluarga om nya dari kebangkrutan,ia harus berkorban, mungkin ini adalah salah satu cara ia membalas ketulusan mereka padanya selama ini.

" Subhanallah... terimakasih sayang, terimakasih kamu telah bersedia membantu Om dan Tante,tapi apakah kamu yakin nak? Bagiamana dengan Faaz? Calon suami mu? Apa yang akan kita katakan padanya dan keluarganya sayang?" .

Seorang wanita paruh baya bersimpuh menjatuhkan diri nya di hadapan Nasyifa,pipinya basah dengan air mata,putri kesayangannya pergi meninggalkan hari penting untuk mereka, sedangkan saat ini keponakan suaminya yang justru rela berkorban demi untuk menyelamatkan harga diri keluarga nya.

" Tante...jangan seperti ini, insyaallah Syifa yakin " dengan mantap Nasyifa mengulangi bahwa ia yakin dengan keputusan nya.

" Om akan bicara dengan mereka,Om akan minta maaf pada keluarga mereka,kamu ga harus mengorbankan diri kamu" melihat air mata sang istri,pria paruh baya yang di panggil Om itu segera mengambil keputusan,namun dengan cepat Nasyifa mencegah nya.

" Jangan Om,Syifa yakin dengan keputusan Syifa dan Syifa ikhlas,selama ini Syifa belum pernah melakukan apapun untuk keluarga ini,Syifa juga ingin berguna untuk keluarga ini " Nasyifa masih berusaha meyakinkan pasangan paruh baya yang telah membesarkan nya dan membiayai hidupnya selama ini.

" Tapi tidak dengan mengorbankan diri kamu seperti ini nak,kamu bahkan belum pernah melihat wajah nya, kalian belum pernah bertemu,kamu masih bisa melakukan hal lain selain ini,jangan khawatir, Om akan bicara dan meminta maaf pada mereka"

Tanpa mereka sadari dari balik dinding pembatas, seseorang telah mendengar semuanya,ia mengepalkan tangannya erat,matanya memancarkan ketidak sukaan yang begitu kentara, wajahnya memerah padam,menahan amarahnya.

' Shit....ternyata masih ada yang menggagalkan rencana ku' umpatnya dalam hati, dengan langkah lebar ia segera meninggalkan tempat itu,ia tak sengaja melintas dari tempat itu dan mendengar semuanya saat ia baru saja selesai berbicara dengan seseorang melalui panggilan telepon, ternyata kesenangan yang ia rencanakan hanya sesaat ia rasakan.

" Kamu dari mana Ken?" tanya seorang wanita paruh baya yang masih terlihat begitu cantik dan menarik di usianya yang tak muda lagi.

" Jordan menelpon dan membicarakan sesuatu" jawaban singkat dan padat yang keluar dari bibir pria muda yang akrab dipanggil Ken tersebut.

" kamu ini gimana sih,di hari sepenting ini masih aja ngurusin bisnis,mama kan udah bilang, kosongkan semua jadwal kamu paling tidak satu Minggu,ini hari bersejarah dalam hidup kamu" wanita yang di kenal dengan nyonya Theodore itu mengomel singkat,namun tak ada reaksi yang berarti dari sang putra mahkota.

" Penting bagi mama,ga bagi ku mam" Kenzo menjawab santai,kedua tangan nya berada dalam saku celananya, sedangkan matanya menatap sekeliling yang sebenarnya tak ada yang menarik baginya.

" Kamu...." baru sang mama akan berbicara,suara seseorang menghentikan nya.

" Ma...ada sedikit insiden,mempelai wanita nya menghilang " di tengah perdebatan antara ibu dan anak itu, datang sang kepala keluarga,tuan Antonio Theodore, melaporkan tentang kepergian sang calon menantu.

Mendengar berita yang sang suami sampaikan,nyonya Sarah menatap serius wajah sang suami dengan ekspresi tak percaya.

" Maksud papa apa? Siapa yang menghilang? nadanya terdengar begitu tak percaya.

" Mila ma,calon istri ken,gadis itu menghilang,gimana sih memantu pilihan mama,katanya gadis baik-baik, tapi kok malah kabur dari pernikahannya " cibir tuan Antonio, karena pernikahan itu memang atas keputusan sang istri yang memaksa sang putra untuk segera menikah demi mengabulkan perjanjian nya dengan sang sahabat,yaitu sang calon besan.

" Papa jangan bercanda dong pa" sang nyonya masih belum bisa percaya dengan ucapan sang suami.

" Siapa yang bercanda ma,tapi acara akan tetap berlanjut,kalau memang kita setuju, mempelai wanita nya akan di gantikan oleh keponakan tuan Azhar" .

" Keponakan Tuan Azhar? "tanya nyonya Sarah heran, keningnya sedikit berkerut mencoba mengingat gadis yang suaminya katakan adalah keponakan dari suami sahabatnya,tapi beliau merasa tidak pernah mengenalnya.

" Hem... bagaimana?" tuan Antonio mengangguk mengiyakan seraya bertanya pendapat sang istri.

" Kenapa ga di batalin aja sih? Serasa laki-laki ga laku aku di oper sana sini" Kenzo menyampaikan rasa keberatan nya,namun tak terlihat adanya respon dari kedua orang tuanya.

" Dimana keponakan mereka? Mama mau ketemu dulu" sebagai wanita yang cukup cerdas akhirnya nyonya Sarah memilih menemui sang calon pengganti sebelum memutuskan,beliau bahkan mengabaikan ucapan sang putra.

" Mereka ada di ruangan sebelah " ajak tuan Antonio menyetujui permintaan sang istri.

Dengan langkah pasti pasangan paruh baya itu meninggalkan tempat yang akan dijadikan tempat akad,tentunya setelah meminta izin pada penghulu dengan sedikit alasan yang masuk akal.

Tiba di ruangan yang di tuju,nyonya Sarah tampak terdiam saat melihat wanita di hadapan nya, berdiri seorang wanita dengan pakaian serba tertutup, dress longgar berwarna putih bersih membalut tubuh nya,hijab panjang menjuntai hingga ke dada,di lengkapi dengan kain yang di kenal dengan cadar menutupi hampir seluruh wajahnya, yang terlihat hanya mata bulat di hiasi bulu mata yang terlihat begitu panjang dan lentik,bola matanya terlihat begitu indah dan bening saat menatap, tatapan nya begitu teduh,beliau meyakinkan penglihatan nya, benarkah wanita itu yang akan menjadi menantunya?, pertanyaan itu muncul begitu saja.

" Jeng... maafkan kami dan putri kami,sungguh kami tidak pernah menduga bahwa Mila akan meninggalkan pernikahan nya" dengan cepat nyonya Widia memohon maaf kepada sang sahabat, yaitu nyonya Sarah Theodore,ibu dari Kenzo Axelano Theodore.

" Apakah gadis ini yang akan menggantikan putri kalian?" nona Sarah tak terlalu merespon permintaan maaf sang sahabat,beliau justru terlihat lebih tertarik untuk menanyakan tentang sang pengganti.

Dengan cepat walaupun sedikit ragu,nyonya Widia dan tuan Azhar mengangguk mengiyakan " be-benar jeng,ini Nasyifa, keponakan suami ku,putri dari almarhum adik kandung mas Azhar" nyonya Widia sedikit memperkenalkan tentang keponakan suaminya.

Nyonya Sarah merespon dengan anggukan kecil" bisa tinggal kan kami berdua sebentar? Saya hanya butuh waktu lima menit saja untuk berbicara dengan nya" nyonya Sarah menatap serius sang sahabat.

Tak langsung menjawab,nyonya Widia mengalihkan pandangan nya menatap sang suami, karena walau bagaimanapun suaminya lah yang lebih berhak memutuskan apapun tentang Nasyifa, karena tuan Azhar adalah walinya setelah Ayah kandungnya meninggal dunia sepuluh tahun lalu.

" Baiklah, sayang Tante sama Om di luar ya" nyonya Widia mengiyakan permintaan nyonya Sarah, yang notabene nya adalah sahabat nya sekaligus calon besan.

Nasyifa mengangguk mengiyakan,wajah nya menunduk dalam,kedua tangan nya meremas kuat ujung hijabnya,ia benar-benar tidak sedikitpun berani mengangkat wajah nya untuk menatap wajah cantik wanita paruh baya yang berada di hadapan nya.

" Bisa kita bicara sebentar?" nyonya Sarah lebih dulu memulai pembicaraan.

Dengan cepat Nasyifa mengangguk " Silahkan nyonya" dengan sangat sopan dan suara lirih Nasyifa menjawab.

" Boleh saya melihat wajah kamu?sebelum putra saya mengucapkan ijab qobul nya atas dirimu? tak bermaksud lain,saya hanya ingin tahu seperti apa wajah wanita yang akan menjadi menantu saya"

Tak langsung menjawab,Nasyifa mengangkat wajahnya perlahan, dan dengan gerakan pelan kedua tangan nya terangkat melepas ikatan cadarnya dan menurunkan nya ,saat ini keduanya saling tatap.

' Masyaallah... sungguh indah ciptaan Mu, kebaikan apa yang pernah ku lakukan hingga Tuhan memberikan ku menantu nyaris sempurna seperti gadis ini, amalan apa yang putraku lakukan hingga ia mendapatkan istri sesempurna ini' .

Nyonya Sarah berbicara dalam hati seraya matanya fokus menatap wajah Syifa, bahkan beliau terlihat tak berkedip,hal itu membuat Syifa merasa sangat gugup.

" Apa yang membuat kamu memutuskan untuk menjadi pengganti kakak kamu? Apakah kamu sudah yakin dengan keputusan yang kamu ambil? Sudah kamu pikirkan dengan matang? Ini adalah pernikahan " .

Walaupun dalam hati beliau sangat bahagia mendapatkan yang terlihat jelas lebih baik dari segi manapun,tapi beliau juga ingin meyakinkan diri bahwa hadis di depan nya tak sedang berusaha memberikan harapan palsu.

" Insyaallah saya yakin nyonya,tapi jika keluarga anda merasa keberatan saya tidak akan memaksa,saya akan menerima apapun keputusan yang akan anda dan keluarga anda ambil" , Nasyifa menjawab dengan mantab dan yakin.

Nyonya Sarah mengangguk" Baiklah saya coba percaya dengan ucapan mu dan semoga kamu menjadi menantu terbaik untuk kami dan kamu juga harus siap menjadi anggota keluarga kami" .

Nasyifa mengangguk" Insyaallah... mohon bantuannya untuk bisa menjadi yang terbaik untuk anda dan keluarga,saya masih bagitu banyak kekurangan" .

Mendengar cara Nasyifa berbicara yang terdengar begitu lembut,sopan teratur,nyonya Sarah yakin bahwa gadis yang akan menjadi menantunya itu pasti gadis yang cerdas dan pintar.

" Saya akan kembali menjemput kamu setelah ijab qobul selesai, berdoalah agar semuanya berjalan lancar " nyonya Sarah berpamitan dan tak lupa meminta agar sang calon menantu berdoa memohon untuk kelancaran proses pernikahan nya.

Walaupun sedikit kaku, Nasyifa berusaha untuk mengangguk mengiyakan, walau dalam hati terdalam nya ia justru berharap agar keluarga sang mempelai pria menolak nya dan membatalkan perjodohan itu.

Terpopuler

Comments

🌶3

🌶3

smngat Thor... Q baru baca💪

2025-12-21

0

Nia nurhayati

Nia nurhayati

lanjutt

2026-04-14

0

Taran

Taran

mampir dulu, semangat berkarya

2026-01-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!