Akhirnya...setelah beberapa waktu berlalu, Syifa,Nadine dan. Beberapa teman lainnya, semuanya telah berada di Bali, mereka menginap di sebuah villa mewah,di tempat itu juga nantinya acara anniversary yayasan tempat mereka magang akan di laksanakan.
" Indah ya Sya villa nya,asri banget lagi" Nadine memuji tempat yang saat ini mereka datangi dan akan menginap di villa itu untuk satu malam.
Syifa menanggapi dengan anggukan kecil,ia setuju dengan pendapat sahabat nya " view nya serasa seperti camping di alam bebas ya, arsiteknya keren" Syifa ikutan memuji seperti yang Nadine lakukan.
" Yuk kita ke kamar kita,aku udah request dari awal kalau kita satu kamar " Nadine menarik tangan Syifa yang bergelayut di lengan nya sejak turun dari bus jemputan mereka.
" Hem" Syifa mengangguk mengikuti langkah sahabat nya, keduanya memasuki villa mengikuti para rombongan yang lainnya, mereka berkumpul di lobby menunggu sang kepala yayasan membagikan kunci kamar tidur untuk mereka.
Seperti yang sudah di katakan dan di setujui,Syifa dan Nadine satu kamar, semuanya sudah mendapatkan kunci mereka,setiap kamar di isi oleh dua orang.
" Semuanya...tolong di ingat,villa yang berada di sebelah sana itu adalah villa khusus untuk pemilik yayasan beserta keluarga mereka dan orang-orang terdekat mereka,tolong hindari mendatangi tempat itu " seorang wanita yang menjabat sebagai wakil kepala sekolah memberitahukan kepada mereka semua.
" Baik Bu" jawab mereka serempak, Syifa,Nadine dan beberapa rekan mereka tengah magang di salah satu sekolah swasta ternama, di kota y, keduanya mengambil jurusan sosiologi pendidikan,di sekolah itu Syifa dan Nadine di tempatkan menjadi guru bimbingan konseling.
" Hah...nyaman nya.." Nadine langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang quen size di kamar mereka,Syifa menggeleng melihat kelakuan sahabatnya.
" Mandi dulu ih,jorok banget sih abis dari luar juga" Syifa melayang kan protes pada sahabat terbaiknya itu.
" Five minutes sayang,cuma ngelurusin pinggang doang" Nadine menanggapi Omelan Syifa dengan santai.
" Ya sudah,aku mandi duluan ya, awas ya kalau sampai kamu ketiduran" ancam Syifa sebelum memasuki kamar mandi,Nadine mengangguk mengiyakan.
Di tempat yang berbeda..
Ken memasuki kamar yang sudah di siapkan untuk nya, merebahkan tubuhnya di atas ranjang seraya memejamkan matanya,sebelah tangannya sibuk memijat pelan pelipisnya,kepalanya benar-benar sangat pusing.
" Shit...aku akan menghabisi mereka yang coba-coba mengusik ku" umpat Ken dalam hati, bibirnya terus bergumam memaki keadaan nya saat ini.
kedua sahabat Ken menyusul nya,mereka khawatir dengan keadaan Ken yang sudah mereka yakini pria tampan itu mabuk.
" Dasar keras kepala, anak mami kok sok-sokan minum alkohol,ya gini nih jadinya,bikin khawatir "Jordan mengomel sengit, sedangkan Daniel memilih menghubungi Alex, asisten pribadi Ken,pria dingin dan kaku itu pasti tau cara mengatasi bos nya, mereka tak berani bertindak sembarangan untuk memanggil dokter.
Sekitar sepuluh menit kemudian,Alex datang dengan wajah khawatir,keningnya terlihat berkeringat,tangan nya menenteng paperbag berlogo sebuah apotik.
" Urus tu bos lo,keras kepala banget, sok-sokan minum alkohol,banyak banget lagi,emang nya masalah apa sih yang lagi di hadapinya,berat banget keliatan nya" Daniel memerintahkan Alex untuk segera menangani Ken, sahabat Ken itu terlihat benar-benar khawatir.
Setelah memberikan beberapa butir obat, mereka meninggalkan Ken seorang diri di kamar nya, pria tampan itu terlihat sudah lebih baik juga jauh lebih tenang,ia bahkan terlihat tertidur pulas,hal itu membuat kedua sahabatnya dan asisten nya merasa lega.
" Buruan hampir terlambat, acara sudah di buka dari tadi" Daniel melangkah cepat menuju sebuah tempat, di mana tengah berlangsung nya sebuah pesta.
" Lo juga sih selalu aja mepet,tapi tumben lo yang hadir ,biasanya bokap nyokap lo" Jordan merasa sahabat kalem nya itu sedikit ada perubahan, biasanya,Daniel tak pernah mau saat di minta untuk mengurus yayasan pendidikan milik keluarga nya,bahkan Daniel memilih untuk bergabung bersama Ken dan Jordan, mereka bekerja sama membangun bisnis sendiri yang di ketuai oleh Ken,Ken adalah pemilik saham terbanyak di usaha yang mereka bangun, bisa di katakan bahwa Ken adalah donatur nya.
" Pengen nyoba aja,mana tau tertarik,mau ga mau,suka ga suka yayasan itu jatuhnya tetap ke gue kan,ya gue putuskan mulai sekarang coba aja dikit-dikit,sekalian cari jodoh" Daniel menjawab dengan elegan, ucapannya seakan penuh teka teki bagi Jordan.
" Terserah lo aja sih,gue dukung apapun yang lo putus kan,pada akhirnya kita itu bakal jadi penerus bisnis keluarga juga,mau itu lo,gue terlebih Ken" ya Ken memang secara otomatis akan menjadi pewaris ayah nya,itu karena ken adalah anak tunggal dari kedua orang tuanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
mama yogi
semangat Author cantiiiik....saya semua novel km yg manis dan happy ending....sering² update aya😍😍😍
2025-12-30
0