Pertemuan di Lembah Cermin

Lembah Cermin bagian dalam terasa jauh lebih tenang dibandingkan kekacauan di luar, namun ketenangan itu adalah jenis yang menyesakkan. Di tengah lembah, terdapat sebuah danau kristal yang permukaannya tidak beriak sedikit pun, memantulkan langit terbalik dengan kejernihan yang menyakitkan mata. Di pusat danau itu, sebuah prasasti batu setinggi tiga meter berdiri tegak, memancarkan cahaya perak yang stabil.

Itulah Prasasti Penyeimbang Gravitasi.

Di sekitar danau, puluhan kultivator dari Aliansi Dagang berdiri dalam formasi pertahanan yang ketat. Mereka mengenakan zirah sutra biru yang seragam, masing-masing memegang senjata tingkat tinggi. Namun, perhatian Chen Kai tertuju pada sosok yang berdiri paling dekat dengan prasasti tersebut.

Seorang wanita dengan gaun putih yang mengalir seperti kabut, matanya ditutupi oleh kain sutra transparan bersulam bintang. Ia adalah Nona Peramal. Di sampingnya, berdiri seorang pria paruh baya dengan aura Inti Emas Tahap Akhir yang tajam, bertindak sebagai pengawal pribadinya.

"Nona, koordinatnya hampir stabil," bisik pria itu.

Nona Peramal tidak menjawab. Jari-jarinya yang lentik menari di udara, seolah sedang memetik benang-benang tak kasat mata di dalam ruang. Setiap gerakannya memicu denyutan cahaya pada prasasti tersebut.

TAP.

Chen Kai mendarat di pinggir danau dengan suara yang sangat pelan, namun di tempat sesunyi ini, itu terdengar seperti ledakan.

Seketika, puluhan ujung senjata mengarah ke arahnya.

"Siapa?!" teriak pria pengawal itu, auranya meledak seketika, menciptakan riak di udara.

Chen Kai berjalan maju dengan santai, tangannya di belakang punggung, mengabaikan ancaman senjata di sekelilingnya. Luo Sha mengikuti di belakang, matanya waspada di balik topeng putih.

"Tuan Muda Ye dari Benua Timur," gumam Nona Peramal, suaranya lembut namun mengandung otoritas yang aneh. Ia berhenti menggerakkan tangannya dan 'menoleh' ke arah Chen Kai meskipun matanya tertutup. "Orang yang memenangkan token dengan harga yang sangat... tidak masuk akal."

"Hanya beberapa batu roh untuk kenyamanan, Nona Peramal," jawab Chen Kai dengan nada meremehkan yang sempurna sebagai Tuan Muda kaya. "Aku tidak menyangka Aliansi Dagang yang besar harus bersusah payah memecahkan kode batu tua ini di tempat yang sesak seperti ini."

"Batu tua ini adalah satu-satunya jalan menuju Istana Terbalik tanpa hancur menjadi debu," sahut pria pengawal itu dengan geram. "Tuan Muda Ye, jika Anda tidak ingin mencari masalah, sebaiknya Anda berdiri di sana dan tidak mengganggu ritual Nona kami."

Chen Kai tertawa kecil. "Mengganggu? Aku justru datang untuk membantu. Dari pengamatanku, kalian telah salah menghitung frekuensi ruangnya sejak awal. Kau mencoba menyeimbangkan gravitasi, padahal yang perlu kau lakukan adalah menghilangkan konsep gravitasi itu sendiri di titik ini."

Mendengar itu, Nona Peramal sedikit tersentak. Kain penutup matanya sedikit bergetar. "Menghilangkan konsepnya? Itu adalah pemahaman yang hanya dimiliki oleh mereka yang menyentuh hukum tingkat tinggi. Bagaimana kau bisa tahu?"

"Aku melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh mata biasa," jawab Chen Kai misterius.

Nona Peramal diam sejenak, lalu ia melakukan sesuatu yang membuat seluruh pengawalnya tegang. Ia melepaskan sedikit kekuatan jiwanya—Seni Ramalan Surgawi—untuk mencoba mengintip takdir dan identitas asli pria di depannya.

Bagi kultivator biasa, ini adalah pemeriksaan indra yang tidak terasa. Namun bagi Chen Kai, ini adalah serangan mental yang halus.

WUNG!

Di dalam Dantian Chen Kai, Mutiara Hitam tiba-tiba berputar sekali. Aura Stasis meledak secara internal, menciptakan dinding hampa yang menelan semua persepsi Nona Peramal.

Di dunia nyata, Nona Peramal terhuyung mundur satu langkah. Darah tipis mengalir dari sudut bibirnya yang pucat.

"Nona!" Para pengawal panik.

"Jangan bergerak!" perintah Nona Peramal dengan suara bergetar. Ia menempelkan tangannya ke dadanya, mencoba menenangkan jiwanya yang terguncang. 'Mata'-nya yang tertutup kini menatap Chen Kai dengan horor yang tidak bisa disembunyikan.

"Kosong..." bisiknya. "Takdirmu... tidak ada. Kau tidak memiliki benang di dunia ini. Siapa... siapa kau sebenarnya?"

Chen Kai menyipitkan mata. Ia sedikit terkejut bahwa teknik wanita ini cukup kuat untuk memicu reaksi otomatis Mutiara Hitam.

"Aku adalah variabel yang tidak bisa kau ramalkan, Nona," kata Chen Kai, auranya tiba-tiba menjadi sangat berat, menekan seluruh area danau. "Sekarang, karena kau sudah mencoba mengintip rahasia pribadiku, aku rasa aku berhak mendapatkan bagian dari informasi pada prasasti itu."

Tepat saat ketegangan mencapai puncaknya, sebuah suara tawa serak yang sangat familiar terdengar dari arah hutan batu di belakang mereka.

"Hahaha! Sangat menarik! Nona Peramal yang agung terluka oleh seorang pemuda kaya? Sepertinya perjalanan ini tidak akan membosankan!"

Dari balik kabut, muncul sosok pelayan tua bungkuk dari Ruang Nomor 1. Ia berjalan perlahan, namun setiap langkahnya membuat kristal di danau itu retak. Di belakangnya, melayang sebuah tandu tertutup yang memancarkan aura dingin yang membekukan darah.

"Si Tua dari Ruang 1..." Luo Sha berbisik, tangannya kini benar-benar memegang gagang pedangnya.

Chen Kai tetap tenang. Ia melirik ke arah tandu itu, lalu kembali ke Nona Peramal.

"Sepertinya pesta ini kedatangan tamu tak diundang yang lebih kasar," kata Chen Kai. "Bagaimana kalau kita bekerja sama sebentar, Nona? Aku berikan koordinat yang benar untuk prasasti ini, dan kau pastikan Aliansi Dagang tidak menghalangi langkahku saat gerbang utama terbuka."

Nona Peramal menyeka darah di bibirnya. Ia tahu bahwa pria di depan tandu itu adalah monster Ranah Jiwa Baru Lahir. Di tempat seperti Makam Kuno, memiliki satu sekutu misterius seperti Tuan Muda Ye mungkin lebih baik daripada menghadapinya sebagai musuh.

"Baik," kata Nona Peramal. "Buktikan kata-katamu tentang koordinat itu, Tuan Muda Ye."

Chen Kai tersenyum. Ia mengangkat tangannya, dan cahaya ungu dari Fragmen Ruang berkilat tipis di ujung jarinya. Ia siap menunjukkan sedikit "sihir" spasialnya, sekaligus menyiapkan perangkap bagi siapa pun yang berani mencoba mengambil keuntungan darinya.

Terpopuler

Comments

Anne

Anne

Kok banyak orang,
katanya sangat sulit masuk kalo tdak ada token

2026-05-27

0

Abdulhamid Sutarwi

Abdulhamid Sutarwi

episod yg ketiga ini gak bisa diakses dg baik knp mhon infonya mind.?

2026-03-17

0

Ahmad Gatot

Ahmad Gatot

membuka gerbang sambil meletakan jebakan tanpa di ketahui.....cerdik...

2026-02-25

0

lihat semua
Episodes
1 Fajar di Hutan Batu
2 Pertemuan di Lembah Cermin
3 Reruntuhan yang Bernapas
4 Titik Balik Gravitasi
5 Kunci Berdarah dan Gerbang Emas
6 Tarian Logam dan Ruang
7 Warisan yang Hilang
8 Sungai Waktu di Bawah Istana
9 Detik yang Hilang
10 Raja Waktu Baru
11 Fondasi Baru
12 Armada Naga Hitam
13 Neraka Tanpa Pijakan
14 Hujan Emas dan Detik yang Terbelah
15 Gema Raja Hitam
16 Seleksi Darah di Hutan Batu
17 Satu Bulan, Seribu Tahun
18 Perang di Langit Terbalik
19 Naga Melawan Raja Waktu
20 Jatuhnya Sang Naga, Bangkitnya Raja Hitam
21 Janji Sang Raja
22 Rahasia di Balik Kabut
23 Menyeberangi Lautan Hampa
24 Di Bawah Bayangan Pagoda
25 Jamuan di Atas Awan
26 Lautan Api dan Kuali Retak
27 Bayangan di Balik Cahaya
28 Tarian Naga dan Teratai
29 Bayangan di Gerbang Kabut
30 Labirin Ungu dan Ilusi Jiwa
31 Kelopak yang Mengurung Waktu
32 Darah Besi dan Sumpah Es
33 Hadiah Perpisahan dan Layar Terbentang
34 Invasi
35 Bayangan yang Menelan Baja
36 Guntur di Benua Tengah
37 Bara di Lumbung Merah
38 Jebakan di Dalam Jebakan
39 Kota Naga Tidur
40 Mendaki Tulang Naga
41 Satu Melawan Empat
42 Kiamat di Puncak Naga
43 Mahkota Putih
44 Gurun Tulang dan Tamu Tak Diundang
45 Tarian Api Neraka
46 Tungku Pembakaran Dunia
47 Serigala yang Menunggu di Pintu
48 Tahta yang Tidak Lagi Kosong
49 Pengadilan di Atas Awan
50 Langit di Atas Langit
51 Saat Dewa Berdarah
52 Amarah Samudra Purba
53 Dewa yang Jatuh ke Laut
54 Warisan Sang Utusan
55 Konfrensi Penyatuan Benua
56 Daftar Hitam dan Darah Pengkhianat
57 Kelahiran Kembali dalam Kekacauan
58 Salam dari Neraka
59 Janji yang Ditepati
60 Saat Langit Runtuh
61 Tarian Phoenix Es
62 Neraka Petir Kekacauan
63 Penghakiman Sang Pembunuh Dewa
64 Lembah Penempaan Bahtera Dewa
65 Anggur Perpisahan dan Sumpah Darah
66 Kekacauan
67 Klan Terbuang
68 Kota Budak dan Pilar Penindas Jiwa
69 Duel Sang Tiran
70 Armada Eksekutor
71 Benturan Batu dan Tulang
72 Hukum Kekacauan
73 Gema Kehancuran
74 Pisau dalam Gelap
75 Ngarai Pemisah Langit
76 Kilat Ungu dan Harga Sebuah Nyawa
77 Gerbang Pusat
78 Kota Tanpa Jiwa
79 Tiga Dewa Penjaga Gerbang
80 Langit Runtuh!
81 Tarian di Antara Dimensi
82 Perisai Darah
83 Eksekusi Dewa Palsu
84 Meninggalkan Tahta Emas
85 Gurun Tulang
86 Pedang Ganda Melawan Pedang Berat
87 Arena Tulang Putih
88 Boneka Pedang Neraka
89 Undangan Makan Malam Sang Putri
90 Han Fei vs Xie Jian
91 Gerbang Makam Pedang
92 Penjaga Jurang Pedang
93 Ritual Pedang Berdarah
94 Kebenaran di Ujung Pena Kuno
95 Di Bawah Tatapan Penguasa
96 Dua Wajah Sang Raja
97 Sisa Kehidupan Di Padang Es
98 Diplomasi di Ujung Jarum
99 Kota Kristal Abadi
100 Perjamuan Racun dan Es
101 Sang Penguasa Es
102 Jantung Beku yang Ternoda
103 Aliansi di Bawah Cahaya Aurora
104 Gema Kehidupan di Tanah Beku
105 Langkah di Batas Cakrawala
106 Celah Kabut Abadi
107 Emas yang Pahit
108 Tawar-Menawar di Ujung Pisau
109 Jalan Pulang yang Berdarah
110 Ribuan Serangga Melawan Satu Orang
111 Kios Kecil di Sudut Kota
112 Gudang Seribu Herbal
113 Konfrontasi di Alun-alun Kota
114 Suaka Binatang Terkutuk
115 Meditasi Emas
116 Segel Langit
117 Jejak di Rawa
118 Desa di Ujung Petir
119 Berlayar ke Mata Badai
120 Guntur Abadi
121 Jejak Darah di Pasir Merah
122 Roh Senjata yang Mengamuk
123 Kunci Kedua
124 Garis Batas Abu-Abu
125 Teh Abu dan Orang-Orang Tanpa Nama
126 Pasukan yang Tertidur di Akar
127 Cinta yang Membusuk
128 Teka-Teki di Atas Awan
129 Pasar Informasi Kota Menara
130 Puncak Awan Putus
131 Desa Parasit di Punggung Paus
132 Hukum Langit
133 Gerbang Awan Putih
134 Pemberontak
135 Pesta Angin
136 Pesta Darah di Atas Awan
137 Jatuh Menuju Kebebasan
138 Sejarah di Pustaka Sunyi
139 Adu Pengetahuan
140 Negosiasi di Atas Meja Batu
141 Menuju Gerbang Penjara Dunia
142 Dentingan Rantai Pertama
143 Turun ke Jantung Bumi
144 Bisikan dari Sel Gelap
145 Tarian Kehendak dalam Gelap
146 Proyeksi Jiwa di Dasar Neraka
147 Gema Pemberontakan
148 Pecahnya Segala Belenggu
149 Runtuhnya Penjara Dunia
150 Abu Penjara dan Peta Darah
151 Janji di Atas Awan
152 Badai Lima Warna di Atas Pustaka
153 Di Bawah Bayang-bayang Pilar Langit
154 Gema Perang di Kaki Pilar
155 Harmoni yang Pecah di Kaki Langit
156 Runtuhnya Jaring Emas
157 Napas Naga di Tangga Kristal
158 Darah di Atas Kristal
159 Cermin Masa Depan yang Kelam
160 Keheningan di Batas Langit
161 Altar Penyebrangan
162 Benturan di Ambang Surga
163 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 163 Episodes

1
Fajar di Hutan Batu
2
Pertemuan di Lembah Cermin
3
Reruntuhan yang Bernapas
4
Titik Balik Gravitasi
5
Kunci Berdarah dan Gerbang Emas
6
Tarian Logam dan Ruang
7
Warisan yang Hilang
8
Sungai Waktu di Bawah Istana
9
Detik yang Hilang
10
Raja Waktu Baru
11
Fondasi Baru
12
Armada Naga Hitam
13
Neraka Tanpa Pijakan
14
Hujan Emas dan Detik yang Terbelah
15
Gema Raja Hitam
16
Seleksi Darah di Hutan Batu
17
Satu Bulan, Seribu Tahun
18
Perang di Langit Terbalik
19
Naga Melawan Raja Waktu
20
Jatuhnya Sang Naga, Bangkitnya Raja Hitam
21
Janji Sang Raja
22
Rahasia di Balik Kabut
23
Menyeberangi Lautan Hampa
24
Di Bawah Bayangan Pagoda
25
Jamuan di Atas Awan
26
Lautan Api dan Kuali Retak
27
Bayangan di Balik Cahaya
28
Tarian Naga dan Teratai
29
Bayangan di Gerbang Kabut
30
Labirin Ungu dan Ilusi Jiwa
31
Kelopak yang Mengurung Waktu
32
Darah Besi dan Sumpah Es
33
Hadiah Perpisahan dan Layar Terbentang
34
Invasi
35
Bayangan yang Menelan Baja
36
Guntur di Benua Tengah
37
Bara di Lumbung Merah
38
Jebakan di Dalam Jebakan
39
Kota Naga Tidur
40
Mendaki Tulang Naga
41
Satu Melawan Empat
42
Kiamat di Puncak Naga
43
Mahkota Putih
44
Gurun Tulang dan Tamu Tak Diundang
45
Tarian Api Neraka
46
Tungku Pembakaran Dunia
47
Serigala yang Menunggu di Pintu
48
Tahta yang Tidak Lagi Kosong
49
Pengadilan di Atas Awan
50
Langit di Atas Langit
51
Saat Dewa Berdarah
52
Amarah Samudra Purba
53
Dewa yang Jatuh ke Laut
54
Warisan Sang Utusan
55
Konfrensi Penyatuan Benua
56
Daftar Hitam dan Darah Pengkhianat
57
Kelahiran Kembali dalam Kekacauan
58
Salam dari Neraka
59
Janji yang Ditepati
60
Saat Langit Runtuh
61
Tarian Phoenix Es
62
Neraka Petir Kekacauan
63
Penghakiman Sang Pembunuh Dewa
64
Lembah Penempaan Bahtera Dewa
65
Anggur Perpisahan dan Sumpah Darah
66
Kekacauan
67
Klan Terbuang
68
Kota Budak dan Pilar Penindas Jiwa
69
Duel Sang Tiran
70
Armada Eksekutor
71
Benturan Batu dan Tulang
72
Hukum Kekacauan
73
Gema Kehancuran
74
Pisau dalam Gelap
75
Ngarai Pemisah Langit
76
Kilat Ungu dan Harga Sebuah Nyawa
77
Gerbang Pusat
78
Kota Tanpa Jiwa
79
Tiga Dewa Penjaga Gerbang
80
Langit Runtuh!
81
Tarian di Antara Dimensi
82
Perisai Darah
83
Eksekusi Dewa Palsu
84
Meninggalkan Tahta Emas
85
Gurun Tulang
86
Pedang Ganda Melawan Pedang Berat
87
Arena Tulang Putih
88
Boneka Pedang Neraka
89
Undangan Makan Malam Sang Putri
90
Han Fei vs Xie Jian
91
Gerbang Makam Pedang
92
Penjaga Jurang Pedang
93
Ritual Pedang Berdarah
94
Kebenaran di Ujung Pena Kuno
95
Di Bawah Tatapan Penguasa
96
Dua Wajah Sang Raja
97
Sisa Kehidupan Di Padang Es
98
Diplomasi di Ujung Jarum
99
Kota Kristal Abadi
100
Perjamuan Racun dan Es
101
Sang Penguasa Es
102
Jantung Beku yang Ternoda
103
Aliansi di Bawah Cahaya Aurora
104
Gema Kehidupan di Tanah Beku
105
Langkah di Batas Cakrawala
106
Celah Kabut Abadi
107
Emas yang Pahit
108
Tawar-Menawar di Ujung Pisau
109
Jalan Pulang yang Berdarah
110
Ribuan Serangga Melawan Satu Orang
111
Kios Kecil di Sudut Kota
112
Gudang Seribu Herbal
113
Konfrontasi di Alun-alun Kota
114
Suaka Binatang Terkutuk
115
Meditasi Emas
116
Segel Langit
117
Jejak di Rawa
118
Desa di Ujung Petir
119
Berlayar ke Mata Badai
120
Guntur Abadi
121
Jejak Darah di Pasir Merah
122
Roh Senjata yang Mengamuk
123
Kunci Kedua
124
Garis Batas Abu-Abu
125
Teh Abu dan Orang-Orang Tanpa Nama
126
Pasukan yang Tertidur di Akar
127
Cinta yang Membusuk
128
Teka-Teki di Atas Awan
129
Pasar Informasi Kota Menara
130
Puncak Awan Putus
131
Desa Parasit di Punggung Paus
132
Hukum Langit
133
Gerbang Awan Putih
134
Pemberontak
135
Pesta Angin
136
Pesta Darah di Atas Awan
137
Jatuh Menuju Kebebasan
138
Sejarah di Pustaka Sunyi
139
Adu Pengetahuan
140
Negosiasi di Atas Meja Batu
141
Menuju Gerbang Penjara Dunia
142
Dentingan Rantai Pertama
143
Turun ke Jantung Bumi
144
Bisikan dari Sel Gelap
145
Tarian Kehendak dalam Gelap
146
Proyeksi Jiwa di Dasar Neraka
147
Gema Pemberontakan
148
Pecahnya Segala Belenggu
149
Runtuhnya Penjara Dunia
150
Abu Penjara dan Peta Darah
151
Janji di Atas Awan
152
Badai Lima Warna di Atas Pustaka
153
Di Bawah Bayang-bayang Pilar Langit
154
Gema Perang di Kaki Pilar
155
Harmoni yang Pecah di Kaki Langit
156
Runtuhnya Jaring Emas
157
Napas Naga di Tangga Kristal
158
Darah di Atas Kristal
159
Cermin Masa Depan yang Kelam
160
Keheningan di Batas Langit
161
Altar Penyebrangan
162
Benturan di Ambang Surga
163
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!