2. Bertemu lagi?

Tiga minggu kemudian

"Kamu mau kerja sebagai asistenku?" tanya Levi setelah mengamati Kael yang hari ini sudah bisa keluar dari rumah sakit.

Kael yang sedang duduk di ranjangnya menoleh pada laki laki muda yang kerap mendatanginya setelah dia sadar.

"Dari pada kamu tidak ada tujuan," sambung Levi lagi. Sia sia dia menyelidiki siapa Kael. Mobil yang dia gunakan juga kepemilikannya tidak jelas. Identitas Kael tidak bisa dilacak sampai sekarang.

Kael masih belum menjawab.

Dia memang ngga tau mau ngapain setelah keluar dari rumah sakit ini. Walaupun laki laki yang selalu mendatanginya sudah memberinya uang dalam jumlah yang sangat besar, tapi dia merasa ngga tau harus menggunakan uang itu untuk apa.

Dia juga baru tau kalo dia punya super car. Berarti dia anak orang kaya. Tapi mengapa orang tuanya tidak merasa kehilangannya.

"Kamu bisa ikut aku kembali ke Jakarta. Aku sudah mengurus semua identitasmu." Levi yakin laki laki muda yang seusia dengannya ini tinggal di Jakarta. Melihat stylenya pasti bukan dari kalangan biasa.

Kael tau dia tidak punya identitas lagi karena sudah hangus terbakar dalam ledakan mobil, berdasarkan cerita Levi. Dia saja lupa dengan kejadian itu. Bersyukur Levi mau bertanggungjawab secara penuh padanya. Padahal bisa saja Levi mengabaikannya.

Levi masih menunggu jawaban Kael dengan sabar.

"Baiklah," putus Kael menerima tawaran Levi. Sekalian dia akan mencari tau siapa jati dirinya dan mengapa tidak ada keluarga yang mencarinya hingga sekarang

Ngga mungkin, kan, dia ngga punya keluarga? Atau mereka sudah membuangnya?

*

*

*

Kael meneguk gelas ketiga miniman alkoholnya. Sudah hampir setengah tahun dia menjadi asisten Levi. Bekerja membantu laki laki itu mengurus perusahaannya.

Levi juga sudah membantunya mencari keberadaan keluarganya. Tapi sia sia saja.

Kael mendengar perdebatan.di dekatnya. Suara perdebatan itu cukup jelas walaupun ditingkahi oleh suara musik yang berdentam. Pupil matanya membesar ketika menyadari salah satu gadis yang sedang dimaki habis habisan dengan oleh seorang gadis bule.

Gadis incaran Levi, batinnya.

"Hasan pasti ngga tau keburukanmu. Kamu memalukan Hasan dengan mendatangi dunia yang jauh berbeda dengannya."

"Apa urusanmu?"

Seorang gadis lainnya mendekat, mengajak pergi gadis yang sedang berdebat itu.

Kael tersenyum samar, dia masih bisa mengingatnya.

Lawannya maen padel.

"Dasar, aku akan katakan pada Hasan agar dia segera menceraikanmu." Gadis bule itu kemudian pergi.

Ayra mendengus kesal.

"Sampai kapan orang salah melabrak terus begini."

Adelia yang ada di sebelahnya tertawa. Dia maupun Nathalia juga pernah beberapa kali mengalami hal ini. Maklum kembar identik.

"Duduk dulu, aku pesankan cake ," ucapnya sambil menggiring sepupunya ke meja mereka untuk menenangkan diri. Bar ini masih menyisakan makanan dan minuman untuk yang hanya ingin bersenang senang tanpa alkohol.

"Oke, yang biasa, ya."

Adelia menganggukkan kepalanya sambil berlalu pergi. Tubuhnya bergerak pelan mengikuti irama yang dikendalikan dj sambil berjalan.

Kael yang terus melihatnya tersenyum samar.

Hingga dia kini berdiri di samping Kael.

"Pesan yang biasa, kak?" tanya pelayan-seorang perempuan muda belasan tahun di balik etalase yang menyimpan berbagai cake yang mengundang selera.

"Ya. Dua potong, ya."

"Iya, kak."

Ketika Adelia akan mengulurkan uangnya, seseorang menyenggol pundaknya. Tepatnya mendorongnya hingga membuatnya terpaksa bertumpu pada dada seseorang.

"Ma maaf...." Perempuan muda yang menabraknya tanpa sengaja menumpahkan minuman beralkoholnya ke dres Adelia.

"Ak aku tidak sengaja." Dia tampak sempoyongan, beberapa teman perempuannya cepat memeganginya.

"Maaf, ya, dia agak reseh kalo mabok," sesal temannya merasa bersalah pada Adelia.

Salah satunya mengulurkan setumpuk uang dollar Amerika dari dompetnya. Dia sempat melihat merek dres yang dikenakan Adelia.

Adelia yang tersadar kalo dia sedang berada di pelukan seseorang, segera mendongak. Tatap mereka bertemu. Adelia masih bisa mengingat wajah yang sangat dekat dengannya walaupun pencahayaan tidak terlalu terang.

"Maaf." Dia cepat menjauh dengan perasaan aneh.

Ugghh.... Rembesan minuman gadis mabuk tadi mengenai jas laki laki itu juga.

Adelia menolak lembaran dolar Amerika yang diberikan.

"Tidak usah. Bawa pulang aja teman kalian," ucapnya mencoba memaklumi.

'Terima kasih." Setelah tersenyum lega karena gadis di depan mereka tidak mengonel, mereka buru buru pergi sebelum dia berubah pikiran.

"Tolong antarkan pesananku ke meja sana, ya?" ujar Adelia pada gadis pelayan itu sambil menunjukkan mejanya.

"Siap, kak." Gadis muda itu menatap prihatin pada dres gadis itu yang basah.

"Kembaliannya buat kamu. Makasih, ya."

"Sama sama, kak." Senyumnya tampak lebar. Kali ini tips untuknya dilebihkan dari biasanya. Karena itu dia menghapal sosok Adelia.

Adelia mengalihkan tatapnya pada laki laki yang masih diam di dekatnya. Sekarang ini malah dia sudah meneguk gelas keempatnya.

"Aku akan mengganti jas dan kemejamu."

Sambil mengangkat gelas kelimanya, dia tersenyum sangat tipis.

"Tidak usah."

"Oke, kamu tau mencariku kemana kalo berubah pikiran." Adelia bersiap untuk pergi. Gadis pelayan itu juga sudah pergi ke tempat Ayra berada.

"Kemana? Aku diijinkan menemuimu?" tanya Kael masih tetap memegang gelasnya dengan ujung siku yang bertumpu di atas meja bar.

Kael masih ingat ketika Levi dilarang menemui Ayra oleh sepupu mereka.

Adelia berbalik menatap Kael yang baru saja melontarkan pertanyaan bermakna ambigu. Membalas tatapan laki laki itu sebelum pergi tanpa memberikan jawaban.

Kael tersenyum, kali ini lebih jelas terlihat. Dia kemudian menghabiskan gelas kelimanya, kemudian menyusul Adelia.

Dia tau gadis itu pasti menuju ke toilet untuk membersihkan bekas minuman keras yang menempel di pakaiannnya.

Tadi saat gadis itu mencengkeran lengan jasnya, dia merasakan sesuatu yang berbeda di aliran darahnya.

Akhirnya dia bisa juga mendengar suara gadis itu.

Agak lama menunggu, akhirnya Kael melihat gadis itu keluar dari dalam toilet wanita.

Wajahnya tampak menggerutu.

"Baunya ngga bisa hilang?" tegur Kael mengagetkan Adelia.

"Ngapain kamu di sini?"

"Menunggu kamu."

Keduanya menyusuri lorong untuk kembali ke ruang utama.

"Aku berubah pikiran," ucap Kael sambil melepas jasnya dan memberikannya pada Adelia.

"Tolong dilaundry. Kamu tau, kan, kantorku dimana. Suruh ojol saja yang antar ke tempatku." Kael tersenyum, kali ini dengan lebih simpatik, melihat kebengongan Adelia.

Dia kemudian melangkah pergi dengan agak sempoyongan meninggalkan Adelia.

Adelia menatapnya kesal.

Kenapa dia tidak cuci sendiri saja, omel Adelia dalam hati.

Sementara Kael terus melangkah tanpa menoleh lagi. Harusnya dia tidak memberi harapan pada siapa pun selagi ingatannya masih raib. Siapa tau dia sudah punya istri. Tapi gadis itu sulit untuk diacuhkan.

Mungkin karena kebaikannya. Kael melihat Adelia yang menolak begitu saja pertanggungjawaban teman gadis mabuk tadi.

Kael yakin, gadis itu yang akan mengantar sendiri jasnya ke perusahaannya.

Dadanya berdebar halus

Kael akan tunggu pertemuan mereka nanti yang berikutnya.

Kalo begini dia ngga butuh ijin dari sepupunya, kan.

Terpopuler

Comments

Dewi kunti

Dewi kunti

typo nggak sich ,wajah yang sangat dengannya.......

2025-12-28

2

Lusi Hariyani

Lusi Hariyani

wah...yg diincar kael adelia..
ank y siapa suc adelia kak aq kog lupa🙏

2025-12-27

1

Yana Phung

Yana Phung

sepertinya om fathan bakal bermantukan pengusaha lagi 🤭🤭🤭
kira2 om fathan kenal nggak ya dg keluarga kael??

2025-12-27

1

lihat semua
Episodes
1 1. Masa lalu Kael
2 2. Bertemu lagi?
3 3. Khawatir
4 4. Laki laki tidak tau berterima kasih
5 5. Masa lalu Kael
6 6. Memberanikan diri
7 7 Terus terang
8 8. Mawar merah
9 9. Mencari Kael
10 10 Mendatangi Kael
11 11 Pergi berdua
12 12 Rencana Arsa
13 13 Ingatan Fathan
14 14 Ketakutan Kael
15 15 Mikael Pangestu
16 16 Kencan lagi?
17 17 Yang mendebarkan
18 18 Tragedi berbalut dejavu
19 19 Kecelakaan yang terulang lagi
20 20 Situasi yang sulit.
21 21 Pertemuan Keluarga
22 22 Dukungan terhadap hubungan Kael dan Adelia
23 23 Sedikit tentang masa lalu Kael
24 24 Yang diketahui Fathan
25 25 Rencana Latifa
26 26 Bertemu saingan
27 27 Ingatan Kael
28 28 Ingatan Kael part dua
29 29 Kedua opa yang sudah akur
30 30 Hubungan Kael dan Agra yang tidak baik baik saja
31 31 Rencana yang ingin diwujudkan
32 32 Penolakan
33 33 Calon mantu idaman
34 34 Menggali ingatan Kael
35 35 Masih di rumah sakit
36 36 Hampir saja
37 37 Curiga pelakunya
38 38 Terurai satu per satu
39 39 Surprise dari Kael
40 40 Restu yang sudah turun
41 41 Php?
42 42 Diabaikan?
43 43 Pertemuan Penting
44 44 Masih gengsi
45 45 Masih Ragu
46 46 Pengakuan
47 47 Curhatan Kael
48 48 Masih di rumah sakit
49 49 Lima tahun yang lalu
50 50 Yang diingat Kael
51 51 Yang sudah ditunggu
52 52 Khawatir
53 53 Waspada
54 54 Menyesal
55 55 Yang sudah terjadi
56 56 Zonk
57 57 Berakhir sudah
58 58 Penyerangan sudah dimulai
59 59 Eksekusi
60 60 Ledakan
61 61 Khawatir
62 62 Break
63 63 Masih di tempat penyergapan
64 64 Ingatan Kael
65 65 Curhatan Kael
66 66 Siap dinikahkan
67 67
68 68 Ferdi dan Ayra
69 69 Perasaan Adelia
70 70 Skandal
71 71 Skandal part dua
72 72 Ditangkap
73 73 Kael datang
74 74 Trust me
75 75 Menyelesaikan masalah
76 76 Nyaris saja
77 77 Something happened
78 78 Jayden-Raveena
79 79 Jayden-Raveena
80 80 Jayden-Raveena(si pembuat masalah)
81 81 Jayden-Raveena
82 82 Jayden-Raveena
83 83 PLAK
84 84 Jayden-Raveena otewe menikah
85 Ayra-Ferdi
86 86 Satu sel?
87 87 Tiga pasangan
88 87 Nikah dan Reuni
89 89
90 90 Tamat
91 Pengumuman novel baru
Episodes

Updated 91 Episodes

1
1. Masa lalu Kael
2
2. Bertemu lagi?
3
3. Khawatir
4
4. Laki laki tidak tau berterima kasih
5
5. Masa lalu Kael
6
6. Memberanikan diri
7
7 Terus terang
8
8. Mawar merah
9
9. Mencari Kael
10
10 Mendatangi Kael
11
11 Pergi berdua
12
12 Rencana Arsa
13
13 Ingatan Fathan
14
14 Ketakutan Kael
15
15 Mikael Pangestu
16
16 Kencan lagi?
17
17 Yang mendebarkan
18
18 Tragedi berbalut dejavu
19
19 Kecelakaan yang terulang lagi
20
20 Situasi yang sulit.
21
21 Pertemuan Keluarga
22
22 Dukungan terhadap hubungan Kael dan Adelia
23
23 Sedikit tentang masa lalu Kael
24
24 Yang diketahui Fathan
25
25 Rencana Latifa
26
26 Bertemu saingan
27
27 Ingatan Kael
28
28 Ingatan Kael part dua
29
29 Kedua opa yang sudah akur
30
30 Hubungan Kael dan Agra yang tidak baik baik saja
31
31 Rencana yang ingin diwujudkan
32
32 Penolakan
33
33 Calon mantu idaman
34
34 Menggali ingatan Kael
35
35 Masih di rumah sakit
36
36 Hampir saja
37
37 Curiga pelakunya
38
38 Terurai satu per satu
39
39 Surprise dari Kael
40
40 Restu yang sudah turun
41
41 Php?
42
42 Diabaikan?
43
43 Pertemuan Penting
44
44 Masih gengsi
45
45 Masih Ragu
46
46 Pengakuan
47
47 Curhatan Kael
48
48 Masih di rumah sakit
49
49 Lima tahun yang lalu
50
50 Yang diingat Kael
51
51 Yang sudah ditunggu
52
52 Khawatir
53
53 Waspada
54
54 Menyesal
55
55 Yang sudah terjadi
56
56 Zonk
57
57 Berakhir sudah
58
58 Penyerangan sudah dimulai
59
59 Eksekusi
60
60 Ledakan
61
61 Khawatir
62
62 Break
63
63 Masih di tempat penyergapan
64
64 Ingatan Kael
65
65 Curhatan Kael
66
66 Siap dinikahkan
67
67
68
68 Ferdi dan Ayra
69
69 Perasaan Adelia
70
70 Skandal
71
71 Skandal part dua
72
72 Ditangkap
73
73 Kael datang
74
74 Trust me
75
75 Menyelesaikan masalah
76
76 Nyaris saja
77
77 Something happened
78
78 Jayden-Raveena
79
79 Jayden-Raveena
80
80 Jayden-Raveena(si pembuat masalah)
81
81 Jayden-Raveena
82
82 Jayden-Raveena
83
83 PLAK
84
84 Jayden-Raveena otewe menikah
85
Ayra-Ferdi
86
86 Satu sel?
87
87 Tiga pasangan
88
87 Nikah dan Reuni
89
89
90
90 Tamat
91
Pengumuman novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!