4. Laki laki tidak tau berterima kasih

Akhirnya Adelia menemukan klinik dua puluh empat jam yang buka. Dia memarkirkan mobilnya di sana.

Adelia membuka pintu mobil tanpa menatap Kael. Dia melihat ke arah mobil sepupunya yang juga memasuki halaman klinik.

Dia tersenyum sambil melambaikan tangan yang dibalas dengan kedipan lampu dim Ayra.

Adelia menatap Kael yang sudah keluar dari mobil, tanpa kata berjalan duluan ke arah pintu masuk klinik.

Laki laki itu mendapatkan tiga jahitan dikeningnya.

"Lebih baik besok kamu istirahat dulu," ucap Adelia ketika mereka akan memasuki mobil laki laki itu. Dia akan mengantarkan laki laki itu pulang ke apartemennya.

"Hemm...."

Adelia hanya menoleh ketika mendapat jawaban deheman begitu tanpa mau bertanya lagi.

Dia kemudian menjalankan mobil laki laki itu menuju ke apartemennya.

Hening.

"Kita ngga kenal. Kamu ngga perlu terlalu perhatian," cetus Kael yang akhirnya ngga tahan juga didiamin Adelia. Sebentar lagi mereka akan tiba di apartemennya.

Adelia ngga menjawab. Dia mengacuhkannya. Karena hatinya masih kesal akibat jawaban laki laki itu tadi.

Terima kasih, kek. Sekarang malah nyolot, batinnya kesal.

Kael meliriknya. Gadis itu tetap fokus ke depan. Teringat dulu waktu bertemu maen padel, gadis itu hanya diam saja, tidak banyak bicara. Mendengarnya bersuara saat di bar dan barusan.

Suaranya mahal amat, dengus Kael kesal. Dia juga ogah bertanya lagi.

Mobil memasuki parkiran apartemen. Saat sekuriti mendekat, Adelia menurunkan kaca jendela mobilnya.

"Pak Kael? Anda kenapa?" tanya sekuritinya dengan nada cemas begitu melihat wajah Kael saat dia menunduk tadi.

Adelia membuka pintu mobil membuat sekuriti itu mundur.

"Pak, saya hanya mengantar sampai di sini. Tolong bapak saja yang mengantarnya sampai ke kamar."

"Baik, mbak. Akan saya antarkan."

Adelia tersenyum sekilas ke arah sekuriti itu sebelum melangkah pergi.

Kael menatap Adelia kesal. Apalagi gadis itu tidak berkata apa apa padanya dan pergi begitu saja.

Saat Adelia membuka pintu mobil Ayra yang sudah merapat juga di depan apartemen, sepupunya tersenyum seakan meledeknya.

"Kirain diantar sampe ke kamar.' Suara tawa Ayra berderai.

"Ya enggaklah." Wajah Adelia masih manyun. Dia masih sebal. Harusnya dia memang ngga usah terlalu baik dengan laki laki itu.

"Loh, kok, malah kayak marah?" ejek Ayra lagi.

"Malas aja nanti kalo harus ketemu lagi."

"Loh, kan, bisa pake ojol aja. Sesuai request dia."

Oh iya, batin Adelia.

Udah, Del, jangan khawatirin laki laki ngga tau terima kasih gitu, batinnya mengingatkan.

Ayra masih tergelak sambil menjalankan mobilnya.

"Kayaknya kalo sama dia, ngga akan ada masalah," ucap Ayra lagi.

"Kenapa? Kamu masih mau sama Levi?" ejek Adelia.

"Hiii..... Nggak ya.... Aku mau nyari yang single dan pemberani."

Adelia akhirnya bisa tertawa .Kasian juga sepupunya, ditaksir suami orang dan laki laki insecure.

"Ya udah. Si Kael buat kamu aja."

"Ogah."

Keduanya kali ini sama sama tergelak.

*

*

*

"Terima kasih, pak," ucap Kael setelah sekuritinya memarkirkan mobilnya.

"Sama sama, Pak Kael. Pak Kael kecelakaan dimana?" tanya sekuritinya ikut keluar dari dalam mobil bersama Kael. Tadi dia sempat memperhatikan bagian depan mobil Kael yang ada baretnya.

"Nabrak pembatas jalan tadi."

"Saya antar sampai ke kamar, pak?" tawar sekuriti itu.

"Ngga usah, pak. Saya bisa sendiri," tolak Kael.

"Baik, pak." Sekuritinya memperhatikan Kael hingga memasuki lift.

Kenapa kalo nolong setengah setengah, omel Kael di dalam lift yang sepi.

Sakit di kepalanya sekarang sudah mendingan.

Setelah keluar dari dalam lift, dia berjalan pelan menyusuri lorong ke arah rumahnya.

Ponselnya berdering ketika dia akan membuka pintu kamarnya.

Levi menelponnya. Orang asing yang sudah dia anggap keluarganya.

"Baru pulang?"

"Ya," jawab Kael sambil melebarkan pintu kamarnya.

"Tadi aku ke apart, kata sekuriti kamu belum pulang."

"Aku ke bar." Kael menutup pintu kamarnya. Dia berjalan pelan ke arah kamarnya.

"Oooh.... Mabok lagi?"

Kael mengabaikannya. Dia sudah berada di dalam kamarnya.

"Lev, besok aku ijin ngga masuk, ya?"

"Mau pergi?"

"Tadi aku nabrak pembatas jalan."

"Apa?! Sekarang keadaan kamu bagaimana?" Suara Levi terdengar panik.

"Tadi aku udah ke klinik."

Terdengar helaan nafas Levi

"Sekarang udah ngga apa apa?"

"Hanya nyerempet." Kael mendudukkan dirinya di atas tempat tidur.

Terdengar helaan nafas Levi.

"Syukurlah."

Hening sesaat.

"Aku ketemu Ayra dan Adelia."

"Serius?"

Kael tersenyum miring mendengar nada antusias Levi

"Masih berharap dengan Ayra?" ejek Kael kemudian tertawa berderai.

"Si@lan," umpat Levi.

Kael tambah tergelak.

*

*

*

Di kediaman Wijaya Agra.

"Masih belum ada kabar dari Kael?" tanyanya dengan suara menggelegar. Enam bulan sudah berlalu, tapi orang orang kepercayaannya masih belum bisa menemukan putranya.

Keempat laki laki itu menunduk sangat dalam mendapat makian tuan besarnya.

"Terakhir tuan muda hanya bisa terdeteksi terbang ke Dubai. Tidak ada indikasi tuan muda keluar dari Dubai. Kecuali kalo tuan muda menggunakan identitas palsu," jelas salah satu yang menjadi kepala orang kepercayaannya.

BRUG!

Orang orang yang ada di dalam ruangan di dalam rumahnya terkejut melihat Wijaya Agra menggebrak meja dengan keras.

"Dia tidak mungkin menghilang begitu saja." Walau selalu membuatnya marah, hatinya juga cemas dengan keberadaan putranya yang seolah raib ditelan bumi.

"Mungkin dia memang ingin pergi," ucap istrinya pelan. Istri keduanya karena istri pertamanya-maminya Mikael sudah meninggal tiga tahun yang lalu.

"Kael tidak mungkin melepaskan hak warisnya begitu saja."

"Buktinya dia ngga ada kabar sampai sekarang." Istri keduanya-Latifa masih mencoba mempengaruhi suaminya.

"Dia pasti ngga berani muncul. Apalagi dengan kehebohan yang sudah dia lakukan. Dia pasti takut kamu marah," bujuk istrinya lagi.

Perkataan istri keduanya masuk juga ke dalam pikiran Wijaya Agra.

"Tiga hari mau menikah malah menghilang. Dia pasti sudah merasa sangat bersalah. Pesta pernikahan besar besaran dibatalkan begitu saja," sambung istrinya lagi, makin mengompori suaminya.

Wijaya Agra makin terdiam. Ini adalah keanehan yang kesekian kali. Tiba tiba saja putranya membatalkan pernikahan yang dia inginkan. Hilang tanpa kabar.

Calon istrinya ditinggal begitu saja. Padahal dulu Mikael selalu menentangnya karena tidak setuju dengan pilihannya. Tapi sekarang?

Wijaya Agra menghembuskan nafas kasar.

Ada yang aneh. Tapi dia belum mendapatkan jawaban. Gadis yang akan dinikahinya itu juga mengunci mulutnya rapat rapat.

"Sepertinya tidak apa apa kalo Arsa yang menjadi pengganti kamu," ucap Latifa lagi. Arsa adalah putranya dengan Wijaya Agra. Walaupun dia istri kedua, tapi dia melahirkan Arsa lebih dulu. Sayangnya status pernikahannya belum disahkan sampai sekarang.

"Papa dan mama akan menentang habis habisan. Tunggu kepastian kabar Kael dulu."

"Sampai kapan, Agra? Sudah enam bulan dia menghilang. Tidak ada yang tau keberadaannya." Latifa tanpak frustasi. Padahal tinggal selangkah lagi putranya akan menguasai semua harta suaminya.

Wijaya Agra menatap orang orang kepercayaannya yang masih menunduk.

"Cari Kael sampai ketemu. Dubai, Jepang, London. Pokoknya semua negara yang biasa dia datangi!" perintahnya lagi dengan suara menggelegar.

"Ba baik, pak."

Terpopuler

Comments

Tri Handayani

Tri Handayani

sebenarnya ayra jg adelia punya nasib hampir sama,keduanya sama-sama ketemu lelaki yg tak sendiri satu punya tunangan yg satu udah punya istri.

2025-12-28

1

Yana Phung

Yana Phung

sepertinya keluarga kael bakal menemukan Kael dlm kondisi amnesia
pasti habis ini ayra bakalan nertawain adelia,, soalnya sama,, bedanya kael tunangan org(tapi kalo kael bertemu dlm kondisi amnesia kan keluarganya bisa menekan dia)

2025-12-28

1

Tri Handayani

Tri Handayani

mudah-mudahan sebelum kael d temukan keluarganya udah sembuh amnesianya.

2025-12-28

1

lihat semua
Episodes
1 1. Masa lalu Kael
2 2. Bertemu lagi?
3 3. Khawatir
4 4. Laki laki tidak tau berterima kasih
5 5. Masa lalu Kael
6 6. Memberanikan diri
7 7 Terus terang
8 8. Mawar merah
9 9. Mencari Kael
10 10 Mendatangi Kael
11 11 Pergi berdua
12 12 Rencana Arsa
13 13 Ingatan Fathan
14 14 Ketakutan Kael
15 15 Mikael Pangestu
16 16 Kencan lagi?
17 17 Yang mendebarkan
18 18 Tragedi berbalut dejavu
19 19 Kecelakaan yang terulang lagi
20 20 Situasi yang sulit.
21 21 Pertemuan Keluarga
22 22 Dukungan terhadap hubungan Kael dan Adelia
23 23 Sedikit tentang masa lalu Kael
24 24 Yang diketahui Fathan
25 25 Rencana Latifa
26 26 Bertemu saingan
27 27 Ingatan Kael
28 28 Ingatan Kael part dua
29 29 Kedua opa yang sudah akur
30 30 Hubungan Kael dan Agra yang tidak baik baik saja
31 31 Rencana yang ingin diwujudkan
32 32 Penolakan
33 33 Calon mantu idaman
34 34 Menggali ingatan Kael
35 35 Masih di rumah sakit
36 36 Hampir saja
37 37 Curiga pelakunya
38 38 Terurai satu per satu
39 39 Surprise dari Kael
40 40 Restu yang sudah turun
41 41 Php?
42 42 Diabaikan?
43 43 Pertemuan Penting
44 44 Masih gengsi
45 45 Masih Ragu
46 46 Pengakuan
47 47 Curhatan Kael
48 48 Masih di rumah sakit
49 49 Lima tahun yang lalu
50 50 Yang diingat Kael
51 51 Yang sudah ditunggu
52 52 Khawatir
53 53 Waspada
54 54 Menyesal
55 55 Yang sudah terjadi
56 56 Zonk
57 57 Berakhir sudah
58 58 Penyerangan sudah dimulai
59 59 Eksekusi
60 60 Ledakan
61 61 Khawatir
62 62 Break
63 63 Masih di tempat penyergapan
64 64 Ingatan Kael
65 65 Curhatan Kael
66 66 Siap dinikahkan
67 67
68 68 Ferdi dan Ayra
69 69 Perasaan Adelia
70 70 Skandal
71 71 Skandal part dua
72 72 Ditangkap
73 73 Kael datang
74 74 Trust me
75 75 Menyelesaikan masalah
76 76 Nyaris saja
77 77 Something happened
78 78 Jayden-Raveena
79 79 Jayden-Raveena
80 80 Jayden-Raveena(si pembuat masalah)
81 81 Jayden-Raveena
82 82 Jayden-Raveena
83 83 PLAK
84 84 Jayden-Raveena otewe menikah
85 Ayra-Ferdi
86 86 Satu sel?
87 87 Tiga pasangan
88 87 Nikah dan Reuni
89 89
90 90 Tamat
91 Pengumuman novel baru
Episodes

Updated 91 Episodes

1
1. Masa lalu Kael
2
2. Bertemu lagi?
3
3. Khawatir
4
4. Laki laki tidak tau berterima kasih
5
5. Masa lalu Kael
6
6. Memberanikan diri
7
7 Terus terang
8
8. Mawar merah
9
9. Mencari Kael
10
10 Mendatangi Kael
11
11 Pergi berdua
12
12 Rencana Arsa
13
13 Ingatan Fathan
14
14 Ketakutan Kael
15
15 Mikael Pangestu
16
16 Kencan lagi?
17
17 Yang mendebarkan
18
18 Tragedi berbalut dejavu
19
19 Kecelakaan yang terulang lagi
20
20 Situasi yang sulit.
21
21 Pertemuan Keluarga
22
22 Dukungan terhadap hubungan Kael dan Adelia
23
23 Sedikit tentang masa lalu Kael
24
24 Yang diketahui Fathan
25
25 Rencana Latifa
26
26 Bertemu saingan
27
27 Ingatan Kael
28
28 Ingatan Kael part dua
29
29 Kedua opa yang sudah akur
30
30 Hubungan Kael dan Agra yang tidak baik baik saja
31
31 Rencana yang ingin diwujudkan
32
32 Penolakan
33
33 Calon mantu idaman
34
34 Menggali ingatan Kael
35
35 Masih di rumah sakit
36
36 Hampir saja
37
37 Curiga pelakunya
38
38 Terurai satu per satu
39
39 Surprise dari Kael
40
40 Restu yang sudah turun
41
41 Php?
42
42 Diabaikan?
43
43 Pertemuan Penting
44
44 Masih gengsi
45
45 Masih Ragu
46
46 Pengakuan
47
47 Curhatan Kael
48
48 Masih di rumah sakit
49
49 Lima tahun yang lalu
50
50 Yang diingat Kael
51
51 Yang sudah ditunggu
52
52 Khawatir
53
53 Waspada
54
54 Menyesal
55
55 Yang sudah terjadi
56
56 Zonk
57
57 Berakhir sudah
58
58 Penyerangan sudah dimulai
59
59 Eksekusi
60
60 Ledakan
61
61 Khawatir
62
62 Break
63
63 Masih di tempat penyergapan
64
64 Ingatan Kael
65
65 Curhatan Kael
66
66 Siap dinikahkan
67
67
68
68 Ferdi dan Ayra
69
69 Perasaan Adelia
70
70 Skandal
71
71 Skandal part dua
72
72 Ditangkap
73
73 Kael datang
74
74 Trust me
75
75 Menyelesaikan masalah
76
76 Nyaris saja
77
77 Something happened
78
78 Jayden-Raveena
79
79 Jayden-Raveena
80
80 Jayden-Raveena(si pembuat masalah)
81
81 Jayden-Raveena
82
82 Jayden-Raveena
83
83 PLAK
84
84 Jayden-Raveena otewe menikah
85
Ayra-Ferdi
86
86 Satu sel?
87
87 Tiga pasangan
88
87 Nikah dan Reuni
89
89
90
90 Tamat
91
Pengumuman novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!