3. Khawatir

Adelia masih menatap kepergian Kael yang nampak agak sempoyongan.

"Dia ngga akan apa apa?"Adelia jadi ragu, apakah dia akan menyusul Kael atau balik ke tempat Ayra yang menunggunya.

Tapi dia sudah lama membuat Ayra menunggu.

Semoga kamu ngga apa apa, batin Adelia setelah memutuskan akan ke tempat Ayra saja. Tapi perasaannya ngga tenang. Jantungnya berdebar cepat karena mengkhawatirkan Kael

Tapi Adelia tidak mungkin akan membiarkan Ayra sendiriannya. Hati sepupunya juga lagi bete.

"Lama banget? Dari mana? Ini jas siapa?" Ayra malah memberondongnya dengan banyak pertanyaan begitu Adelia tiba di depannya.

"Ceritanya panjang." Adelia melipat jas itu dan memasukkannya ke dalam goodie bag yang selalu dia bawa di dalam tasnya.

Dia pun meneguk minumannya, kemudian memakan kuenya, mengabaikan Ayra yang masih sabar menunggu jawabannnya

Perasaannya benar benar ngga tenang.

Dia pasti baik baik saja, kan?

"Del...... Cerita, dong." Akhirnya Ayra tidak sabar juga menunggu jawaban Adelia.

Adelia menghela nafas.

"Tadi ada cewe mabok ngga sengaja dorong aku." Adelia terdiam lagi untukmencari kalimat yang tepat.

Ayra masih menyimak.

"Aku menubruk Kael. Itu lho, temannnya Levi. Ini jasnya," sambung Adelia menjelaskan.

Ooo, batin Ayra. Kebetulan banget.

Hening.

"Jasnya mau kamu apain?" tanya Ayra sambil memotong cakenya.

"Dia minta aku laundrykan. Ya udah lah, terpaksa aku iya, kan."

Ayra tertawa pelan.

"Setelah itu mau kamu antar ke mana? Rumahnya atau ke tempatnya bekerja?"

Adelia melepaskan nafas kesal.

"Katanya suruh aja ojol antar ke tempat dia bekerja."

Ayra tertawa tergelak mendengar suara sewot sepupunya.

*

*

*

Kael memijat keningnya sambil berjalan ke parkiran.

Masa mabok baru minum sedikit, gerutunya.

Kael kemudian menyandar sebentar di badan mobilnya masih sambil memijat kepalanya.

TUK TUK TUK

Kael memukul kepalanya berulang kali.

Kenapa masih belum ingat juga, makinya dalam hati.

Dia menghembuskan nafas panjang sebelum membuka pintu mobil.

Tapi dia menahan sebentar pintu mobilnya, kemudian menatap ke arah pintu masuk bar.

Dia tersenyum dengan pikiran konyol yang tiba tiba saja terlintas begitu saja di kepalanya. Mengira Adelia akan muncul karena mengkhawatirkannya.

Dia tertawa miris. Yakin dia sekarang kalo nanti jasnya beneran akan diantar ojol.

Kael menginjak gasnya lebih dalam hingga mobilnya melaju kencang. Satu tangannnya masih memijat keningnya.

Rasanya bukan karena mabok alkohol, tapi lebih dari ini. Ingatannya yang belum juga kembali sangat mengganggunya.

Juga keluarganya yang sampai sekarang tidak mencarinya.

Kadang Kael berpikir dia memang tidak punya keluarga. Mungkin mereka semua sudah meninggal.

Karena tidak fokus, kecelakaan yang dulu pernah dia alami hampir terjadi lagi. Untungnya Kael hanya menyerempet pembatas jalan yang terbuat dari beton.

"Sh-ith!" makinya geram. Keningnya kebentur stir, semakin memperparah sakit di kepalanya. Dia menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. Beberapa orang menemuinya.

TOK TOK TOK

"Anda tidak apa apa?"

Kael tersentak. Dia menurunkan kaca jendela mobilnya. Ada beberapa orang laki laki mengerubunginya dengan tatap khawatir.

"Kening anda luka, mas," ucap laki laki paruh baya itu lagi.

Kael mengusap kening yang ditunjuk laki laki paruh dan melihat tangannya.

Ada noda darah.

"Saya tidak apa apa, pak. Hanya pusing saja," ucap Kael pelan.

Laki laki itu dan beberapa yang lainnya agak lega.

"Sebaiknya telpon temannya aja, mas. Bahaya nyetir dalam keadaan sakit," ucap yang lainnya.

"Iya, pak. Saya ngga apa apa."

Orang orang itu masih mengerubungi mobil Kael ketika laki laki itu tetap berkeras akan pulang.

"Kael?"

Flashback on

"Ada kecelakaan, ya?" tanya Ayra.

Dada Adelia berdebar.

"Ay, berhenti bentar," pinta Ayra panik.

"Ngapain, Del?" Tapi Ayra berhenti juga di belakang mobil yang sedang di kerubungi beberapa orang.

"Tadi itu.... si Kael kayak mabok. Cuma mastiin aja dia atau bukan. Aku hanya merasa bersalah aja sudah membiarkannya pergi dalam keadaan mabok."

Ayra menatapnya penuh selidik. Apalagi sepupunya buru buru melepas seatbeltnya.

"Ngga apa apa, 'kali, Del. Sepupu kita biasa aja mabok begitu," ucap Ayra agar Adelia tidak terlalu naif.

Adelia tersenyum bijak.

"Aku hanya mau mastiin bentar aja, ya. Siapa pun itu, kasian juga kalo ngga ditolong."

"Oke, oke." Ayra akhirnya membiarkan Adelia keluar dari mobilnya. Susah dikasih tau kalo jiwa malaikatnya udah keluar.

Ayra tetap berada di mobil menunggu.

Endflashback

Kael yang sedang berdebat dengan orang orang itu menoleh. Begitu juga orang orang itu.

"Teman mbaknya, ya?" tanya salah satu laki laki yang berada di sana.

Adelia mengangguk. Tatapnya beradu dengan tatap kaget Kael.

"Untunglah. Teman mbaknya terluka, tadi habis nabrak pembatas jalan, tapi tetap mau jalan lagi," lapor yang lainnya menjelaskan.

"Iya, mbak. Ditolong, ya."

"Terima kasih, ya, pak," ucap Adelia pada orang orang itu yang mulai pergi dengan wajah lega.

"Sama sama, mbak....."

Adelia menatap kepergian orang orang yang membuat hatinya terharu. Ternyata masih ada saja orang yang peduli. Walaupun ada beberapa yang merekam. Mungkin juga live.

Adelia berbalik menatap Kael yang masih menatapnya. Tangannya terulur.

"Apa?" tanya Kael bingung. Darah masih menetes di kepalanya. Tangan kanannya digunakan untuk menempelkan tisu di keningnya. Tisu itu sekarang sudah berwarna merah karena sudah menyerap darah. Kepalanya juga agak berdenyut sakit.

"Mana kunci mobil?" Adelia jadi gemas juga melihat kebengongan Kael.

"Buat apa?"

Tapi untungnya walaupun kepalanya sedang berdenyut, tangannya masih mengerti apa yang harus dia lakukan.

Setelah menerima kunci mobil dari Kael, Adelia menghampiri Ayra yang sudah keluar dari mobilnya.

"Si Kael?" tebak Ayra.

"Iya." Adelia menunjukkan kunci mobil Kael.

"Ikutin mobil itu, ya. Aku mau mampir ke klinik."

Ayra tersenyum penuh makna.

"Oke."

Adelia ngga pedulikan isi pikiran Ayra, dia berbalik dan melangkah agak cepat ke arah mobil Kael. Laki laki itu juga sudah keluar dari dalam mobil dan memperhatikan dia dan Ayra.

Kerika melihat Adelia melangkah mendekat, Kael berjalan ke arah pintu mobil di sebelahnya.

Sebelum masuk ke dalam mobil, Adelia melihat sepupunya dulu yang sudah berada di dalam mobil.

Kael hanya diam memperhatikan Adelia menjalankan mobilnya. Dalam hatinya masih merasa surprise, karena ngga menyangka bertemu dengan Adelia. Juga mendapatkan perhatiannya. Kael tersenyum sambil melihat ke arah luar jendelanya.

Dia masih mengusap darah di keningnya dengan tisu yang kini bekas tisu lama itu menumpuk di dalam kotak sampah kecil di dekatnya.

"Kita mau kemana?" tanya Kail karena dia baru ingat belum tau kemana tujuan Adelia membawa mobilnya.

"Klinik."

"Ke apartemenku aja." Kael menyebutkan nama apartemen mewah di Jakarta selatan.

"Lukamu harus diobati."

Kael mendengus, ingin membantah tapi dia malas berdebat.

Terpopuler

Comments

Tri Handayani

Tri Handayani

ini sich namanya celaka berujung bahagia.

2025-12-28

3

Lia Kiftia Usman

Lia Kiftia Usman

ketemu jodoh 😊 adelia + kael

lavi + ayra kah thor🤭

lanjut...

2025-12-28

2

Lusi Hariyani

Lusi Hariyani

wah...jodoh adelia nich...rumit g ya nnti...lanjut kak rahma

2025-12-28

2

lihat semua
Episodes
1 1. Masa lalu Kael
2 2. Bertemu lagi?
3 3. Khawatir
4 4. Laki laki tidak tau berterima kasih
5 5. Masa lalu Kael
6 6. Memberanikan diri
7 7 Terus terang
8 8. Mawar merah
9 9. Mencari Kael
10 10 Mendatangi Kael
11 11 Pergi berdua
12 12 Rencana Arsa
13 13 Ingatan Fathan
14 14 Ketakutan Kael
15 15 Mikael Pangestu
16 16 Kencan lagi?
17 17 Yang mendebarkan
18 18 Tragedi berbalut dejavu
19 19 Kecelakaan yang terulang lagi
20 20 Situasi yang sulit.
21 21 Pertemuan Keluarga
22 22 Dukungan terhadap hubungan Kael dan Adelia
23 23 Sedikit tentang masa lalu Kael
24 24 Yang diketahui Fathan
25 25 Rencana Latifa
26 26 Bertemu saingan
27 27 Ingatan Kael
28 28 Ingatan Kael part dua
29 29 Kedua opa yang sudah akur
30 30 Hubungan Kael dan Agra yang tidak baik baik saja
31 31 Rencana yang ingin diwujudkan
32 32 Penolakan
33 33 Calon mantu idaman
34 34 Menggali ingatan Kael
35 35 Masih di rumah sakit
36 36 Hampir saja
37 37 Curiga pelakunya
38 38 Terurai satu per satu
39 39 Surprise dari Kael
40 40 Restu yang sudah turun
41 41 Php?
42 42 Diabaikan?
43 43 Pertemuan Penting
44 44 Masih gengsi
45 45 Masih Ragu
46 46 Pengakuan
47 47 Curhatan Kael
48 48 Masih di rumah sakit
49 49 Lima tahun yang lalu
50 50 Yang diingat Kael
51 51 Yang sudah ditunggu
52 52 Khawatir
53 53 Waspada
54 54 Menyesal
55 55 Yang sudah terjadi
56 56 Zonk
57 57 Berakhir sudah
58 58 Penyerangan sudah dimulai
59 59 Eksekusi
60 60 Ledakan
61 61 Khawatir
62 62 Break
63 63 Masih di tempat penyergapan
64 64 Ingatan Kael
65 65 Curhatan Kael
66 66 Siap dinikahkan
67 67
68 68 Ferdi dan Ayra
69 69 Perasaan Adelia
70 70 Skandal
71 71 Skandal part dua
72 72 Ditangkap
73 73 Kael datang
74 74 Trust me
75 75 Menyelesaikan masalah
76 76 Nyaris saja
77 77 Something happened
78 78 Jayden-Raveena
79 79 Jayden-Raveena
80 80 Jayden-Raveena(si pembuat masalah)
81 81 Jayden-Raveena
82 82 Jayden-Raveena
83 83 PLAK
84 84 Jayden-Raveena otewe menikah
85 Ayra-Ferdi
86 86 Satu sel?
87 87 Tiga pasangan
88 87 Nikah dan Reuni
89 89
90 90 Tamat
91 Pengumuman novel baru
Episodes

Updated 91 Episodes

1
1. Masa lalu Kael
2
2. Bertemu lagi?
3
3. Khawatir
4
4. Laki laki tidak tau berterima kasih
5
5. Masa lalu Kael
6
6. Memberanikan diri
7
7 Terus terang
8
8. Mawar merah
9
9. Mencari Kael
10
10 Mendatangi Kael
11
11 Pergi berdua
12
12 Rencana Arsa
13
13 Ingatan Fathan
14
14 Ketakutan Kael
15
15 Mikael Pangestu
16
16 Kencan lagi?
17
17 Yang mendebarkan
18
18 Tragedi berbalut dejavu
19
19 Kecelakaan yang terulang lagi
20
20 Situasi yang sulit.
21
21 Pertemuan Keluarga
22
22 Dukungan terhadap hubungan Kael dan Adelia
23
23 Sedikit tentang masa lalu Kael
24
24 Yang diketahui Fathan
25
25 Rencana Latifa
26
26 Bertemu saingan
27
27 Ingatan Kael
28
28 Ingatan Kael part dua
29
29 Kedua opa yang sudah akur
30
30 Hubungan Kael dan Agra yang tidak baik baik saja
31
31 Rencana yang ingin diwujudkan
32
32 Penolakan
33
33 Calon mantu idaman
34
34 Menggali ingatan Kael
35
35 Masih di rumah sakit
36
36 Hampir saja
37
37 Curiga pelakunya
38
38 Terurai satu per satu
39
39 Surprise dari Kael
40
40 Restu yang sudah turun
41
41 Php?
42
42 Diabaikan?
43
43 Pertemuan Penting
44
44 Masih gengsi
45
45 Masih Ragu
46
46 Pengakuan
47
47 Curhatan Kael
48
48 Masih di rumah sakit
49
49 Lima tahun yang lalu
50
50 Yang diingat Kael
51
51 Yang sudah ditunggu
52
52 Khawatir
53
53 Waspada
54
54 Menyesal
55
55 Yang sudah terjadi
56
56 Zonk
57
57 Berakhir sudah
58
58 Penyerangan sudah dimulai
59
59 Eksekusi
60
60 Ledakan
61
61 Khawatir
62
62 Break
63
63 Masih di tempat penyergapan
64
64 Ingatan Kael
65
65 Curhatan Kael
66
66 Siap dinikahkan
67
67
68
68 Ferdi dan Ayra
69
69 Perasaan Adelia
70
70 Skandal
71
71 Skandal part dua
72
72 Ditangkap
73
73 Kael datang
74
74 Trust me
75
75 Menyelesaikan masalah
76
76 Nyaris saja
77
77 Something happened
78
78 Jayden-Raveena
79
79 Jayden-Raveena
80
80 Jayden-Raveena(si pembuat masalah)
81
81 Jayden-Raveena
82
82 Jayden-Raveena
83
83 PLAK
84
84 Jayden-Raveena otewe menikah
85
Ayra-Ferdi
86
86 Satu sel?
87
87 Tiga pasangan
88
87 Nikah dan Reuni
89
89
90
90 Tamat
91
Pengumuman novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!