Gunung Sumbing

"Samperin jangan?" tanya Haris, Anggun mengangguk.

Mereka berempat berjalan menuju ke arah perempuan itu, karena kebetulan memang arah jalur mereka memang melewatinya. Begitu mereka berada di depan perempuan itu, keempatnya berhenti.

"Boleh ikut duduk mbak?" tanya Bara

"Boleh" jawab perempuan itu singkat

Karena cukup lelah, Bara dan ketiga temannya memilih untuk duduk sebentar. Anggun memulai percakapan, dengan bertanya.

"Sendirian mbak, atau ada temannya?"

"Eh enggak, aku ndaki sendiri" jawabnya ramah

"Mau balik apa mau naik?" tanya Bara

"Baru mau naik" mendengar jawaban itu, keempatnya saling tatap. Mereka seolah berbicara, perempuan tapi berani naik sendirian.

Anggun berinisiatif mengajak perempuan itu, untuk bergabung dengan mereka. Karena mereka juga kan hendak naik, dengan tujuan agar perjalanan makin rame. Perempuan itu tersenyum, lalu mengangguk mengiyakan ajakan Anggun. Dari situ, mereka pun berkenalan dengan bersalaman. Dengan menyebutkan nama masing-masing, perempuan itu menyebutkan namanya adalah Sustrini.

"Mbaknya tinggal dimana?" tanya Doni

"Aku tinggal ga jauh dari sini, masih sekitaran gunung." jawabnya, namun dia tak menyebutkan alamat pastinya. Keempat orang itu mengangguk, pantas saja berani mendaki sendirian, pikir mereka.

Namun saat tadi Anggun bersalaman dengan Sustrini, entah kenapa dia merasa gugup. Seperti ada yang aneh, tapi dia tak tau apa. Setelah sesi perkenalan, mereka melanjutkan perjalanan mereka. Dengan perempuan yang bernama Sustrini, berjalan paling belakang.

Di perjalanan, Anggun sesekali melihat ke belakang. Tak lama, ia pun meminta tukar tempat dengan Haris. Sekarang dia berada di belakang Bara, pelan-pelan Anggun berbisik.

"Bar, mbak Sus aneh ya?" Bara mengerutkan dahi

"Aneh kenapa?" tanya nya pelan, namun masih lanjut berjalan

"Waktu tadi salaman, tangan mbak Sus dingin banget, terus lembab juga." jelas Anggun

"Masa sih? Perasaan biasa aja, tadi gue salaman ga ngerasa kaya gitu." jawab Bara

Anggun terus meyakinkan Bara, tentang apa yang ia rasakan. Tapi Bara tidak terlalu menanggapi, hingga akhirnya Anggun memilih diam. Sepanjang perjalanan, masih aman tentram dan damai. Tak ada yang aneh, ataupun janggal.

Setelah melewati medan yang cukup menanjak, sampailah mereka di pos bayangan yang di sebut Seduplak Roto. Di situ, mereka memilih duduk beristirahat dan minum.

Saat tengah istirahat, Anggun mendudukkan dirinya tepat di sebelah Sustrini. Dia sempat melihat pada Sustrini, Anggun mengerutkan dahinya. Gadis itu tidak terlihat kelelahan, bahkan tak terlihat adanya keringat. Padahal perjalanan tadi cukup jauh, tambah lagi medan yang di tempuh harus menanjak.

Melihat ini, Anggun merasa semakin aneh.

'Padahal tadi medannya nanjak, tapi mbak Sus ga keliatan cape sama sekali. Buset dah, gue aja ngos-ngosan gini. Persiapan dakinya kek mana ya?? Bisa sesantai itu..' ucap Anggun dalam hati, seraya sesekali melirik Sustrini. Yang sejak duduk tadi, menundukkan kepalanya.

Anggun menoleh dan melihat Sustrini, saking fokus memperhatikan gadis di sebelahnya. Tiba-tiba Sustrini menegakkan kepala, ia melirik ke arah Anggun. Seraya tersenyum sinis, lebih ke menyeringai. Anggun langsung mengalihkan pandangannya, ia memilih untuk pindah tempat duduk. Sekarang Anggun berada di sebelah Doni, yang jaraknya cukup jauh dengan Sustrini.

Sebenarnya Anggun ingin mengatakan, apa yang baru saja ia rasakan pada ketiga temannya. Tapi ia merasa tak enak pada Sustrini, akhirnya ia pun memilih memendamnya dulu. Sampai nanti ada waktu yang tepat, untuk membicarakannya.

Istirahat pun selesai, mereka kembali melanjutkan perjalanan.

Sebelum memulai perjalanan, Bara mendekati Sustrini.

"Mbak jalan di tengah barisan aja" pinta Bara

"Nggak apa-apa mas, aku di belakang aja." jawabnya

Bara mengiyakan, ia tak ingin membuat Sustrini merasa tak nyaman bila ia paksa.

Selama perjalanan, Anggun masih memikirkan Sustrini. Tapi semakin dia memikirkannya, tubuhnya malah merasa merinding. Karena ia mengingat, bagaimana saat Sustrini tadi tersenyum sinis. Sedangkan yang sedang di pikirkan Anggun, selama di perjalanan ini. Ia diam, tak mengeluarkan suara sama sekali.

Di tengah perjalanan menuju pos 3, Anggun yang waktu itu berjalan di depan Haris. Tiba-tiba mencium bau aneh menurutnya, baunya ini wangi kembang melati. Tetapi bau itu, hanya selintas. Saat mencium bau itu, anehnya Anggun. Dengan spontan ia menoleh ke belakang, pandangan nya tertuju pada Sustrini. Yang bahkan, jaraknya berada jauh di belakang sana.

Entah pemikiran dari mana, Anggun merasa bila bau tadi berasal dari Sustrini. Anggun menggelengkan kepalanya, menepis pikiran konyol itu.

"Lu kenapa? Pusing?" tanya Haris, karena melihat Anggun menggelengkan kepala

"Hah? Nggak kok, nggak apa-apa" jawab Anggun

"Yakin? Kalo lu ngerasa ga enak badan, kita bisa rehat dulu." ucap Haris lagi

"Nggak, gue ga papa. Serius" Anggun meyakinkan temannya itu, Haris pun mengangguk.

Tapi tak lama, Anggun bertanya pada Haris.

"Ris, lu tadi sempet kaya nyium bau wangi ga?" tanya Anggun pelan

"Iya sebentar, tapi sekarang udah ga." jawab Haris

"Mmm... Ris.. Gue kok ngerasa ada yang aneh ya, ma cewek itu." ucap Anggun, seraya melihat ke belakang

"Aneh kenapa?" tanya Haris bingung

"Lu ga ngerasa aneh? Dari tadi dia diem mulu, terus terkesan jaga jarak ma kita. Itu... jauh banget jaraknya, meski kita masih bisa liat keberadaan dia." jawab Anggun, Haris menoleh ke belakang. Mereka berdua melihat Sustrini yang berjalan santai, namun kepalanya menunduk ke bawah.

"Iya juga ya, kok aneh gitu." ucap Haris

"Tuhkan... terus tadi waktu kita istirahat, dia tuh senyum sinis ma gue. Senyumannya itu, kaya seringaian." balas Anggun

"Dahl ah, ga usah di pikirin. Mungkin emang udah gitu sifatnya, positif thinking aja." Haris mencoba untuk mengajak Anggun, berpikiran baik. Anggun menghembuskan nafas panjang, ia pun kembali fokus ke depan.

Singkat cerita, mereka sudah tiba di pos 3. Sekitar pukul setengah 6 sore, di pos itu suasananya sangatlah sepi. Hanya ada satu rombongan pendaki lain, itupun jarak nya cukup jauh dengan mereka.

Setelah berdiam diri sebentar, mereka pun gegas mendirikan 2 tenda. Anggun sendirian, sedang yang satu tenda untuk bertiga. Biasanya memang seperti itu, sedangkan Sustrini juga. Dia mendirikan tenda sendiri, tetap berjarak dengan Bara dkk.

Mereka lanjut memasak, di depan tenda. Ketika mereka sedang memasak, Sustrini berada di dalam tenda miliknya. Melihat hal itu, Bara berinisiatif untuk mengajak Sustrini. Untuk bergabung, dengan yang lainnya. Tapi Sustrini bilang, bila nanti ia akan menyusul. Bara pun pergi, meninggalkan Sustrini.

Ketika mereka tengah sibuk memasak, tiba-tiba Anggun mencium bau wangi lagi seperti tadi. Karena mencium bau yang sama, Anggun spontan berbicara...

"Guys... ini bau apa ya? Kok wangi.." mendengar ucapan Anggun, Bara dan yang lainnya. Langsung fokus, pada indra penciuman mereka. Setelah beberapa saat, apa yang di ucapkan Anggun ternyata benar. Kini yang mencium bau itu bukan hanya Anggun, tapi ketiga temannya juga.

...****************...

...HAPPY READING ALL...

Jangan lupakan like, komen, gift sama vote nyaaa🥰

Terpopuler

Comments

Felchael

Felchael

Bau melati tu enak, aku sering pake parfum bau melati

2026-07-26

2

Pisces97

Pisces97

pasti merinding dong ditengah² gunung merasakan bau aneh gitu....
pernah ada yang ngajak mendaki ak spontan menolak soalnya auraku mudah ketempelan sumvahh dehh kemana² tempat sedikit angker pasti merinding

2026-02-11

1

RiriChiew🌺

RiriChiew🌺

lanjut apa jangan nihh , tengah malam lagii waduhhh 😣

2025-12-31

6

lihat semua
Episodes
1 Rencana Mendaki
2 Gunung Sumbing
3 Kejanggalan
4 Kuntilanak Sustrini
5 Kenan
6 Masalah di Kafe 1
7 Masalah Kafe 2
8 Kanaya
9 Anggun
10 Ratu Hamil
11 Seorang Petarung
12 Kondisi Jenazah Haris
13 Perpisahan
14 Rencana ke Rumah Anggun
15 Perasaan Aneh
16 Insiden
17 Lamaran
18 Melihat Masa Lalu Anggun 1
19 Melihat Masa Lalu Anggun 2
20 Masih Masa Lalu Anggun
21 Bingung, Mau Kasih judul Apa???
22 Kedatangan Friska di Rumah Anggun
23 Pertarungan
24 Masih Pertarungan dan di temukannya eyang Anggun
25 Kekonyolan di Tengah Pertarungan
26 Dahlia Mengingat Semuanya
27 Ajakan Hiking
28 Memutar balikan Fakta
29 Gunung Butak
30 Tak Terlihat
31 Masih Tersesat
32 Ikhlas Mati di Gunung
33 Di temukannya Kania dkk
34 Fakta yang Mengejutkan
35 Membongkar Kejahatan Sendiri
36 Perpisahan
37 Bara
38 Kerusuhan di Kafe
39 Akhirnyaaaaa
40 Menolong
41 Sebelum Kejadian
42 Rumah Sakit
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Hantu Anak Kecil
47 Kedatangan Anin, Yas dan Haidar
48 Begu Ganjang
49 Kembara Kembar 10 Kembali Beraksi
50 Selesai
51 Doni yang Absurd
52 Part 52
53 Perang Batin
54 Part 54
55 SAAHH
56 Part 56
57 Istana Keraton
58 Istana Keraton 2
59 BAKU HANTAM
60 Baku Hantam part 2
61 Pertemuan Penuh Emosi
62 Part 62
63 Arwah Leona
64 Terpukul
65 Leona Meluapkan Amarah
66 Permintaan Leona
67 Part 67
68 Kaif dan Gauri
69 Kaif dan Gauri 2
70 Perdebatan Gauri dan Dafi
71 Part 71
72 Kehancuran Keluarga Dafi
73 Ke Panti
74 Ke Panti 2
75 Menegangkan
76 Kedatangan AA, Dede, Cia, Ghava, Al dan Luna
77 Sosok yang Sebenarnya
78 Part 78
79 Part 79
80 Demit Cosplay
81 Masalah Panti Done
82 Amelia
83 RADEN YUDHISTIRA PUTRO SURYANEGARA
84 Oky Jelly Drink
85 Atsuki dan Dilara
86 Iyeeeessss
87 Bewara Novel Baru
88 Cerita tentang Yudi
89 Part 88
90 Ternyata....
91 Part 90
92 Part 91
93 WAR!!!
94 WAR 2
95 Part 94
96 Alasan Sebenarnya
97 Ghea Bisa Sembuh
98 Melepaskan Kutukan
99 Kedatangan Wening dan Ayu
100 Part 99
101 Part 100
102 Part 101
103 ONI
104 Part 103
105 Part 104
106 Tentang Zahira
107 Obrolan Unfaedah
108 Insiden di Kafe
109 Part 108
110 Hari Libur nya Hazley
111 Part 110
112 Part 111
113 Hazley
114 Part 113
115 Obrolan si kembar
116 Part 115
117 Ketakutan Cia
118 Rumah Kosong Dekat Rumah Tama
119 Tidak Mungkin
120 Amukan Cia
121 Part 120
122 Part 121
123 Part 122
124 Part 123
125 Akhir keluarga Kuncoro
126 Part 125
127 Part 126
128 Part 127
129 Yasmin
130 Yasmin 2
131 Yasmin 3
132 Kondisi ibunya Yasmin
133 Ganjaran untuk Ayahnya Yasmin dan si Selingkuhan
134 Part 133
135 Kasus Yasmin Selesai
136 Part 135
137 Rencana ke Kampung Halaman mbak Gem
138 Part 137
139 Part 138
140 Part 139
141 Ikan Dori, Ikan Cucut....
142 Part 141
143 Mbak Gem
144 Part 143
145 JADI NIKAH CEPET INI MAH
146 Part 145
147 Part 146
148 Part 147
149 Mode gibah Aktif
150 Part 149
151 Part 150
152 Part 151
153 Part 152
154 Part 153
155 Part 154
156 Part 155
157 Part 156
158 Part 157
159 Hukum di Dunia
160 Part 159
161 Altar dan Akmal
162 Part 161
163 WAR
164 Part 163
165 Ungkapan Terima Kasih Warga
166 Lagi-lagi
167 Part 166
168 Part 167
169 Inaya Sakit
170 Inaya Koma
171 Part 170
172 Part 171
173 Part 172
174 Part 173
175 Part 174
176 WAR!!!
177 Part 176
178 Part 177
179 Part 178
180 Part 179
181 Part 180
182 Naya ku
183 Part 182
184 Part 183
185 Part 184
186 Ghea dan Faiz
187 Part 186
188 Part 187
189 Part 188
190 Part 189
191 Part 190
192 Part 191
193 Part 192
194 Part 193
195 Part 194
196 Part 195
197 Bewara Judul Baru
Episodes

Updated 197 Episodes

1
Rencana Mendaki
2
Gunung Sumbing
3
Kejanggalan
4
Kuntilanak Sustrini
5
Kenan
6
Masalah di Kafe 1
7
Masalah Kafe 2
8
Kanaya
9
Anggun
10
Ratu Hamil
11
Seorang Petarung
12
Kondisi Jenazah Haris
13
Perpisahan
14
Rencana ke Rumah Anggun
15
Perasaan Aneh
16
Insiden
17
Lamaran
18
Melihat Masa Lalu Anggun 1
19
Melihat Masa Lalu Anggun 2
20
Masih Masa Lalu Anggun
21
Bingung, Mau Kasih judul Apa???
22
Kedatangan Friska di Rumah Anggun
23
Pertarungan
24
Masih Pertarungan dan di temukannya eyang Anggun
25
Kekonyolan di Tengah Pertarungan
26
Dahlia Mengingat Semuanya
27
Ajakan Hiking
28
Memutar balikan Fakta
29
Gunung Butak
30
Tak Terlihat
31
Masih Tersesat
32
Ikhlas Mati di Gunung
33
Di temukannya Kania dkk
34
Fakta yang Mengejutkan
35
Membongkar Kejahatan Sendiri
36
Perpisahan
37
Bara
38
Kerusuhan di Kafe
39
Akhirnyaaaaa
40
Menolong
41
Sebelum Kejadian
42
Rumah Sakit
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Hantu Anak Kecil
47
Kedatangan Anin, Yas dan Haidar
48
Begu Ganjang
49
Kembara Kembar 10 Kembali Beraksi
50
Selesai
51
Doni yang Absurd
52
Part 52
53
Perang Batin
54
Part 54
55
SAAHH
56
Part 56
57
Istana Keraton
58
Istana Keraton 2
59
BAKU HANTAM
60
Baku Hantam part 2
61
Pertemuan Penuh Emosi
62
Part 62
63
Arwah Leona
64
Terpukul
65
Leona Meluapkan Amarah
66
Permintaan Leona
67
Part 67
68
Kaif dan Gauri
69
Kaif dan Gauri 2
70
Perdebatan Gauri dan Dafi
71
Part 71
72
Kehancuran Keluarga Dafi
73
Ke Panti
74
Ke Panti 2
75
Menegangkan
76
Kedatangan AA, Dede, Cia, Ghava, Al dan Luna
77
Sosok yang Sebenarnya
78
Part 78
79
Part 79
80
Demit Cosplay
81
Masalah Panti Done
82
Amelia
83
RADEN YUDHISTIRA PUTRO SURYANEGARA
84
Oky Jelly Drink
85
Atsuki dan Dilara
86
Iyeeeessss
87
Bewara Novel Baru
88
Cerita tentang Yudi
89
Part 88
90
Ternyata....
91
Part 90
92
Part 91
93
WAR!!!
94
WAR 2
95
Part 94
96
Alasan Sebenarnya
97
Ghea Bisa Sembuh
98
Melepaskan Kutukan
99
Kedatangan Wening dan Ayu
100
Part 99
101
Part 100
102
Part 101
103
ONI
104
Part 103
105
Part 104
106
Tentang Zahira
107
Obrolan Unfaedah
108
Insiden di Kafe
109
Part 108
110
Hari Libur nya Hazley
111
Part 110
112
Part 111
113
Hazley
114
Part 113
115
Obrolan si kembar
116
Part 115
117
Ketakutan Cia
118
Rumah Kosong Dekat Rumah Tama
119
Tidak Mungkin
120
Amukan Cia
121
Part 120
122
Part 121
123
Part 122
124
Part 123
125
Akhir keluarga Kuncoro
126
Part 125
127
Part 126
128
Part 127
129
Yasmin
130
Yasmin 2
131
Yasmin 3
132
Kondisi ibunya Yasmin
133
Ganjaran untuk Ayahnya Yasmin dan si Selingkuhan
134
Part 133
135
Kasus Yasmin Selesai
136
Part 135
137
Rencana ke Kampung Halaman mbak Gem
138
Part 137
139
Part 138
140
Part 139
141
Ikan Dori, Ikan Cucut....
142
Part 141
143
Mbak Gem
144
Part 143
145
JADI NIKAH CEPET INI MAH
146
Part 145
147
Part 146
148
Part 147
149
Mode gibah Aktif
150
Part 149
151
Part 150
152
Part 151
153
Part 152
154
Part 153
155
Part 154
156
Part 155
157
Part 156
158
Part 157
159
Hukum di Dunia
160
Part 159
161
Altar dan Akmal
162
Part 161
163
WAR
164
Part 163
165
Ungkapan Terima Kasih Warga
166
Lagi-lagi
167
Part 166
168
Part 167
169
Inaya Sakit
170
Inaya Koma
171
Part 170
172
Part 171
173
Part 172
174
Part 173
175
Part 174
176
WAR!!!
177
Part 176
178
Part 177
179
Part 178
180
Part 179
181
Part 180
182
Naya ku
183
Part 182
184
Part 183
185
Part 184
186
Ghea dan Faiz
187
Part 186
188
Part 187
189
Part 188
190
Part 189
191
Part 190
192
Part 191
193
Part 192
194
Part 193
195
Part 194
196
Part 195
197
Bewara Judul Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!