Kejanggalan

Keempatnya celingukan, melihat ke sekitar. Setelah di fokuskan, mereka merasa bila bau itu berasal dari tenda Sustrini. Mereka saling tatap, namun mereka berhenti membahas masalah bau ini. Karena mereka berpikir, mungkin di dalam sana Sustrini memakai parfum.

Tetapi Anggun memilih untuk mengatakan, tentang bau wangi yang sama pada teman-temannya. Namun baru saja ia hendak bicara, Sustrini keluar dari tenda dan ikut bergabung. Dan anehnya, bau itu hilang bersamaan dengan Sustrini duduk bersama mereka.

Lagi... Sustrini hanya duduk menunduk, tanpa mengucapkan apapun. Keempatnya memilih untuk diam, karena takut membuat Sustrini merasa tak nyaman.

Ketika masakan sudah matang, mereka pun duduk untuk makan bersama. Tak lupa juga, Bara mengajak Sustrini untuk makan bareng. Tapi Sustrini menolak, dengan dalih ia tidak lapar. Bara dan yang lain menganggap, bila Sustrini sudah makan saat di tenda tadi.

Saat makan berlangsung, Anggun merasakan bulu kuduk nya berdiri tiba-tiba. Terlebih saat ia melirik ke arah Sustrini, yang sedang duduk diam sambil terus menunduk melihat ke bawah.

'Apa ini ya? Perasaan gue ga enak mulu dari tadi' gumamnya dalam hati

Setelah selesai makan, mereka lanjut buat kopi. Dan duduk santai, sambil berbincang. Selama perbincangan itu, mereka sesekali mengajak Sustrini ngobrol. Tapi dia tak berbicara sama sekali, hanya merespon dengan senyuman.

Di sela-sela obrolan, Sustrini tiba-tiba pamit pada Bara dkk. Untuk masuk ke dalam tenda lebih dulu, dengan alasan sudah mengantuk. Keempatnya mengangguk serentak, seraya menatap Sustrini masuk ke dalam tenda.

Setelah Sustrini masuk, Anggun memulai pembicaraan kembali.

"Lu pada, ngerasa ada yang aneh ga sih ma itu cewek"

"Kenapa? Maksud lo aneh gimana?" tanya Bara balik

"Sejak dia gabung ma kita, dia ga kedengeran ngomong sama sekali. Tadi waktu kita ajak ngobrol juga, dia cuma respon senyum ma ngangguk atau geleng kepala." jawab Anggun, ketiga pria itu saling tatap.

"Iya juga ya, gue baru sadar." ucap Bara

"Terus ma bau wangi tadi, sebenernya waktu di jalan tadi. Gue juga nyium bau yang sama, Haris juga." lanjut Anggun

Bara meminta Anggun, untuk berhenti bicara yang tidak-tidak. Dan memintanya untuk berpikir positif, mungkin saja itu memang sifatnya. Pendiam, tidal banyak bicara. Bara pun mengingatkan nasihat dari si mbah, untuk menjaga tata krama dan sikap. Anggun mengangguk setuju, ia langsung diam.

Anggun yang tidur sendiri, ia memilih untuk mengisi pikirannya. Dengan hal-hal baik, dan positif. Anggun terus berusaha, membuang pikiran negatif nya pada Sustrini. Tapi tetap tidak bisa, semakin ia berusaha. Untuk tidak memikirkan hal itu, namun pikirannya malah terus berpikir tentang Sustrini.

Sebelum tidur, Anggun berdoa semoga tak terjadi hal yang buruk padanya, juga teman-temannya.

.

Saat sudah mulai terbuai mimpi, tiba-tiba Anggun merasa ingin buang air kecil. Dia pun keluar, mencari tempat untuk buang air kecil.

Begitu Anggun sudah di luar tenda, ia melihat Sustrini. Perempuan itu sedang duduk, dengan posisi dagunya berada di atas kedua lututnya. Tangan kanannya terlihat tengah memegang ranting, sambil mencorat coret tanah. Melihat hal itu, Anggun memutuskan untuk menghampiri dan bertanya.

"Mbak ko belum tidur?" Sustrini menengadahkan kepalanya, ia menatap Anggun dengan senyum sinis nya.

GLEK

Meski ada perasaan takut, tidak pantas rasanya untuk langsung pergi bukan?

"Enggak mbak, saya ga ngantuk" jawab Sustrini, dengan nada yang datar

"O..ohh.. kalo gitu saya tinggal ya mbak, mari." dengan jalan pelan, tapi juga cepat. Anggun melangkahkan kakinya, ke belakang tenda. Untuk melaksanakan niatnya buang air kecil, yang tadi sempat tertunda karena melihat Sustrini. Ketika dia tengah berjongkok, buang air kecil. Samar-samar ia mendengar ada suara nyanyian, suara wanita dan juga sangat merdu.

'Tak lelo... lelo... lelo ledung, cap mene ojo pijer nangis.

Anakku sing ayu rupane, yen nangis ndak ilang ayune....

Mendengar itu, tubuh Anggun mendadak meremang. Rasa takut langsung di rasakannya, gegas ia menyudahi buang air kecilnya dan hendak bergegas masuk ke dalam tenda.

Tapi saat ia sudah ada di depan tendanya, suara yang tadi ia dengar. Ternyata yang menyanyi merdu itu, adalah Sustrini. Posisi dia menyanyi, masih sama dengan saat Anggun lihat sebelum dia pergi buang air kecil. Masih dengan posisi duduk, menumpangkan dagunya di kedua lutut. Tangannya pun masih memegang ranting, mencorat coret tanah.

Tapi....

DEG

Yang berbeda dari Sustrini saat ini adalah, pakaian yang ia pakai berbeda. Dia bukan menggunakan pakaian mendaki, seperti yang dia lihat hari ini. Tapi... tapi... pakaiannya saat ini, kain berwarna putih lusuh dan sangat kotor. Bahkan... bahkan rambutnya juga tergerai sangat panjang, dan... dan berantakan.

Melihat hal itu, Anggun benar-benar sangat takut. Dengan tubuh bergetar, pelan-pelan ia berjalan masuk kedalam tenda. Sambil sesekali, matanya melirik ke arah Sustrini. Dan ketika dia melirik, untuk ke sekian kalinya. Tiba-tiba...

JREEENG

Sustrini menegakkan kepalanya, dia menoleh ke arah Anggun. Menatap tajam, sambil tersenyum menyeringai.

DEG

Dengan sisa kekuatan yang ada, Anggun segera masuk ke dalam tenda. Ia segera menutup tendanya rapat-rapat, ini merupakan hal pertama kali. Dimana Anggun benar-benar merasa sangat ketakutan, selama ia mendaki gunung.

Suara nyanyian itu, terus terdengar di telinga Anggun. Hingga tak terasa, pada akhirnya Anggun pun tertidur lelap. Tak lama setelah ia tertidur, terdengar suara Bara membangunkannya untuk segera keluar.

"Nggun... bangun woooyy, udah mau adzan subuh. Buruan siap-siapa shalat" ucap Bara di luar tenda

"IYAAAAA" Anggun menggeliatkan tubuhnya, lalu ia pun duduk. Saat bangun, ia teringat dengan kejadian semalam. Ia yakin, bila kejadian semalam hanyalah sebuah mimpi. Sehingga Anggun memutuskan, untuk tidak menceritakan mimpinya dan langsung keluar tenda. Di luar, ketiga temannya sudah bersiap hendak melaksanakan shalat.

Singkat cerita, mereka sudah melaksanakan kewajibannya. Ketiga pria langsung berkumpul dan berbincang, Anggun pun bergabung. Ternyata yang sedang mereka bicarakan adalah, tentang Sustrini yang sudah tidak ada. Begitu pun dengan tendanya, yang sudah tak terlihat. Yang mengejutkan Anggun ialah, cerita Haris.

"Semalem gue pengen buang air kecil, lu pada tau kagak apa yang gue liat. Gue liat Sustrini duduk di depan tendanya, tapi dalam wujud yang berbeda. Dia juga nembang lagu jawa, apa itu ya... yang talelo lelo itu loh... yang biasanya di pake buat pok-pok bayi tidur." ucapnya, Anggun benar-benar tersentak.

Karena apa yang di ceritakan Haris, sama persis dengan apa yang di alami di mimpinya. Akhirnya Anggun pun menceritakan, apa yang ia alami. Mendengar cerita dari dua temannya, Bara dan Doni hampir tidak percaya. Akhirnya Bara meminta pada Anggun dan Haris, untuk melupakan kejadian ini. Dan menganggap, bila Sustrini sudah ke atas lebih dulu.

Sesaat, Anggun pun merasa lega.

...****************...

...HAPPY READING ALL...

Jangan lupakan like, komen, gift sama vote nyaaa🥰

Terpopuler

Comments

RiriChiew🌺

RiriChiew🌺

aslii semalam aku Ampe stop dulu baca Mak soalna tengah wengi pisan bisi te bisa tidur jadi Weh karek dibaca deui ayena 🙈

2025-12-31

7

≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ

≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ

Kek nya kalo bacanya malam lebih seru ni mak, lebih berasa gitu🤣🤣🤣

2025-12-31

3

muhammad ibnuarfan

muhammad ibnuarfan

langsung cus aku Thor...soal nya ceritamu gak ada yang gagal...bagus semua nya...menghibur...ada lucu nya...ada agama nya...pokok nya keren lah...di tunggu up nya...lanjut...💪💪💪

2025-12-31

2

lihat semua
Episodes
1 Rencana Mendaki
2 Gunung Sumbing
3 Kejanggalan
4 Kuntilanak Sustrini
5 Kenan
6 Masalah di Kafe 1
7 Masalah Kafe 2
8 Kanaya
9 Anggun
10 Ratu Hamil
11 Seorang Petarung
12 Kondisi Jenazah Haris
13 Perpisahan
14 Rencana ke Rumah Anggun
15 Perasaan Aneh
16 Insiden
17 Lamaran
18 Melihat Masa Lalu Anggun 1
19 Melihat Masa Lalu Anggun 2
20 Masih Masa Lalu Anggun
21 Bingung, Mau Kasih judul Apa???
22 Kedatangan Friska di Rumah Anggun
23 Pertarungan
24 Masih Pertarungan dan di temukannya eyang Anggun
25 Kekonyolan di Tengah Pertarungan
26 Dahlia Mengingat Semuanya
27 Ajakan Hiking
28 Memutar balikan Fakta
29 Gunung Butak
30 Tak Terlihat
31 Masih Tersesat
32 Ikhlas Mati di Gunung
33 Di temukannya Kania dkk
34 Fakta yang Mengejutkan
35 Membongkar Kejahatan Sendiri
36 Perpisahan
37 Bara
38 Kerusuhan di Kafe
39 Akhirnyaaaaa
40 Menolong
41 Sebelum Kejadian
42 Rumah Sakit
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Hantu Anak Kecil
47 Kedatangan Anin, Yas dan Haidar
48 Begu Ganjang
49 Kembara Kembar 10 Kembali Beraksi
50 Selesai
51 Doni yang Absurd
52 Part 52
53 Perang Batin
54 Part 54
55 SAAHH
56 Part 56
57 Istana Keraton
58 Istana Keraton 2
59 BAKU HANTAM
60 Baku Hantam part 2
61 Pertemuan Penuh Emosi
62 Part 62
63 Arwah Leona
64 Terpukul
65 Leona Meluapkan Amarah
66 Permintaan Leona
67 Part 67
68 Kaif dan Gauri
69 Kaif dan Gauri 2
70 Perdebatan Gauri dan Dafi
71 Part 71
72 Kehancuran Keluarga Dafi
73 Ke Panti
74 Ke Panti 2
75 Menegangkan
76 Kedatangan AA, Dede, Cia, Ghava, Al dan Luna
77 Sosok yang Sebenarnya
78 Part 78
79 Part 79
80 Demit Cosplay
81 Masalah Panti Done
82 Amelia
83 RADEN YUDHISTIRA PUTRO SURYANEGARA
84 Oky Jelly Drink
85 Atsuki dan Dilara
86 Iyeeeessss
87 Bewara Novel Baru
88 Cerita tentang Yudi
89 Part 88
90 Ternyata....
91 Part 90
92 Part 91
93 WAR!!!
94 WAR 2
95 Part 94
96 Alasan Sebenarnya
97 Ghea Bisa Sembuh
98 Melepaskan Kutukan
99 Kedatangan Wening dan Ayu
100 Part 99
101 Part 100
102 Part 101
103 ONI
104 Part 103
105 Part 104
106 Tentang Zahira
107 Obrolan Unfaedah
108 Insiden di Kafe
109 Part 108
110 Hari Libur nya Hazley
111 Part 110
112 Part 111
113 Hazley
114 Part 113
115 Obrolan si kembar
116 Part 115
117 Ketakutan Cia
118 Rumah Kosong Dekat Rumah Tama
119 Tidak Mungkin
120 Amukan Cia
121 Part 120
122 Part 121
123 Part 122
124 Part 123
125 Akhir keluarga Kuncoro
126 Part 125
127 Part 126
128 Part 127
129 Yasmin
130 Yasmin 2
131 Yasmin 3
132 Kondisi ibunya Yasmin
133 Ganjaran untuk Ayahnya Yasmin dan si Selingkuhan
134 Part 133
135 Kasus Yasmin Selesai
136 Part 135
137 Rencana ke Kampung Halaman mbak Gem
138 Part 137
139 Part 138
140 Part 139
141 Ikan Dori, Ikan Cucut....
142 Part 141
143 Mbak Gem
144 Part 143
145 JADI NIKAH CEPET INI MAH
146 Part 145
147 Part 146
148 Part 147
149 Mode gibah Aktif
150 Part 149
151 Part 150
152 Part 151
153 Part 152
154 Part 153
155 Part 154
156 Part 155
157 Part 156
158 Part 157
159 Hukum di Dunia
160 Part 159
161 Altar dan Akmal
162 Part 161
163 WAR
164 Part 163
165 Ungkapan Terima Kasih Warga
166 Lagi-lagi
167 Part 166
168 Part 167
169 Inaya Sakit
170 Inaya Koma
171 Part 170
172 Part 171
173 Part 172
174 Part 173
175 Part 174
176 WAR!!!
177 Part 176
178 Part 177
179 Part 178
180 Part 179
181 Part 180
182 Naya ku
183 Part 182
184 Part 183
185 Part 184
186 Ghea dan Faiz
187 Part 186
188 Part 187
189 Part 188
190 Part 189
191 Part 190
192 Part 191
193 Part 192
194 Part 193
195 Part 194
196 Part 195
197 Bewara Judul Baru
Episodes

Updated 197 Episodes

1
Rencana Mendaki
2
Gunung Sumbing
3
Kejanggalan
4
Kuntilanak Sustrini
5
Kenan
6
Masalah di Kafe 1
7
Masalah Kafe 2
8
Kanaya
9
Anggun
10
Ratu Hamil
11
Seorang Petarung
12
Kondisi Jenazah Haris
13
Perpisahan
14
Rencana ke Rumah Anggun
15
Perasaan Aneh
16
Insiden
17
Lamaran
18
Melihat Masa Lalu Anggun 1
19
Melihat Masa Lalu Anggun 2
20
Masih Masa Lalu Anggun
21
Bingung, Mau Kasih judul Apa???
22
Kedatangan Friska di Rumah Anggun
23
Pertarungan
24
Masih Pertarungan dan di temukannya eyang Anggun
25
Kekonyolan di Tengah Pertarungan
26
Dahlia Mengingat Semuanya
27
Ajakan Hiking
28
Memutar balikan Fakta
29
Gunung Butak
30
Tak Terlihat
31
Masih Tersesat
32
Ikhlas Mati di Gunung
33
Di temukannya Kania dkk
34
Fakta yang Mengejutkan
35
Membongkar Kejahatan Sendiri
36
Perpisahan
37
Bara
38
Kerusuhan di Kafe
39
Akhirnyaaaaa
40
Menolong
41
Sebelum Kejadian
42
Rumah Sakit
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Hantu Anak Kecil
47
Kedatangan Anin, Yas dan Haidar
48
Begu Ganjang
49
Kembara Kembar 10 Kembali Beraksi
50
Selesai
51
Doni yang Absurd
52
Part 52
53
Perang Batin
54
Part 54
55
SAAHH
56
Part 56
57
Istana Keraton
58
Istana Keraton 2
59
BAKU HANTAM
60
Baku Hantam part 2
61
Pertemuan Penuh Emosi
62
Part 62
63
Arwah Leona
64
Terpukul
65
Leona Meluapkan Amarah
66
Permintaan Leona
67
Part 67
68
Kaif dan Gauri
69
Kaif dan Gauri 2
70
Perdebatan Gauri dan Dafi
71
Part 71
72
Kehancuran Keluarga Dafi
73
Ke Panti
74
Ke Panti 2
75
Menegangkan
76
Kedatangan AA, Dede, Cia, Ghava, Al dan Luna
77
Sosok yang Sebenarnya
78
Part 78
79
Part 79
80
Demit Cosplay
81
Masalah Panti Done
82
Amelia
83
RADEN YUDHISTIRA PUTRO SURYANEGARA
84
Oky Jelly Drink
85
Atsuki dan Dilara
86
Iyeeeessss
87
Bewara Novel Baru
88
Cerita tentang Yudi
89
Part 88
90
Ternyata....
91
Part 90
92
Part 91
93
WAR!!!
94
WAR 2
95
Part 94
96
Alasan Sebenarnya
97
Ghea Bisa Sembuh
98
Melepaskan Kutukan
99
Kedatangan Wening dan Ayu
100
Part 99
101
Part 100
102
Part 101
103
ONI
104
Part 103
105
Part 104
106
Tentang Zahira
107
Obrolan Unfaedah
108
Insiden di Kafe
109
Part 108
110
Hari Libur nya Hazley
111
Part 110
112
Part 111
113
Hazley
114
Part 113
115
Obrolan si kembar
116
Part 115
117
Ketakutan Cia
118
Rumah Kosong Dekat Rumah Tama
119
Tidak Mungkin
120
Amukan Cia
121
Part 120
122
Part 121
123
Part 122
124
Part 123
125
Akhir keluarga Kuncoro
126
Part 125
127
Part 126
128
Part 127
129
Yasmin
130
Yasmin 2
131
Yasmin 3
132
Kondisi ibunya Yasmin
133
Ganjaran untuk Ayahnya Yasmin dan si Selingkuhan
134
Part 133
135
Kasus Yasmin Selesai
136
Part 135
137
Rencana ke Kampung Halaman mbak Gem
138
Part 137
139
Part 138
140
Part 139
141
Ikan Dori, Ikan Cucut....
142
Part 141
143
Mbak Gem
144
Part 143
145
JADI NIKAH CEPET INI MAH
146
Part 145
147
Part 146
148
Part 147
149
Mode gibah Aktif
150
Part 149
151
Part 150
152
Part 151
153
Part 152
154
Part 153
155
Part 154
156
Part 155
157
Part 156
158
Part 157
159
Hukum di Dunia
160
Part 159
161
Altar dan Akmal
162
Part 161
163
WAR
164
Part 163
165
Ungkapan Terima Kasih Warga
166
Lagi-lagi
167
Part 166
168
Part 167
169
Inaya Sakit
170
Inaya Koma
171
Part 170
172
Part 171
173
Part 172
174
Part 173
175
Part 174
176
WAR!!!
177
Part 176
178
Part 177
179
Part 178
180
Part 179
181
Part 180
182
Naya ku
183
Part 182
184
Part 183
185
Part 184
186
Ghea dan Faiz
187
Part 186
188
Part 187
189
Part 188
190
Part 189
191
Part 190
192
Part 191
193
Part 192
194
Part 193
195
Part 194
196
Part 195
197
Bewara Judul Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!