BSB BAB 4_Menikah

Keluarga Arumi hadir, namun bukan untuk memberikan restu bu Ratna dan Siska duduk di kursi tunggu dengan melipat tangan di dada, wajah mereka ditekuk masam.

Mereka hadir hanya untuk memastikan bahwa Arumi benar-benar menikah dengan "gembel" ini, sehingga mereka memiliki alasan sah untuk terus menindasnya atau menagih janji pelunasan hutang pada Adrian.

"Cepatlah dimulai, aku ada janji temu dengan teman-temanku jam sepuluh. Malu-maluin saja ada di sini." gerutu Siska sambil mengipasi wajahnya dengan tangan.

Penghulu masuk ke ruangan kecil itu, ia menatap pasangan di depannya dengan tatapan iba.

Ia sudah sering melihat pasangan kaya dan miskin, namun ada sesuatu yang berbeda dari pria bernama Ian ini.

Cara pria itu duduk, cara ia meletakkan tangannya di atas meja, dan cara ia menatap Arumi... itu bukan tatapan pria yang kalah oleh kemiskinan, dan itu adalah tatapan seorang pelindung.

"Saudara Ian, apakah Anda sudah siap?" tanya Penghulu.

Adrian mengangguk mantap. "Saya siap."

Prosesi itu berlangsung singkat, mas kawinnya pun sangat sederhana, sesuai permintaan Arumi agar tidak memberatkan Adrian yaitu seperangkat alat salat dan sebuah cincin perak polos yang dibeli Adrian menggunakan sisa uang di sakunya yaitu uang yang sebenarnya ia "temukan" di saku celana loaknya, yang kemungkinan besar tertinggal oleh pemilik sebelumnya.

"Saya terima nikahnya dan kawinnya Arumi binti almarhum Bapak Baskoro dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." ucap Adrian dengan lantang.

Dalam satu tarikan napas, suara bariton Adrian menggema di ruangan itu.

Sah.

Arumi memejamkan mata, merasakan setitik air mata jatuh di pipinya.

Ia kini resmi menjadi istri dari seorang pria yang baru dikenalnya kemarin.

Ada rasa takut, namun saat Adrian meraih tangannya untuk dipasangkan cincin, Arumi merasakan kehangatan yang menjalar ke seluruh tubuhnya.

Genggaman tangan Adrian begitu kokoh, seolah-olah pria itu sedang berkata tanpa suara yaitu angan takut, aku di sini.

Sementara itu, beberapa ratus meter dari kantor KUA, sebuah mobil sedan hitam mewah dengan kaca gelap terparkir di sudut jalan yang sepi.

Di dalamnya duduk Hendra, asisten pribadi kepercayaan Adrian selama bertahun-tahun.

Hendra memegang tablet yang menampilkan koordinat GPS atasannya.

Hendra menghela napas panjang. "Tuan Muda benar-benar melakukannya, menikah di KUA kecil dengan mahar perak? Kalau dunia tahu, saham Arkadia Group bisa bergejolak karena dianggap CEO-nya sudah gila." serunya.

Namun Hendra tahu tugasnya, Adrian telah mengirimkan pesan singkat melalui ponsel jadul yang ia beli kemarin yaitu

"Pastikan tidak ada gangguan dari pihak Pak Broto hari ini, jangan tunjukkan dirimu dan pantau dari jauh."

Hendra melihat melalui teropong digitalnya, ia melihat beberapa preman suruhan Pak Broto yang tampak berjaga di sekitar KUA, bersiap untuk mengintimidasi Adrian setelah acara selesai.

Hendra tersenyum tipis, ia menekan sebuah tombol di panel mobilnya, memanggil tim keamanan rahasia Arkadia yang sudah berpakaian preman juga.

"Sikat mereka tanpa suara, pastikan mereka tidak pernah berani mendekati istri Tuan Muda lagi." perintah Hendra dingin.

Hanya dalam hitungan menit, para preman Pak Broto yang tadinya garang mendadak didekati oleh pria-pria berbadan tegap yang jauh lebih profesional.

Tanpa ada keributan berarti, mereka "diangkut" ke dalam van putih dan dibawa pergi dari lokasi.

Adrian dari dalam ruang KUA, melihat sekilas melalui jendela dan memberikan senyum tipis yang hampir tak terlihat

'Kerja bagus, Hendra.' batinnya.

Setelah akad nikah selesai, rombongan kecil itu pulang ke rumah, bu Ratna langsung menghadang di pintu depan begitu mereka sampai.

"Nah, sekarang kau sudah sah jadi istrinya. Ingat janjimu, Ian! Satu bulan dari sekarang, lima puluh juta harus ada di tanganku untuk membayar Pak Broto. Kalau tidak, kau dan istrimu ini akan ku usir dan kalian harus tidur di got!" ancam Bu Ratna.

Arumi ingin membela diri, tapi Adrian merangkul bahunya.

"Satu bulan bu, saya tidak lupa dan sekarang biarkan istri saya istirahat. Dia lelah." ucap Adrian.

Siska mencibir. "Istri saya... cih, geli dengarnya. Kak Arumi jangan harap kau bisa santai-santai ya, statusmu boleh berubah jadi istri, tapi di rumah ini kau tetap harus mencuci baju-bajuku dan membersihkan rumah, masmu yang pengangguran ini juga jangan cuma numpang makan!" serunya.

Adrian menatap Siska dengan tajam. "Arumi tidak akan lagi mencuci bajumu Siska, mulai hari ini dia adalah tanggung jawabku, kalau kau punya baju kotor cuci sendiri, kau punya tangan dan kaki, bukan?"

Siska terbelalak. "Apa?! Kau berani memerintahku di rumahku sendiri?!"

"Ini rumah peninggalan almarhum ayah Arumi juga, kan?" balas Adrian tenang.

Ia sudah menyelidiki latar belakang keluarga ini dalam semalam melalui koneksinya.

"Secara hukum waris, Arumi punya hak di sini, jadi mulai sekarang, mari kita bagi tugas dengan adil."

Bu Ratna yang mendengar itu langsung naik pitam, ia mengambil sapu lidi dan hendak memukulkannya ke arah Adrian.

"Berani-beraninya kau mengatur di sini! Dasar gembel tidak tahu diri!" ujarnya.

Namun, Arumi tiba-tiba berdiri di depan Adrian, melindungi suaminya.

"Cukup, Bu! Mas Ian benar, selama ini aku diam karena aku sayang pada Ibu dan Siska, tapi sekarang aku punya suami. Tolong hargai dia, atau kami benar-benar akan pergi dari sini sekarang juga!"

Bu Ratna tertegun, Arumi yang biasanya penurut dan pendiam kini berani menatapnya dengan mata yang berapi-api.

Bu Ratna mendengus kasar, ia tahu jika Arumi pergi sekarang, tidak akan ada lagi yang mengerjakan pekerjaan rumah dan tidak ada yang bisa dijadikan jaminan hutang pada Pak Broto.

"Sana! Masuk ke gudang belakang! Jangan keluar kalau tidak aku panggil!" teriak Bu Ratna sambil menghentakkan kakinya masuk ke kamar.

Gudang belakang itu kecil, luasnya mungkin hanya 3x3 meter, isinya adalah tumpukan kardus tua, mesin cuci rusak, dan sebuah dipan kayu sempit dengan kasur tipis yang baunya apek.

Arumi merasa sangat sedih harus membawa suaminya ke tempat seperti ini.

"Maafkan aku Mas." bisik Arumi saat mereka hanya berdua, ia mulai membersihkan debu di atas kasur.

"Seharusnya malam pertama kita tidak seperti ini, Mas pasti menyesal menikahiku."

Adrian duduk di pinggir dipan, ia memperhatikan Arumi yang masih sibuk mengelap debu meski wajahnya tampak sangat kelelahan.

Adrian meraih tangan Arumi, menghentikan aktivitas gadis itu.

"Arumi lihat aku," kata Adrian lembut.

Arumi mendongak, di bawah cahaya lampu bohlam lima watt yang redup, wajah Adrian tampak sangat berwibawa.

"Aku tidak menyesal. Justru aku berterima kasih, kau memberiku kesempatan untuk melihat dunia dari sisi yang berbeda. Dan tentang tempat ini... anggap saja ini adalah awal dari sebuah perjalanan. Istana tidak dibangun dalam semalam, tapi aku janji, aku akan membangunkan istana untukmu," ujar Adrian.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

Terpopuler

Comments

Kustri

Kustri

mahar alat sholat terlalu besar u ukuran 'gembel' hrs'a seada'a uang yg di bawa adrian
ada" aja nemu uang di saku celana loak🤔

2026-07-09

0

Ning Suswati

Ning Suswati

kasian sekali nasib anak yg disiksa, biasanya hidup.kedepannya diangkat derajatnya oleh tuhan

2026-05-17

0

mooociii

mooociii

la ktnya itu rmh arumi hsil nyicil 3 thn waktu kerja serabutan thor?

2026-05-10

0

lihat semua
Episodes
1 BSB BAB 1_Mutiara di Tengah Lumpur
2 BSB BAB 2_Sang Elang yang Menanggalkan Sayapnya
3 BSB BAB 3_Suami Miskin
4 BSB BAB 4_Menikah
5 BSB BAB 5_Paket Bantuan Sosial
6 BSB BAB 6_Penyamaran Yang Berbahaya
7 BSB BAB 7_Murka Sang Raja yang Tersembunyi
8 BSB BAB 8_Dua Wajah Sang Penguasa
9 BSB BAB 9_Jebakan
10 BSB BAB 10_Bakat yang Tersembunyi
11 BSB BAB 11_Syarat Sang Penyelamat
12 BSB BAB 12_Benang Merah yang Mulai Terurai
13 BSB BAB 13_Pertemuan Yang Tak Terduga
14 BSB BAB 14_Sabotase di Balik Bayang-bayang
15 BSB BAB 15_Berlian yang Mulai Bersinar
16 BSB BAB 16_Tawaran dari Surga
17 BSB BAB 17_Roda Nasib yang Berputar
18 BSB BAB 18_Tiket Keberuntungan
19 BSB BAB 19_Pertemuan di Negeri Singa
20 BSB BAB 20_Nomor Tak di Kenal
21 BSB BAB 21_Singa di Tengah Malam
22 BSB BAB 22_Suara di Balik Tirai Kekuasaan
23 BSB BAB 23_Perintah Sang Patriark
24 BSB BAB 24_Kebohongan Yang Terbongkar
25 BSB BAB 25_Satu Syarat
26 BSB BAB 26_Hari Pertama Menjadi Kuli
27 BSB BAB 27_Kegaduhan ditengah Malam
28 BSB BAB 28_Titik Lemah
29 BSB BAB 29_Proyek Pertama
30 BSB BAB 30_Sabotase di Balik Debu Konstruksi
31 BSB BAB 31_Rekaman Palsu
32 BSB BAB 32_Kiriman Anonim
33 BSB BAB 33_Kartu Nama
34 BSB BAB 34_Menghancurkan Nama Baik
35 BSB BAB 35_Kebangkitan Sang Elang
36 BSB BAB 36_Satu Rahasia Besar
37 BSB BAB 37_Murka Sang Elang Tua
38 BSB BAB 38_Ini Bukan Mimpi
39 BSB BAB 39_Arsip Masa Lalu
40 INFORMASI
41 BSB BAB 40_Benih Keraguan di Atas Tanah Keramat
42 BSB BAB 41_Makam Para Sesepuh Desa
43 BSB BAB 42_Mencari Damai
44 BSB BAB 43_Labuhan Hati di Balik Sketsa
45 BSB BAB 44_Kemandirian
46 BSB BAB 45_Rahasia di Balik Debu
47 BSB BAB 46_Akhir dari Sebuah Labirin
48 BSB BAB 47_Toko Roti Sari Atmojo
49 BSB BAB 48_Berhalusinasi
50 BSB BAB 49_Memperbaiki Nama Ayahku
51 BSB BAB 50_Memiliki Jangkar Yang Kuat
52 BSB BAB 51_Tamu Tak Diundang
53 BSB BAB 52_Waktunya Pergi
54 BSB BAB 53_Proyek Rahasia
55 BSB BAB 54_Kejutan
56 BSB BAB 55_Tamu VIP
57 BSB BAB 56_Terancam
58 BSB BAB 57_Ketegasan Arumi
59 BSB BAB 58_Orang Dimasa Lalu
60 BSB BAB 59_Sudah Lama Dinanti
61 BSB BAB 60_Ngidam
62 BSB BAB 61_Kehebohan Kakek Haris
63 BSB BAB 62_Kerupuk Misnad
64 BSB BAB 63_Melihat Calon Pewaris Arkadia
65 BSB BAB 64_Sego Sambel Tumpang Daun Jati
66 BSB BAB 65_Tidak Lagi Cantik
67 BSB BAB 66_Fenomena Baru
68 BSB BAB 67_Mengenal Ritme Dunia Bisnis
69 BSB BAB 68_Arsitek Melawan Kontraktor
70 BSB BAB 69_Rahasia Dibalik Kanvas
71 BSB BAB 70_Hutan Kehidupan
72 BSB BAB 71_Kesepakatan Yang Menguntungkan
73 BSB BAB 72_Lelah Yang Menyenangkan
74 BSB BAB 73_Rencana 7 Bulanan
75 BSB BAB 74_Acara 7 Bulanan
76 BSB BAB 75_Insomnia Trimester Ketiga
77 BSB BAB 76_Tugas Duniaku
78 BSB BAB 77_Gejala Diakhir Trimester
79 BSB BAB 78_Verifikasi Data
80 BSB BAB 79_Tas Rumah Sakit
81 BSB BAB 80_Tidak Enak Padamu
82 BSB BAB 81_Kelahiran Pewaris Arkadia
83 BSB BAB 82_Aturan Mutlak
84 BSB BAB 83_Pulang
85 BSB BAB 84_Tangisan Arkananta
86 New Story: Bu Guru Cantik Milik Dokter Dingin
87 BSB BAB 85_Merasa Terabaikan?
88 BSB BAB 86_Pergerakan Tidak Biasa
89 BSB BAB 87_Akhir Dari Serangan
90 BSB BAB 88_Cinta Ibu Padamu
91 BSB BAB 89_Tumbuh Gigi
92 BSB BAB 90_Merangkak
93 BSB BAB 91 (END)_Terima kasih sayang, I Love You
94 New Story Edisi Spesial Ramadhan: Munajat Cinta
95 New Story: Menikah Dengan Om Sahabatku
96 New Story: Benih Rahasia Sang Dokter
97 New Story: Di Bawah Kuasa Mantan Suami
98 New Story: Istri Figuran Sang Pewaris
Episodes

Updated 98 Episodes

1
BSB BAB 1_Mutiara di Tengah Lumpur
2
BSB BAB 2_Sang Elang yang Menanggalkan Sayapnya
3
BSB BAB 3_Suami Miskin
4
BSB BAB 4_Menikah
5
BSB BAB 5_Paket Bantuan Sosial
6
BSB BAB 6_Penyamaran Yang Berbahaya
7
BSB BAB 7_Murka Sang Raja yang Tersembunyi
8
BSB BAB 8_Dua Wajah Sang Penguasa
9
BSB BAB 9_Jebakan
10
BSB BAB 10_Bakat yang Tersembunyi
11
BSB BAB 11_Syarat Sang Penyelamat
12
BSB BAB 12_Benang Merah yang Mulai Terurai
13
BSB BAB 13_Pertemuan Yang Tak Terduga
14
BSB BAB 14_Sabotase di Balik Bayang-bayang
15
BSB BAB 15_Berlian yang Mulai Bersinar
16
BSB BAB 16_Tawaran dari Surga
17
BSB BAB 17_Roda Nasib yang Berputar
18
BSB BAB 18_Tiket Keberuntungan
19
BSB BAB 19_Pertemuan di Negeri Singa
20
BSB BAB 20_Nomor Tak di Kenal
21
BSB BAB 21_Singa di Tengah Malam
22
BSB BAB 22_Suara di Balik Tirai Kekuasaan
23
BSB BAB 23_Perintah Sang Patriark
24
BSB BAB 24_Kebohongan Yang Terbongkar
25
BSB BAB 25_Satu Syarat
26
BSB BAB 26_Hari Pertama Menjadi Kuli
27
BSB BAB 27_Kegaduhan ditengah Malam
28
BSB BAB 28_Titik Lemah
29
BSB BAB 29_Proyek Pertama
30
BSB BAB 30_Sabotase di Balik Debu Konstruksi
31
BSB BAB 31_Rekaman Palsu
32
BSB BAB 32_Kiriman Anonim
33
BSB BAB 33_Kartu Nama
34
BSB BAB 34_Menghancurkan Nama Baik
35
BSB BAB 35_Kebangkitan Sang Elang
36
BSB BAB 36_Satu Rahasia Besar
37
BSB BAB 37_Murka Sang Elang Tua
38
BSB BAB 38_Ini Bukan Mimpi
39
BSB BAB 39_Arsip Masa Lalu
40
INFORMASI
41
BSB BAB 40_Benih Keraguan di Atas Tanah Keramat
42
BSB BAB 41_Makam Para Sesepuh Desa
43
BSB BAB 42_Mencari Damai
44
BSB BAB 43_Labuhan Hati di Balik Sketsa
45
BSB BAB 44_Kemandirian
46
BSB BAB 45_Rahasia di Balik Debu
47
BSB BAB 46_Akhir dari Sebuah Labirin
48
BSB BAB 47_Toko Roti Sari Atmojo
49
BSB BAB 48_Berhalusinasi
50
BSB BAB 49_Memperbaiki Nama Ayahku
51
BSB BAB 50_Memiliki Jangkar Yang Kuat
52
BSB BAB 51_Tamu Tak Diundang
53
BSB BAB 52_Waktunya Pergi
54
BSB BAB 53_Proyek Rahasia
55
BSB BAB 54_Kejutan
56
BSB BAB 55_Tamu VIP
57
BSB BAB 56_Terancam
58
BSB BAB 57_Ketegasan Arumi
59
BSB BAB 58_Orang Dimasa Lalu
60
BSB BAB 59_Sudah Lama Dinanti
61
BSB BAB 60_Ngidam
62
BSB BAB 61_Kehebohan Kakek Haris
63
BSB BAB 62_Kerupuk Misnad
64
BSB BAB 63_Melihat Calon Pewaris Arkadia
65
BSB BAB 64_Sego Sambel Tumpang Daun Jati
66
BSB BAB 65_Tidak Lagi Cantik
67
BSB BAB 66_Fenomena Baru
68
BSB BAB 67_Mengenal Ritme Dunia Bisnis
69
BSB BAB 68_Arsitek Melawan Kontraktor
70
BSB BAB 69_Rahasia Dibalik Kanvas
71
BSB BAB 70_Hutan Kehidupan
72
BSB BAB 71_Kesepakatan Yang Menguntungkan
73
BSB BAB 72_Lelah Yang Menyenangkan
74
BSB BAB 73_Rencana 7 Bulanan
75
BSB BAB 74_Acara 7 Bulanan
76
BSB BAB 75_Insomnia Trimester Ketiga
77
BSB BAB 76_Tugas Duniaku
78
BSB BAB 77_Gejala Diakhir Trimester
79
BSB BAB 78_Verifikasi Data
80
BSB BAB 79_Tas Rumah Sakit
81
BSB BAB 80_Tidak Enak Padamu
82
BSB BAB 81_Kelahiran Pewaris Arkadia
83
BSB BAB 82_Aturan Mutlak
84
BSB BAB 83_Pulang
85
BSB BAB 84_Tangisan Arkananta
86
New Story: Bu Guru Cantik Milik Dokter Dingin
87
BSB BAB 85_Merasa Terabaikan?
88
BSB BAB 86_Pergerakan Tidak Biasa
89
BSB BAB 87_Akhir Dari Serangan
90
BSB BAB 88_Cinta Ibu Padamu
91
BSB BAB 89_Tumbuh Gigi
92
BSB BAB 90_Merangkak
93
BSB BAB 91 (END)_Terima kasih sayang, I Love You
94
New Story Edisi Spesial Ramadhan: Munajat Cinta
95
New Story: Menikah Dengan Om Sahabatku
96
New Story: Benih Rahasia Sang Dokter
97
New Story: Di Bawah Kuasa Mantan Suami
98
New Story: Istri Figuran Sang Pewaris

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!