BSB BAB 5_Paket Bantuan Sosial

Arumi tersenyum kecil, mengira itu hanya bualan manis seorang suami untuk menenangkan istrinya.

"Mas Ian bisa saja, sudah Mas istirahat dulu,biar aku yang tidur di bawah, pakai tikar."

"Tidak," tolak Adrian tegas.

"Aku suamimu dan aku yang akan tidur di bawah, kamu di atas dipan." seru Adrian.

"Tapi Mas kan baru sampai di kota ini, pasti capek..." ucap Arumi.

"Arumi, ini perintah pertama dari suamimu." potong Adrian dengan nada bercanda namun tidak bisa dibantah.

Akhirnya Arumi menyerah, ia berbaring di dipan yang keras, sementara Adrian merebahkan tubuhnya di atas tikar pandan di lantai semen yang dingin.

Bagi Adrian ini adalah pengalaman ekstrem, biasanya ia tidur di atas kasur dengan lapisan bulu angsa seharga ratusan juta.

Kini, punggungnya langsung bersentuhan dengan semen, namun anehnya ia merasa lebih tenang di sini daripada di penthouse-nya yang sepi.

Suasana hening sejenak, hanya terdengar suara jangkrik dari balik dinding papan.

"Mas Ian?" panggil Arumi pelan.

"Ya?"

"Terima kasih sudah menyelamatkanku dari Pak Broto, aku tidak tahu apa yang akan terjadi kalau Mas tidak ada tadi."

Adrian menatap langit-langit gudang yang banyak sarang laba-laba.

"Kau yang menyelamatkanku lebih dulu dengan roti itu Arumi, di dunia ini banyak orang punya uang tapi sedikit yang punya hati. Jangan pernah hilangkan hatimu yang baik itu, apa pun yang terjadi nanti." ucap Adrian.

Arumi tidak menjawab lagi, napasnya mulai teratur menandakan ia sudah tertidur karena kelelahan yang luar biasa.

Adrian bangkit perlahan, iaa memastikan istrinya sudah terlelap, lalu ia mengeluarkan ponsel jadulnya, ia mengetik pesan singkat untuk Hendra.

"Besok, kirimkan seseorang untuk menyamar sebagai pencari tenaga kerja ke rumah ini. Beri aku pekerjaan sebagai kuli panggul atau supir di salah satu anak perusahaan kita yang paling kecil. Aku harus terlihat mulai 'bekerja'. Dan satu lagi... kirimkan paket makanan bergizi secara anonim ke alamat ini besok pagi. Bilang itu hadiah dari program bantuan sosial pemerintah."

Setelah mengirim pesan itu, Adrian kembali berbaring, ia tersenyum menatap punggung Arumi.

'Satu bulan Arumi, dalam satu bulan aku akan mulai membalas air matamu dengan permata. Tapi sebelum itu biarkan aku menghancurkan kesombongan keluargamu dari dalam.' gumamnya dalam hati.

Malam itu di sebuah gudang sempit seorang penguasa ekonomi sedang merencanakan sebuah revolusi kecil untuk seorang gadis sederhana yang telah mencuri perhatiannya dengan sepotong roti.

Adrian tahu, tantangan kakeknya bukan lagi soal warisan, tapi soal membuktikan bahwa ia layak mendapatkan cinta murni Arumi.

Keesokan harinya, drama sesungguhnya akan dimulai, Adrian akan mulai "bekerja" dan Bu Ratna serta Siska akan mulai meningkatkan level penyiksaan mereka, tanpa menyadari bahwa mereka sedang bermain api dengan naga yang sedang menyamar.

Cahaya matahari menyelinap melalui celah-celah dinding papan gudang yang renggang, menggelitik kelopak mata Arumi.

Ia terbangun dengan perasaan yang aneh yaitu perasaan bahwa hidupnya telah berubah total hanya dalam waktu dua puluh empat jam.

Di bawah, di atas tikar pandan yang tipis ia melihat Adrian sudah tidak ada, tikar itu tergulung rapi di sudut ruangan.

Arumi segera bangkit dengan panik. 'Apakah Mas Ian pergi meninggalkanku karena tidak tahan dengan keadaan ini?' batinnya cemas.

Namun saat ia membuka pintu gudang, ia melihat pemandangan yang tak terduga.

Di sumur belakang, Adrian sedang menimba air dengan bertelanjang dada.

Otot-otot punggungnya yang kokoh dan terlatih adalah hasil dari sesi gym pribadi bertahun-tahun yang tampak berkilau karena keringat dan percikan air.

Arumi sempat terpaku sejenak, pria itu sama sekali tidak terlihat seperti pengangguran yang lemah tapi ia tampak seperti prajurit yang sedang beristirahat.

"Selamat pagi istriku," sapa Adrian dengan suara baritonnya yang khas, ia menyampirkan handuk kecil di bahunya.

"Aku sudah mengisi semua bak mandi dan mencuci piring-piring kotor di dapur, aku tidak ingin kau terlalu lelah hari ini."

Arumi mendekat dengan wajah merona. "Mas, seharusnya itu pekerjaanku. Mas kan tamu... maksudku, Mas harusnya bersiap-siap mencari kerja."

"Aku sudah menemukannya," ucap Adrian sambil tersenyum misterius.

"Tadi subuh aku sempat keluar sebentar ke pangkalan depan, ada seorang pria yang mencari tenaga kuli angkut untuk gudang logistik di dekat sini. Katanya bayarannya harian. Aku akan mulai hari ini."

Arumi merasa iba sekaligus bangga. "Tapi Mas, pekerjaan itu sangat berat. Apa Mas kuat?" tanya Arumi mengkhawatirkan sang suami.

Adrian tertawa kecil, melangkah mendekat dan mengusap kepala Arumi dengan lembut.

"Jangan remehkan suamimu, aku lebih kuat dari yang kau bayangkan."

Saat mereka masuk ke dalam rumah, suasana di meja makan sudah memanas.

Bu Ratna dan Siska sedang berdiri mengelilingi sebuah kotak besar berisi bahan makanan mewah yaitu daging sapi segar, buah-buahan impor, susu, hingga beras kualitas terbaik.

"Ini dari siapa?!" teriak Bu Ratna saat melihat Arumi.

"Tadi ada kurir datang, katanya ini paket bantuan sosial dari pemerintah untuk keluarga ini, tapi kenapa isinya barang-barang mahal semua? Pemerintah biasanya cuma kasih beras kutuan!"

Arumi menggeleng heran. "Aku tidak tahu, Bu. Aku tidak merasa mengajukan bantuan apa pun."

Siska langsung merobek bungkusan apel merah besar dan menggigitnya.

"Mungkin karena kecantikanku, jadi petugas pendatanya naksir dan kasih bantuan spesial. Siapa tahu, kan?"

Adrian yang berdiri di belakang Arumi, hanya terdiam dengan wajah datar.

Padahal dialah yang mengirim pesan pada Hendra tadi malam untuk memastikan Arumi makan makanan bergizi.

Ia merasa muak melihat Siska yang rakus, namun ia harus menahan diri.

"Siapa pun yang mengirimnya, Arumi yang harus masak itu semua hari ini, dan kau Ian!" Bu Ratna menunjuk hidung Adrian.

"Jangan berani-berani menyentuh makanan ini! Ini untuk aku dan Siska. Kau makan saja sisa nasi kemarin di dapur!"

Adrian ingin memprotes namun Arumi menahan lengannya, Arumi menatap ibunya dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Tapi itu makanan untuk Arumi, bukankah disana sudah ada tulisan untuk siapanya." ucap Adrian.

"Kamu diam ya, ini makanan ku jangan sok ikut campur." seru Siska dengan sombongnya.

"Udah mas aku gak papa kok." jawab Arumi.

Adrian kemudian berpamitan, ia pergi hanya dengan membawa tas ransel bututnya.

Namun begitu ia sampai di luar gerbang perkampungan, sebuah mobil van butut yang tampak seperti mobil pengangkut sayur sudah menunggunya.

Di dalam van itu, Hendra sudah menunggu dengan laptop dan setelan jas yang disembunyikan di balik jaket kumal.

"Tuan Muda," sapa Hendra hormat.

"Ini aneh sekali melihat Anda memakai kaos oblong murahan ini."

"Diamlah, Hendra. Berikan laporannya," ujar Adrian sambil duduk di kursi belakang yang sudah dimodifikasi menjadi kantor mini yang canggih.

"Pasar sedang bergejolak karena ketidakhadiran Anda secara publik.

Vanguard Group mencoba melakukan hostile takeover pada proyek kita di Kalimantan," lapor Hendra cepat.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

Terpopuler

Comments

Lis Lis

Lis Lis

wah Kalimantan .....
dimana yaaa Hen?
klo AQ di Kaltim ini spa tau dekat kampung Q mau ngelamar kerja AQ Hen

2026-04-25

0

Ita Xiaomi

Ita Xiaomi

Namanya mengingatkan nama di cerita Putri Pedang di Akademik Sihir.

2026-04-23

0

Rhea Kim

Rhea Kim

si siska.... astagaaa.... demit insekur lihat tingkat pd nya🤣🤣🤣

2026-05-25

0

lihat semua
Episodes
1 BSB BAB 1_Mutiara di Tengah Lumpur
2 BSB BAB 2_Sang Elang yang Menanggalkan Sayapnya
3 BSB BAB 3_Suami Miskin
4 BSB BAB 4_Menikah
5 BSB BAB 5_Paket Bantuan Sosial
6 BSB BAB 6_Penyamaran Yang Berbahaya
7 BSB BAB 7_Murka Sang Raja yang Tersembunyi
8 BSB BAB 8_Dua Wajah Sang Penguasa
9 BSB BAB 9_Jebakan
10 BSB BAB 10_Bakat yang Tersembunyi
11 BSB BAB 11_Syarat Sang Penyelamat
12 BSB BAB 12_Benang Merah yang Mulai Terurai
13 BSB BAB 13_Pertemuan Yang Tak Terduga
14 BSB BAB 14_Sabotase di Balik Bayang-bayang
15 BSB BAB 15_Berlian yang Mulai Bersinar
16 BSB BAB 16_Tawaran dari Surga
17 BSB BAB 17_Roda Nasib yang Berputar
18 BSB BAB 18_Tiket Keberuntungan
19 BSB BAB 19_Pertemuan di Negeri Singa
20 BSB BAB 20_Nomor Tak di Kenal
21 BSB BAB 21_Singa di Tengah Malam
22 BSB BAB 22_Suara di Balik Tirai Kekuasaan
23 BSB BAB 23_Perintah Sang Patriark
24 BSB BAB 24_Kebohongan Yang Terbongkar
25 BSB BAB 25_Satu Syarat
26 BSB BAB 26_Hari Pertama Menjadi Kuli
27 BSB BAB 27_Kegaduhan ditengah Malam
28 BSB BAB 28_Titik Lemah
29 BSB BAB 29_Proyek Pertama
30 BSB BAB 30_Sabotase di Balik Debu Konstruksi
31 BSB BAB 31_Rekaman Palsu
32 BSB BAB 32_Kiriman Anonim
33 BSB BAB 33_Kartu Nama
34 BSB BAB 34_Menghancurkan Nama Baik
35 BSB BAB 35_Kebangkitan Sang Elang
36 BSB BAB 36_Satu Rahasia Besar
37 BSB BAB 37_Murka Sang Elang Tua
38 BSB BAB 38_Ini Bukan Mimpi
39 BSB BAB 39_Arsip Masa Lalu
40 INFORMASI
41 BSB BAB 40_Benih Keraguan di Atas Tanah Keramat
42 BSB BAB 41_Makam Para Sesepuh Desa
43 BSB BAB 42_Mencari Damai
44 BSB BAB 43_Labuhan Hati di Balik Sketsa
45 BSB BAB 44_Kemandirian
46 BSB BAB 45_Rahasia di Balik Debu
47 BSB BAB 46_Akhir dari Sebuah Labirin
48 BSB BAB 47_Toko Roti Sari Atmojo
49 BSB BAB 48_Berhalusinasi
50 BSB BAB 49_Memperbaiki Nama Ayahku
51 BSB BAB 50_Memiliki Jangkar Yang Kuat
52 BSB BAB 51_Tamu Tak Diundang
53 BSB BAB 52_Waktunya Pergi
54 BSB BAB 53_Proyek Rahasia
55 BSB BAB 54_Kejutan
56 BSB BAB 55_Tamu VIP
57 BSB BAB 56_Terancam
58 BSB BAB 57_Ketegasan Arumi
59 BSB BAB 58_Orang Dimasa Lalu
60 BSB BAB 59_Sudah Lama Dinanti
61 BSB BAB 60_Ngidam
62 BSB BAB 61_Kehebohan Kakek Haris
63 BSB BAB 62_Kerupuk Misnad
64 BSB BAB 63_Melihat Calon Pewaris Arkadia
65 BSB BAB 64_Sego Sambel Tumpang Daun Jati
66 BSB BAB 65_Tidak Lagi Cantik
67 BSB BAB 66_Fenomena Baru
68 BSB BAB 67_Mengenal Ritme Dunia Bisnis
69 BSB BAB 68_Arsitek Melawan Kontraktor
70 BSB BAB 69_Rahasia Dibalik Kanvas
71 BSB BAB 70_Hutan Kehidupan
72 BSB BAB 71_Kesepakatan Yang Menguntungkan
73 BSB BAB 72_Lelah Yang Menyenangkan
74 BSB BAB 73_Rencana 7 Bulanan
75 BSB BAB 74_Acara 7 Bulanan
76 BSB BAB 75_Insomnia Trimester Ketiga
77 BSB BAB 76_Tugas Duniaku
78 BSB BAB 77_Gejala Diakhir Trimester
79 BSB BAB 78_Verifikasi Data
80 BSB BAB 79_Tas Rumah Sakit
81 BSB BAB 80_Tidak Enak Padamu
82 BSB BAB 81_Kelahiran Pewaris Arkadia
83 BSB BAB 82_Aturan Mutlak
84 BSB BAB 83_Pulang
85 BSB BAB 84_Tangisan Arkananta
86 New Story: Bu Guru Cantik Milik Dokter Dingin
87 BSB BAB 85_Merasa Terabaikan?
88 BSB BAB 86_Pergerakan Tidak Biasa
89 BSB BAB 87_Akhir Dari Serangan
90 BSB BAB 88_Cinta Ibu Padamu
91 BSB BAB 89_Tumbuh Gigi
92 BSB BAB 90_Merangkak
93 BSB BAB 91 (END)_Terima kasih sayang, I Love You
94 New Story Edisi Spesial Ramadhan: Munajat Cinta
95 New Story: Menikah Dengan Om Sahabatku
96 New Story: Benih Rahasia Sang Dokter
97 New Story: Di Bawah Kuasa Mantan Suami
98 New Story: Istri Figuran Sang Pewaris
Episodes

Updated 98 Episodes

1
BSB BAB 1_Mutiara di Tengah Lumpur
2
BSB BAB 2_Sang Elang yang Menanggalkan Sayapnya
3
BSB BAB 3_Suami Miskin
4
BSB BAB 4_Menikah
5
BSB BAB 5_Paket Bantuan Sosial
6
BSB BAB 6_Penyamaran Yang Berbahaya
7
BSB BAB 7_Murka Sang Raja yang Tersembunyi
8
BSB BAB 8_Dua Wajah Sang Penguasa
9
BSB BAB 9_Jebakan
10
BSB BAB 10_Bakat yang Tersembunyi
11
BSB BAB 11_Syarat Sang Penyelamat
12
BSB BAB 12_Benang Merah yang Mulai Terurai
13
BSB BAB 13_Pertemuan Yang Tak Terduga
14
BSB BAB 14_Sabotase di Balik Bayang-bayang
15
BSB BAB 15_Berlian yang Mulai Bersinar
16
BSB BAB 16_Tawaran dari Surga
17
BSB BAB 17_Roda Nasib yang Berputar
18
BSB BAB 18_Tiket Keberuntungan
19
BSB BAB 19_Pertemuan di Negeri Singa
20
BSB BAB 20_Nomor Tak di Kenal
21
BSB BAB 21_Singa di Tengah Malam
22
BSB BAB 22_Suara di Balik Tirai Kekuasaan
23
BSB BAB 23_Perintah Sang Patriark
24
BSB BAB 24_Kebohongan Yang Terbongkar
25
BSB BAB 25_Satu Syarat
26
BSB BAB 26_Hari Pertama Menjadi Kuli
27
BSB BAB 27_Kegaduhan ditengah Malam
28
BSB BAB 28_Titik Lemah
29
BSB BAB 29_Proyek Pertama
30
BSB BAB 30_Sabotase di Balik Debu Konstruksi
31
BSB BAB 31_Rekaman Palsu
32
BSB BAB 32_Kiriman Anonim
33
BSB BAB 33_Kartu Nama
34
BSB BAB 34_Menghancurkan Nama Baik
35
BSB BAB 35_Kebangkitan Sang Elang
36
BSB BAB 36_Satu Rahasia Besar
37
BSB BAB 37_Murka Sang Elang Tua
38
BSB BAB 38_Ini Bukan Mimpi
39
BSB BAB 39_Arsip Masa Lalu
40
INFORMASI
41
BSB BAB 40_Benih Keraguan di Atas Tanah Keramat
42
BSB BAB 41_Makam Para Sesepuh Desa
43
BSB BAB 42_Mencari Damai
44
BSB BAB 43_Labuhan Hati di Balik Sketsa
45
BSB BAB 44_Kemandirian
46
BSB BAB 45_Rahasia di Balik Debu
47
BSB BAB 46_Akhir dari Sebuah Labirin
48
BSB BAB 47_Toko Roti Sari Atmojo
49
BSB BAB 48_Berhalusinasi
50
BSB BAB 49_Memperbaiki Nama Ayahku
51
BSB BAB 50_Memiliki Jangkar Yang Kuat
52
BSB BAB 51_Tamu Tak Diundang
53
BSB BAB 52_Waktunya Pergi
54
BSB BAB 53_Proyek Rahasia
55
BSB BAB 54_Kejutan
56
BSB BAB 55_Tamu VIP
57
BSB BAB 56_Terancam
58
BSB BAB 57_Ketegasan Arumi
59
BSB BAB 58_Orang Dimasa Lalu
60
BSB BAB 59_Sudah Lama Dinanti
61
BSB BAB 60_Ngidam
62
BSB BAB 61_Kehebohan Kakek Haris
63
BSB BAB 62_Kerupuk Misnad
64
BSB BAB 63_Melihat Calon Pewaris Arkadia
65
BSB BAB 64_Sego Sambel Tumpang Daun Jati
66
BSB BAB 65_Tidak Lagi Cantik
67
BSB BAB 66_Fenomena Baru
68
BSB BAB 67_Mengenal Ritme Dunia Bisnis
69
BSB BAB 68_Arsitek Melawan Kontraktor
70
BSB BAB 69_Rahasia Dibalik Kanvas
71
BSB BAB 70_Hutan Kehidupan
72
BSB BAB 71_Kesepakatan Yang Menguntungkan
73
BSB BAB 72_Lelah Yang Menyenangkan
74
BSB BAB 73_Rencana 7 Bulanan
75
BSB BAB 74_Acara 7 Bulanan
76
BSB BAB 75_Insomnia Trimester Ketiga
77
BSB BAB 76_Tugas Duniaku
78
BSB BAB 77_Gejala Diakhir Trimester
79
BSB BAB 78_Verifikasi Data
80
BSB BAB 79_Tas Rumah Sakit
81
BSB BAB 80_Tidak Enak Padamu
82
BSB BAB 81_Kelahiran Pewaris Arkadia
83
BSB BAB 82_Aturan Mutlak
84
BSB BAB 83_Pulang
85
BSB BAB 84_Tangisan Arkananta
86
New Story: Bu Guru Cantik Milik Dokter Dingin
87
BSB BAB 85_Merasa Terabaikan?
88
BSB BAB 86_Pergerakan Tidak Biasa
89
BSB BAB 87_Akhir Dari Serangan
90
BSB BAB 88_Cinta Ibu Padamu
91
BSB BAB 89_Tumbuh Gigi
92
BSB BAB 90_Merangkak
93
BSB BAB 91 (END)_Terima kasih sayang, I Love You
94
New Story Edisi Spesial Ramadhan: Munajat Cinta
95
New Story: Menikah Dengan Om Sahabatku
96
New Story: Benih Rahasia Sang Dokter
97
New Story: Di Bawah Kuasa Mantan Suami
98
New Story: Istri Figuran Sang Pewaris

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!