"Kakak ayo antarkan aku ke pasar " ajak Yuexin kepada Xiaoshun yang sedang menyiapkan kayu bakar.
"Kau mau melakukan apa disana ? " Xiaoshun meletakkan kayu bakar di dekat perapian memasak.
"Aku mau menjual tanaman obat ini , lihatlah ".
Mata Xiaoshun terbelalak melihat satu buah ginseng dan juga jamur Lingzhi serta tanaman obat yang lain nya.
"I - ini ... cepat sembunyikan jangan sampai ada yang tahu kalau tidak kau akan berada dalam masalah nanti ". Yuexin menyembunyikan nya di bakul keranjang miliknya.
"Ayo temani aku ".
Sesampainya di pasar mereka masuk ke dalam toko obat.
"Paman apakah disini bisa menjual tanaman obat ? " tanya Yuexin.
"Tentu saja, aku menerima tanaman obat herbal asal dengan kualitas yang bagus " jawab pemilik toko.
Senyum lebar terpatri di wajah Yuexin, ia pun mengeluarkan jamur Lingzhi dan juga gingseng yang berhasil membuat sang pemilik toko kaget.
"Oh dewa, i .. Ini jamur Lingzhi yang langka itu ? Dan ini juga gingseng liar langka juga ? " pemilik toko memegang kedua tanaman obat itu ia memegang nya dengan sangat hati - hati.
"Luar biasa, kedua tanaman ini kualitasnya sangat - sangat baik, aku bisa memberikan harga tinggi untuk kedua benda ini " mendengar hal itu mata Yuexin berbinar.
"Berapa keping perak yang bisa kami dapatkan paman ? "tanya Li Xiaoshun dengan penasaran, dirinya sama sekali tidak tahu menahu dengan harga tanaman obat yang ia tahu jamur Lingzhi dan Ginseng itu sangat berharga.
"Aku akan memberikan harga 500 tael perak ! Seru pemilik toko membuat Xiaoshun hampir pingsan mendengarnya.
Yuexin sangat senang, setelah transaksi tersebut selesai Yuexin mengajak Li Xiaoshun untuk pergi membeli beberapa pakaian untuknya dan juga untuk keluarga Li.
"Xiaoshun " dua orang pemuda datang menghampiri mereka. Kedua nya menunjuk ke arah Yuexin seakan bertanya begitu juga dengan Yuexin yang penasaran dengan dua orang pemuda yang datang sambil membawa sebuah alat tulis.
"Yuexin ini kedua kakak ku, Li Yuxuan dan Li Shuo, mereka sedang menempuh pendidikan untuk mendapatkan gelar sarjana." jelas Xiaoshun dan Yuexin mengangguk.
"Apakah dia kekasihmu ? " tanya Li Shuo penasaran.
"Bukan, dia Yuexin yang tinggal bersama kita untuk sementara waktu karna dia tidak memiliki rumah. Aku bertemu dia di hutan saat sedang berburu " jawab Li Xiaoshun.
Mereka semua mengikuti kemana pun perginya Yuexin, Xiaoshun menjelaskan uang yang di dapat oleh Yuexin. Sesampainya di rumah semua orang menatap Yuexin dengan pandangan tidak enak, Yuexin membeli banyak bahan makanan di saat mereka semua sedang mengalami krisis pangan.
"Kebahagiaan yang ku dapat harus ku bagi dengan kalian, terimakasih paman dan bibi sudah mau menampung ku di rumah kalian " ucap Yuexin sambil membungkuk dengan rasa hormat.
"Tidak perlu membungkuk nak, terimakasih sudah mau membantu kami, kau pembawa keberuntungan dirumah ini. panggil saja kami ayah dan ibu jika kau berkenan. Kebetulan aku menginginkan seorang putri " ucap nyonya Chang sao.
Nyonya Chang Sao sangat ingin memiliki seorang anak perempuan, namun karena suatu hal ia tidak di takdirkan untuk merasakan hal itu. Walaupun dirinya hanya memiliki tiga orang putra beruntung nya putra nya memiliki kepribadian yang baik dan penyayang.
Mereka pun makan malam bersama setelah itu kepala desa Li Xiulan dan juga nyonya Chang Sao izin masuk kamar terlebih dahulu.
"Aku dan Li Shuo libur selama beberapa hari jadi kami bisa membantu kalian untuk mencari sayur liar di hutan " ucap Li Yuxuan.
...----------------...
Pagi hari pun tiba, Yuexin memakai pakaian barunya yang di jahit oleh nyonya Chang Sao. Nyonya Chang Sao tersenyum melihat pakaian yang pas di gunakan oleh Yuexin.
Ketiga pemuda keluarga Li dan juga Yuexin pergi ke hutan untuk mencari hewan liar dan juga sayuran liar, mereka berpapasan dengan beberapa warga dan juga tuan Chen yang merupakan warga desa namun ia sangat tidak menyukai kepala desa Li Xiulan.
Kepala desa Li Xiulan dan juga tuan Chen Hu dulunya adalah seorang sahabat dekat, namun karna kebijaksanaan dan tanggung jawab yang penuh Li Xiulan di angkat menjadi kepala desa oleh warga. Namun sayang nya tuan Chen Hu merasa iri dengan pencapaian Li Xiulan sehingga ia selalu menganggap kepala desa Li Xiulan sebagai musuh.
Melihat Yuexin dan ketiga pemuda Li memakai pakaian baru, satu ide licik muncul di pikiran tuan Chen Hu.
"Kakak disana ada jamur Lingzhi lagi dan juga gingseng " ucap Yuexin membuat mereka menghampiri Yuexin.
Mereka mendapat ayam hutan dan juga beberapa sayuran liar dan tanaman obat yang siap di jual di pasar.
"Li Xiulan keluar kau ! "
"Iya keluar ! Dasar kau kepala desa tidak becus "
Suara ribut - ribut warga membuat kepala desa Li Xiulan dan juga nyonya Chang Sao keluar dari dalam rumah. Yuexin dan ketiga pemuda Li yang baru saja sampai di depan rumah melihat keributan pun berlari dengan panik.
"Tenang semuanya, ini ada apa tolong jelaskan dengan baik jangan berteriak seperti ini " ucap Li Yuxuan mencoba meleraikan.
"Li Xiulan kau sangat tidak manusiawi di saat susah begini kau malah memakai uang mu untuk di hambur hamburkan dengan membeli pakaian baru. Sedangkan kami bahkan sepotong roti harus kami bagi - bagi agar sekeluarga bisa mengganjal perut " ucap tuan Chen Hu.
"Benar ! Mana tanggung jawab anda sebagai pemimpin di desa ini ! " ucap warga lain.
"Tenang semuanya tenang, siapa yang menghambur - hamburkan uang. Pakaian yang kami pakai semua dari putri angkat kami Yuexin, dan .... ".
"Halah tidak usah berdalih kau Li Xiulan, kau tidak becus menjadi kepala desa lebih baik kau copot saja jabatan mu dan pergi dari desa ini ! " ucap tuan Chen Hu yang semakin memanasi keadaan.
"Kalian sangat tidak tahu diri ! semua yang mereka pakai itu dariku dan menggunakan uang ku. Apakah aku salah karena membalas budi baik dari mereka, mereka memberikan ku tempat untuk berteduh dan juga memberikan kehangatan keluarga yang tidak pernah aku dapatkan ". Semua orang terdiam mendengar perkataan Yuexin.
"Jika kalian tidak terima baiklah, biar ayah angkat ku mencopot jabatan nya dan kami akan pindah ke desa lain tapi kalian harus membayar kompensasi karena kami meninggalkan rumah dan juga tanah yang kami punya ".
"Baik kalau begitu ayo kita bertemu di pengadilan " ucap tuan Chen Hu sambil tersenyum, para warga seolah tutup mata dan telinga sehingga setiap perkataan tuan Chen Hu di setujui oleh mereka semua. Sesampainya di pengadilan keputusan pun di buat seadil - adil nya, kepala desa Li Xiulan mendapatkan kompensasi sebanyak 500 tael perak dan juga di pindahkan ke desa Tiansheng.
"Ayah, ibu , kakak maafkan aku karena aku .... ".
"Tidak ada yang perlu di salahkan nak, justru ayah merasa lega karena terbebas dari beban berat dan juga tanggung jawab yang berat " ucap Li Xiulan tanpa menyalahkan Yuexin.
Kepergian Li Xiulan bersama keluarganya membuat tuan Chen Hu tersenyum senang, karena ia di pilih menjadi kepala desa yang baru.
Author pasti up dan bakal lanjutin ceritanya kok ,,, tapi author sedikit sibuk maaf ya semuanya ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
atiyah
hallo hallo semuanya salam kenal author baru mulai baca karna baru nemu🤭
2026-06-18
0
tinie
memang susah jika yg dipimpin adalah orang yg memiliki hati yg sakit/buruk
2026-06-02
0
Siti Solikah
benar pergi yang jauh dari orang yang iri dan dengki
2026-04-26
0