bagian 2

Desa Tiansheng

Keluarga Li bersama dengan Yuexin telah sampai di desa Tiansheng, beberapa masyarakat menyambut kedatangan mereka dengan baik walaupun sedang di landa kesusahan yang sama. Yuexin meletakkan semua barang - barang yang di bawa ke halaman rumah. Rumah yang akan mereka huni tidak besar dan tidak kecil cukup untuk mereka tinggali.

Kepala desa Tiansheng berpamitan setelah mengantar mereka, mereka masuk ke dalam rumah. Rumah yang mereka tinggali cukup bersih dan layak untuk mereka tempati.

"Ibu aku akan mencari kayu bakar dan juga hewan buruan di hutan " ucap Li Yuxuan dan di sahuti oleh kedua saudara Li dan juga Yuexin.

Di sepanjang jalan menuju hutan para warga menyambut mereka dengan ramah bahkan ada yang bersedia membantu mereka dengan memberikan hasil pangan yang mereka cari di hutan.

Ketiga saudara Li tentunya menolak, sesampainya di hutan mereka berpencar ada yang mencari sayur liar dan ada juga yang mencari kayu bakar. Tidak sengaja kaki Yuexin menginjak tanaman merambat yang berisi kentang.

Banyak sayuran kentang dan juga ubi jalar namun tidak ada yang mengambil. Mata Yuexin langsung berbinar, ia memasukkan beberapa kentang untuk di tanam di ruang dimensi nya.

"Yuexin kau sedang apa ? " tanya Xiaoshun.

"Kakak ayo bantu aku untuk mengambil semua sayuran ini ". ucap nya dengan mata yang masih berbinar.

"Apakah ini bisa dimakan ? " tanya Li Shuo.

"Tentu saja ini akan menjadi makanan enak dan pastinya bisa memenuhi kebutuhan pangan kita " jawab Yuexin.

Mereka mengangguk dan menuruti perkataan Yuexin, mereka membawa tiga keranjang bakul yang penuh dengan kentang dan ubi jalar.

Melihat ke empat anak nya pulang nyonya Chang Sao bernafas dengan lega, mereka menurunkan keranjang bakul yang berisi kentang dan ubi jalar itu. Yuexin memilih kentang yang masih layak di konsumsi dan tidak layak, kentang yang telah bertunas dan terdapat warna hijau di sebagian nya sudah tidak layak dikonsumsi apabila dikonsumsi bisa menyebabkan keracunan.

Kentang yang bertunas akan di gunakan Yuexin untuk di tanam di ruang dimensi. Yuexin mengupas kentang lalu ia menggoreng kentang dengan membuat kentang tornado yang sudah di lumuri dengan bumbu khas dari dunia modern.

Tumis daging kelinci pedas dengan kentang goreng dan ubi jalar rebus tersedia di meja makan mereka. Wangi harum dari khas kentang membuat perut mereka lapar dan sudah tidak sabar untuk di nikmati. Seorang warga yang melintas di depan rumah mereka mencium aroma wangi yang menggugah selera. Ia pun bertanya - tanya makanan apa yang di buat oleh keluarga baru yang baru saja tiba di desa Tiansheng.

"Ayo ayah , ibu kalian coba makanan ini, ini ada kentang tornado goreng, ubi jalar rebus yang rasanya sangat manis ". ucap Yuexin sambil memakan makanan yang ia buat. Mereka pun dengan kompak memakan juga, mata mereka berbinar saat rasa gurih nya kentang menyapu indra perasa mereka.

"Ubi jalar ini manis sekali, rasanya luar biasa enak " ucap Li Yuxuan.

"Sebenarnya ubi jalar ini juga bisa dibuat menjadi beberapa hidangan yang lezat, aku akan membuat nya dan menjualnya nanti " seru Yuexin, para pemuda Li hanya tersenyum mendukung perbuatan Yuexin.

Mereka benar - benar menyayangi Yuexin dan menganggap Yuexin bagian dari keluarga mereka.

"Yuexin sebaiknya kita lapor hal baik ini kepada kepala desa Tiansheng ".

'Itu benar, warga desa di sini sangat baik dan memiliki jiwa yang bersih, sebaiknya aku mengajak mereka semua untuk menanam kentang dan ubi jalar selama musim panas ini. Kentang dan ubi jalar adalah solusi satu - satunya untuk membantu para warga desa yang kelaparan'. Batin Yuexin.

"Baik ayah ".

...----------------...

Para warga desa telah berkumpul di kediaman kepala desa Tiansheng, Yuexin dan keluarga nya juga sudah membawa ubi jalar rebus dan juga kentang rebus.

"Maaf menggangu waktu kalian semua, kami hanya ingin berbagi hal baik kepada kalian. Aku bersama kakak - kakak ku menemukan umbi - umbian yang bisa di makan ini, rasa dari umbi ini cukup enak dan dapat mengatasi masalah krisi pangan. ".

Para pemuda Li membagikan ubi jalar dan juga kentang kepada mereka, mereka memakan nya dengan ragu - ragu pada awalnya. Tapi setelah tahu makanan itu tidak berbahaya dan rasanya cukup enak membuat mereka tersenyum puas.

"Aku menemukan nya di tengah hutan, kita bisa mencoba menanam ubi jalar dan kentang ini sebagai penghasilan dari desa kita. Bayangkan satu pohon dari kentang dan ubi jalar ini bisa menghasilkan 4 sampai 5 buah ". ucap Yuexin membuat mereka semakin bersemangat.

"Tidak hanya itu, selain di rebus ubi jalar ini juga bisa di bakar atau di panggang agar rasanya lebih enak lagi "sambung nya membuat warga desa tidak sabar untuk mencobanya.

Kepala desa Tiansheng tersenyum dan sangat berterimakasih kepada keluarga Li, kini mereka bersama - sama untuk mengambil kentang dan juga ubi jalar di hutan. Yuexin memberitahu kentang mana yang bisa di konsumsi dan tidak bisa dikonsumsi.

semua hasil kentang dan ubi jalar di bagi rata bahkan mereka juga dapat bibit kentang dan ubi secara merata. Sesampainya di rumah Yuexin langsung duduk dan memejamkan matanya, ia sangat kelelahan sekali dan berniat untuk masuk ke dalam ruang dimensi nya.

Di dalam ruang dimensi ia meminum mata air surgawi yang membuat tubuhnya kembali fit dan bertenaga, kelinci dan induk ayam yang ia ternak sudah beranak Pinak. Kini ia tidak perlu pusing memikirkan bahan pangan yang perlu ia pikirkan sekarang bagaimana caranya agar ia menghasilkan uang yang banyak.

Yuexin keluar dari ruang dimensi ia memberi mata air surgawi kepada keluarga nya.

"Air apa ini, setelah meminum ini badanku sudah tidak capek dan tenaga ku kembali pulih bahkan terasa semakin sehat ". ucap Li Xiaoshun.

"Hanya air biasa " jawab Yuexin seadanya.

"Ayah berharap desa Tiansheng kita ini akan semakin makmur dan maju, warga desa sini sangat baik semoga kita semua selalu berada di dalam lindungan dewa " ucap Li Xiulan.

"Ayah , ibu sebentar lagi aku akan kembali ke kota untuk belajar akademik lagi karna ujian kekaisaran akan segera di mulai " ucap Li Yuxuan.

"Itu benar, aku hampir melupakan pendidikan ku " sambung Li Shuo.

"Semoga kakak lulus dengan nilai yang terbaik dan menjadi pejabat yang bermurah hati, selalu jujur dan mampu bersikap adil. " ucap Yuexin mendoakan yang terbaik untuk kakak - kakak nya.

"Ayah dan ibu juga akan mendoakan yang terbaik untuk kalian. "ucap Chang Sao.

Li Xiaoshun walaupun satu - satunya yang tidak mengejar pendidikan ia tidak pernah memiliki sifat itu terhadap kakak - Kakak nya. Ia tidak suka belajar seperti kedua kakaknya, walupun begitu ayah dan ibu tidak pernah membedakan semua anak - anaknya. Baginya anak - anak nya adalah anak yang baik dan juga hebat, semuanya memiliki kelebihan nya masing - masing.

Terpopuler

Comments

Siti Solikah

Siti Solikah

orang tua yang sangat bijak

2026-05-27

0

fii 🤩

fii 🤩

💪💪

2026-06-24

0

Erna Fkpg

Erna Fkpg

lanjut

2026-05-04

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!