Kedatangan Yuexin di pasar di sambut oleh para pembeli, belum selesai ia menata dagangan nya para pembeli sudah dengan inisiatif mengambil antrian. Yuexin membagikan nomor antrian kepada mereka agar tidak semuanya berjalan dengan kondusif.
Li Shuo dan Li Yuxuan yang baru pertama kali melihat flame gun cukup kaget dan kagum. Yuexin mulai membakar gula di atas ubi hingga berbentuk karamel.
"Nona ! "pria yang waktu itu membeli dagangan nya pertama kali datang sambil membawa teman - teman nya.
"Tuan silahkan duduk dan tunggu di sini " Yuexin memang menyajikan tempat duduk buat mereka yang ingin makan di tempat.
"Berikan aku 20 ubi brulee ya " Yuexin tersenyum mengangguk.
Seorang nyonya bangsawan yang melihat keramaian di lapak Yuexin bertanya dengan pelayan nya.
"Ada apa disana ? " tanya nyonya bangsawan tersebut.
Nyonya bangsawan tersebut adalah istri dari seorang menteri di kekaisaran.
"Disana ada yang menjual makanan baru nyonya, namanya ubi brulee jika nyonya ingin mencoba saya bisa membelikan nya untuk anda " ucap salah satu pelayan pribadinya.
"Belikan aku dua " pelayan tersebut undur diri dan bergegas masuk kedalam antrian.
Selang beberapa lama pelayan itu datang sambil membawa bungkusan yang berisi ubi brulee. Nyonya tersebut mengernyitkan keningnya saat melihat bungkusan yang berisi tiga ubi.
"Beli dua gratis satu nyonya ".
Nyonya tersebut memakai sesuap ubi brulee, rasa manis, gurih dan creamy menyatu dengan sempurna di indra perasa nya.
"Luar biasa " nyonya tersebut menyuruh pelayan nya untuk membelikan lagi ubi brulee, ia ingin membagikan nya kepada sang suami dan putra - putra nya.
Setelah dagangan nya habis Yuexin duduk dengan sangat lelah, dengan baik hati Li Xiaoshun memijit kaki Yuexin dengan lembut.
"Kakak memang yang terbaik " mendapat pujian itu Li Xiaoshun tersenyum dengan bangga. Li Shuo yang tidak mau kalah ikut memijit pundak Yuexin.
"Ayo kita pulang " ajak Li Yuxuan yang sudah selesai membereskan barang dagangan nya. Mereka berhenti di tempat tukang daging untuk membeli beberapa daging dan juga sayuran segar.
Yuexin yang melihat seorang anak kecil yang tampak lusuh dengan pakaian nya pun merasa iba, Yuexin membelikan anak itu beberapa roti isi daging kaku memberikan nya secara langsung.
"Terimakasih kakak " anak itu buru - buru pergi sambil membawa roti isi daging itu.
Yuexin berinisiatif untuk mengikuti anak itu, di ujung jalan gang sempit terlihat gubuk yang sudah reyot. Yuexin mengintip kedalam untuk melihat anak kecil yang berjenis kelamin laki - laki itu.
Di dalam gubuk itu terdapat satu orang laki - laki yang seumuran dengan kakak nya namun kondisi nya tidak sehat dan satu lagi seorang anak kecil perempuan yang dengan telaten merawat abang nya.
Mata Yuexin berkaca - kaca melihat itu begitu juga dengan ketiga pemuda Li. Yuexin mengetuk pintu itu, anak laki laki yang membuka pintu itu kaget saat melihat Yuexin yang ada di depan nya.
"Apa aku boleh masuk ? " tanya Yuexin, dengan ragu - ragu anak itu mengiyakan.
Terlihat sekali keadaan mereka yang kurang baik mungkin efek dari krisis nya pangan akibat cuaca panas yang berkepanjangan. Kondisi mereka sangat memperihatinkan, kondisi laki - laki yang seusia kakak nya juga cukup serius. Tampak sekali mereka kekurangan gizi, pada saat ini untuk mencari makanan cukup sulit. Kadang orang - orang harus membagi sebutir telur menjadi empat bagian.
"Ini ambil lah "Yuexin memberikan barang bawaan nya kepada mereka. Sepertinya mereka lebih membutuhkan dari pada dirinya.
Yuexin juga memberikan obat herbal penurun panas dan juga mata air surgawi lima botol besar untuk mereka konsumsi.
"Kami tidak bisa menerima ini nona " tolak laki - laki yang sedang sakit itu.
"Tidak apa terimalah, kalian jauh lebih membutuhkan dari pada aku. " kakak laki - kaki Yuexin mengangguk mengiyakan perkataan Yuexin.
"Terimakasih nona, hamba janji setelah hamba sembuh hamba akan membalas jasa anda " ucap laki - laki itu penuh haru.
Sementara di kediaman menteri Song, mereka ribut memperebutkan ubi brulee yang hanya tinggal satu.
"Ini milik ku " ucap anak pertama keluarga song.
"Tidak ini milik ku " ucap anak kedua keluarga song tidak mau kalah.
Nyonya song mengambil ubi itu lalu memakan nya di hadapan mereka yang sedang bertengkar.
"Ibu ..... ".
"Ada apa ? apakah kalian mau komplain ? Ibu yang membelinya dan tentu ini milik ibu "ucap nyonya song membuat kedua anak nya terdiam.
Sementara menteri Song hanya mampu menelan ludah melihat istrinya makan ubi brulee terakhir.
"Besok ibu akan suruh pelayan beli lagi, kebetulan disana sedang ada promosi beli dua gratis satu " ucap nyonya song.
...----------------...
"Kalian tidak marah ? " tanya Yuexin dengan hati - hati.
"Tidak nak yang kau lakukan itu sudah benar, tidak ada salahnya kita menolong orang lain " ucap Chang Sao.
Chang Sao menyajikan makanan untuk keempat anak dan juga suaminya. Mereka menikmati setiap makanan yang ada, selesai makan seperti biasa Yuexin menghitung hasil jualan nya. Sebenarnya uang yang ia kumpulkan cukup untuk membeli satu ekor kuda tapi tidak dengan kereta nya. Yuexin berencana membeli satu kereta kuda agak ia tidak perlu menyewa kereta kuda milik tetangga nya lagi.
Yuexin masuk ke dalam ruang dimensi nya, jamur Lingzhi milik nya tumbuh dengan subur dan banyak begitu juga dengan ginseng yang ia tanam. Tapi ia tidak mungkin menjual jamur Lingzhi bisa - bisa keluarganya akan curiga dari mana ia mendapatkan jamur Lingzhi itu.
Sementara di desa Daxia, kepala desa Chen Hu di demo besar - besaran, desa mereka masih sulit untuk mendapatkan makanan. Bahkan hasil tumbuhan liar dan hewan liar di hutan tidak cukup untuk mengisi perut mereka. Tidak ada solusi, kini para warga membanding - bandingkan kepala desa Chen Hu dengan Li Xiulan.
"Aku dengar di desa Tiansheng mereka menemukan beberapa kati sayur liar yang aman di konsumsi. kepala desa Chen Hu tidak becus mengurus desa ini, berbeda sekali dengan kepala desa Li Xiulan dulu. "
"Itu benar aku menyesal sekali mendengarkan kepala desa Chen Hu, andai saja aku lebih percaya Li Xiulan mungkin hidup kita sedikit lebih baik dari sekarang "
Mereka hanya bisa berharap agar kesulitan yang mereka jalani sekarang cepat berlalu. .l
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Sribundanya Gifran
lanjut up yg banyak thor
2026-02-14
1
Siti Solikah
syukurin warga desa daxia menderita
2026-04-26
0
Andrea
🤣🤣🤣
2026-06-01
1