Widya berlari, napasnya memburu, di sepanjang koridor yang remang-remang. Dinding-dinding di sekitarnya retak, sisa-sisa pertempuran yang baru saja terjadi. Di pelukannya, ia mendekap erat sebuah artefak kuno, sumber kekuatan yang dicari banyak pihak. Suara langkah kaki mengejar terdengar di belakangnya, semakin dekat.
Ia mencapai sebuah pintu kayu besar di ujung lorong dan mendorongnya terbuka. Di dalamnya, Aris dan Ratna sudah menunggu, wajah mereka tegang.
"Kita harus pergi, sekarang!" desak Aris, matanya melirik ke pintu yang akan segera didobrak.
Ratna mengangguk, lalu menatap Widya. "Artefak itu... apakah kamu bisa mengendalikannya?"
Widya merasakan denyutan energi di telapak tangannya yang memegang artefak itu. Kekuatan itu asing, kuat, dan sedikit menakutkan. "Aku... aku tidak tahu," bisiknya. "Tapi kita tidak punya pilihan."
Pintu itu berderit dan mulai pecah. Bayangan-bayangan gelap terlihat dari celah yang semakin lebar. Mereka kehabisan waktu.
Widya merasakan artefak di tangannya berdenyut semakin kencang, seirama dengan detak jantungnya yang berpacu liar. Udara di dalam ruangan itu mendadak terasa statis, dipenuhi partikel listrik yang membuat bulu kuduknya berdiri. Suara hantaman di pintu kayu besar itu terdengar seperti guntur yang memecah kesunyian, menandakan bahwa para pengejar mereka hanya berjarak beberapa detik dari menerobos masuk.
"Widya, fokus!" Aris menarik lengannya, menyeretnya menjauh dari pintu menuju sebuah ceruk di balik lemari buku tua yang telah digeser. "Ratna sudah menemukan jalan keluar melalui jalur ventilasi kuno, kita harus bergerak sekarang sebelum mereka mengepung ruangan ini!"
Widya tersentak dari lamunannya. Ia menatap Aris, lalu beralih pada Ratna yang sudah setengah masuk ke dalam lorong sempit yang gelap. Namun, tepat saat ia hendak melangkah, artefak itu memancarkan cahaya putih yang menyilaukan, hampir membutakan pandangan mereka. Sebuah suara bisikan yang dingin dan jernih merambat di dalam kepalanya, suara yang ia ke…
Istri Yang Tertindas
BAB 75
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 93 Episodes
Comments