Ep 5 : Tolong Aku, Siapapun Itu!

Keesokan harinya di hari Rabu, Chef Do bangun pagi untuk belanja bahan makanan di pasar.

"Selamat pagi. Wah, kamu ganteng sekali. Bahan apa yang kau cari, anak muda?" sapa bibi penjual ikan.

"Dua ekor ikan makarel, setengah kilo tiram hitam, dan rumput laut kering. Berapa totalnya?" ucap Chef Do.

"Wah, sepertinya kamu hobi memasak. Namamu siapa? Biar kukenalkan pada anak sahabatku, jika kau masih bujangan," gurau bibi itu.

"Maaf, saya tidak tertarik. Tolong dikemas dengan baik agar tidak bocor, nanti bau amisnya kemana-mana," sanggah Chef Do, lalu bibi itu terdiam dan melakukan tugasnya, hingga menerima uang dari pria ketus itu.

"Huh. Sayang sekali, sifatnya tidak seindah penampilannya," gerutu sang bibi, setelah Chef Do sudah tak nampak.

Setelah itu, Chef Do membeli buah apel, buah pir Korea, dan tomat segar dari toko yang biasa didatanginya.

"Ajeossi-, tolong beri aku 2 kardus kosong untuk belanjaanku," pintanya kepada penjual toko.

"Oui, Chef," jawab penjual toko, yang dikenal akrab oleh Chef Do.

Dengan cekatan, Chef Do meletakkan buah-buahan dalam satu dus yang sama. Lalu, meletakkan bahan boga bahari yang dibelinya tadi dalam dus lainnya. Kardus-kardus itu ditutup rapat, disegel, lalu diletakkan di sisi kanan dan kiri bagasi belakang mobilnya. Setelah itu, ia membeli sayuran yang diletakkan di antara keduanya.

Sementara itu, Eun Chae sedang berada di rumahnya.

"Hah.. Bosan sekali, mau mati rasanya. Hari ini aku ingin keluar rumah. Maaf aku tidak bisa menemanimu hingga sore ini, Bam-a," kata Eun Chae, berpamitan dengan kucingnya.

Pada dasarnya, kucing memang mahkluk mandiri. Bam sudah menemukan tempat persembunyian dan sedang asyik bermain sendiri.

Di rumah Eun Chae yang besar itu tentunya ada garasi yang besar, dan di dalamnya ada mobil. Namun, yang menjadi alasan Eun Chae tidak menggunakan mobil adalah rasa takut dan tidak percaya dirinya.

"Biarlah, aku juga tidak punya SIM. Lebih baik mobil itu kujual saja nanti," putusnya seorang diri, pagar rumahnya terkunci secara otomatis saat ditinggalkan.

Saat baru berjalan, Eun Chae terkejut melihat sosok di depannya.

"Akh!" jeritnya spontan, hingga seorang pria terperanjat.

"Bikin kaget saja. Kau kenapa?" ucap pria itu tiba-tiba.

"Siapa-- Anda siapa?" tanya Eun Chae kebingungan.

"Wah.. Kim Eun Chae! Kau benar-benar keterlaluan. Masa kau tidak ingat padaku?" sahut pria itu.

"Kenapa Anda nampak kesal? Seharusnya--"

Sebelum Eun Chae berceloteh, pria itu malah menghentikannya.

"Kim Eun Chae. Apa yang terjadi dengan kepalamu? Semenjak setahun lalu kamu tiba-tiba memutuskan kontak denganku. Jelaskan, supaya aku mengerti."

Eun Chae mengernyitkan alis, semakin tidak menyukai sikap pria yang tak dikenalinya ini.

"Jika Anda tidak segera berhenti bersikap tidak senonoh terhadap orang asing, akan saya laporkan kepada polisi sekarang juga," gertak Eun Chae.

"Polisi? Kamu? Hahaha. Mana mungkin kau bisa melakukan yang begituan?" remeh pria itu.

Karena kesabarannya habis, Eun Chae langsung menelepon kantor polisi, lalu dihentikan lagi oleh lelaki itu.

"Kau ini kenapa sih? Ini aku, Seong Jun!" ujar pria itu kesal.

Entah mengapa, lelaki itu nampak serius dengan ucapannya.

"Seong.. Jun?" ulang Eun Chae, memastikan.

Pria itu menganggukan kepala.

"Lalu, apa hubungannya denganku?" sentak Eun Chae.

Lelaki itu memelototi Eun Chae dalam seketika, lalu memijat keningnya sendiri.

"Kau ini.. Bukankah kau bilang setahun lalu, bahwa kau ingin berwisata dengan keluargamu? Di mana ayah dan ibumu sekarang? Aku ingin bertemu dan mengeluhkan semuanya kepada mereka. Bisa-bisanya kau begini terhadap tunanganmu sendiri!" protes pria itu.

Kalimat panjang itu terdengar seperti sengatan listrik besar bagi Eun Chae. Dia begitu terkejut, hingga wajahnya memucat.

"Hei, kenapa wajahmu begitu? Kau tidak apa-apa, kan? Eun Chae-ya--"

Eun Chae hanya berdiri tanpa merespon, dan rasa sakit pada kepalanya yang berdenyut kembali muncul secara tak terduga.

Beberapa saat demikian, Eun Chae membuka matanya secara perlahan.

"Hmm? Ini di mana..?" lirihnya lemah.

"Di mana lagi, ini kan rumahmu sendiri! Bangunlah," kata pria bernama Seong Jun tadi.

"Huwaaa!"

Eun Chae menjerit kaget, seraya bersikap waspada.

"Kau! Kenapa kau bisa masuk ke rumahku? Cepat keluar!" usirnya galak, sambil melempari pria itu dengan benda apapun di dekatnya.

"Aduh, aduh! Ya sudah, aku pergi. Jangan bersikap kasar," balas pria itu, masih membela diri.

Walau Eun Chae sedikit ketakutan bilamana ucapan pria ini benar, wanita itu tidak bisa menerima perilakunya saat ini.

"Kumohon.. Pergilah, jika tidak aku akan berteriak," pinta Eun Chae, masih menyembunyikan kelemahan fisik yang dirasakan olehnya.

"Kau ini bicara apa? Jangan menakutiku.. Perilakumu seperti orang lain," sanggah pria itu.

Karena kewalahan, Eun Chae mendadak berlari keluar dari rumahnya sendiri menyusuri perumahan dengan nafas tersengal.

"Tolong.. Siapapun-- tolong aku," ucapnya lemah, sambil terus berlari.

Langkah Eun Chae terhenti ketika sebuah mobil membunyikan klakson tepat di hadapannya.

Lagi-lagi, seorang pria muncul dari dalam mobilnya dan bergerak cepat ke arahnya.

Karena kesadarannya begitu lemah, Eun Chae pingsan dan tubuhnya ditahan seketika oleh pria bertubuh tinggi dengan suara yang tak asing.

Hari telah menjelang sore, ketika Eun Chae tersadar untuk ke-dua kalinya.

"Aduh.. Kenapa hari ini aku sial sekali? Huhu," rengeknya kesal.

"Kau sudah sadar?" tanya lelaki itu.

"Huhuhu..," tangis Eun Chae, karena tak tahan lagi.

Kali ini, lelaki di dekatnya itu hanya terdiam dan menjauh, seolah memberikan kesempatan bagi Eun Chae untuk menenangkan diri.

Beberapa menit kemudian, isakan Eun Chae sudah hampir tidak keluar dan nafasnya mulai teratur.

"Kau sudah tenang? Ini, makanlah."

Suara lelaki itu terdengar tulus dan tidak mengancam, sehingga Eun Chae menunjukkan wajah yang sedari tadi ditutupi dengan kedua tangannya sendiri.

Aroma makanan di hadapan Eun Chae saat ini begitu menggugah seleranya, sepertinya baru dimasak karena mengeluarkan asap hangat.

"Ini--," ucapnya, tanpa sadar memberanikan diri menatap wajah pria itu.

Untuk ke-sekian kalinya, Eun Chae kembali dikejutkan oleh apa yang dilihatnya.

"Makanlah, supaya kau sehat. Lalu, aku akan mengantarkanmu ke rumah sakit, bila perlu," jelas pria itu, tanpa berbasa-basi.

"Kamu.. Chef Do?" tanya wanita itu, kemudian matanya mulai menjelajahi sekelilingnya.

"Benar. Rupanya, kau dapat mengenaliku. Aku tidak tahu kamu siapa, tapi aku bukan penjahat. Saat ini, kau berada di rumahku. Itu karena kau mendadak pingsan di jalanan dan kutemukan--," tambah Chef Do.

"Terima kasih," respon Eun Chae sambil menundukan kepala, sebelum Chef Do menyelesaikan ucapannya.

"Seperti yang kau ketahui, mungkin dari media sosial, aku hanya terobsesi dengan memasak. Jadi, kau tidak perlu takut padaku. Santai saja," ujar lelaki itu dengan sedikit kikuk.

Eun Chae hampir tertawa mendengar alasan konyol pria itu. Ajaibnya, dia tidak lagi merasa takut.

"Bolehkah aku menginap sehari saja disini?" tanya Eun Chae, walau ragu-ragu.

"Terserah. Jika kau tidak punya tempat tujuan.. Mungkin aku bisa menampungmu sementara, tentunya tidak gratis," balas Chef Do.

"Baik. Aku pasti akan membayar biaya menginap dan makanan, atau apapun yang merepotkanmu," kata Eun Chae setuju.

"Bukan itu. Maksudku, kau boleh bekerja untukku. Lagipula, aku sedang memerlukan seorang asisten," sanggah Chef Do.

"Ok, aku mau!"

Dalam waktu singkat, Eun Chae terpaku dengan apa yang baru saja dilontarkan melalui mulutnya itu.

Sial.. Kenapa mulutku lebih cepat menjawab daripada berpikir di saat seperti ini! benaknya kacau.

"Ok, mulai hari ini kau boleh tinggal di sini."

Entah kesepakatan baru di antara Eun Chae dan lelaki ini dianggap pantas atau tidak, saat ini Eun Chae hanya membutuhkan seseorang di sisinya.

Karena mengalami hal berat secara bertubi-tubi, Eun Chae bahkan melupakan urusan lain dengan pria yang mengaku bernama Seong Jun tadi.

Seong Jun masih berada dalam rumah Eun Chae seorang diri di ruang tamu. Dia duduk di sofa yang ditinggalkan Eun Chae.

"Tak kusangka, dia akan pergi begitu saja. Benarkah dia hilang ingatan atau cuma berpura-pura? Sepertinya, dia telah menjadi sangat tidak berguna," desahnya, dengan ekspresi yang sulit diartikan.

- Bersambung -

Terpopuler

Comments

🌶🥕🫑かぼちゃ

🌶🥕🫑かぼちゃ

benernya Seong Jun kagak tau apa2 guys kalo trs dibaca & ngikutin cerita nya bakalan semakin ngerti & makin penasaran ide thornya gak bs ditebak, keren bgt dijamin gak nyesel bacanya /Smile//Heart/

2026-05-18

6

🌶🥕🫑かぼちゃ

🌶🥕🫑かぼちゃ

makanan emang bisa isi perut trs naik ke hati 🤭

2026-05-18

4

🌶🥕🫑かぼちゃ

🌶🥕🫑かぼちゃ

boga bahari itu seafood guys. bahasa indonesianya bukan seafood kan itu bhs inggris 🤭

2026-05-18

3

lihat semua
Episodes
1 Ep 1 : Penghancur Nama Baik
2 Ep 2 : Selebritas Media Sosial
3 Ep 3 : Para Master Kuliner
4 Ep 4 : Babak Penyisihan
5 Ep 5 : Tolong Aku, Siapapun Itu!
6 Ep 6 : Mi Kacang Pinus
7 Ep 7 : Mari Memasak!
8 Ep 8 : Rasa dalam Hati
9 Ep 9 : Nasi yang Lezat
10 Ep 10 : Menggapai Mimpi
11 Ep 11 : Hal Penting yang Terlupakan
12 Ep 12 : Sup Kentang Chef Selebritas
13 Ep 13 : Hantaman Lawan
14 Ep 14 : Terbukanya Rahasia di antara Kita
15 Ep 15 : Susah dan Senang Bersamamu
16 Ep 16 : Hukum Sebab & Akibat
17 Ep 17 : Permainan Cinta & Nasib
18 Ep 18 : Mengenal Lawan
19 Ep 19 : Identitas
20 Ep 20 : Are You Ready?
21 Ep 21 : Ssam-Jang
22 Ep 22 : Pertemuan Terencana
23 Ep 23 : Sikap Misteriusnya
24 Ep 24 : Konflik & Kebenaran
25 Ep 25 : Suara dalam Keheningan
26 Ep 26 : Kucing dan Onigiri
27 Pengumuman Terkini + Visual Tokoh
28 Ep 27 : Semi-Final
29 Ep 28 : Ssam & Ma-Bap Daging Sapi
30 Ep 29 : Konflik Sebelum Keputusan Juri
31 Ep 30 : Musuh dalam Kegelapan
32 Ep 31 : Titik Balik
33 Ep 32 : Pendekatan Setelah Pacaran
34 Ep 33 : Hidangan Spesial
35 Ep 34 : Kenangan
36 Ep 35 : Kesempatan dalam Kesempitan
37 Ep 36 : Koneksi & Kerja Sama
38 Ep 37 : Ingin Makan Nasi Kari
39 Ep 38 : Misi yang Serentak
40 Ep 39 : Nostalgia
41 Ep 40 : Harapan
42 Ep 41 : Hasil yang Mendebarkan
43 Ep 42 : Permainan Ular Tangga
44 Ep 43 : Reputasi
45 Ep 44 : Tuntutan VS Keinginan
46 Ep 45 : Mengatasi Rintangan
47 Ep 46 : Mau Tidak Mau
48 Ep 47 : Perancang Menu Unggul
49 Ep 48 : Hasrat & Komitmen
50 Ep 49 : Seollal
51 Ep 50 : Persaingan Baru
52 Ep 51 : Kau & Aku
53 Ep 52 : New Normal
54 Ep 53 : Beban atau Kewajiban
55 Ep 54 : Pengalaman Baru
56 Ep 55 : Rencana & Pelampiasan
57 Ep 56 : Undangan dari Chef Idaman
58 Ep 57 : Tampil untuk Pertama Kalinya
59 Ep 58 : Kejadian di Luar Rencana
60 Ep 59 : Gadis dalam Pencarian
61 Ep 60 : Hubungan Pria & Wanita
62 Ep 61 : Misteri
63 Ep 62 : Penyelidik
64 Ep 63 : Keputusan & Target
65 Ep 64 : Kebenaran Terkuak
66 Ep 65 : Rahasia yang Terpendam
67 Ep 66 : Rumah
68 Ep 67 : Peran yang Signifikan
69 Ep 68 : Warisan
70 Ep 69 : Pilihan Terbaik
71 Ep 70 : Kim Eun Chae
72 Ep 71 : Komunikasi
73 Ep 72 : Prasangka
74 Ep 73 : Seorang Kapitalis Sejati
75 Ep 74 : Jalan Menuju Masa Depan
76 Ep 75 : Memulai dari Dasar
77 Ep 76 : Kerinduan dan Trauma
78 Ep 77 : Kronologi
79 Ep 78 : Aliansi
80 Ep 79 : Manfaat & Bahaya Uang
81 Ep 80 : Kepercayaan & Awal Pengetahuan
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Ep 1 : Penghancur Nama Baik
2
Ep 2 : Selebritas Media Sosial
3
Ep 3 : Para Master Kuliner
4
Ep 4 : Babak Penyisihan
5
Ep 5 : Tolong Aku, Siapapun Itu!
6
Ep 6 : Mi Kacang Pinus
7
Ep 7 : Mari Memasak!
8
Ep 8 : Rasa dalam Hati
9
Ep 9 : Nasi yang Lezat
10
Ep 10 : Menggapai Mimpi
11
Ep 11 : Hal Penting yang Terlupakan
12
Ep 12 : Sup Kentang Chef Selebritas
13
Ep 13 : Hantaman Lawan
14
Ep 14 : Terbukanya Rahasia di antara Kita
15
Ep 15 : Susah dan Senang Bersamamu
16
Ep 16 : Hukum Sebab & Akibat
17
Ep 17 : Permainan Cinta & Nasib
18
Ep 18 : Mengenal Lawan
19
Ep 19 : Identitas
20
Ep 20 : Are You Ready?
21
Ep 21 : Ssam-Jang
22
Ep 22 : Pertemuan Terencana
23
Ep 23 : Sikap Misteriusnya
24
Ep 24 : Konflik & Kebenaran
25
Ep 25 : Suara dalam Keheningan
26
Ep 26 : Kucing dan Onigiri
27
Pengumuman Terkini + Visual Tokoh
28
Ep 27 : Semi-Final
29
Ep 28 : Ssam & Ma-Bap Daging Sapi
30
Ep 29 : Konflik Sebelum Keputusan Juri
31
Ep 30 : Musuh dalam Kegelapan
32
Ep 31 : Titik Balik
33
Ep 32 : Pendekatan Setelah Pacaran
34
Ep 33 : Hidangan Spesial
35
Ep 34 : Kenangan
36
Ep 35 : Kesempatan dalam Kesempitan
37
Ep 36 : Koneksi & Kerja Sama
38
Ep 37 : Ingin Makan Nasi Kari
39
Ep 38 : Misi yang Serentak
40
Ep 39 : Nostalgia
41
Ep 40 : Harapan
42
Ep 41 : Hasil yang Mendebarkan
43
Ep 42 : Permainan Ular Tangga
44
Ep 43 : Reputasi
45
Ep 44 : Tuntutan VS Keinginan
46
Ep 45 : Mengatasi Rintangan
47
Ep 46 : Mau Tidak Mau
48
Ep 47 : Perancang Menu Unggul
49
Ep 48 : Hasrat & Komitmen
50
Ep 49 : Seollal
51
Ep 50 : Persaingan Baru
52
Ep 51 : Kau & Aku
53
Ep 52 : New Normal
54
Ep 53 : Beban atau Kewajiban
55
Ep 54 : Pengalaman Baru
56
Ep 55 : Rencana & Pelampiasan
57
Ep 56 : Undangan dari Chef Idaman
58
Ep 57 : Tampil untuk Pertama Kalinya
59
Ep 58 : Kejadian di Luar Rencana
60
Ep 59 : Gadis dalam Pencarian
61
Ep 60 : Hubungan Pria & Wanita
62
Ep 61 : Misteri
63
Ep 62 : Penyelidik
64
Ep 63 : Keputusan & Target
65
Ep 64 : Kebenaran Terkuak
66
Ep 65 : Rahasia yang Terpendam
67
Ep 66 : Rumah
68
Ep 67 : Peran yang Signifikan
69
Ep 68 : Warisan
70
Ep 69 : Pilihan Terbaik
71
Ep 70 : Kim Eun Chae
72
Ep 71 : Komunikasi
73
Ep 72 : Prasangka
74
Ep 73 : Seorang Kapitalis Sejati
75
Ep 74 : Jalan Menuju Masa Depan
76
Ep 75 : Memulai dari Dasar
77
Ep 76 : Kerinduan dan Trauma
78
Ep 77 : Kronologi
79
Ep 78 : Aliansi
80
Ep 79 : Manfaat & Bahaya Uang
81
Ep 80 : Kepercayaan & Awal Pengetahuan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!