Ghea duduk di tepi ranjang, jemarinya bergerak lincah menyusup ke dalam jahitan kecil di pojok bantalnya. Ia bisa merasakan logam dingin kunci titanium itu terselip aman di sana. Setiap malam, sebelum tidur, ia akan memastikan benda itu masih ada—satu-satunya jangkar kewarasannya di tengah lautan kebohongan Adrian.
"Ghea? Sudah siap?" suara Adrian menggema dari balik pintu.
Ghea segera merapikan bantalnya dan berdiri. "Sudah, Adrian."
Hari ini, Adrian menjanjikan sesuatu yang berbeda. Pria itu ingin "melatih kembali" insting pertahanan diri Ghea. Mereka berjalan menuju halaman belakang yang luas, namun kali ini jauh lebih ke arah hutan, di area yang tertutup oleh pepohonan rimbun sehingga tidak terlihat dari arah jalan setapak manapun.
Di atas meja kayu, sebuah pistol semi-otomatis jenis Glock terletak dengan angkuh.
"Kau dulu sangat mahir menggunakan ini, Ghea. Kau adalah salah satu penembak terbaik di angkatanmu," ujar Adrian sambil mengambil senjata itu. Ia melakukan pengecekan mekanis dengan gerakan yang sangat profesional.
Adrian berdiri di belakang Ghea, lalu menyerahkan senjata itu. Ghea merasakan sensasi dingin dan berat yang familiar saat telapak tangannya menyentuh grip pistol tersebut. Ingatan ototnya bereaksi; jarinya secara otomatis berada di luar pelatuk, posisinya sempurna.
"Lihat? Tubuhmu tidak lupa," bisik Adrian. Pria itu menempelkan tubuhnya ke punggung Ghea, memegang kedua tangan Ghea untuk membantu mengarahkan moncong senjata ke arah sasaran kayu yang berjarak sepuluh meter.
"Pistol ini kosong, tidak ada peluru di dalamnya," lanjut Adrian. "Aku hanya ingin kau mengingat rasanya. Mengingat tarikan pelatuknya. Karena suatu saat nanti, kau mungkin harus menggunakannya untuk melindungiku... atau melindungi kita."
Ghea menarik napas dalam-dalam. Bau parfum Adrian yang bercampur dengan bau minyak senjata membuatnya pening. Ia bisa merasakan detak jantung Adrian di punggungnya—stabil dan penuh percaya diri.
"Kenapa kau tidak memberiku peluru asli jika…
TAHANAN DI PELUKAN SANG PSIKOPAT
BAB 13: PELURU KOSONG DAN BENIH PENGKHIANATAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 79 Episodes
Comments