Bab 3. Tiga teman

"Kau sekarang memang tidak akan menikah atau menjalin hubungan lagi?" Reni bertanya kepada Nabila.

"Tidak, aku sudah mati rasa dan tidak ingin memiliki hubungan dengan siapa pun." Nabila menjawab dengan tatapan kosong.

"Kau tidak boleh patah hati hanya karena masalah satu pria seperti itu." Meri menatap Nabila yang selama ini memang selalu memiliki hubungan dengan para pria.

"Kali ini tidak lagi, luka yang aku alami kemarin begitu besar dan aku tidak ingin menjalin hubungan dengan seorang pria lagi." Nabila berkata serius karena dia memang telah mengalami patah hati yang begitu dalam.

"Yah baiklah kalau begitu ketua, tampaknya ketua kita memang sedang mati rasa dan tidak ingin memiliki hubungan." Reni menggoda Nabila yang selama ini memang di kenal selalu saja mencari kekasih kaya.

Mereka bertiga adalah teman sejak dulu dan susah senang selalu di lewati bersama sehingga sudah saling mengenal satu sama lain tentang sifat mereka masing-masing, jadi bagaimana tabiat Reni atau tabiat Nabila dan juga tabiat Meri mereka sama sekali tidak kaget lagi karena sudah terbiasa sejak dulu dan itu terus terbawa sampai saat ini sehingga bila ada masalah akan langsung saling menasehati satu sama lain walau ternyata mereka sama-sama stres dan kadang tidak memiliki tujuan saat sedang ada masalah.

Namun seperti itu adalah yang di beri nama sahabat sejati karena mereka selalu melupakan masalah bersama dan tidak pernah bergunjing saat ada di belakang, tapi memang Nabila ini yang agak lain karena dia dulu adalah gadis yang tinggal di desa dan kemudian merantau ke kota ini sehingga agak sedikit kaget melihat hiruk pikuk kota.

Bahkan bisa di bilang bahwa Nabila adalah yang paling miskin di antara mereka bertiga ini, Meri walau sudah tidak memiliki orang tua namun dia memiliki banyak harta sehingga tidak begitu kaget ketika melihat orang yang banyak uang atau bahkan pria matang memiliki banyak uang untuk menggoda mereka semua.

Bahkan sampai saat ini Meri masih belum pernah pacaran karena dia belum menemukan sosok yang pas untuk di jadikan kekasih, dulu Meri sempat mengenal seseorang dan dia merasa orang tersebut sangat pas bila mau menerima dia tapi ternyata pria itu tidak ingin menikah lagi karena dia ingin setia pada sosok sang istri yang telah meninggal dunia.

Hingga sampai sekarang Meri tidak pernah menjalin hubungan dengan pria mana saja, beda dengan Reni yang masih memiliki beberapa hubungan dan itu juga putus nyambung karena dia adalah tipe wanita yang bucin sehingga susah sekali untuk melupakan mantan kekasih yang satu itu.

"Tama memang sudah tidak ada kabar lagi?" Reni menatap Nabila yang terlihat gundah.

"Tidak usah kau tanya soal pria itu karena aku tidak ingin mendengar tentang dia lagi." sergah Nabila dan terlihat langsung sangat kesal.

"Lah aku yakin kau pasti sudah di buang oleh dia karena dia lebih memilih untuk menjadi suami yang baik kan!" Meri langsung menebak demikian karena mereka tahu tentang kisah percintaan Nabila.

"Ah kalian ini." Nabila menjadi tambah kesal karena kedua teman malah tidak mau diam.

"Kan kami sudah bilang sejak awal bahwa jangan pernah menjalin hubungan dengan pria yang telah memiliki istri, tapi kau sangat keras kepala." Reni memarahi Nabila yang memang tidak pernah bisa di kasih tahu.

"Banyak pria lajang di kota ini jadi tidak perlu kamu mau cari orang yang telah memiliki istri." timpal Meri.

"Ya gimana lagi karena itu memang rasa cinta yang tumbuh di dalam hati." celetuk Nabila.

"Ya sudah makan saja cinta itu!" sengit Reni.

Nabila menarik nafas panjang Karena dia memang begitu berat dan sangat tidak menyangka bahwa nasib cinta dia akan tragis seperti ini, subuh tidak pernah dia bayangkan bahwa pria itu bisa membuang dia begitu saja tanpa berpikir dua kali walau hubungan mereka sudah sangat jauh selama ini.

Kisah cinta dengan suami orang memang tidak mungkin bisa berakhir dengan indah karena masih ada orang lain yang menjadi pembatas di antara mereka berdua, namun Nabila keras kepala dan selama ini sudah di nasehati oleh para teman namun dia tetap menolak dan kemudian sekarang dia harus menderita seperti ini.

"Kau tidak sampai hamil kan?" Reni mendadak saja kepikiran sesuatu setelah melihat Nabila yang begitu gundah selama beberapa waktu ini.

"Hah!" Meri yang mendengar pertanyaan Reni jadi ikut kaget.

"Sembarangan saja kau ini berbicara seperti itu!" Nabila terlihat semakin kesal dan segera menyambar tas.

"Kau ini sembarangan saja, dia pasti merajuk dan tidak akan mau berbicara dengan kau untuk beberapa saat." Meri menatap Reni yang hanya diam saja walau Nabila sekarang sudah pergi dari hadapan mereka.

"Aku rasa yang aku katakan itu adalah hal yang benar!" Reni sudah begitu yakin ketika melihat gelagat Nabila.

"Jangan begitu, nanti kau dan dia semakin bertengkar dan hubungan kita jadi renggang." Meri menepuk pelan tangan Reni karena selama ini dia yang selalu menjadi penengah ketika mereka akan bertengkar.

Reni terdiam tapi otak dia terus mengatakan bahwa pasti ada sesuatu yang telah terjadi kepada Nabila itu, mungkin saja saat ini Nabila tengah mengandung dan Reni sangat yakin dengan firasat yang mendadak saja timbul di dalam hati karena wajah Nabila juga terlihat berbeda seolah dia sedang tidak sehat.

"Dia merokok sebelum di tinggal kekasih nya itu." lirih Reni.

"Iya, tapi belakangan ini tidak." angguk Meri pula.

"Jadi alasan apa lagi? aku sangat yakin kalau dia memang hamil kok!" sengit Reni.

"Astaga, kau lihat tadi perut dia saja rata loh." Meri masih saja ragu.

Hembusan nafas Reni terdengar begitu berat karena dia entah kenapa sangat yakin bahwa Nabila memang telah mengandung dan kemungkinan bila di hitung dengan tepat saat ini sekitar tiga bulan, mungkin bila masih segitu tidak akan terlihat tapi semakin lama akan semakin menonjol, karena bayi yang ada di dalam rahim jelas semakin besar saja setiap hari nanti.

"Kita taruhan sampai beberapa bulan ke depan untuk membuktikan apa dia sedang hamil atau tidak." tantang Meri.

"Ya gimana kalau beberapa hari lagi akan dia aborsi." sahut Reni.

"Hah!"

"Tama sudah tidak dengan dia lagi sehingga dia tidak mungkin bisa membiayai anak yang akan lahir itu, untuk biaya dia sendiri saja begitu kesulitan jadi mana mungkin dia akan mau membesarkan anak tersebut." jelas Reni.

Meri emang agak polos dan dia tidak bisa berpikir seperti Reni barusan sehingga lebih banyak melongo seolah tidak paham, sedangkan Reni memang sangat pintar sehingga dia langsung berpikir ke mana-mana, hati dia juga sudah sangat yakin bahwa Nabila memang telah berbuat yang tidak beres.

Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

Terpopuler

Comments

ismi

ismi

ini meri yg pernah ditolong arya dulu ya? apa dia jadi gadis nakal atau gimna ini masih mesteri

2026-01-23

0

Arlena Lena

Arlena Lena

apa ini meri yg suami meninggal,punya temen dapet member purnama apkh yg itu

2026-01-23

0

ρυтяσ kang'typo✨

ρυтяσ kang'typo✨

ini Meri yang ada di cerita lalu bukan ya, yang di tolong Arya karna sering di rasuki

2026-01-24

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Sakit yang aneh
2 Bab 2. Firasat Nando
3 Bab 3. Tiga teman
4 Bab 4. Penderitaan Yuli
5 Bab 5. Firasat Niko
6 Bab 6. Tragedi
7 Bab 7. Kabar buruk
8 Bab 8. Membawa kerumah sakit
9 Bab 9. Tersesat
10 Bab 10. Menghubungi teman
11 Bab 11. Debat dengan Nando
12 Bab 12. Di temukan
13 Bab 13. Nando masih keras
14 Bab 14. Kabur
15 Bab 15. Bayi bajang
16 Bab 16. Rumah sakit
17 Bab 17. Bertemu Meri
18 Bab 18. Memang santet
19 Bab 19. Purnama menolak
20 Bab 20. Memberitahu Tina
21 Bab 21. Bertengkar
22 Bab 22. Percintaan
23 Bab 23. Perjuangan Tina
24 Bab 24. Muntah rambut dan silet
25 Bab 25. Wanita merokok
26 Bab 26. Farel melihat lagi
27 Bab 27. Kena tinju
28 Bab 28. Ingin santet lagi
29 Bab 29. Di tarik lagi
30 Bab 30. Siksaan Nabila
31 Bab 31. Kedatangan duo gendeng
32 Bab 32. Kematian
33 Bab 33. Kembang kunyit
34 Bab 34. Berdebat
35 Bab 35. Bertemu duo gendeng
36 Bab 36. Rasa iba Nilam
37 Bab 37. Mendatangi apartemen
38 Bab 38. Meri pingsan
39 Bab 39. Di bully besti
40 Bab 40. bertarung
41 Bab 41. Gagal
42 Bab 42. Curiga nya Reni
43 Bab 43. Yuli ketemu
44 Bab 44. Sudah memakan bayi lain
45 Bab 45. Cacing besar
46 Bab 46. Di beri DP
47 Bab 47. Hantu Nabila
48 Bab 48. Selamat
49 Bab 49. Di tolong Ica
50 Bab 50. Cerita Nando
51 Bab 51. Menyiksa Nando
52 Bab 52. Menemui Ica
53 Bab 53. kisah Ica
54 Bab 54. Menemui Sadewa
55 Bab 55. Foto gadis
56 Bab 56. Sedikit terbongkar
57 Bab 57. Nilam syok
58 Bab 58. flashback
59 Bab 59. Flashback part2
60 Bab 60. Ingin di nikahi
61 Bab 61. Yudith
62 Bab 62. Menghina bayi
63 Bab 63. Kena tampar lagi
64 Bab 64. bayi mengamuk
65 Bab 65. Cacing merah
66 Bab 66. Di bawa pergi
67 Bab 67. Menyiksa Ica
68 Bab 68. Hilang lagi
69 Bab 69. Menyiksa Nando
70 Bab 70. Bertengkar
71 Bab 71. Menemukan rumah dukun
72 Bab 72. Kunti Suketi
73 Bab 73. Firasat maharani
74 Bab 74. Mencari Yuli
75 Bab 75. Rumpun pandan
76 Bab 76. Purnama mengamuk
77 Bab 77. Lobang jebakan
78 Bab 78. Muncul
79 Bab 79. Adu kekuatan
80 Bab 80. Sumur dalam rumah
81 Bab 81. Suasana sengit
82 Bab 82. Kalah dengan seruling
83 Bab 83. Membawa raga Yuli
84 Bab 84. Sukma geram
85 Bab 85. Debat warga
86 Bab 86. Dapat mangsa
87 Bab 87. Mengambil Niko
88 Bab 88. Membawa Niko
89 Bab 89. Kaki yang membusuk
90 Bab 90. Kedatangan Arya
91 Bab 91. Sedih nya Yudith
92 Bab 92. Menyiksa
93 Bab 93. Nando histeris
94 Bab 94. Mencari mayat dukun
95 Bab 95. Siksaan Nando
96 Bab 96. Masih berlanjut
97 Bab 97. santet mayit
98 Bab 98. Menemukan
99 Bab 99. Dapat bayi
100 Bab 100. Putusan akhir
101 Bab 101. Selesai
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Bab 1. Sakit yang aneh
2
Bab 2. Firasat Nando
3
Bab 3. Tiga teman
4
Bab 4. Penderitaan Yuli
5
Bab 5. Firasat Niko
6
Bab 6. Tragedi
7
Bab 7. Kabar buruk
8
Bab 8. Membawa kerumah sakit
9
Bab 9. Tersesat
10
Bab 10. Menghubungi teman
11
Bab 11. Debat dengan Nando
12
Bab 12. Di temukan
13
Bab 13. Nando masih keras
14
Bab 14. Kabur
15
Bab 15. Bayi bajang
16
Bab 16. Rumah sakit
17
Bab 17. Bertemu Meri
18
Bab 18. Memang santet
19
Bab 19. Purnama menolak
20
Bab 20. Memberitahu Tina
21
Bab 21. Bertengkar
22
Bab 22. Percintaan
23
Bab 23. Perjuangan Tina
24
Bab 24. Muntah rambut dan silet
25
Bab 25. Wanita merokok
26
Bab 26. Farel melihat lagi
27
Bab 27. Kena tinju
28
Bab 28. Ingin santet lagi
29
Bab 29. Di tarik lagi
30
Bab 30. Siksaan Nabila
31
Bab 31. Kedatangan duo gendeng
32
Bab 32. Kematian
33
Bab 33. Kembang kunyit
34
Bab 34. Berdebat
35
Bab 35. Bertemu duo gendeng
36
Bab 36. Rasa iba Nilam
37
Bab 37. Mendatangi apartemen
38
Bab 38. Meri pingsan
39
Bab 39. Di bully besti
40
Bab 40. bertarung
41
Bab 41. Gagal
42
Bab 42. Curiga nya Reni
43
Bab 43. Yuli ketemu
44
Bab 44. Sudah memakan bayi lain
45
Bab 45. Cacing besar
46
Bab 46. Di beri DP
47
Bab 47. Hantu Nabila
48
Bab 48. Selamat
49
Bab 49. Di tolong Ica
50
Bab 50. Cerita Nando
51
Bab 51. Menyiksa Nando
52
Bab 52. Menemui Ica
53
Bab 53. kisah Ica
54
Bab 54. Menemui Sadewa
55
Bab 55. Foto gadis
56
Bab 56. Sedikit terbongkar
57
Bab 57. Nilam syok
58
Bab 58. flashback
59
Bab 59. Flashback part2
60
Bab 60. Ingin di nikahi
61
Bab 61. Yudith
62
Bab 62. Menghina bayi
63
Bab 63. Kena tampar lagi
64
Bab 64. bayi mengamuk
65
Bab 65. Cacing merah
66
Bab 66. Di bawa pergi
67
Bab 67. Menyiksa Ica
68
Bab 68. Hilang lagi
69
Bab 69. Menyiksa Nando
70
Bab 70. Bertengkar
71
Bab 71. Menemukan rumah dukun
72
Bab 72. Kunti Suketi
73
Bab 73. Firasat maharani
74
Bab 74. Mencari Yuli
75
Bab 75. Rumpun pandan
76
Bab 76. Purnama mengamuk
77
Bab 77. Lobang jebakan
78
Bab 78. Muncul
79
Bab 79. Adu kekuatan
80
Bab 80. Sumur dalam rumah
81
Bab 81. Suasana sengit
82
Bab 82. Kalah dengan seruling
83
Bab 83. Membawa raga Yuli
84
Bab 84. Sukma geram
85
Bab 85. Debat warga
86
Bab 86. Dapat mangsa
87
Bab 87. Mengambil Niko
88
Bab 88. Membawa Niko
89
Bab 89. Kaki yang membusuk
90
Bab 90. Kedatangan Arya
91
Bab 91. Sedih nya Yudith
92
Bab 92. Menyiksa
93
Bab 93. Nando histeris
94
Bab 94. Mencari mayat dukun
95
Bab 95. Siksaan Nando
96
Bab 96. Masih berlanjut
97
Bab 97. santet mayit
98
Bab 98. Menemukan
99
Bab 99. Dapat bayi
100
Bab 100. Putusan akhir
101
Bab 101. Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!