Bab 4. Penderitaan Yuli

"Aaah panas sekali." Yuli mulai merintih karena seluruh tubuh terasa panas menyengat seolah di beri balsem.

"Mama mau minum ya?" Yudith berusaha mendekati Yuli yang sedang merintih itu.

"Enggak, Mama tidak ingin minum Mama ingin mandi." Yuli memang merasa ingin tubuh ini di guyur oleh air dingin.

"Tapi kata Papa Mama tidak boleh mandi karena nanti luka yang ada di tubuh semakin busuk." Yudith ingat dengan ucapan Nando.

"Ya Allah seluruh tubuhku terasa panas seperti ini, sebenarnya aku ini sakit apa?" Yuli ingin menangis dan mulai putus asa dengar rasa sakit yang ada pada tubuh tersebut.

"Mama harus cepat sembuh biar bisa mengantar Yudith ke sekolah lagi." bocah tampan ini berkata dengan nada memelas karena dia sangat kasihan bila melihat sang Mama.

Yuli hanya bisa mengangguk karena dia juga berharap akan segera sembuh dan menjalani aktivitas seperti biasa, walau selama ini dia memang jarang keluar dan bila keluar hanya mengantar Yudit ke sekolah saja dan setelah itu dia tidak pernah lagi berkumpul dengan orang lain untuk berghibah atau segala macam.

Walau keluarga mereka bisa di katakan berduit karena selama ini Nando bekerja di tambang minyak ilegal tapi tetap saja dia tidak pernah bergaya selayaknya para istri di luar sana, Yuli bisa di katakan tidak menjaga penampilan karena dia merasa telah menikah dan sang suami juga menerima dia apa ada nya.

Selama ini sudah banyak yang mengatakan bahwa Yuli kurang bisa menjaga penampilan dan takut bila nanti Nando pasti akan berkhianat karena tertarik bila melihat wanita yang jelas jauh lebih cantik, sebab para pria memang tidak bisa di percaya dan mereka akan terus merasa kurang bila sudah memiliki uang banyak seperti Nando saat ini.

Yuli percaya sepenuh hati kepada sang suami bahwa Nando tidak akan pernah memiliki wanita lain, sebab mereka dulu pacaran saja begitu lama sehingga Yuli merasa dia memang telah mengenal Nando mulai dari luar dan juga dalam sehingga dia sudah sangat percaya bahwa Nando akan terus mencintai dirinya sampai tua nanti.

Tapi sekarang dia mulai goyah karena Nando mulai uring-uringan ketika mengurus Yuli yang sedang sakit seperti ini, terlihat jelas bahwa Nando mulai terlihat bosan sehingga Yuli merasa sang suami begitu terbebani dengan keadaan dia yang menderita penyakit tidak jelas seperti sekarang.

Bahkan sekarang Nando tidak pernah mengajak dia ngobrol atau berbicara hal lain, setelah memberikan makanan atau mengelap tubuh sang istri maka dia akan langsung pergi begitu saja dan dalam masa itu pun Yuli bisa melihat secara langsung bahwa wajah Nando terlihat tidak bahagia alias begitu muram.

Tes.

Tes.

"Nanah Mama keluar dari dalam kulit." Yudith mundur sambil menutup hidung karena itu berbau sangat amis.

"Bisa Mama minta tolong kepada kamu, tolong ambilkan kain itu agar Mama lap sendiri nanah ini." pinta Yuli kepada sang anak.

"Sebentar ya, Ma." Yudith segera mengambil kain yang di tunjuk oleh Yuli dan memberikan.

"Kalau kamu memang tidak kuat mencium bau Mama, sekarang keluar saja tidak masalah kok." Yuli berkata dengan lemah lembut karena dia tahu sang anak sedang merasa jijik.

"Enggak, aku mau di sini saja menemani Mama karena tadi Papa keluar dari rumah." Yudith menggeleng karena dia memang akan menemani Yuli malam ini.

"Apa Papa ada bilang dia akan pergi ke mana?" tanya Yuli karena Nando memang tidak ada berpamitan kepada dia.

Yudith menggeleng sebab tadi dia memang tidak banyak bertanya kepada Nando, sebab terlihat Nando begitu tidak ramah sehingga bocah kecil ini pun takut untuk bertanya kepada Papa dia sendiri, maka memilih untuk diam dan tidak bertanya lagi lebih jauh mau kemana dia malam ini dan ada urusan apa.

"Papa terlihat lagi serius jadi aku tidak berani untuk bertanya." jelas Yudith.

"Ya sudah, kamu istirahat lah karena besok sekolah." suruh Yuli.

"Aku mau tidur sama Mama saja." rengek Yudith.

"Mama lagi sakit begini, nanti kamu tertular dan tidak bisa sekolah loh." bujuk Yuli.

"Ya sudah lah, kalau begitu aku kembali ke kamar dulu ya." pamit Yudit dengan wajah muram karena dia memang ingin tidur dengan Yuli sang Mama.

Yuli takut sekali bila nanti sang anak akan tertular penyakit dia lalu tidak bisa sekolah, sebab ini berair dan mengeluarkan nanah begitu amis sehingga sudah pasti bila bersentuhan dengan kulit orang lain maka bisa saja akan menular dan kemudian orang tersebut akan mengalami rasa sakit yang sama seperti yang sedang di alami oleh Yuli.

"Aduh Ya Allah kenapa sakit kulit saja bisa sampai parah seperti ini?" Yuli menangis bila sedang sendirian seperti sekarang.

"Tolong sembuhkan lah rasa sakit yang sedang aku alami ini Ya Allah, aku ingin merawat anak dan juga suami ku." Yuli berdoa dengan air mata berderai.

Tes.

Tes.

"Banyak sekali nanah yang keluar, apa memang benar yang di katakan oleh semua orang?" Yuli juga mulai takut bila dia kena santet.

Sebab rasanya memang agak aneh bila ini di sebut hanya penyakit kulit biasa, mana bukan hanya pada bagian lengan atau kaki saja tapi sudah di seluruh tubuh dan sekarang Yuli sudah tidak bisa memakai pakaian lagi karena dengan nanah yang terus keluar itu maka baju yang dia pakai akan melekat pada kulit.

"Astagfirullah!" Yuli mengelus dada karena dia telah berburuk sangka kepada orang lain.

"Tidak, ini pasti sakit yang Tuhan berikan kepada diriku sebagai ujian sehingga aku tidak boleh berburuk sangka kepada orang lain." Yuli menggeleng dan terus mengusap nanah yang keluar itu.

"Aku tidak boleh putus asa." Yuli menggeleng dengan air mata berderai.

"Ssssshhh!"

Yuli mendesis seperti orang yang sedang merasakan pedas luar biasa ketika akan mengangkat bagian kaki, ternyata kaki Dia sudah lengket dengan sprei yang ada pada kasur sehingga ketika akan diangkat terasa begitu menyakitkan sekali akibat kulit itu sudah menempel erat pada sprei.

"Ya Allah ini gimana?!" Yuli meringis namun dia tetap berusaha untuk melepas kaki dia.

Sreeeeeek.

"AAAAAAGHHH!"

"Ya Allah, sakit sekali rasa kaki ku!" Yuli menjerit histerius karena kulit kaki justru terkelupas karena berusaha dia tarik dari sprei itu.

Darah mengalir deras akibat kulit kaki sudah tidak ada karena menempel pada bagian sprei, darah berhamburan dan ini nanti pasti akan membuat amarah Nando kian besar saja karena Yuli telah mengotori kasur dan juga lantai sampai seperti ini sehingga membuat wanita ini merasa takut dan juga kesakitan secara bersamaan.

Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

Terpopuler

Comments

Tri Lestari

Tri Lestari

semangat Yuli , kalau mandi kan bisa bersih badanya tapi nanti terkena air akan terasa sakit serba salah

2026-01-24

1

ρυтяσ kang'typo✨

ρυтяσ kang'typo✨

ya Allah... ko geri dan ngelu sekali dengan kondisi Yuli ini, lelaki akan terlihat ketulusan'y saat di uji istri sedang sakit🥺🥺😞😞😞

2026-01-24

0

Betri Betmawati

Betri Betmawati

pas ada yg disembunyikan tu sama si Nando , nth KNPA aku malah semakin curiga SMA laki nya siyuli dia sakit karn ulah si nando

2026-01-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Sakit yang aneh
2 Bab 2. Firasat Nando
3 Bab 3. Tiga teman
4 Bab 4. Penderitaan Yuli
5 Bab 5. Firasat Niko
6 Bab 6. Tragedi
7 Bab 7. Kabar buruk
8 Bab 8. Membawa kerumah sakit
9 Bab 9. Tersesat
10 Bab 10. Menghubungi teman
11 Bab 11. Debat dengan Nando
12 Bab 12. Di temukan
13 Bab 13. Nando masih keras
14 Bab 14. Kabur
15 Bab 15. Bayi bajang
16 Bab 16. Rumah sakit
17 Bab 17. Bertemu Meri
18 Bab 18. Memang santet
19 Bab 19. Purnama menolak
20 Bab 20. Memberitahu Tina
21 Bab 21. Bertengkar
22 Bab 22. Percintaan
23 Bab 23. Perjuangan Tina
24 Bab 24. Muntah rambut dan silet
25 Bab 25. Wanita merokok
26 Bab 26. Farel melihat lagi
27 Bab 27. Kena tinju
28 Bab 28. Ingin santet lagi
29 Bab 29. Di tarik lagi
30 Bab 30. Siksaan Nabila
31 Bab 31. Kedatangan duo gendeng
32 Bab 32. Kematian
33 Bab 33. Kembang kunyit
34 Bab 34. Berdebat
35 Bab 35. Bertemu duo gendeng
36 Bab 36. Rasa iba Nilam
37 Bab 37. Mendatangi apartemen
38 Bab 38. Meri pingsan
39 Bab 39. Di bully besti
40 Bab 40. bertarung
41 Bab 41. Gagal
42 Bab 42. Curiga nya Reni
43 Bab 43. Yuli ketemu
44 Bab 44. Sudah memakan bayi lain
45 Bab 45. Cacing besar
46 Bab 46. Di beri DP
47 Bab 47. Hantu Nabila
48 Bab 48. Selamat
49 Bab 49. Di tolong Ica
50 Bab 50. Cerita Nando
51 Bab 51. Menyiksa Nando
52 Bab 52. Menemui Ica
53 Bab 53. kisah Ica
54 Bab 54. Menemui Sadewa
55 Bab 55. Foto gadis
56 Bab 56. Sedikit terbongkar
57 Bab 57. Nilam syok
58 Bab 58. flashback
59 Bab 59. Flashback part2
60 Bab 60. Ingin di nikahi
61 Bab 61. Yudith
62 Bab 62. Menghina bayi
63 Bab 63. Kena tampar lagi
64 Bab 64. bayi mengamuk
65 Bab 65. Cacing merah
66 Bab 66. Di bawa pergi
67 Bab 67. Menyiksa Ica
68 Bab 68. Hilang lagi
69 Bab 69. Menyiksa Nando
70 Bab 70. Bertengkar
71 Bab 71. Menemukan rumah dukun
72 Bab 72. Kunti Suketi
73 Bab 73. Firasat maharani
74 Bab 74. Mencari Yuli
75 Bab 75. Rumpun pandan
76 Bab 76. Purnama mengamuk
77 Bab 77. Lobang jebakan
78 Bab 78. Muncul
79 Bab 79. Adu kekuatan
80 Bab 80. Sumur dalam rumah
81 Bab 81. Suasana sengit
82 Bab 82. Kalah dengan seruling
83 Bab 83. Membawa raga Yuli
84 Bab 84. Sukma geram
85 Bab 85. Debat warga
86 Bab 86. Dapat mangsa
87 Bab 87. Mengambil Niko
88 Bab 88. Membawa Niko
89 Bab 89. Kaki yang membusuk
90 Bab 90. Kedatangan Arya
91 Bab 91. Sedih nya Yudith
92 Bab 92. Menyiksa
93 Bab 93. Nando histeris
94 Bab 94. Mencari mayat dukun
95 Bab 95. Siksaan Nando
96 Bab 96. Masih berlanjut
97 Bab 97. santet mayit
98 Bab 98. Menemukan
99 Bab 99. Dapat bayi
100 Bab 100. Putusan akhir
101 Bab 101. Selesai
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Bab 1. Sakit yang aneh
2
Bab 2. Firasat Nando
3
Bab 3. Tiga teman
4
Bab 4. Penderitaan Yuli
5
Bab 5. Firasat Niko
6
Bab 6. Tragedi
7
Bab 7. Kabar buruk
8
Bab 8. Membawa kerumah sakit
9
Bab 9. Tersesat
10
Bab 10. Menghubungi teman
11
Bab 11. Debat dengan Nando
12
Bab 12. Di temukan
13
Bab 13. Nando masih keras
14
Bab 14. Kabur
15
Bab 15. Bayi bajang
16
Bab 16. Rumah sakit
17
Bab 17. Bertemu Meri
18
Bab 18. Memang santet
19
Bab 19. Purnama menolak
20
Bab 20. Memberitahu Tina
21
Bab 21. Bertengkar
22
Bab 22. Percintaan
23
Bab 23. Perjuangan Tina
24
Bab 24. Muntah rambut dan silet
25
Bab 25. Wanita merokok
26
Bab 26. Farel melihat lagi
27
Bab 27. Kena tinju
28
Bab 28. Ingin santet lagi
29
Bab 29. Di tarik lagi
30
Bab 30. Siksaan Nabila
31
Bab 31. Kedatangan duo gendeng
32
Bab 32. Kematian
33
Bab 33. Kembang kunyit
34
Bab 34. Berdebat
35
Bab 35. Bertemu duo gendeng
36
Bab 36. Rasa iba Nilam
37
Bab 37. Mendatangi apartemen
38
Bab 38. Meri pingsan
39
Bab 39. Di bully besti
40
Bab 40. bertarung
41
Bab 41. Gagal
42
Bab 42. Curiga nya Reni
43
Bab 43. Yuli ketemu
44
Bab 44. Sudah memakan bayi lain
45
Bab 45. Cacing besar
46
Bab 46. Di beri DP
47
Bab 47. Hantu Nabila
48
Bab 48. Selamat
49
Bab 49. Di tolong Ica
50
Bab 50. Cerita Nando
51
Bab 51. Menyiksa Nando
52
Bab 52. Menemui Ica
53
Bab 53. kisah Ica
54
Bab 54. Menemui Sadewa
55
Bab 55. Foto gadis
56
Bab 56. Sedikit terbongkar
57
Bab 57. Nilam syok
58
Bab 58. flashback
59
Bab 59. Flashback part2
60
Bab 60. Ingin di nikahi
61
Bab 61. Yudith
62
Bab 62. Menghina bayi
63
Bab 63. Kena tampar lagi
64
Bab 64. bayi mengamuk
65
Bab 65. Cacing merah
66
Bab 66. Di bawa pergi
67
Bab 67. Menyiksa Ica
68
Bab 68. Hilang lagi
69
Bab 69. Menyiksa Nando
70
Bab 70. Bertengkar
71
Bab 71. Menemukan rumah dukun
72
Bab 72. Kunti Suketi
73
Bab 73. Firasat maharani
74
Bab 74. Mencari Yuli
75
Bab 75. Rumpun pandan
76
Bab 76. Purnama mengamuk
77
Bab 77. Lobang jebakan
78
Bab 78. Muncul
79
Bab 79. Adu kekuatan
80
Bab 80. Sumur dalam rumah
81
Bab 81. Suasana sengit
82
Bab 82. Kalah dengan seruling
83
Bab 83. Membawa raga Yuli
84
Bab 84. Sukma geram
85
Bab 85. Debat warga
86
Bab 86. Dapat mangsa
87
Bab 87. Mengambil Niko
88
Bab 88. Membawa Niko
89
Bab 89. Kaki yang membusuk
90
Bab 90. Kedatangan Arya
91
Bab 91. Sedih nya Yudith
92
Bab 92. Menyiksa
93
Bab 93. Nando histeris
94
Bab 94. Mencari mayat dukun
95
Bab 95. Siksaan Nando
96
Bab 96. Masih berlanjut
97
Bab 97. santet mayit
98
Bab 98. Menemukan
99
Bab 99. Dapat bayi
100
Bab 100. Putusan akhir
101
Bab 101. Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!