Di dalam kamar, Salsa sedang bertukar pesan dengan Raka tanpa memedulikan keberadaan Kevandra. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa perselingkuhan mereka telah diketahui oleh Liora. Bagi Salsa, malam ini terasa menyenangkan, seolah dunia hanya mereka berdua.
Ia berbaring menatap langit-langit kamarnya, membayangkan sang kekasih gelap. Namun, tiba-tiba saja perhatiannya teralihkan saat ia menerima pesan masuk.
[ Salsa, aku menginginkanmu ]
Seketika ia tersenyum penuh kemenangan. Ia merasa Raka sudah sepenuhnya menjadi miliknya, terikat dalam permainan yang ia ciptakan sendiri.
Tidak ingin membuat kekasihnya menunggu, ia langsung membalas pesan tersebut.
[ Aku juga menginginkanmu, Raka. Tapi bagaimana? Kita tidak bisa bertemu. Liora sudah kembali ]
Saat ia mengirim pesan itu, tiba-tiba layar ponselnya menampilkan sebuah panggilan masuk dari seseorang.
Salsa memicingkan mata, saat ia melihat nama sahabatnya yang tertera dilayar itu. "Mau apa dia menghubungiku?" gumamnya, perlahan tangannya menggeser layar ponsel. Dalam sekejap panggilan itu terhubung.
"Halo, Li. Ada apa?" tanyanya dengan nada yang terdengar ramah.
Dari sebrang sana Liora berusaha mati-matian agar tidak memaki sahabatnya, saat ia mendengar suara sok pura-pura Salsa.
"Salsa, aku dan Raka berniat menginap di rumahmu, boleh nggak?" jawab Liora dengan nada yang terdengar tidak kalah ramah.
"Hah! Kalian mau bermalam di sini?"
Seketika Salsa terlonjak ia bangkit dari tempat tidurnya, saat mendengar bahwa sahabatnya akan kerumahnya. Namun, dengan cepat ia mengubah nada suaranya agar Liora tidak curiga.
"Tentu saja boleh. Nanti aku bilang sama Kevandra kalau kamu dan Raka mau kesini." jawabnya dengan nada semanis mungkin.
"Baiklah. kalau kamu mengizinkannya, aku akan bersiap-siap dulu." balasnya dengan nada yang terdengar lembut.
Salsa mengangguk antusias, meski tidak terlihat sahabatnya. "Aku menunggumu, cepat datang, ya."
"Maksudku bukan kamu yang cepat datang, tapi Raka." lanjutnya dalam hati. Ia tersenyum manis, saat membayangkan Raka yang akan bermalam di kediamannya. Hatinya mulai dipenuhi rasa senang yang tidak bisa ia sembunyikan.
"Kalau begitu, sampai jumpa, Salsa."
Ia langsung memutuskan panggilan itu sambil tersenyum miring: senyum yang bukan tanda kebahagiaan, melainkan awal dari rencana besar yang mulai tersusun di kepalanya.
"Cih! Dasar tidak tahu diri. Kita lihat Salsa, sejauh mana kamu akan bertahan dengan semua kebohongan ini."
Kini Liora mulai bersiap-siap untuk memulai rencananya. Ia mengenakan gaun berwarna pastel sederhana, lalu menata ujung rambutnya dengan gaya curly, tidak lupa ia merias wajahnya dengan riasan tipis agar terlihat lebih segar.
Lima belas menit kemudian, ia sudah siap dan melangkah keluar dari kamar.
Saat pintu terbuka, Raka yang sedang duduk di sofa ruang tamu seketika pandangan laki-laki itu langsung tertuju padanya.
"Li, kamu mau ke mana?" tanya Raka dengan raut wajah bingung.
Liora berjalan mendekati laki-laki itu. Ia bersikap seolah-olah tidak tahu apa-apa, menyembunyikan semua yang sedang ia rencanakan.
"Kita akan ke rumah Salsa, tiba-tiba saja aku ingin mengunjunginya. Aku ingin berbagi pengalaman kerjaku di luar kota, Salsa pasti sangat suka." Ia terdiam sejenak sebelum melanjutkan kalimatnya, menatap ke dalam mata tunangannya dengan tatapan penuh arti.
"Salsa selalu menyukai apa yang aku ceritakan, termasuk menyukai milikku." ucapnya sambil menekan setiap kata di akhir kalimat.
Namun sebelum Raka menyadari kalimat yang Liora lontarkan, dengan cepat ia mengalihkan perhatian laki-laki itu.
"Ayo, Raka. Sebaiknya kamu bersiap-siap! Jangan sampai Salsa menunggu kita terlalu lama."
Raka mengangguk pelan. "Iya, Sayang. Aku akan segera bersiap."
Sebelum pergi ke kamar Raka mengelus rambut Liora dengan lembut, yang justru membuat gadis itu semakin jijik dengan sentuhannya, mengingatkan ia tentang kebohongan dan pengkhianatan laki-laki itu.
Beberapa menit kemudian, Raka yang sudah bersiap menggandeng tangan Liora keluar dari apartemen.
Sepanjang lobi, hanya keheningan yang menyelimuti hati gadis itu, sesampainya di basemen, Raka membukakan pintu mobil untuk Liora.
Sikap manisnya membuat Liora muak, seolah laki-laki itu tidak pernah menyembuyikan sesuatu.
"Sudah siap, Sayang."
Liora hanya mengangguk pelan menanggapi pertanyaan itu.
Raka mulai mengendarai mobil sport itu di tengah hiruk-pikuk jalanan kota yang mulai sepi oleh keheningan malam.
Tidak ada percakapan di antara mereka, hanya suasana canggung yang terasa semakin berat.
Lima belas menit kemudian...
Akhirnya mereka sampai di kediaman Kevandra dan Salsa.
Sementara itu, Salsa sudah berdiri di teras dengan raut wajah bahagia menyambut kedatangan Liora dan Raka, padahal semua itu hanyalah sebuah topeng. Ia hanya ingin menyambut kedatangan Raka.
Di samping Salsa. Kevandra hanya bersikap dingin tampak tidak peduli dengan kehadiran mereka. Namun, ada sesuatu dari tatapan matanya kepada Liora yang hanya ia ketahui sendiri.
"Akhirnya kamu datang juga, Li." sambut Salsa dengan nada antusias, namun ujung matanya melirik ke arah Raka, seolah memberi isyarat yang hanya bisa dipahami oleh laki-laki itu.
Liora hanya mengangguk, menanggapi dengan senyuman ramah.
"Ayo, sebaiknya kita masuk dulu."
Salsa meraih tangan Liora lalu menuntunnya masuk ke dalam rumah.
Dari arah belakang Kevandra dan Raka hanya mengikuti langkah kedua gadis itu tanpa banyak bicara.
Setibanya di ruang tamu, tiba-tiba Salsa memberi usulan.
"Bagaimana kalau kita makan malam dulu? Setelah itu baru kita bisa berbincang-bincang."
Liora mengangguk antusias tampak setuju dengan apa yang Salsa katakan.
"Wah, kebetulan banget aku lagi laper."
Diam-diam ada sepasang mata tajam yang sedang menelisik raut wajah Liora yang tidak seperti biasanya. Seolah ada sesuatu yang sedang ia sembunyikan. Itulah yang terlintas di dalam benaknya seolah instingnya yang tajam sebagai pengamat tidak bisa di bohongi.
Kini mereka melangkah menuju meja makan.
Saat mereka sudah di meja makan, dengan penuh perhatian Liora langsung menyiapkan makanan untuk Raka.
Diam-diam Salsa memperhatikan itu, seketika membuat terbakar api cemburu, kedua tangannya terkepal di bawah meja.
Seolah sengaja, Liora mengambilkan sayur untuk laki-laki itu dengan sedikit mencondongkan tubuhnya, seolah ingin menunjukkan perhatian penuh sebagai tunangan.
"Apakah segini cukup?" tanya Liora dengan suara lembut.
"Sudah cukup, Sayang. Terima kasih." jawab Raka sambil tersenyum canggung, diam-diam ujung matanya melirik ke arah Salsa yang berada di hadapannya.
Dengan gerakan berani Liora menyeka sudut bibir Raka di depan Kevandra dan Salsa, gerakannya tenang, tetapi penuh makna, seakan sengaja ingin memperlihatkan sesuatu.
"Pelan-pelan dong, Sayang. Sampai berantakan gini."
"Ee-eh, iya, Sayang." jawabnya gugup saat ia menyadari tatapan tajam Salsa yang tertuju padanya.
Salsa hanya bisa terdiam menahan perasaannya. Senyum di wajahnya mulai terasa kaku, sementara kedua tangannya mengepal erat di bawah meja. Ia berusaha tetap terlihat tenang, meskipun hatinya dipenuhi rasa cemburu yang membara.
Di sisi lain, Kevandra memperhatikan semua itu dalam diam. Ia mulai merasakan ada sesuatu yang aneh di antara mereka, tetapi memilih untuk tidak berkomentar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
MARDONI
Salsa itu kelihatan manis di luar tapi batinnya licik banget, dan pas batinnya mikir soal Raka aku langsung merinding. Tapi yang paling bikin aku melongo tuh Liora 😮💨 senyum smirk-nya, tatapan ke Raka, sampai cara dia sengaja perhatian di meja makan itu jelas bukan sekadar tunangan manis. Adegan Liora nyeka bibir Raka di depan Salsa tuh rasanya kayak tamparan pelan tapi perih banget 😭 Salsa jelas cemburu tapi pura-pura kuat, sementara Kevandra yang diam dan mengamati malah bikin suasana makin tegang. Serius, rasanya kayak duduk di meja makan bareng mereka, napas ikut ditahan karena permainan Liora baru aja dimulai dan vibes-nya serem tapi nagih 🔥🥀
2026-02-02
1
Serena Khanza
part yang aku suka pembalasan 😂 nah udah di sindir tuh sama liora , bagus li ayo balas salsa sama raka tuh biar mereka jangan seenaknya 💪🏻
2026-02-03
1
Zan_Apexion
Cih, padahal dia GK tau bahwa dirinya sudah masuk jebakan Liora
2026-02-02
1