Misi Naomi

Brak!

Akhirnya, keluarga Elios benar-benar pergi.

Pintu kamar rumah sakit tertutup dengan suara agak keras cukup untuk menunjukkan kemarahan yang masih mereka bawa. Langkah kaki mereka menjauh, disertai gumaman kesal yang perlahan menghilang di lorong.

Begitu suasana kembali sepi, Naomi menghembuskan napas panjang. Dadanya terasa jauh lebih ringan, seolah beban yang selama ini menindihnya akhirnya diangkat.

Keluarga Atlas masih berdiri di tempat, menatap Naomi dengan ekspresi tak percaya. Max memandang adiknya lama, seolah memastikan apa yang baru saja terjadi itu nyata.

Nyonya Arumi dan Tuan Bastian bahkan tampak seperti sedang bermimpi Naomi yang mereka kenal selama ini tak pernah berani melawan keluarga kandungnya, apalagi sampai setegas itu.

Menyadari tatapan mereka yang terlalu intens, Naomi langsung bertindak.

Ia melangkah kecil ke arah Max, lalu dengan wajah pucat yang dibuat-buat, ia bersandar manja ke dada pria itu. Untungnya tinggi badannya yang 165 sentimeter pas berada di bahu Max. Naomi pura-pura melemas, kelopak matanya setengah terpejam.

“Kak …” katanya lirih, suaranya sengaja dilemahkan. “Aku capek. Aku mau istirahat.”

Max langsung panik. “Hei—Naomi!”

Tanpa berpikir panjang, ia menggendong Naomi dengan hati-hati, memastikan selang infus tidak tertarik. Gerakannya lembut, seolah Naomi terbuat dari kaca. Ia meletakkan tubuh Naomi kembali ke ranjang rumah sakit dengan sangat pelan.

Naomi tetap memejamkan mata, napasnya dibuat teratur seolah tertidur.

Nyonya Arumi menatap pemandangan itu dengan mata berkaca-kaca. “Syukurlah …” katanya pelan. “Syukurlah Naomi sudah sadar.”

Ia mengusap dadanya sendiri. “Mereka memang bukan keluarga yang baik untukmu, Nak.”

Tuan Bastian mengangguk setuju. “Lebih baik cepat sadar daripada terus terluka.”

Ia lalu menoleh ke arah Max. “Jaga adikmu. Jangan biarkan siapa pun menyakitinya lagi.”

Max mengangguk mantap. “Aku akan jaga dia, Pa.”

Tuan dan Nyonya Atlas kemudian melangkah keluar dengan pelan memberikan waktu istirahat bagu Naomi, menutup pintu tanpa suara agar Naomi bisa beristirahat dengan tenang.

Max masih berdiri beberapa detik di samping ranjang, menatap wajah Naomi yang tampak lelah. Ia menghela napas panjang, lalu berbalik dan keluar sebentar, mungkin untuk menenangkan pikirannya sendiri.

Begitu langkah kaki Max menghilang, Naomi perlahan membuka matanya.

Ia menatap langit-langit putih di atasnya, lalu tersenyum kecil. “Akhirnya. Tenang juga,” gumamnya.

Namun belum sempat ia menikmati ketenangan itu lebih lama, Naomi tersentak kecil.

Ding!

Suara mekanis tiba-tiba menggema di kepalanya. Di depan matanya, sebuah layar transparan muncul begitu saja.

[Selamat, Tuan! Anda mendapatkan 1 poin karena telah memukul saudara tiri Anda.]

Mata Naomi membelalak. “Hah?!”

Ia berkedip beberapa kali, memastikan ia tidak berhalusinasi. “Poin?” gumamnya. “Terus … bisa dipakai buat apa?”

Layar itu berkilau lembut sebelum suara sistem kembali terdengar.

[“Poin dapat ditukar dengan dua pilihan: 1. Pemulihan tubuh. 2. Memaksa musuh menjadi sekutu selama 5 menit.”]

Naomi mengerutkan kening. “Paksa musuh jadi sekutu?”

Ia mendengus kecil. “Menarik sih … tapi cuma lima menit?”

Ia menoleh sedikit, merasakan nyeri samar di tubuhnya. Tulang-tulangnya masih terasa tidak nyaman sejak kecelakaan itu. Ada rasa sakit di dalam, seperti belum sepenuhnya pulih. Memang di kehidupan yng dulu, Naomi tidak pulih akibat cedera itu.

“Aku ambil yang pertama saja,” katanya mantap. “Pemulihan tubuh.”

[“Baik, Tuan.”]

Begitu suara itu selesai, Naomi langsung merasakan sesuatu yang aneh, ia langsung nerasa hangat.

Sensasi lembut mengalir dari ujung kepala hingga ke ujung kaki. Nyeri di tulang-tulangnya perlahan memudar. Rasa perih di bagian dalam tubuhnya menghilang sedikit demi sedikit. Nafasnya terasa lebih ringan, tubuhnya bahkan terasa lebih segar dari sebelum kecelakaan.

Naomi menggerakkan jarinya pelan. Tidak sakit. Ia mengangkat sedikit lengannya, akhirnya normal.

“Gila,” bisiknya kagum. “Sistem ini henar-benar ajaib. Kalau aku terus memukul si Vivian, poinku terus bertambah bukan?”

Naomi tersenyum kecil, matanya berbinar penuh kepuasan.

Suara sistem kembali terdengar di kepalanya.

["Tidak, Tuan!" Setiap penambahan poin berasal dari misi yang berbeda! Jadi, tidak selamanya memukul saudara jahat Anda itu bukan solusi."]

Senyum di wajah Naomi langsung memudar. “Oh,” gumamnya pelan. “Kupikir itu misi harian.”

Ia membayangkan harus terus menampar Viviane demi poin dan langsung menghela napas kecil. “Kalau begitu sudahlah.”

Naomi menggeser tubuhnya sedikit di ranjang, lalu menatap layar transparan di depannya dengan ekspresi penasaran.

“Ngomong-ngomong,” katanya santai, “kamu punya nama?”

Layar itu terdiam sejenak. ["Belum, Tuan."]

Naomi mengerutkan kening. “Masa sistem sepintar ini tidak punya nama?” Ia berpikir sebentar, lalu tersenyum tipis. “Kalau begitu aku yang kasih.”

Layar berkilau lembut, seolah menunggu.

“Aku akan memanggilmu Sila,” ucap Naomi mantap.

Beberapa detik hening berlalu, lalu.

Ding!

["Nama diterima. Terima kasih, Tuan."]

Naomi tersenyum kecil. “Sama-sama, Sila.”

Setelah itu, ekspres Naomi perlahan berubah serius. Senyum tipis itu menghilang, digantikan sorot mata yang dalam. Ingatan tentang badai salju itu kembali muncul langit gelap, angin menggila, dunia yang runtuh dalam dingin dan keputusasaan.

“Aku tidak punya banyak waktu,” gumamnya pelan.

Naomi menarik napas dalam.

“Sila,” katanya kemudian, “aku ingat badai salju besar itu. Bencana yang menghancurkan hampir seluruh dunia.”

Layar sistem muncul lebih jelas.

["Konfirmasi: Bencana Salju Global. Estimasi waktu: 1 tahun dari sekarang."]

Naomi mengepalkan tangannya. “Aku harus bersiap.”

Ia menatap lurus ke depan. “Apa saja yang harus kukumpulkan dan kulakukan sebelum bencana itu terjadi?”

Sila tidak langsung menjawab. Seolah sedang memproses.

["Untuk bertahan hidup dan membangun kembali peradaban, persiapan dibagi menjadi lima kategori utama."]

“Lima?” Naomi mengangguk. “Jelaskan satu per satu.”

["Pertama: Lokasi."]

Naomi langsung menyela. “Apa aku perlu mencari pulau terpencil? Tempat yang tidak terkena badai?”

["Tidak ada wilayah yang sepenuhnya aman, Tuan. Namun, tingkat kerusakan berbeda-beda. Pulau terpencil berisiko kekurangan sumber daya dan isolasi. Rekomendasi: wilayah dengan akses pegunungan rendah, sumber air bawah tanah, dan potensi bunker alami."]

Naomi mengangguk pelan. “Jadi bukan lari sejauh mungkin tapi memilih tempat yang bisa bertahan.”

["Benar."]

“Lanjut,” titah Naomi dengan wajah semakin serius.

["Kedua: Sumber Daya. Anda harus mengumpulkan: makanan tahan lama, benih tanaman, alat pertanian, bahan bakar, obat-obatan, dan pakaian termal."]

Naomi menyipitkan mata. “Benih tanaman?”

["Peradaban baru membutuhkan pangan berkelanjutan. Benih lebih berharga daripada emas dan uang, setelah bencana."]

Naomi tersenyum miring. “Masuk akal.”

["Ketiga: Infrastruktur. Tempat berlindung tahan dingin, sistem pemanas non-listrik, penyaring air, dan gudang penyimpanan."]

“Non-listrik?” tanya Naomi.

["Listrik akan runtuh dalam 3 bulan pertama."]

Naomi terdiam sesaat. “Dunia benar-benar akan jatuh, ya.”

["Ya, Tuan."]

Ia menghela napas, lalu memberi isyarat agar Sila melanjutkan.

["Keempat: Manusia. Anda tidak bisa membangun peradaban sendirian."]

Naomi terdiam cukup lama kali ini. “Jadi … aku perlu orang.”

["Benar. Rekomendasi: individu dengan keahlian medis, teknik, pertanian, pertahanan, dan kepemimpinan."]

Sila kembali berbicara, ["Loyalitas lebih penting daripada jumlah."]

“Loyalitas .…” Naomi tersenyum pahit. “Yang itu paling sulit.”

["Kelima: Kekuatan pribadi."]

Naomi menegakkan tubuhnya sedikit. “Maksudmu … aku?”

["Ya. Fisik, mental, dan kemampuan adaptasi Anda harus meningkat. Sistem akan menyediakan misi dan hadiah untuk mendukung tujuan tersebut."]

Naomi menatap layar itu dengan mata menyala. “Jadi aku bukan cuma bertahan hidup.”

["Benar. Anda diproyeksikan sebagai pusat peradaban baru pasca-bencana."]

Jantung Naomi berdegup sedikit lebih cepat.

“Peradaban baru,” bisiknya.

Ia lalu tersenyum kecil, penuh tekad. “Baiklah, Sila. Kalau dunia akan membeku, maka aku akan membangun dunia baru di atas salju itu.”

Layar sistem berkilau terang.

["Perintah diterima. Misi persiapan akan segera dibuka."]

Naomi bersandar kembali di ranjang, menutup matanya perlahan. Kali ini ia sudah tahu ke mana langkahnya akan menuju..

Terpopuler

Comments

≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ

≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ

Jadi misina bukan balas dendam ya, tapi bikin peradaban baru

2026-02-03

1

mama_im

mama_im

aq berasa nonton film barat tp lupa judulnya, tp intinya juga sama tentang badai salju. perjuangan bertahan dengan membakar apa pun yg ada biar gak kedinginan. seruuu baget, gak sabar nunggu kelanjutannya.

2026-02-03

1

Husna🍒⃞⃟🦅

Husna🍒⃞⃟🦅

heiii... ini bisa kita siapkan dr sekarang....
denger-denger world war 3 bentar lagi walaupun Indonesia katanya tdk masuk sasaran tp pasti kena dampaknya jg...

5 poin ini bisa kita aplikasikan di dunia nyata loh, bisa mulai dr sekarang

2026-03-27

0

lihat semua
Episodes
1 Bangkit Kembali
2 Perubahan Naomi
3 Keluarga Elios
4 Tak Lagi Sama
5 Misi Naomi
6 Heran
7 Misi Gila
8 Mencuri?
9 Pelajaran Untuk Pelayan
10 Nenek Dan Kakek Elios
11 Pergi
12 Tempatku Pulang
13 Mengingau
14 Uang Jajan
15 Kerjakan Tugasku!
16 Ketegasan Naomi
17 Tidak Terima
18 Buktikan Sendiri
19 Mendekati Ketiga Pilar Negara
20 Apa Kakak Percaya?
21 Hampir Saja
22 Bukan Kebetulan
23 Pelajaran Kecil
24 Dibanting
25 Sonya
26 Sandiwara
27 Kita Impas
28 Memborong
29 Bukan Pembantu
30 Pikiran Licik
31 Mengganti
32 Kemalangan Keluarga Elios
33 Mobil Jelek
34 Panas? Ayo Kipas!
35 Tidak Sesuai Harapan
36 Malam Pelelangan
37 Bertemu Selena
38 Para Hama
39 Dimulai
40 Tak Ingin Kalah
41 Kemalangan Viviane
42 Diikuti
43 Kombinasi Sempurna
44 Pulang
45 Membeli Sampah Naomi
46 Marah
47 Tuan Muda Clay
48 Mengikatnya
49 Hadiah Dari Sila
50 Tamu Tak Diundang
51 Putri Seutuhnya
52 Pelaku Penyerangan
53 Satu Kebenaran
54 Kamu Berat
55 Salah Bicara
56 Mulai Mencari Tahu
57 Tuan Zane
58 Rubah Licik
59 Sikap Asli
60 Tak Tahu Diri
61 Max dan Naomi
62 Kekacauan di Bandara
63 Masalah Selesai
64 Segel Keluarga Elios
65 Perjodohan
66 Wajah Asli Viviane
67 Menyesal
68 Kedatangan Tamu
69 Melarikan Diri
70 Perusahaan Kosong
71 Diusir
72 Berkelahi
73 Diculik
74 Menyelamatkan
75 Aku Mencintaimu
76 Peringatan Bahaya
77 Badai Tiba
78 Evakuasi
79 Badai Mengganas
80 Mana Naomi?
81 Ditolong
82 Selamat
83 Ending?
84 Bonchap
85 Karya Baru Author
86 Promosi Karya Teman
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bangkit Kembali
2
Perubahan Naomi
3
Keluarga Elios
4
Tak Lagi Sama
5
Misi Naomi
6
Heran
7
Misi Gila
8
Mencuri?
9
Pelajaran Untuk Pelayan
10
Nenek Dan Kakek Elios
11
Pergi
12
Tempatku Pulang
13
Mengingau
14
Uang Jajan
15
Kerjakan Tugasku!
16
Ketegasan Naomi
17
Tidak Terima
18
Buktikan Sendiri
19
Mendekati Ketiga Pilar Negara
20
Apa Kakak Percaya?
21
Hampir Saja
22
Bukan Kebetulan
23
Pelajaran Kecil
24
Dibanting
25
Sonya
26
Sandiwara
27
Kita Impas
28
Memborong
29
Bukan Pembantu
30
Pikiran Licik
31
Mengganti
32
Kemalangan Keluarga Elios
33
Mobil Jelek
34
Panas? Ayo Kipas!
35
Tidak Sesuai Harapan
36
Malam Pelelangan
37
Bertemu Selena
38
Para Hama
39
Dimulai
40
Tak Ingin Kalah
41
Kemalangan Viviane
42
Diikuti
43
Kombinasi Sempurna
44
Pulang
45
Membeli Sampah Naomi
46
Marah
47
Tuan Muda Clay
48
Mengikatnya
49
Hadiah Dari Sila
50
Tamu Tak Diundang
51
Putri Seutuhnya
52
Pelaku Penyerangan
53
Satu Kebenaran
54
Kamu Berat
55
Salah Bicara
56
Mulai Mencari Tahu
57
Tuan Zane
58
Rubah Licik
59
Sikap Asli
60
Tak Tahu Diri
61
Max dan Naomi
62
Kekacauan di Bandara
63
Masalah Selesai
64
Segel Keluarga Elios
65
Perjodohan
66
Wajah Asli Viviane
67
Menyesal
68
Kedatangan Tamu
69
Melarikan Diri
70
Perusahaan Kosong
71
Diusir
72
Berkelahi
73
Diculik
74
Menyelamatkan
75
Aku Mencintaimu
76
Peringatan Bahaya
77
Badai Tiba
78
Evakuasi
79
Badai Mengganas
80
Mana Naomi?
81
Ditolong
82
Selamat
83
Ending?
84
Bonchap
85
Karya Baru Author
86
Promosi Karya Teman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!