EPS. 3. Sejak hari itu, aku kehilangan diriku [RUKMINI]

Rukmini kecil lalu duduk di depan pria itu, matanya berbinar penuh harap menatap makanan yang ada di sana, dia sangat kelaparan.

"Istri nya uwa lagi pergi nginap di tempat sodaranya, si Sri ikut juga.. lagi hajatan. Makanya uwa masak sendiri.." Ucap laki - laki itu, sambil menyendokan sepiring nasi jagung.

Nasi jagung itu hanya berlaukkan ikan asin saja, lalu di berikan pada Rukmini yang tangan nya sudah gemetar hebat.

"Makan, nduk.. kalo kurang nanti tambah sendiri saja, uwa ke belakang dulu yo." Ucap laki - laki itu dan Rukmini tersenyum sumringah.

"Makasih banyak, wa." Ucap Rukmini, dia tidak curiga sama sekali..

Tanpa pikir panjang atau pikir dua kali, Rukmini memakan nasi jagung tadi dengan lahap, dia sampai berkaca - kaca karena akhir nya dia makan, perut nya sangat lapar. Cara makan nya bahkan seperti orang yang baru pertama kali menyentuh makanan, sangat rakus.

Tak lama, Rukmini menghabiskan makanan nya dan kemudian dia meminum air putih yang di sediakan oleh pria tadi, sampai gelas nya juga kosong.

"Alhamdulillah.." Gumam Rukmini kecil, dia kenyang.

Rukmini bangun sambil membawa piring dan gelas bekas nya makan, tapi saat berbalik dia terkejut melihat pria tadi sudah berdiri di belakang nya.

"Sudah habis, yo?" Tanya nya.

"Sudah wa, makasih banyak. Dimana tempat cuci piring nya, piring nya mau tak cuci." Ucap Rukmini.

"Itu, di belakang." Ucap pria itu, dan Rukmini pun kebelakang.

Dia dengan wajah sumringah nya mencuci piring bekas nya  makan sekaligus piring kotor lain yang ada di sana, dia sangat berterimakasih pada dermawan baik yang mau memberinya makan itu. Setelah selesai cuci piring, Rukmini pergi mencari pria tadi untuk berpamitan pulang..

"Wa, aku pamit mulih (pulang) yo." Ucap Rukmini.

"Mau pulang yo? Boleh bantuin uwa dulu ndak nduk?" Tanya pria itu.

"Boleh wa, bantu apa?" Tanya Rukmini, dia tidak akan menolak.

"Pundak nya uwa pegel - pegel, nduk.. bantu injak - injak sebentar boleh? Nanti uwa kasih uang." Ucap pria itu, mendengar kata uang.. Rukmini kecil langsung mengangguk.

"Boleh, wa." Ucapnya.

"Sini nduk." Panggil pria itu, dia sudah tengkurap di ranjang bambu yang ada di dekat dapur.

Rukmini mendekat, dia lalu dia mulai naik ke punggung pria itu. Tubuh Rukmini memang kurus, jadi dia tidak berat sama sekali. Tapi Rukmini tidak hanya menginjak - injak punggung pria itu saja, dia juga memijat telapak kaki pria itu dan menarik jari - jari nya sampai bunyi, sebagai tanda terimakasih nya.

Rukmini sudah biasa memijat bapak nya juga di rumah, kalau bapak nya belum bilang berhenti.. Rukmini akan terus menginjak - injak punggung bapak nya dan memijat telapak kakinya  sampai dia kelelahan sendiri.

"Nduk, mau bantuin wa lagi, ndak?" Tanya pria itu.

"Boleh, wa." Ucap Rukmini kecil, pria itu tersenyum dan bangun.

"Sini, koe tiduran.." Ucap nya, Rukmini kecil tidak mengerti apapun, dia menurut saja merebahkan dirinya di tempat pria tadi.

"Koe diem yo? Nek koe sampe teriak, koe ndak jadi tak kasih uang. Koe sudah makan nasi jagung toh? Iku mahal, nek koe teriak, koe ganti nasi jagung nya." Ucap pria tadi, Rukmini yang tidak mengerti apapun mengangguk saja sambil tersenyum.. Tapi kemudian senyum nya hilang.

"Wa!"

Senyum Rukmini perlahan pudar saat tiba - tiba tangan laki - laki tadi membuka celana nya. Rukmini spontan menahan celana nya tapi pria tadi melotot galak, akhir nya Rukmini kecil melepaskan tangan nya. Tubuh nya gemetar takut saat tangan kasar pria itu mulai menyentuh paha nya, dia hendak menangis pun dia tahan.

Dan ternyata.. Rukmini kecil di lecehkan. Dia di perkosa oleh pria yang Rukmini pikir orang baik yang mau memberinya makan. Tubuh kecil nya kini meringkuk gemetar di ranjang bambu tanpa busana dengan tatapan kosong. Terlihat noda darah yang mem bercak di ranjang bambu dan di sela paha Rukmini, gadis kecil itu kehilangan mahkota nya.

"Nanti kalo uwa panggil kamu harus manut yo, nek gak manut nanti uwa kasih tau orang - orang kamu sudah ndak perawan." Ucap pria itu mengancam.

"Jangan wa." Ucap Rukmini, dia takut akan di siksa kedua orang tua nya.

"Makanya manut. Pake bajumu, ambil air terus pulang." Ucap pria tadi, Rukmini mengangguk.

Tapi.. Rukmini yang baru di lecehkan itu tentu kesakitan, dia kesulitan berjalan. Dia menangis sambil menimba air, tapi suara nya dia tahan. Dan setelah menimba air, dia pun pulang dari rumah pria tadi, dan ya.. pria tadi menyelipkan uang di saku belakang celana Rukmini sambil meremas bagian belakang Rukmini.

Rukmini pun pergi dari sana dengan menahan sakit, dia harus menahan nya agar air yang di pikul nya itu tidak tumpah dan banyak yang terbuang. Dan setelah sampai di rumah, dia sudah di tunggu oleh ayah nya yang tatapan nya begitu marah padanya. Rukmini kembali gemetar ketakutan, dia pikir bapak nya mungkin sudah tau apa yang baru dia lakukan di rumah pria tadi.

"Berani koe ambil pisang! Koe tau ndak itu mau di jual!" Teriak bapak nya, setelah Rukmini meletakan air yang di pikul nya.

"Maaf pak, aku laper." Ucap Rukmini, berkaca - kaca.

"Alasan! Kecil - kecil sudah maling! Ndak usah makan koe malam iki!" Teriak bapa nya, Rukmini hanya bisa menangis saja.

"Hiks.. hiks.. hiks.."

Beberapa hari kemudian.

Rukmini sedang berada di ladang dan sedang memanen singkong. Tanah yang tandus itu hanya bisa di tanami umbi - umbian seperti singkong yang tidak begitu membutuhkan banyak air. ladang yang luas dan sepi sudah menjadi teman Rukmini kecil sehari - hari nya, dia sudah biasa bertemu ular berbisa  tidak akan takut dengan hantu sekalipun.

Tapi kali ini tubuh nya gemetar hebat saat dia melihat laki - laki kemarin yang sudah memperkosa nya, laki - laki itu tersenyum menatap Rukmini kecil dan melambaikan tangan nya memanggil Rukmini kecil.

"Sini nduk." Ucap nya, Rukmini hendak lari.. tapi juga takut kalau pria itu memberi tahu orang tua nya.

"Koe ndak manut nanti wa Parto bilang bapakmu, lho." Ucap nya, Rukmini baru tau.. nama nya Parto.

"Jangan wa." Ucap Rukmini kecil, dia berkaca - kaca.

Rukmini pun mau tidak mau mendekat, dan akhir nya dia di lecehkan lagi untuk yang kedua kalinya oleh orang yang sama. Rukmini tidak bisa melawan, dia takut akan di adukan pada kedua orang tua nya. Padahal.. itu jelas kesalahan si pria yang memperkosanya.

Rukmini tidak pernah mempunyai rasa aman sedikitpun, dia tidak pernah mendapat kasih sayang yang pantas dari orang tua nya sehingga yang ada di benak Rukmini kecil hanya ketakutan. Rukmini tidak memiliki rumah untuk pulang dan mengadu atau bermanja.

...BERSAMBUNG!...

Terpopuler

Comments

Desyi Alawiyah

Desyi Alawiyah

Wah, kok aku emosi yah.. 😤 Apa si pak tua ngga nyadar, dia kan punya anak perempuan juga..

Gimana kalo anak perempuannya itu mengalami hal yang sama, seperti yang Rukmini kecil alami... 😒

2026-02-15

1

⧗⃟☕︎⃝❥Lou Yi

⧗⃟☕︎⃝❥Lou Yi

Ya allah bacanya bisa nyesek gini aku. Kasian banget Rukmini🤧🤧

2026-02-05

1

⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ

⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ

kasian Rukmini.. /Sweat//Sweat//Cry/

2026-02-02

2

lihat semua
Episodes
1 EPS. 1. Dia kembali. [RUKMINI]
2 EPS. 2. Saya ingin di dengar. [RUKMINI]
3 EPS. 3. Sejak hari itu, aku kehilangan diriku [RUKMINI]
4 EPS.4. Menstruasi pertama. [RUKMINI]
5 EPS.5. Keanehan pertama. [RUKMINI]
6 EPS.6. Ketahuan bapak [RUKMINI]
7 EPS. 7. Darah yang tumpah pertama kali. [RUKMINI]
8 EPS.8. Rukmini hamil?? [RUKMINI]
9 EPS.9. Manut yo, jadi orang harus berguna. [RUKMINI.
10 EPS. 10. Dia di perjual belikan. [RUKMINI]
11 EPS. 11. Aku bisa apa? [RUKMINI]
12 EPS. 12. Mencoba melarikan diri. [RUKMINI]
13 EPS. 13. Mimpi berulang yang sama [RUKMINI]
14 EPS.14. Melakukan Ritual tanpa aku tahu tujuan nya. [RUKMINI]
15 EPS. 15. Sudah tidak ada harapan sama sekali. [RUKMINI]
16 EPS.16. Aku tidak punya jalan, bahkan sampai bertahun - tahun. [RUKMINI]
17 EPS. 17. Sekalian saja aku menikmati. [RUKMINI]
18 EPS.18. Jadi aku putuskan untuk merubah Diriku. [RUKMINI]
19 EPS.19. Dendamku sudah terpupuk untuk mereka [RUKMINI]
20 EPS.20. Kutampar wajah ibuku dengan kenyataan. [RUKMINI]
21 EPS. 21. Saya sudah bukan saya yang dulu. [RUKMINI]
22 EPS. 22. Aku bersikap sesuai bagaimana orang memandang diriku. [RUKMINI]
23 EPS. 23. Dikirimi teluh untuk pertama kalinya. {RUKMINI}
24 EPS. 24. Sosok yang menyerupai. [RUKMINI]
25 EPS. 25. Rumah yang mewah itu adalah tempat kami para pemuja [ RUKMINI]
26 EPS.26. Perjamuan pertamaku bersama mereka. [RUKMINI]
27 EPS. 27.Ibuku terkena getah dari mulutnya sendiri. [RUKMINI]
28 EPS. 28. Sedikit demi sedikit saya ingin membangun hidup saya. [RUKMINI]
29 EPS. 29. Saya sudah tidak berharap lagi. [RUKMINI]
30 EPS.30. Rencanaku pun mulai berjalan. [RUKMINI]
31 EPS.31. Malam itu aku lampiaskan sakit hatiku pada bapa, mataku gelap. [RUKMINI]
32 EPS. 32. Aku buat ibuku merasakan sakitku di masa itu. [RUKMINI]
33 EPS.33. Hari itu kali pertama aku merasa memiliki duniaku, aku hamil. [RUKMINI]
34 EPS. 34.Aku pastikan ibuku merasakan sakit yang peemah aku rasa. [RUKMINI]
35 EPS.35. Aku tidak tahu apa itu salah dan benar. [RUKMINI]
36 EPS. 36. Saat aku pikir akan bahagia, lagi lagi di renggut. [RUKMINI]
37 EPS. 37.Yang terjadi padaku jangan sampai terjadi pada anakku. [RUKMINI]
38 EPS. 38. Satu lagi mati, dan semua nya harus mati! [RUKMINI]
39 EPS. 39. Aku Semakin jauh dan semakin jauh. [RUKMINI]
40 EPS. 40.Semakin aku mendalaminya, semakin aku menikmatinya [RUKMINI]
41 EPS.41. Nyaris saja aku ketahuan. [RUKMINI]
42 EPS.42. Saya tidak suka bicara soal cinta. [RUKMINI]
43 EPS.43. Salah satu tugasku, memperluas wilayah. [RUKMINI]
44 EPS.44. Hutang kalian juga termasuk. [RUKMINI]
45 EPS.45.Caraku menjebak mereka. [RUKMINI]
46 EPS.46.Rupanya Bagus adalah Den mas. [RUKMINI]
47 EPS.47. Lulur kecantikan. [RUKMINI]
48 EPS.48. Pesta pernikahan Rukmini. [RUKMINI]
49 EPS.49. Bukan lawan saya. [RUKMINI]
50 EPS.50.Malam itu 3 pria mati di tanganku. [RUKMINI]
51 EPS.51. Keributan di tempat Rukmini. [RUKMINI]
52 EPS.52. Tipu muslihatku, untuk mencari anggota. [RUKMINI]
53 EPS.53. Lambat laun. [RUKMINI]
54 EPS.54. Mantra berkedok Doa. {RUKMINI}
55 EPS. 55. Terakhir sebelum semua nya berubah. [RUKMINI]
56 EPS.56. Sebuah Tindakan terselubung
57 EPS. 57. Pengorbanan manusia [RUKMINI]
58 EPS.58. Penumbalan itu berhasil [RUKMINI]
59 EPS.59. Ritualku gagal untuk kali ini. [RUKMINI]
60 EPS.60. Ibu hamil yang mati mengenaskan [RUKMINI]
61 EPS.61. Ada yang menyelidiki [RUKMINI]
62 EPS.62. Aku membunuh simbok!
63 EPS.63. Aku seperti bukan diriku. [RUKMINI]
64 EPS.64. Saya suka kucing - kucingan! [RUKMINI]
65 EPS. 65. Dua Qorin yang bicara. [RUKMINI]
66 EPS.66. Aku hamil putra pangeran. [RUKMINI]
67 EPS. 67. Ada sosok lain yang tinggal di dalam rumah. [Rukmini]
68 EPS.68. Kecurigaan Warga padaku. [RUKMINI]
69 EPS. 69. Ketahuan [RUKMINI]
70 EPS. 70.
71 EPS. 71. Aku tertangkap dan di hakimi masa [RUKMINI]
72 EPS. 72. Di hukum [RUKMINI]
73 EPS. 73. Ini singgasana ku. [RUKMINI]
74 EPS. 74. Jasadku di makamkan oleh orang bodoh itu. [RUKMINI]
75 EPS. 75. Puluhan tahun berlalu.
76 EPS. 76.Akhir dan awal mula aku bertemu dengan Lea. [RUKMINI]
77 EPS. 77. KEMBALI PADA MASA KINI.
78 EPS. 78. Sudah memaafkan.
79 EPS.79. Lea melahirkan.
80 EPS. 80. Akhirnya
Episodes

Updated 80 Episodes

1
EPS. 1. Dia kembali. [RUKMINI]
2
EPS. 2. Saya ingin di dengar. [RUKMINI]
3
EPS. 3. Sejak hari itu, aku kehilangan diriku [RUKMINI]
4
EPS.4. Menstruasi pertama. [RUKMINI]
5
EPS.5. Keanehan pertama. [RUKMINI]
6
EPS.6. Ketahuan bapak [RUKMINI]
7
EPS. 7. Darah yang tumpah pertama kali. [RUKMINI]
8
EPS.8. Rukmini hamil?? [RUKMINI]
9
EPS.9. Manut yo, jadi orang harus berguna. [RUKMINI.
10
EPS. 10. Dia di perjual belikan. [RUKMINI]
11
EPS. 11. Aku bisa apa? [RUKMINI]
12
EPS. 12. Mencoba melarikan diri. [RUKMINI]
13
EPS. 13. Mimpi berulang yang sama [RUKMINI]
14
EPS.14. Melakukan Ritual tanpa aku tahu tujuan nya. [RUKMINI]
15
EPS. 15. Sudah tidak ada harapan sama sekali. [RUKMINI]
16
EPS.16. Aku tidak punya jalan, bahkan sampai bertahun - tahun. [RUKMINI]
17
EPS. 17. Sekalian saja aku menikmati. [RUKMINI]
18
EPS.18. Jadi aku putuskan untuk merubah Diriku. [RUKMINI]
19
EPS.19. Dendamku sudah terpupuk untuk mereka [RUKMINI]
20
EPS.20. Kutampar wajah ibuku dengan kenyataan. [RUKMINI]
21
EPS. 21. Saya sudah bukan saya yang dulu. [RUKMINI]
22
EPS. 22. Aku bersikap sesuai bagaimana orang memandang diriku. [RUKMINI]
23
EPS. 23. Dikirimi teluh untuk pertama kalinya. {RUKMINI}
24
EPS. 24. Sosok yang menyerupai. [RUKMINI]
25
EPS. 25. Rumah yang mewah itu adalah tempat kami para pemuja [ RUKMINI]
26
EPS.26. Perjamuan pertamaku bersama mereka. [RUKMINI]
27
EPS. 27.Ibuku terkena getah dari mulutnya sendiri. [RUKMINI]
28
EPS. 28. Sedikit demi sedikit saya ingin membangun hidup saya. [RUKMINI]
29
EPS. 29. Saya sudah tidak berharap lagi. [RUKMINI]
30
EPS.30. Rencanaku pun mulai berjalan. [RUKMINI]
31
EPS.31. Malam itu aku lampiaskan sakit hatiku pada bapa, mataku gelap. [RUKMINI]
32
EPS. 32. Aku buat ibuku merasakan sakitku di masa itu. [RUKMINI]
33
EPS.33. Hari itu kali pertama aku merasa memiliki duniaku, aku hamil. [RUKMINI]
34
EPS. 34.Aku pastikan ibuku merasakan sakit yang peemah aku rasa. [RUKMINI]
35
EPS.35. Aku tidak tahu apa itu salah dan benar. [RUKMINI]
36
EPS. 36. Saat aku pikir akan bahagia, lagi lagi di renggut. [RUKMINI]
37
EPS. 37.Yang terjadi padaku jangan sampai terjadi pada anakku. [RUKMINI]
38
EPS. 38. Satu lagi mati, dan semua nya harus mati! [RUKMINI]
39
EPS. 39. Aku Semakin jauh dan semakin jauh. [RUKMINI]
40
EPS. 40.Semakin aku mendalaminya, semakin aku menikmatinya [RUKMINI]
41
EPS.41. Nyaris saja aku ketahuan. [RUKMINI]
42
EPS.42. Saya tidak suka bicara soal cinta. [RUKMINI]
43
EPS.43. Salah satu tugasku, memperluas wilayah. [RUKMINI]
44
EPS.44. Hutang kalian juga termasuk. [RUKMINI]
45
EPS.45.Caraku menjebak mereka. [RUKMINI]
46
EPS.46.Rupanya Bagus adalah Den mas. [RUKMINI]
47
EPS.47. Lulur kecantikan. [RUKMINI]
48
EPS.48. Pesta pernikahan Rukmini. [RUKMINI]
49
EPS.49. Bukan lawan saya. [RUKMINI]
50
EPS.50.Malam itu 3 pria mati di tanganku. [RUKMINI]
51
EPS.51. Keributan di tempat Rukmini. [RUKMINI]
52
EPS.52. Tipu muslihatku, untuk mencari anggota. [RUKMINI]
53
EPS.53. Lambat laun. [RUKMINI]
54
EPS.54. Mantra berkedok Doa. {RUKMINI}
55
EPS. 55. Terakhir sebelum semua nya berubah. [RUKMINI]
56
EPS.56. Sebuah Tindakan terselubung
57
EPS. 57. Pengorbanan manusia [RUKMINI]
58
EPS.58. Penumbalan itu berhasil [RUKMINI]
59
EPS.59. Ritualku gagal untuk kali ini. [RUKMINI]
60
EPS.60. Ibu hamil yang mati mengenaskan [RUKMINI]
61
EPS.61. Ada yang menyelidiki [RUKMINI]
62
EPS.62. Aku membunuh simbok!
63
EPS.63. Aku seperti bukan diriku. [RUKMINI]
64
EPS.64. Saya suka kucing - kucingan! [RUKMINI]
65
EPS. 65. Dua Qorin yang bicara. [RUKMINI]
66
EPS.66. Aku hamil putra pangeran. [RUKMINI]
67
EPS. 67. Ada sosok lain yang tinggal di dalam rumah. [Rukmini]
68
EPS.68. Kecurigaan Warga padaku. [RUKMINI]
69
EPS. 69. Ketahuan [RUKMINI]
70
EPS. 70.
71
EPS. 71. Aku tertangkap dan di hakimi masa [RUKMINI]
72
EPS. 72. Di hukum [RUKMINI]
73
EPS. 73. Ini singgasana ku. [RUKMINI]
74
EPS. 74. Jasadku di makamkan oleh orang bodoh itu. [RUKMINI]
75
EPS. 75. Puluhan tahun berlalu.
76
EPS. 76.Akhir dan awal mula aku bertemu dengan Lea. [RUKMINI]
77
EPS. 77. KEMBALI PADA MASA KINI.
78
EPS. 78. Sudah memaafkan.
79
EPS.79. Lea melahirkan.
80
EPS. 80. Akhirnya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!