EPS.4. Menstruasi pertama. [RUKMINI]

Lambat laun, Rukmini kecil tiba - tiba mendapatkan menstruasi pertama nya di usia 12 tahun. Dia sangat panik dan ketakutan karena mengira dirinya ketahuan telah di lecehkan, sehingga dia terus sembunyi dan menyumbat kemaluan nya yang mengalir darah dengan kain. Ibunya mencarinya dan hendak memarahi nya tapi melihat Rukmini gemetar ketakutan, ibunya pun menarik kain yang sejak tadi Rukmini peluk.

"Koe sembunyikan apa, hah!?" Ucap ibunya dan menarik kain yang Rukmini pegang erat - erat.

"Ibu, maaf bu- maaf.." Rukmini kecil menangis sesenggukan dan ketakutan.

"Koe! Hhhh.." Ibunya menghela nafas nya dengan kasar.

Ibunya Rukmini hanya melirik tajam pada Rukmini, lalu dia pergi dari sana menuju ke kamar nya. Rukmini kecil itu berlari mengikuti ibunya sambil terus meminta maaf, dia sesenggukan merasa sangat bersalah. Tapi sesampai nya di kamar nya ibu nya lalu memakaikan nya sesuatu. Sesuatu seperti celana dalam tapi tebal karena di lapisi sesuatu.

"Pake cepet!"  Ucap ibunya, Rukmini kecil pun patuh dan memakai nya, tanpa tau itu apa.

"Ndak usah nangis, kamu ndak terluka. Darah yang keluar itu tanda nya kamu sudah dewasa, kamu lagi haid." Ucap ibunya Rukmini.

"Haid?" Gumam Rukmini, dia sama sekali tidak tau apa itu haid.

"Kamu menstruasi pertama." Ucap ibunya, Rukmini masih kebingungan.

"Mini, ndak hamil kan, bu?" Ucap Rukmini kecil.

"Hamil, asal koe ndak deket - deket sama anak laki, koe ndak bakal hamil." Ucap ibunya, Rukmini gemetar ketakutan lagi.

"Kok nangis, wes awas! Nek perutmu sakit ndak usah kerja, Nek darah nya sudah banyak, kamu ganti itu nya, cuci yang bersih." Ucap ibunya..

Rukmini mengangguk, Rukmini ketakutan sekarang. Sejak dia kecil dia hanya di beri tahu oleh ibunya dan bapak nya, jangan dekat - dekat dengan laki - laki apa lagi sampai bersentuhan tangan, nanti bisa hamil. Rukmini kecil selalu mengingat itu, tapi.. dia bahkan sudah bukan hanya bersentuhan tangan, tubuh nya di gerayangi tangan kasar pak Parto.

Setelah ibunya pergi, Rukmini kembali menangis tapi tanpa suara. Dia tidak tau apa yang harus dia lakukan kedepan nya, sementara dia sudah di ancam oleh pak Parto.

"Gimana nek aku hamil.. hiks.. hiks.." Rukmini kecil yang masih sangat minim pengetahuan, tidak sekolah, terus di bayangi ketakutan.

...\=\=\=\=\=...

Dan seminggu setelah Rukmini mengalami masa menstruasi nya, dia senang karena tidak harus pergi ke ladang. Rukmini hanya di tugaskan mengerjakan pekerjaan rumah selama masa menstruasi nya, ibunya yang menyuruh nya, Rukmini senang karena dia jadi tidak harus bertemu dengan pak Parto.

Tapi.. siapa yang sangka pak Parto malah datang ke rumah secara terang - terangan sambil membawa ayam jago nya, dan bilang ingin bertemu dengan ayah nya Rukmini, di sana.. Rukmini sangat ketakutan, dia takut pak Parto menceritakan pada ayah nya.

"Mini! Bikinkan kopi buat wa Parto! Sekalian sama bapak." Ucap ayah nya Rukmini, Rukmini sudah ketakutan.

"I- iya pak." Sahut Rukmini, lalu dia ke belakang.

Rukmini menuangkan kopi, takaran manual. Lalu dia menuangkan air panas dan mengaduk nya. Saat Rukmini sedang mengaduk kopi itu, tiba - tiba bagian belakang nya di pegang oleh seseorang, spontan Rukmini terkejut.

"W- wa.." Rukmini ketakutan karena itu adalah pak Parto.

"Kata bapakmu koe sakit yo, nduk?" Tanya pak Parto, Rukmini mengangguk.

"Yo wes.." Ucap pak Parto, lalu pergi ke belakang dimana ada kamar mandi di sana.

Rukmini cepat - cepat pergi ke depan mengantarkan kopinya, dia lalu mulai menyibukan diri di dekat ibunya agar dia tidak di gerayangi pak Parto. Ibunya sedang membelah kayu - kayu yang di dapat dari pekarangan untuk kemudian di jemur dan di jadikan kayu bakar.

"Koe ngapain di sini?" Tanya ibunya Rukmini.

"Aku takut sama wa Parto, bu." Ucap Rukmini, ibunya malah berdecih.

"Wong dia orang baik, koe takut apa? Wes bantu ibu belah kayu." Ucap ibunya Rukmini mengangguk.

'Nek ibu tau wa Parto jahat, apa ibu percaya?' Batin Rukmini.

Seharian itu Rukmini menghabiskan waktunya dengan sibuk di dekat ibunya, semua dia lakukan agar tidak ada celah sedikitpun bagi pak Parto untuk mendekatinya. Dan berhasil.. Rukmini kecil tidak bertemu dengan pak Parto lagi, pak Parto dan ayah nya Rukmini sibuk dengan sabung ayam nya.

Malam harinya, Rukmini kecil sedang berada di kamar nya. Dia sedang duduk sambil melipat pakaian nya tapi pikiran nya masih memikirkan ketakutan nya. Rukmini takut dia hamil, dia tidak tahu apapun tentang bagaimana perempuan bisa hamil.

"Rukmini.."

DEG!!

Rukmini terkejut ketika mendengar suara yang memanggil nya, suara seorang laki - laki tapi dia tidak kenal. Rukmini berdiri dan mendekati lampu minyak yang ada di meja dan menyorotkan ke tiap sudut kamar nya, tidak ada apapun.

"Suara apa, ya?" Gumam Rukmini kecil.

"KREEK!!"

"Hhhh!!" Rukmini terkejut saat melihat pintu kamar nya yang juga terbuat dari anyaman bambu bergerak terbuka.

"Melu aku (ikut aku), cah ayu."

Rukmini mendengar Suara tapi tidak melihat siapapun di sana, dan lagi.. Selain ayah nya, tidak ada laki - laki lain yang tinggal di rumah itu.

"Siapa?" Tanya Rukmini kecil, dia berjalan ke luar kamar dan melihat di sekeliling ruangan.

Rumah nya kecil, hanya ada dua kamar yaitu kamar orang tua nya dan kamar nya, sisa nya ruang tamu dan dapur. Rukmini tidak melihat siapapun di sana, jadi dia berencana kembali masuk kedalam kamar nya tapi.

"Koe mau, kan!?"

"Aaaa!!!" Rukmini jatuh terduduk karena dia terkejut melihat wajah mengerikan muncul tepat di hadapan wajah nya.

"Mini! Koe ngapain teriak - teriak?! Iki wis wengi (sudah malam)." Ucap ibunya dari dalam kamar nya.

"Ndak, bu." Ucap Rukmini, dia cepat - cepat kembali masuk ke kamar nya dan menutup seluruh tubuh nya dengan kain jarik.

"Apa iku tadi." Gumam Rukmini.

Rukmini lalu merebahkan dirinya dia meringkuk karena takut orang yang tidak di kenal tadi masuk, tapi Rukmini yakin itu bukan orang karena bola matanya menyala merah. Rukmini perlahan terlelap tidur, tapi saat itulah.. dia bermimpi.

Rukmini bermimpi berada di ruang tamu di rumah nya, dia duduk sendirian dan tiba - tiba datang seorang anak laki - laki seusia nya menggunakan pakaian serba hitam, tapi wajah nya sangat tampan. Rukmini kecil tidak pernah melihat dia sebelum nya di desa nya.

"Rukmini.. Mau ndak berkawan kambe ( sama) aku?" Tanya nya pada Rukmini.

"Koe siapa? Aku ndak kenal.." Jawab Rukmini.

"Rukmini, aku Bagus. Aku bukan dari desa iki." Ucap anak laki - laki itu.

"Oo.. Tapi aku ndak boleh berkawan sama orang asing, nanti ibuku marah." Ucap Rukmini, anak laki - laki itu tersenyum.

"Ojo wedi, yang bisa melihatku cuma kamu." Ucap anak itu, Rukmini heran..

"Maksud nya pie?" Tanya Rukmini, anak laki - laki itu tidak menjawab dan tapi dia menggandeng Rukmini pergi keluar dari rumah nya dan bermain.

"Rukmini, mulai saiki.. aku koncomu."

...BERSAMBUNG!...

Terpopuler

Comments

⧗⃟☕︎⃝❥Lou Yi

⧗⃟☕︎⃝❥Lou Yi

Dasar tua bangka.. Jadi dari situ Rukmini berteman dengan ngituan ya🤔

2026-02-05

1

≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ

≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ

Siapa sosok Bagus ini🤔

2026-02-01

2

Ayuk Witanto

Ayuk Witanto

persis kayak Lea pertama ketemu Rukmini

2026-02-05

1

lihat semua
Episodes
1 EPS. 1. Dia kembali. [RUKMINI]
2 EPS. 2. Saya ingin di dengar. [RUKMINI]
3 EPS. 3. Sejak hari itu, aku kehilangan diriku [RUKMINI]
4 EPS.4. Menstruasi pertama. [RUKMINI]
5 EPS.5. Keanehan pertama. [RUKMINI]
6 EPS.6. Ketahuan bapak [RUKMINI]
7 EPS. 7. Darah yang tumpah pertama kali. [RUKMINI]
8 EPS.8. Rukmini hamil?? [RUKMINI]
9 EPS.9. Manut yo, jadi orang harus berguna. [RUKMINI.
10 EPS. 10. Dia di perjual belikan. [RUKMINI]
11 EPS. 11. Aku bisa apa? [RUKMINI]
12 EPS. 12. Mencoba melarikan diri. [RUKMINI]
13 EPS. 13. Mimpi berulang yang sama [RUKMINI]
14 EPS.14. Melakukan Ritual tanpa aku tahu tujuan nya. [RUKMINI]
15 EPS. 15. Sudah tidak ada harapan sama sekali. [RUKMINI]
16 EPS.16. Aku tidak punya jalan, bahkan sampai bertahun - tahun. [RUKMINI]
17 EPS. 17. Sekalian saja aku menikmati. [RUKMINI]
18 EPS.18. Jadi aku putuskan untuk merubah Diriku. [RUKMINI]
19 EPS.19. Dendamku sudah terpupuk untuk mereka [RUKMINI]
20 EPS.20. Kutampar wajah ibuku dengan kenyataan. [RUKMINI]
21 EPS. 21. Saya sudah bukan saya yang dulu. [RUKMINI]
22 EPS. 22. Aku bersikap sesuai bagaimana orang memandang diriku. [RUKMINI]
23 EPS. 23. Dikirimi teluh untuk pertama kalinya. {RUKMINI}
24 EPS. 24. Sosok yang menyerupai. [RUKMINI]
25 EPS. 25. Rumah yang mewah itu adalah tempat kami para pemuja [ RUKMINI]
26 EPS.26. Perjamuan pertamaku bersama mereka. [RUKMINI]
27 EPS. 27.Ibuku terkena getah dari mulutnya sendiri. [RUKMINI]
28 EPS. 28. Sedikit demi sedikit saya ingin membangun hidup saya. [RUKMINI]
29 EPS. 29. Saya sudah tidak berharap lagi. [RUKMINI]
30 EPS.30. Rencanaku pun mulai berjalan. [RUKMINI]
31 EPS.31. Malam itu aku lampiaskan sakit hatiku pada bapa, mataku gelap. [RUKMINI]
32 EPS. 32. Aku buat ibuku merasakan sakitku di masa itu. [RUKMINI]
33 EPS.33. Hari itu kali pertama aku merasa memiliki duniaku, aku hamil. [RUKMINI]
34 EPS. 34.Aku pastikan ibuku merasakan sakit yang peemah aku rasa. [RUKMINI]
35 EPS.35. Aku tidak tahu apa itu salah dan benar. [RUKMINI]
36 EPS. 36. Saat aku pikir akan bahagia, lagi lagi di renggut. [RUKMINI]
37 EPS. 37.Yang terjadi padaku jangan sampai terjadi pada anakku. [RUKMINI]
38 EPS. 38. Satu lagi mati, dan semua nya harus mati! [RUKMINI]
39 EPS. 39. Aku Semakin jauh dan semakin jauh. [RUKMINI]
40 EPS. 40.Semakin aku mendalaminya, semakin aku menikmatinya [RUKMINI]
41 EPS.41. Nyaris saja aku ketahuan. [RUKMINI]
42 EPS.42. Saya tidak suka bicara soal cinta. [RUKMINI]
43 EPS.43. Salah satu tugasku, memperluas wilayah. [RUKMINI]
44 EPS.44. Hutang kalian juga termasuk. [RUKMINI]
45 EPS.45.Caraku menjebak mereka. [RUKMINI]
46 EPS.46.Rupanya Bagus adalah Den mas. [RUKMINI]
47 EPS.47. Lulur kecantikan. [RUKMINI]
48 EPS.48. Pesta pernikahan Rukmini. [RUKMINI]
49 EPS.49. Bukan lawan saya. [RUKMINI]
50 EPS.50.Malam itu 3 pria mati di tanganku. [RUKMINI]
51 EPS.51. Keributan di tempat Rukmini. [RUKMINI]
52 EPS.52. Tipu muslihatku, untuk mencari anggota. [RUKMINI]
53 EPS.53. Lambat laun. [RUKMINI]
54 EPS.54. Mantra berkedok Doa. {RUKMINI}
55 EPS. 55. Terakhir sebelum semua nya berubah. [RUKMINI]
56 EPS.56. Sebuah Tindakan terselubung
57 EPS. 57. Pengorbanan manusia [RUKMINI]
58 EPS.58. Penumbalan itu berhasil [RUKMINI]
59 EPS.59. Ritualku gagal untuk kali ini. [RUKMINI]
60 EPS.60. Ibu hamil yang mati mengenaskan [RUKMINI]
61 EPS.61. Ada yang menyelidiki [RUKMINI]
62 EPS.62. Aku membunuh simbok!
63 EPS.63. Aku seperti bukan diriku. [RUKMINI]
64 EPS.64. Saya suka kucing - kucingan! [RUKMINI]
65 EPS. 65. Dua Qorin yang bicara. [RUKMINI]
66 EPS.66. Aku hamil putra pangeran. [RUKMINI]
67 EPS. 67. Ada sosok lain yang tinggal di dalam rumah. [Rukmini]
68 EPS.68. Kecurigaan Warga padaku. [RUKMINI]
69 EPS. 69. Ketahuan [RUKMINI]
70 EPS. 70.
71 EPS. 71. Aku tertangkap dan di hakimi masa [RUKMINI]
72 EPS. 72. Di hukum [RUKMINI]
73 EPS. 73. Ini singgasana ku. [RUKMINI]
74 EPS. 74. Jasadku di makamkan oleh orang bodoh itu. [RUKMINI]
75 EPS. 75. Puluhan tahun berlalu.
76 EPS. 76.Akhir dan awal mula aku bertemu dengan Lea. [RUKMINI]
77 EPS. 77. KEMBALI PADA MASA KINI.
78 EPS. 78. Sudah memaafkan.
79 EPS.79. Lea melahirkan.
80 EPS. 80. Akhirnya
Episodes

Updated 80 Episodes

1
EPS. 1. Dia kembali. [RUKMINI]
2
EPS. 2. Saya ingin di dengar. [RUKMINI]
3
EPS. 3. Sejak hari itu, aku kehilangan diriku [RUKMINI]
4
EPS.4. Menstruasi pertama. [RUKMINI]
5
EPS.5. Keanehan pertama. [RUKMINI]
6
EPS.6. Ketahuan bapak [RUKMINI]
7
EPS. 7. Darah yang tumpah pertama kali. [RUKMINI]
8
EPS.8. Rukmini hamil?? [RUKMINI]
9
EPS.9. Manut yo, jadi orang harus berguna. [RUKMINI.
10
EPS. 10. Dia di perjual belikan. [RUKMINI]
11
EPS. 11. Aku bisa apa? [RUKMINI]
12
EPS. 12. Mencoba melarikan diri. [RUKMINI]
13
EPS. 13. Mimpi berulang yang sama [RUKMINI]
14
EPS.14. Melakukan Ritual tanpa aku tahu tujuan nya. [RUKMINI]
15
EPS. 15. Sudah tidak ada harapan sama sekali. [RUKMINI]
16
EPS.16. Aku tidak punya jalan, bahkan sampai bertahun - tahun. [RUKMINI]
17
EPS. 17. Sekalian saja aku menikmati. [RUKMINI]
18
EPS.18. Jadi aku putuskan untuk merubah Diriku. [RUKMINI]
19
EPS.19. Dendamku sudah terpupuk untuk mereka [RUKMINI]
20
EPS.20. Kutampar wajah ibuku dengan kenyataan. [RUKMINI]
21
EPS. 21. Saya sudah bukan saya yang dulu. [RUKMINI]
22
EPS. 22. Aku bersikap sesuai bagaimana orang memandang diriku. [RUKMINI]
23
EPS. 23. Dikirimi teluh untuk pertama kalinya. {RUKMINI}
24
EPS. 24. Sosok yang menyerupai. [RUKMINI]
25
EPS. 25. Rumah yang mewah itu adalah tempat kami para pemuja [ RUKMINI]
26
EPS.26. Perjamuan pertamaku bersama mereka. [RUKMINI]
27
EPS. 27.Ibuku terkena getah dari mulutnya sendiri. [RUKMINI]
28
EPS. 28. Sedikit demi sedikit saya ingin membangun hidup saya. [RUKMINI]
29
EPS. 29. Saya sudah tidak berharap lagi. [RUKMINI]
30
EPS.30. Rencanaku pun mulai berjalan. [RUKMINI]
31
EPS.31. Malam itu aku lampiaskan sakit hatiku pada bapa, mataku gelap. [RUKMINI]
32
EPS. 32. Aku buat ibuku merasakan sakitku di masa itu. [RUKMINI]
33
EPS.33. Hari itu kali pertama aku merasa memiliki duniaku, aku hamil. [RUKMINI]
34
EPS. 34.Aku pastikan ibuku merasakan sakit yang peemah aku rasa. [RUKMINI]
35
EPS.35. Aku tidak tahu apa itu salah dan benar. [RUKMINI]
36
EPS. 36. Saat aku pikir akan bahagia, lagi lagi di renggut. [RUKMINI]
37
EPS. 37.Yang terjadi padaku jangan sampai terjadi pada anakku. [RUKMINI]
38
EPS. 38. Satu lagi mati, dan semua nya harus mati! [RUKMINI]
39
EPS. 39. Aku Semakin jauh dan semakin jauh. [RUKMINI]
40
EPS. 40.Semakin aku mendalaminya, semakin aku menikmatinya [RUKMINI]
41
EPS.41. Nyaris saja aku ketahuan. [RUKMINI]
42
EPS.42. Saya tidak suka bicara soal cinta. [RUKMINI]
43
EPS.43. Salah satu tugasku, memperluas wilayah. [RUKMINI]
44
EPS.44. Hutang kalian juga termasuk. [RUKMINI]
45
EPS.45.Caraku menjebak mereka. [RUKMINI]
46
EPS.46.Rupanya Bagus adalah Den mas. [RUKMINI]
47
EPS.47. Lulur kecantikan. [RUKMINI]
48
EPS.48. Pesta pernikahan Rukmini. [RUKMINI]
49
EPS.49. Bukan lawan saya. [RUKMINI]
50
EPS.50.Malam itu 3 pria mati di tanganku. [RUKMINI]
51
EPS.51. Keributan di tempat Rukmini. [RUKMINI]
52
EPS.52. Tipu muslihatku, untuk mencari anggota. [RUKMINI]
53
EPS.53. Lambat laun. [RUKMINI]
54
EPS.54. Mantra berkedok Doa. {RUKMINI}
55
EPS. 55. Terakhir sebelum semua nya berubah. [RUKMINI]
56
EPS.56. Sebuah Tindakan terselubung
57
EPS. 57. Pengorbanan manusia [RUKMINI]
58
EPS.58. Penumbalan itu berhasil [RUKMINI]
59
EPS.59. Ritualku gagal untuk kali ini. [RUKMINI]
60
EPS.60. Ibu hamil yang mati mengenaskan [RUKMINI]
61
EPS.61. Ada yang menyelidiki [RUKMINI]
62
EPS.62. Aku membunuh simbok!
63
EPS.63. Aku seperti bukan diriku. [RUKMINI]
64
EPS.64. Saya suka kucing - kucingan! [RUKMINI]
65
EPS. 65. Dua Qorin yang bicara. [RUKMINI]
66
EPS.66. Aku hamil putra pangeran. [RUKMINI]
67
EPS. 67. Ada sosok lain yang tinggal di dalam rumah. [Rukmini]
68
EPS.68. Kecurigaan Warga padaku. [RUKMINI]
69
EPS. 69. Ketahuan [RUKMINI]
70
EPS. 70.
71
EPS. 71. Aku tertangkap dan di hakimi masa [RUKMINI]
72
EPS. 72. Di hukum [RUKMINI]
73
EPS. 73. Ini singgasana ku. [RUKMINI]
74
EPS. 74. Jasadku di makamkan oleh orang bodoh itu. [RUKMINI]
75
EPS. 75. Puluhan tahun berlalu.
76
EPS. 76.Akhir dan awal mula aku bertemu dengan Lea. [RUKMINI]
77
EPS. 77. KEMBALI PADA MASA KINI.
78
EPS. 78. Sudah memaafkan.
79
EPS.79. Lea melahirkan.
80
EPS. 80. Akhirnya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!