Tiga tahun kemudian.
Gedung Phoenix. Ruang latihan bawah tanah.
Ken berdiri di tengah ruangan. Tingginya udah 150 cm—seperti anak 13-14 tahun. Tubuh atletis. Otot terlihat jelas.
Mata coklat tajam. Wajah... dingin. Tanpa ekspresi.
Di depannya... lima robot latihan canggih. Dibuat khusus oleh Joni untuk latihan Tim Phoenix.
"MULAI!" teriak Ken.
Lima robot menyerang bersamaan. Cepat. Terkoordinasi.
Ken nggak bergerak. Cuma berdiri.
Pas robot pertama hampir kena...
Ken miringkan kepala. Robot meleset.
Tangkap tangan robot. Putar. Lempar ke robot kedua.
BRAK!
Dua robot hancur.
Robot ketiga serang dari belakang. Tapi Ken udah tau. Tendangan ke belakang tanpa lihat.
Kena kepala robot. Hancur.
Robot keempat dan kelima serang dari kiri-kanan bersamaan.
Ken loncat tinggi. Dua meter. Robot nabrak satu sama lain. Hancur.
Ken mendarat. Berdiri tegak. Napas normal. Nggak ngos-ngosan sama sekali.
"Selesai. Waktu: 8.3 detik. Rekor baru," kata sistem di dalam kepalanya.
Ken nggak tersenyum. Cuma berjalan keluar ruangan.
***
Ruang makan gedung Phoenix. Siang hari.
Anak-anak Tim Phoenix—yang tersisa 7 orang setelah Lila, Adit, dan Rio mati—sedang makan siang bersama.
Rena (15 tahun) duduk di ujung meja. Tingginya udah 160 cm. Rambut panjang dikuncir. Wajah cantik. Tapi mata menatap... Ken yang duduk sendirian di meja terpisah.
Ken makan dalam diam. Nggak ngobrol. Nggak lihat ke arah lain.
"Dia... makin dingin," gumam Siska (13 tahun) sambil ikut menatap Ken.
"Sejak tiga tahun lalu... sejak Master summon monster... dia berubah," kata Bima (14 tahun).
Rena menghembuskan napas. "Dia... nyalahin diri sendiri. Karena Lila, Adit, dan Rio mati."
"Tapi itu bukan salahnya!"
"Coba bilang itu ke dia."
Rena berdiri. Ambil piring. Jalan ke meja Ken.
"Boleh aku duduk di sini?" tanya Rena.
Ken nggak angkat kepala. Cuma mengangguk sedikit.
Rena duduk. Menatap Ken yang terus makan tanpa lihat dia.
"Ken... kau... kau oke?"
"Oke."
"Tapi kau nggak kelihatan oke."
Ken berhenti makan. Akhirnya angkat kepa…
Sistem Penghancur - Kebangkitan Pecundang
bab 86
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 114 Episodes
Comments