Napas Yang Tidak Berhembus Lagi

.

.

Jia Li dengan napas yang naik turun dan keringat yang bercucuran di keningnya memberanikan diri mendatangi ruang rapat Kaisar bersama dengan pasukan peran nya .

" kau mau kemana .... Kaisar beliau sedang melangsungkan rapat bersama dengan pasukan nya " ucap salah satu prajurit mencegah Jia Li untuk menerobos masuk kedalam ruang rapat Kaisar

" nyonya sedang kritis .... beliau membutuhkan pengobatan yang baik ... tolong katakan kepada Kaisar untuk mendatangkan tabib " ucap Jia Li mata wanita itu sembab akibat menangis semalaman melihat kondisi nyonya nya yang sangat kritis

" pergilah aku akan menyampaikan pesan ini kepada Kaisar " ucap pengawal itu

Jia Li ia menganggukkan kepalanya dan kembali berlari pergi ia tidak bisa meninggalkan nyonya nya dalam waktu yang lama , mengingat kondisi Mei Lian yang sangat parah saat ini .

pengawal itu melangkah masuk kedalam ruang rapat untuk menyampaikan pesan Jia Li kepada tuannya .

Piyu ia segera menghampiri pengawal itu , karena Liu Che pria itu terlihat serius menjelaskan strategi perang yang akan mereka lakukan satu hari lagi .

" ada apa ? " tanya Piyu

" maaf tuan .... Pelayan Putri datang dan mengatakan jika kondisi putri saat ini semakin buruk , beliau meminta Kaisar untuk mendatangkan tabib " pengawal itu sedikit menunduk untuk menyampaikan pesan Jia Li kepada Piyu , selaku bayangan dan pengawal setia Liu Che.

Piyu ia menganggukkan kepalanya " pergilah aku akan menyampaikan nya kepada Kaisar " ucap Piyu , dan setelahnya pengawal itu pergi , Piyu segera menghampiri tuan nya itu dan berbisik di telinga Liu Che

Liu Che hanya diam mendengar apa yang di katakan oleh Piyu tapi kedua tangan nya terkepal kuat , tatapan nya sangat tajam

" aku akan menemui nya dan memastikan kondisinya secara langsung dan jika pelayan itu berbohong maka aku akan memotong lehernya " ucap Liu Che dengan tatapan tajamnya

Piyu hanya diam ia mundur selangkah seraya menunduk " persiapan diri kalian saat matahari terbenam di ufuk barat kita akan berangkat ke perbatasan " ucap Liu Che kepada pasukan nya itu

" siap Kaisar " ucap mereka serentak

setelah nya Liu Che melangkah keluar dari ruang rapat itu di ikuti oleh Piyu.

Jia Li ia kembali masuk kedalam kamar nyonya nya , di lihat nya Mei Lian terbaring di atas ranjang dengan tubuh lemah nya , Jia Li menghampiri nyonya nya itu dan mengganti kompres nya dengan yang baru , suhu tubuh Mei Lian belum juga turun .

" bertahan lah Nyonya ..... saya sudah mengirimkan pesan kepada Kaisar untuk segera mendatangkan tabib untuk mengobati anda " ucap Jia Li pelayan wanita itu kembali menangis seraya meletakkan kain basah yang baru di dahi nyonya nya .

Pintu kamar Mei Lian terbuka , Jia Li segera berdiri menunduk saat melihat Liu Che melangkah masuk kedalam kamar nyonya nya di ikuti Piyu di belakang nya .

Liu Che berdiri di sisi ranjang Mei Lian memperhatikan wajah wanita itu yang kini sudah memucat , tidak ada rasa kasihan sedikitpun di hatinya melihat kondisi Mei Lian saat ini .

" kondisi nyonya semakin parah tuan .... Panas nya tidak kunjung turun ... dan luka di punggung nya sangat lah parah .... Seperti nya nyonya butuh tabib untuk mengobati nya " jelas Jia Li dengan sangat hati-hati

Liu Che hanya diam , sedangkan Piyu pria itu sangat lah iba melihat kondisi Mei Lian saat ini .

Tapi tiba-tiba jari telunjuk Mei Lian bergerak dan Liu Che melihat jari itu bergerak perlahan " Piyu " ucap Liu Che

" ya tuan ... " ucap Piyu

" berikan satu obatku kepada nya , sepertinya dia hanya membutuhkan obat itu " ucap Liu Che kepada Piyu

Piyu mengambil satu buah kapsul berwarna hijau dari balik bajunya dan memberikan nya kepada Jia Li .

" ini adalah kapsul kebanggaan Kaisar namanya Yunnan Baiyao , berikan kapsul ini kepada putri dan lukanya akan segera sembuh " jelas Piyu

Jia Li menerima kapsul itu dengan baik tapi setelah nya ia memberanikan diri menatap Liu Che yang masih berdiri menatap Mei Lian .

" tapi bagaimana dengan suhu tubuh nyonya tuan .... " tanya Jia Li

" suhu tubuh nya akan segera turun saat sudah memakan obat itu ... aku tidak mempunyai banyak waktu ... Urus dia ... " ucap Liu Che setelah nya ia melangkah pergi dari kamar Mei Lian

Piyu ia menatap Jia Li yang masih menunduk itu " putri akan baik-baik saja .... " ucap Piyu dan setelah nya ia menyusul tuan nya itu

Jia Li menghampiri Mei Lian ia mengecek suhu tubuh wanita itu tapi tubuh Mei Lian tidak panas lagi melainkan berubah menjadi dingin sedingin es.

perasaan Jia Li semakin tidak tenang ia mengecek napas nyonya nya tapi ia merasa napas sang nyonya tidak berhembus lagi .

" tidak ... Tidak ... nyonya .... Nyonya . . " ucap Jia Li dengan panik nya

" NYONYA ..... BANGUN NYONYAAAA .... " Jia Li ia berteriak dengan kencang seraya mengguncang tubuh Mei Lian berharap nyonya nya itu kembali bernapas

Liu Che yang memang belum melangkah terlalu jauh itu menghentikan langkah nya saat mendengar teriakan Jia Li , begitu juga dengan Piyu

" Sepertinya putri semakin parah tuan " ucap Piyu

Liu Che ia menarik napasnya dengan kasar tanpa berkata apapun ia kembali melangkah masuk kedalam kamar Mei Lian , di lihatnya Jia Li mengguncang tubuh nyonya itu seraya menangis histeris .

Liu Che berdiri di ambang pintu dengan diam , sedangkan Piyu segera menghampiri mereka " apa yang kau lakukan .... jangan mengguncang tubuh putri seperti itu " Piyu menegur Jia Li

Jia Li berhenti ia menangis di sisi ranjang Mei Lian dengan menutup kedua wajah nya dengan tangan .

" hiks .... Hiks .... nyonya ... Dia sudah tiada .... hiks ... Hiks ...." ucap Jia Li

Piyu mengerutkan keningnya mendengar apa yang dikatakan oleh Jia Li , ia melihat Liu Che yang berdiri di ambang pintu dengan diam , tapi pria itu tidak bersuara maupun bergerak sedikitpun .

Piyu mengecek pernapasan Mei Lian dan ia juga tidak merasakan hembusan napas yang keluar dari hidung wanita itu , Piyu terlihat sangat panik , ia meraih tangan Mei Lian dan mengecek denyut nadi wanita itu dan juga tidak ada .

Piyu ia menggelengkan kepalanya dan kembali menatap Liu Che yang berdiri di ambang pintu .

" Hiks .... Hiks .... nyonya .... apa yang harus saya katakan kepada raja dan ratu .... Hiks ... Hiks .... maafkan saya nyonya .... Saya gagal melindungi anda .... Hiks ... Hiks ..." ucap Jia Li dengan menangis

perlahan Liu Che melangkah menghampiri mereka dan duduk di sisi ranjang Mei Lian , ia menatap wajah pucat itu dengan lekat .

Wajah pucat yang terlihat masih sangat cantik , dan wajah itu lah yang sangat di benci oleh Liu Che selama satu tahun ini .

Piyu ia juga menangis seraya menunduk , sesekali ia melirik Mei Lian yang sudah terbaring kaku .

tanpa mereka duga dan entah apa yang penyebab nya Liu Che menangis melihat Mei Lian yang terbaring kaku , tidak ada lagi rengekan manja wanita itu ketika melihat nya , tidak ada lagi ungkapan cinta dari mulut wanita itu .

Air mata Liu Che menetes dan tepat mengenai wajah Mei Lian , cahaya putih yang tidak bisa di lihat oleh mata manusia itu tiba-tiba datang dan masuk kedalam tubuh kaku Mei Lian .

.

.

.

Bonus dua bab untuk hari ini ya guysss 🤗 🤗 jangan lupa Like , komen dan Vote nya , supaya author semakin semangat up nya 😊🤗🤗🥰 .

maaf jika masih ada Typo nya 🙏 😊 .

.

.

.

Terpopuler

Comments

Jas Merah

Jas Merah

seperti biasa di gantung lgi thorr😭🤣

2026-02-12

1

Meigha

Meigha

kalau sadar langsung minta cerai ada mei lin ,jgn mau balikan ,buang aja tuh kaisar,msh byk cowok tampan,,ya ...yaaaa,awas Thor kalau masih baalikan🤭🤭🙏🤣

2026-08-03

0

kriwil

kriwil

kaisar bajingan🤣

2026-02-27

1

lihat semua
Episodes
1 Melanggar Aturan
2 Menjalankan Hukuman
3 Mei Lian Yang Pasrah
4 Pertemuan Dua Jiwa
5 Napas Yang Tidak Berhembus Lagi
6 Sebuah Keajaiban
7 Bahasa Aneh
8 Panggilan Baru
9 Lapangan Tempat Latihan
10 Janji Jiwa Jenifer Lopez
11 Persiapan
12 Penyambutan
13 Tugas Dari Ratu
14 Pertunjukan Alat Musik Guqin
15 Bakat Yang Tersembunyi
16 Rencana Putri Xi Shi
17 Tabib Yang Mencurigakan
18 Orang Yang Mencurigakan
19 Sandiwara Putri Xi Shi
20 Sisi Lain Mei Lian
21 Kehebatan Putri Mei Lian
22 Keadaan Pangeran Liu Yuning Yang Semakin Parah
23 Tabib Palsu
24 Kenekatan Putri Mei Lian
25 Kondisi Pangeran Liu Yuning
26 Orang Berjubah Hitam
27 Ratu Diaon Chan
28 Pertunjukan
29 Peraturan Kaisar Liu Che
30 Buah Mangga Mudah
31 Sebuah Kertas Emas
32 Jenis Racun Ular
33 Tuduhan
34 Licik
35 Berkunjung Ke Paviliun Selir Agung
36 Hidup Yang Penuh Dengan Misteri
37 Penyerangan Secara Tiba-tiba
38 Cara Bermain Yang Sangat Kasar
39 Permintaan Mei Lian
40 Misteri Hidup
41 Rahasia Di Balik Rahasia
42 Sindiran Halus
43 Melindungi Dari Jarak Yang Jauh
44 Racun Akonit
45 Hanya Seekor kelinci
46 Tabib Palsu Yang Kembali Di Temukan
47 Kejatahan Yang Di Ketahui
48 Serangan Dari Pasukan Misterius
49 Prajurit Rahasia Selir Agung
50 Kejahatan Ratu Diaon Chan
51 Gubuk Tua Tabib Bian
52 Dia Ibu Kandungmu
53 Jebakan
54 Penghianatan
55 Tanda Lahir Yang Sama
56 Cahaya Mawar Surgawi
57 Keturunan Raja Yunani
58 Kehidupan Yang Tidak Di Inginkan
59 Strategi Perang
60 Dia Bukan Ibu KandungMu
61 Ibu Kandung Yang Sebenarnya
62 Kembalinya Ratu Yu Shuxin
63 Hanya Istri Di Atas Kertas
64 Aula Persidangan
65 Pengkhianat
66 Hukuman Mati
67 Salah Buat Susu
68 Akhir Hidup Para Pengkhianat
69 Kepolosan Putri Yang Zi
70 Trik Dari Mei Lian
71 Raga Yang Sama Tapi Jiwa Yang Berbeda
72 Tentang Siapa Yang Mencelakai Putri Meng Na
73 Pembunuh Yang Sebenernya
74 Permintaan Ratu Yu Shuxin
75 Kenyataan Yang Tidak Benar
76 Pembunuh Yang Sebenernya
77 Pengakuan
78 Hukuman Yang Setimpal
79 Bermain Catur
80 Hangatnya Pelukan Seorang Ibu
81 Acara Penyambutan Dan Pelantikan Raja Baru
82 Resmi Bercerai
83 Ikut Berburu
84 Serangan
85 Perang Antara Dua Kerajaan
86 Perang Besar
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Melanggar Aturan
2
Menjalankan Hukuman
3
Mei Lian Yang Pasrah
4
Pertemuan Dua Jiwa
5
Napas Yang Tidak Berhembus Lagi
6
Sebuah Keajaiban
7
Bahasa Aneh
8
Panggilan Baru
9
Lapangan Tempat Latihan
10
Janji Jiwa Jenifer Lopez
11
Persiapan
12
Penyambutan
13
Tugas Dari Ratu
14
Pertunjukan Alat Musik Guqin
15
Bakat Yang Tersembunyi
16
Rencana Putri Xi Shi
17
Tabib Yang Mencurigakan
18
Orang Yang Mencurigakan
19
Sandiwara Putri Xi Shi
20
Sisi Lain Mei Lian
21
Kehebatan Putri Mei Lian
22
Keadaan Pangeran Liu Yuning Yang Semakin Parah
23
Tabib Palsu
24
Kenekatan Putri Mei Lian
25
Kondisi Pangeran Liu Yuning
26
Orang Berjubah Hitam
27
Ratu Diaon Chan
28
Pertunjukan
29
Peraturan Kaisar Liu Che
30
Buah Mangga Mudah
31
Sebuah Kertas Emas
32
Jenis Racun Ular
33
Tuduhan
34
Licik
35
Berkunjung Ke Paviliun Selir Agung
36
Hidup Yang Penuh Dengan Misteri
37
Penyerangan Secara Tiba-tiba
38
Cara Bermain Yang Sangat Kasar
39
Permintaan Mei Lian
40
Misteri Hidup
41
Rahasia Di Balik Rahasia
42
Sindiran Halus
43
Melindungi Dari Jarak Yang Jauh
44
Racun Akonit
45
Hanya Seekor kelinci
46
Tabib Palsu Yang Kembali Di Temukan
47
Kejatahan Yang Di Ketahui
48
Serangan Dari Pasukan Misterius
49
Prajurit Rahasia Selir Agung
50
Kejahatan Ratu Diaon Chan
51
Gubuk Tua Tabib Bian
52
Dia Ibu Kandungmu
53
Jebakan
54
Penghianatan
55
Tanda Lahir Yang Sama
56
Cahaya Mawar Surgawi
57
Keturunan Raja Yunani
58
Kehidupan Yang Tidak Di Inginkan
59
Strategi Perang
60
Dia Bukan Ibu KandungMu
61
Ibu Kandung Yang Sebenarnya
62
Kembalinya Ratu Yu Shuxin
63
Hanya Istri Di Atas Kertas
64
Aula Persidangan
65
Pengkhianat
66
Hukuman Mati
67
Salah Buat Susu
68
Akhir Hidup Para Pengkhianat
69
Kepolosan Putri Yang Zi
70
Trik Dari Mei Lian
71
Raga Yang Sama Tapi Jiwa Yang Berbeda
72
Tentang Siapa Yang Mencelakai Putri Meng Na
73
Pembunuh Yang Sebenernya
74
Permintaan Ratu Yu Shuxin
75
Kenyataan Yang Tidak Benar
76
Pembunuh Yang Sebenernya
77
Pengakuan
78
Hukuman Yang Setimpal
79
Bermain Catur
80
Hangatnya Pelukan Seorang Ibu
81
Acara Penyambutan Dan Pelantikan Raja Baru
82
Resmi Bercerai
83
Ikut Berburu
84
Serangan
85
Perang Antara Dua Kerajaan
86
Perang Besar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!