Tiga hari berlalu dengan ketegangan yang mencekik di Plaza Naga Surgawi.
Saat gerbang spasial Rimba Tulang Naga kembali berputar dan memancarkan cahaya keemasan, puluhan ribu penonton menahan napas.
Sosok pertama yang melangkah keluar dari pusaran dimensi itu bukanlah pangeran kekaisaran atau bangsawan Benua Tengah. Ia adalah pemuda berambut hitam dengan jubah linen yang bersih tanpa setitik pun noda darah. Pedang kayu tersampir santai di punggungnya.
Jian Wuhen melangkah keluar, melemparkan sebuah kantung penyimpanan ke tengah plaza. Ribuan Skala Darah tumpah ruah, berserakan memantulkan cahaya matahari. Jumlahnya bukan hanya seratus, melainkan lebih dari delapan ratus keping!
Beberapa saat kemudian, sisa peserta mulai bermunculan. Pemandangan itu membuat para Tetua Kekaisaran terkesiap. Sebagian besar jenius Ibukota, termasuk Teng Lei sang pewaris Duke Petir, ditandu keluar dengan tulang-belulang yang remuk dan Dantian yang retak. Mereka semua tampak trauma, mata mereka kosong seolah baru saja melihat iblis dari neraka.
Di balkon istana terapung, Putra Mahkota Huangfu Ye meremas pagar giok hingga retak. Wajah tampannya tertutup awan gelap. Faksi elitnya telah dipermalukan secara brutal oleh satu orang dari benua pinggiran. Namun, sebagai penguasa yang disaksikan puluhan ribu rakyatnya, ia tidak memiliki pilihan selain menelan ludah berdarah ini.
Dengan senyum yang sangat dipaksakan, Huangfu Ye melayang turun ke tengah plaza. Ia merentangkan tangannya, membiarkan sebuah gulungan sutra merah darah melayang ke arah Jian Wuhen.
"Kau membuktikan bahwa pedangmu cukup tajam untuk mengiris keangkuhan, Jian Wuhen," suara Huangfu Ye bergema, meski matanya memancarkan niat membunuh yang tertahan. "Sebagai peringkat pertama babak penyisihan, Kekaisaran Suci Xuanwu menganugerahkan Dekrit Darah ini kepadamu. Enam bulan dari sekarang, kau akan berdiri di sisiku untuk menembus Lembah Kehancuran Dewa."
Jian Wuhen menangkap gulungan itu. Ia menangkupkan tangannya tanpa menundukkan…
Penerus Warisan Dewa
Bab 74: Dekrit Darah dan Interogasi Sang Dewi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 101 Episodes
Comments
ddrhart
apakah persekutuan ini akan memberikan keuntungan berlebih ?
2026-05-07
0
✞👁️👁️✞
musyh dari musuhmu adalah sekutumu🔥
2026-03-02
0
Harman Loke
kuaaaaaaaaaaaaaaaaatkaaaaaaaannn teruuuuuuuuuuuuuusssssss tekadmu Lin Xuan
2026-05-07
1