Diremehkan Karena Miskin, Ternyata Aku Punya Sistem Analisis Nilai

Diremehkan Karena Miskin, Ternyata Aku Punya Sistem Analisis Nilai

BAB 1—Sistem Analisis Nilai

"Apa? Tidak bisa membayar? Terus sampai kapan kamu ingin membayar hutang ini!" Seorang debt collector bernama Tommy itu berteriak sekeras mungkin ke arah bocah berumur 16 tahun, raut wajahnya diselimuti oleh emosi.

"Maaf pak Tomy. Tapi Ibu lagi berada di rumah sakit, dan gaji kerja sampingan saya kufokuskan untuk berobat ke ibu, jadi... Aku masih belum bisa membayar." Remaja itu bernama Rahmat, dia gemetaran karena takut akan amarah Tomy.

-Brak

Tommy semakin jengkel, wajahnya makin memerah. Tidak bisa menahan amarah, memukul Rahmat dengan keras hingga membuat remaja itu terkulai lemah di tanah. 

Tubuh Rahmat terjatuh, badannya terasa remuk dan sakit minta ampun, darah bercucuran. Sementara Tomy menatap Rahmat tanpa kasihan sama sekali, menatap dia bagaikan sampah.

"Dasar miskin. Kalau tidak ada niat bayar bilang! Asal kamu tahu hutangmu dari Ayahmu sudah lama banget, cari uang gak mudah! Jadi jangan kira sepele uang 1 miliar." 

Tomy melanjutkan aksi kekerasan dengan menginjak tubuh remaja itu tanpa kenal ampun. Rahmat mengaduh kesakitan, ia melindungi tubuh lemahnya dengan kedua tangan, tapi tenaganya begitu lemah sehingga percuma.

Injakan demi injakan terus dilancarkan, membuat tubuh Rahmat semakin kesakitan, tulangnya terasa remuk dan dia muntah darah beberapa kali.

Selang beberapa menit, karena merasa bosan Rahmat tidak membalas. Akhirnya Tomy berhenti melakukan kekerasan. 

"Aku punya ide bagus, kalau kamu tidak bisa membayar hutang ayahmu. Maka berikan aku tubuh ibumu dengan begitu aku akan menganggap hutang itu selesai," ucap Tomy dengan senyuman menjijikan.

Menikmati tubuh wanita berumur yang cantik seperti Ibu rahmat adalah anugerah, jadi itu merupakan opsi bagus untuk melunasi hutang.

Tapi sebagai anak lelaki yang harus membuat derajat ibunya tinggi. Rahmat tentu menolak keras. Ia tidak apa-apa untuk ditindas dan dihina, namun tidak untuk ibunya.

"Anda kira apa ibuku? Dia bukan barang!" Tanpa ia sadari Rahmat sudah berteriak.

Merasa tidak terima karena diteriaki, Tomy menjadi marah. Ia kembali menerjang, melancarkan pukulan demi pukulan lebih intens daripada tadi.

 "Bajingan, hanya orang miskin saja belagu. Mampus kau!"

"Aaaa!"

Tomy menendang muka Rahmat tanpa henti, terus menendangnya hingga muka Rahmat penuh oleh darah dan bengkak.

Merasa sudah keterlaluan, Tomy berhenti. Dia takut nantinya anak itu mati, dia bisa kena masalah juga dan hutang tidak akan kunjung dibayar.

"Cih, oke. Aku akan meringankan lagi... batas waktu dua bulan! Jika dua bulan tidak bisa membayar hutang, maka ibumu akan menjadi aset, mengerti!"

Rahmat tidak menjawab. Sudah tidak punya tenaga untuk menjawab.

"Cih! Dasar sampah!" Tomy berjalan menjauhi rahmat dan pergi.

Rahmat tidak tahu berapa lama dia tergeletak di tanah. Langit mulai gelap. Hujan rintik turun perlahan, membasahi tubuhnya yang penuh luka. Darah bercampur air hujan, mengalir tipis melewati pipinya. Sakit.

Tapi yang lebih sakit bukan tubuhnya, melainkan harga diri dan jiwanya. Uang satu milyar, tentu bukan angka yang bisa dia bayangkan bentuknya. Ayah dia pergi begitu saja meninggalkan dia dengan sejumlah hutang yang gak wajar.

Oleh karena itu walau masih 16 tahun dan SMA dia bekerja part time sebagai kasir, itupun dia harus bersujud agar bisa diterima kerja karena batasan usia yang masih sangat muda. Dan gaji dari kerja sampingan tidak seberapa, tentu tidak sampai UMR.

“Kenapa… hidupku seperti ini…” lirihnya pelan.

Dunia memang tidak adil, ia sudah menyadari hal itu semenjak kecil. Terlahir dari keluarga miskin dan terlilit hutang membuat dia harus bekerja keras lebih dari anak diumurnya, sejak kecil ia sudah hidup dengan kekerasan dan tulang baja. Saat anak-anak seusianya main dan senang - senang, dia habiskan waktu untuk menjual makanan kecil.

Saat anak seusianya sibuk dengan barang apa yang akan mereka beli dan ingin apa, Rahmat memikirkan bagaimana cara mendapatkan uang agar bisa makan.

Keluarganya miskin sampai dia harus rela mengorbankan masa muda untuk membantu meringankan beban.

Terlebih sekarang ibunya juga ke rumah sakit, ditambah hutang ayahnya. Rahmat tertawa dalam hati, dunia sama sekali gak adil.

Dia tangguh, terlalu tangguh untuk anak seusianya. Namun sekarang pandangan Rahmat mulai kabur. Suara di sekelilingnya perlahan menjauh. Dunia seperti tenggelam dalam keheningan.

Lalu, diselimuti rasa putus asa, dia terasa hampir mati.

Apa ini perasaan sekarat hampir mati? Rahmat memejamkan mata, mengira ia akan mati.

“Maaf, ibu … tampaknya ini memang batasku–”

Dan saat ia putus asa, sebuah suara ala robot terdengar.

[Ding!]

Suara itu jelas, terlalu jelas untuk diabaikan, bukan sebuah halusinasi, bukan juga dari luar melainkan dari dalam kepalanya.

━━━━━━━━━━━━━━━

SISTEM ANALISIS NILAI

Host: Rahmat

Level : 1

Usia: 16 tahun

Status: Lemah

Kekuatan: 1

Kecerdasan: 3

Ketahanan: 2

Keberuntungan: 0

Rekening uang : 440.000

━━━━━━━━━━━━━━━

[Ding! Terdeteksi individu dengan keinginan bertahan hidup ekstrem.]

[Tingkat keputusasaan: 97%]

[Tingkat kebencian terhadap ketidakadilan: 100%]

[Mencocokkan kriteria host…]

[Sinkronisasi dimulai…]

Rahmat membelalakkan mata. “Apa… ini…?”

Rahmat terdiam. “Ini… mimpi? Gambaran sebelum mati?”

[Tidak. Ini adalah Sistem. Selamat anda mendapatkan sistem Analisis Nilai.]

[Saya adalah sistem spesial yang bisa membantu anda menilai suatu objek, baik itu nilai kegunaan, dan nilai jual]

[Tugas utama saya: Membantu Host membalikkan takdir.]

[Misi Pertama Tersedia.]

━━━━━━━━━━━━━━━

Misi 1: Bertahan Hidup

Deskripsi: Bangkit dari tempat ini dan kembali berdiri tanpa menyerah.

Hadiah: +5 Semua Statistik

Bonus : saldo Rp 100.000

Gagal: Sistem dinonaktifkan permanen.

━━━━━━━━━━━━━━━

Ia mungkin jadi gila gara gara sekarat, sekarang ia mendengar suara robotik di kepalanya.

Rahmat terdiam beberapa detik, lalu tertawa kecil. Tertawa pahit.  “Bertahan hidup? Aku sudah bertahan hidup selama 16 tahun… dengan takdir dan beban yang luar biasa hebat.”

Tangannya gemetar, tapi perlahan ia mencoba menggerakkan tubuhnya. Sakit luar biasa menjalar dari wajah hingga tulang rusuknya. Namun suara sistem kembali berbunyi.

[Peringatan: Jika Host menyerah, sistem akan memilih kandidat lain.]

Mata Rahmat berubah. Memilih kandidat lain? Artinya… Ia sama sekali tidak paham, tapi dia teringat wajah sang ibu, Benar dia tidak boleh menyerah sekarang.

Dan kalau sesuatu bernama sistem itu mengatakan akan membantu membuat dia membalikkan takdir, kalau itu nyata maka ini kesempatan. Satu-satunya kesempatan. Ia tidak boleh kalah!

Untuk ibunya yang terbaring di rumah sakit, untuk menyelesaikan hutang ini, dan tentu untuk diri dia sendiri.

“Kalau ini nyata…” Rahmat menggertakkan giginya. “…maka aku tidak akan mati sebagai sampah.”

Dengan sisa tenaga yang ada, ia menekan tanah dan perlahan bangkit.

 Satu langkah, tubuhnya hampir jatuh. Dua langkah, napasnya tersengal. Tiga langkah, Ia berdiri tegak. Merasakan tubuh yang mati rasa. 

[Ding!]

[Misi 1 Selesai.]

[Semua Statistik +5]

[Uang Rp 100.000 masuk ke rekening anda]

━━━━━━━━━━━━━━━

Host: Rahmat

Kekuatan: 6

Kecerdasan: 8

Ketahanan: 7

Keberuntungan: 5

━━━━━━━━━━━━━━━

Tiba-tiba, rasa hangat menyelimuti tubuhnya.

Lukanya tidak langsung sembuh, tapi rasa sakitnya berkurang drastis. Pandangan Rahmat menjadi lebih tajam. Lebih jernih.

Lalu ia memeriksa saldo rekeningnya di ponsel. Sebuah notifikasi masuk,

“Gila benar-benar nambah 100k, cuma modal bangun doang?”

Lalu Ia melihat sebuah batu di pinggir jalan.Tanpa sadar, informasi muncul di kepalanya. Ia pun berteriak terkejut atas informasi hologram yang tiba-tiba muncul.

“Ini apaan woi!?”

[Objek: Batu Granit]

[Nilai Ekonomi: Rendah]

[Potensi: Tidak ada]

Rahmat terdiam. Lalu ia melihat papan iklan di seberang jalan.

[Objek: Tanah Komersial]

[Nilai Ekonomi: Sangat Tinggi]

[Potensi Kenaikan Harga: 27% dalam 1 tahun]

Napas Rahmat memburu.

“Analisis Nilai…”

Dia memegang dagu, jadi  artinya… dia bisa melihat nilai sesuatu? Termasuk uang?Termasuk peluang? Bahkan termasuk manusia?

Hujan masih turun. Tapi kali ini Rahmat tidak merasa dingin. Ia mengepalkan tangan.

“Satu miliar?”

Senyumnya perlahan berubah.

“Dua bulan cukup.”

Di dalam hatinya, sesuatu telah bangkit. Bukan lagi Rahmat yang miskin, jelek, dan bodoh. Melainkan Rahmat— Yang memiliki Sistem.

...----------------...

A/N : jangan lupa baca novel baru author

Judul : Sistem Analisis Nilai : Dari Sales Menjadi Penguasa Bisnis

Naufal hanyalah seorang sales smartphone miskin yang sering diremehkan karena tidak pernah mencapai target. Ditekan oleh target yang mustahil, dikhianati oleh rekan kerja, dan dianggap remeh oleh pelanggan sombong adalah makanan sehari-harinya.

Namun, segalanya berubah saat sebuah suara mekanis bergema di kepalanya:

[Ding! Sistem Analisis Nilai Aktif!]

[Menganalisis Target...]

[Budget: Rp150.000.000 ]

[ Keinginan: memboron 50 unit untuk yayasan pendidikan |

[Tingkat Kepercayaan: 15%]

[Misi Terbuka! Closing produk!]

[Hadiah misi pembukaan RP 10.000.000!]

Dengan bantuan Sistem Analisis Nilai, Naufal tidak hanya bisa melihat isi dompet pelanggan, tapi juga titik lemah kompetitor dan tren pasar masa depan. Dari seorang sales yang hampir dipecat, ia merangkak naik menjadi raja industri teknologi.

Satu per satu wanita hebat mulai masuk ke dalam hidupnya.

Terpopuler

Comments

Harland Pathi

Harland Pathi

gak logisnya, masa miskin punya hutang sampai 1m. hutang segitu bukan level keluarga miskin.

2026-05-13

1

✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ

✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ

singgah dimari nanti lanjut lagi ya 🤭

2026-03-09

0

Night Watcher

Night Watcher

ikutan nonton..
kalo cocok lanjut, kalo bosenin cabut.. pindah chanel..🤭🤭

2026-07-15

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1—Sistem Analisis Nilai
2 BAB 2—Mendapatkan Keuntungan
3 BAB 3—Membeli Motor Untuk Dijual
4 BAB 4—Akan Langsung Kubeli
5 BAB 5--Meluniasi Biaya Perawatan Ibu
6 BAB 6--Misi Menangkap jambret
7 BAB 7—Mengejar Jabret
8 Bab 8—Menjual Motor
9 Bab 8.5—Putri si pak tua
10 BAB 9—Kegaduhan di pagi hari
11 BAB 9.5—Dipanggil ke BK dan ketertarikan seorang ketos
12 Bab 10—Koin Emas
13 Bab 11—Meminta Nomer Yang Berujung Dengan Kesalahan Pahaman
14 Bab 11.5—Menjual Emas
15 Bab 12—Menuju Pelelangan
16 Bab 13—Pelelangan
17 Bab 14--Deal Dengan keuntungan Tinggi
18 Bab 15--Mencoba diperas
19 Bab 16—kebenaran
20 Bab 17--Memberi Pelajaran
21 Bab 18--Hadiah Paling Mantap
22 Bab 19—Rumah Sakit Dan ceramah Seorang Ibu
23 Bab 20—Sebuah Ajakan
24 Bab 21—Kehebohan di rumah
25 Bab 21.5—Izin Seorang Gentleman
26 Bab 22—Idol Itu Bernama Kanaya Arcelia
27 Bab 22.5—Konser yang tiba-tiba terganggu
28 Bab 23--Fans fanatik
29 Bab 24—Malam Ini Untukmu Akan Kutunjukkan Yang terbaik
30 Bab 25—Perform Terbaik Dari Seorang Idol
31 Bab 26—KesalahPahaman Terbesar
32 bAB 27--Kemampuan Melihat Potensi Manusia Dan 75% Itu Besar Gak Sih?
33 Bab 28—Murid Pindahan Yang Mengejutkan
34 Bab 29—Misi Melindungi Idol
35 Bab 30--Rapat Pemilik Saham
36 bab 31--Black Spider
37 Bab 32--Kalung Valora
38 Bab 33--Kehebohan Di pagi Hari
39 Bab 34—Kebencian Ardi
40 Bab 35—Acara Main Bersama Teman Masa Kecil
41 Bab 36—Bermain Dengan Teman Masa Kecil Pertemuan Kompleks Lama
42 Bab 36.5—Idol Dan Masalah Program Dietnya
43 Bab 37—Black VIP Card
44 Bab 38—Keributan Di Mall Dan si cheater
45 Bab 39—Dibawa oleh Satpam
46 Bab 40—Aku Akan Menginap Satu Malam
47 Bab 41—Alat Penyedap
48 Bab 42—Makan Malam
49 Bab 43—Drama Berat Badan Naik
50 Bab 44--Artefak Baru
51 Bab 45--Artefak baru 2
52 Bab 46—Hotel
53 Bab 47—Dasar sombong
54 Bab 47.5—Menyelesaikan misi Rahasia Membuka Potensi Seseorang
55 Bab 48—Membawa Ortu ke Hotel
56 Bab 49--Membawa Ortu ke hotel 2
57 Bab 50--Acara Makan Malam Dan Tamu Sombong
58 Bab 50.5—Acara Makan Malam Dan Tamu Sombong #2
59 Bab 51—Kekuatan Artefak Yang Tersegel
60 Bab 52—Joging
61 Bab 53—Joging #2
62 Bab 54--Menjual Saham
63 Bab 55—Lupa PR Dan Drama Olimpiade
64 Bab 56—Mendadak Populer
65 Bab 57
66 Bab 58—Kegaduhan Di Kantin Dan Bocah Pemberani
67 59--Drama Kantin Dan Manusia Satu Pukulan
68 Bab 60—Hadiah Bonus
69 Bab 61—Vas Mahal
70 Bab 62—Drama Pelukan Manajer Cantik
71 Bab 63—Ruko
72 64—Membeli Ruko
73 bab 65--Ulangan Dadakan Dan kehebohan siswa jenius
74 Bab 65.5--Ulangan Dadakan dan Kehebohan Siswa Jenius #2
75 Bab 66—Tawaran Ketua Osis
76 Bab 67—Sang penantang
77 Bab 67.5—Jadikan Aku Bawahanmu Master
78 Bab 68—Tujuan Si Penantang
79 Bab 68.5—Penyamaran
80 Bab 69—Runtuhnya Si Sombong Dan Pukulan Si Manusia Yang Terlalu Kuat
81 Bab 70—Semua Tertangkap Dan Misteri Si MR Black
82 Bab 71—Hadiah Spesial Dari Kanaya
83 Bab 72—Sistem Level 3
84 Bab 73—Sampah Bagi Papa Dan Bella si Detektif barang bekas
85 Bab 73.5 — Sampah Bagi Papa Dan Bella si Detektif barang bekas #2
86 Bab 74—Alasan di Balik Topi Telinga Kucing
87 Bab 75—Tantangan Untuk Si Jenius
88 Bab 76—Maaf Pak Pengawas, Soalnya Terlalu Gampang Buat Saya
89 Bab 77—Si jenius Peringkat 1
90 Bab 78—Tamparan bagi si Sombong
91 Bab 78.5—Anak kelas 10 Yang Mengejutkan Dan Manusia Anomali
92 Bab 79—Aku gak Butuh Hadiah Buat Kamu Aja
93 Bab 80—Mendesain Galeri
94 Bab 81—Stiker Kucing Dan Foto Salah Alamat
95 Bab 81.5—Stiker Kucing Dan Foto Salah Alamat #2
96 Bab 82—Keuntungan 10x lipat Pertama
97 Bab 83—Bidadari Galeri Vs Musang Birahi
98 Bab 84—Serangan Musuh Yang Mengejutkan
99 Bab 85—Hacker Jenius Dan Bukti Video Rekaman
100 Bab 86—Konspirasi dari 99% (Penutupan Season 1)
101 PENGUMUMAN SEASON 2
102 PROMOSI KARYA MENARIK LAINNYA
103 SEASON 2 SUDAH 40 BAB LEBIH + SAATNYA MARATON
104 PROMO NOVEL BARU
105 PROMO NOVEL BARU TEMA SISTEM
Episodes

Updated 105 Episodes

1
BAB 1—Sistem Analisis Nilai
2
BAB 2—Mendapatkan Keuntungan
3
BAB 3—Membeli Motor Untuk Dijual
4
BAB 4—Akan Langsung Kubeli
5
BAB 5--Meluniasi Biaya Perawatan Ibu
6
BAB 6--Misi Menangkap jambret
7
BAB 7—Mengejar Jabret
8
Bab 8—Menjual Motor
9
Bab 8.5—Putri si pak tua
10
BAB 9—Kegaduhan di pagi hari
11
BAB 9.5—Dipanggil ke BK dan ketertarikan seorang ketos
12
Bab 10—Koin Emas
13
Bab 11—Meminta Nomer Yang Berujung Dengan Kesalahan Pahaman
14
Bab 11.5—Menjual Emas
15
Bab 12—Menuju Pelelangan
16
Bab 13—Pelelangan
17
Bab 14--Deal Dengan keuntungan Tinggi
18
Bab 15--Mencoba diperas
19
Bab 16—kebenaran
20
Bab 17--Memberi Pelajaran
21
Bab 18--Hadiah Paling Mantap
22
Bab 19—Rumah Sakit Dan ceramah Seorang Ibu
23
Bab 20—Sebuah Ajakan
24
Bab 21—Kehebohan di rumah
25
Bab 21.5—Izin Seorang Gentleman
26
Bab 22—Idol Itu Bernama Kanaya Arcelia
27
Bab 22.5—Konser yang tiba-tiba terganggu
28
Bab 23--Fans fanatik
29
Bab 24—Malam Ini Untukmu Akan Kutunjukkan Yang terbaik
30
Bab 25—Perform Terbaik Dari Seorang Idol
31
Bab 26—KesalahPahaman Terbesar
32
bAB 27--Kemampuan Melihat Potensi Manusia Dan 75% Itu Besar Gak Sih?
33
Bab 28—Murid Pindahan Yang Mengejutkan
34
Bab 29—Misi Melindungi Idol
35
Bab 30--Rapat Pemilik Saham
36
bab 31--Black Spider
37
Bab 32--Kalung Valora
38
Bab 33--Kehebohan Di pagi Hari
39
Bab 34—Kebencian Ardi
40
Bab 35—Acara Main Bersama Teman Masa Kecil
41
Bab 36—Bermain Dengan Teman Masa Kecil Pertemuan Kompleks Lama
42
Bab 36.5—Idol Dan Masalah Program Dietnya
43
Bab 37—Black VIP Card
44
Bab 38—Keributan Di Mall Dan si cheater
45
Bab 39—Dibawa oleh Satpam
46
Bab 40—Aku Akan Menginap Satu Malam
47
Bab 41—Alat Penyedap
48
Bab 42—Makan Malam
49
Bab 43—Drama Berat Badan Naik
50
Bab 44--Artefak Baru
51
Bab 45--Artefak baru 2
52
Bab 46—Hotel
53
Bab 47—Dasar sombong
54
Bab 47.5—Menyelesaikan misi Rahasia Membuka Potensi Seseorang
55
Bab 48—Membawa Ortu ke Hotel
56
Bab 49--Membawa Ortu ke hotel 2
57
Bab 50--Acara Makan Malam Dan Tamu Sombong
58
Bab 50.5—Acara Makan Malam Dan Tamu Sombong #2
59
Bab 51—Kekuatan Artefak Yang Tersegel
60
Bab 52—Joging
61
Bab 53—Joging #2
62
Bab 54--Menjual Saham
63
Bab 55—Lupa PR Dan Drama Olimpiade
64
Bab 56—Mendadak Populer
65
Bab 57
66
Bab 58—Kegaduhan Di Kantin Dan Bocah Pemberani
67
59--Drama Kantin Dan Manusia Satu Pukulan
68
Bab 60—Hadiah Bonus
69
Bab 61—Vas Mahal
70
Bab 62—Drama Pelukan Manajer Cantik
71
Bab 63—Ruko
72
64—Membeli Ruko
73
bab 65--Ulangan Dadakan Dan kehebohan siswa jenius
74
Bab 65.5--Ulangan Dadakan dan Kehebohan Siswa Jenius #2
75
Bab 66—Tawaran Ketua Osis
76
Bab 67—Sang penantang
77
Bab 67.5—Jadikan Aku Bawahanmu Master
78
Bab 68—Tujuan Si Penantang
79
Bab 68.5—Penyamaran
80
Bab 69—Runtuhnya Si Sombong Dan Pukulan Si Manusia Yang Terlalu Kuat
81
Bab 70—Semua Tertangkap Dan Misteri Si MR Black
82
Bab 71—Hadiah Spesial Dari Kanaya
83
Bab 72—Sistem Level 3
84
Bab 73—Sampah Bagi Papa Dan Bella si Detektif barang bekas
85
Bab 73.5 — Sampah Bagi Papa Dan Bella si Detektif barang bekas #2
86
Bab 74—Alasan di Balik Topi Telinga Kucing
87
Bab 75—Tantangan Untuk Si Jenius
88
Bab 76—Maaf Pak Pengawas, Soalnya Terlalu Gampang Buat Saya
89
Bab 77—Si jenius Peringkat 1
90
Bab 78—Tamparan bagi si Sombong
91
Bab 78.5—Anak kelas 10 Yang Mengejutkan Dan Manusia Anomali
92
Bab 79—Aku gak Butuh Hadiah Buat Kamu Aja
93
Bab 80—Mendesain Galeri
94
Bab 81—Stiker Kucing Dan Foto Salah Alamat
95
Bab 81.5—Stiker Kucing Dan Foto Salah Alamat #2
96
Bab 82—Keuntungan 10x lipat Pertama
97
Bab 83—Bidadari Galeri Vs Musang Birahi
98
Bab 84—Serangan Musuh Yang Mengejutkan
99
Bab 85—Hacker Jenius Dan Bukti Video Rekaman
100
Bab 86—Konspirasi dari 99% (Penutupan Season 1)
101
PENGUMUMAN SEASON 2
102
PROMOSI KARYA MENARIK LAINNYA
103
SEASON 2 SUDAH 40 BAB LEBIH + SAATNYA MARATON
104
PROMO NOVEL BARU
105
PROMO NOVEL BARU TEMA SISTEM

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!