Bab 2. Berdebat

"Kau jangan selalu membuat masalah, Kak!" Dina terlihat tidak senang.

"Sekarang kau juga tidak percaya kepadaku?" Vera menatap dengan pandangan tajam.

"Aku tau kau selalu bermasalah dengan Ayah namun bukan berarti bisa sesuka hati mu begini." kesal Dina.

"Ini memang pasti berhubungan dengan dia, Ibu bukan meninggal karena penyakit biasa!" bentak Vera sangat emosi.

"Cukup!" Dina semakin emosi mendengar ucapan Vera yang terus terang menuduh Darto.

Vera juga kaget melihat reaksi Dina yang sudah sangat marah seperti itu, padahal selama ini adik nya tidak pernah membantah dia atau bahkan sampai mengeluarkan ucapan kasar seperti ini sehingga Vera menyadari bahwa mungkin saja Dina sangat tidak terima.

Namun Vera juga tidak bisa diam saja sekarang, karena dia menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan kematian Bu Elma. tubuh Ibu mereka membiru seolah luka lebam habis di pukuli, bagian leher juga ada yang membiru dan semua orang malah mengatakan bahwa itu adalah serangan jantung.

Sebab selama ini banyak warga yang meninggal ketika serangan jantung dan kondisi mereka memang seperti itu, sehingga saat ini sama sekali tidak ada yang mengatakan bahwa kematian dari Elma adalah hal yang tidak wajar, bahkan tidak ada yang bergunjing tentang kematian wanita itu dan menganggap bahwa tubuh yang membiru adalah hal yang aneh.

Hanya Vera yang masih tetap yakin bahwa ini ada sesuatu yang tidak beres di kematian sang Ibu, namun kepada siapa dia akan berbicara karena sekarang tanpa jelas bahwa tidak ada orang yang peduli dengan ucapan Vera, bahkan Dina saja tidak mau mendengarkan apa yang Vera katakan tentang kematian Bu Elma.

Padahal Vera adalah anak tiri dari Bu Elma ini namun ia tetap saja merasakan ikatan batin yang begitu kuat dan Dia merasa bahwa kematian dari Bu Elma pasti ada sesuatu yang tidak beres, ini hanya tinggal memutar otak bagaimana cara dia mengetahui apa yang telah terjadi dengan Bu Elma ini.

"Aku tidak mau bila nanti Kakak akan membuat masalah lagi, kita semua sedang berduka!" Dina menggeram kesal.

"Jadi menurut mu aku yang selama ini membuat masalah?" Vera bertanya tidak percaya.

"Sudah lah aku tidak ingin mencari masalah dengan dirimu." Dina langsung pergi begitu saja karena masih banyak yang harus dia urus.

"Hahhh tidak ku sangka bahwa dia juga beranggapan bahwa aku yang telah membuat masalah." Vera menarik nafas panjang.

"Kenapa kau sama sekali tidak menyangka bahwa memang dirimu itu yang selama ini selalu saja membuat masalah?" tegur sebuah suara dari belakang Vera berdiri saat ini.

Vera menoleh untuk melihat siapa orang tersebut dan ternyata memang benar karena dia juga sudah hafal dengan suara itu dan seketika Vera merasa enggan sekali untuk berdebat dengan orang ini, sebab posisi dia juga sedang berduka dan merasakan sedih yang begitu dalam atas kematian dari Bu Elma sehingga ada rasa enggan untuk menanggapi orang seperti ini.

Namun bila sudah berhadapan seperti ini jelas mereka akan berdebat satu sama lain karena selama ini seluruh keluarga beranggapan bahwa Vera selalu saja membuat masalah dengan keluarga besar, memang walau Vera adalah seorang gadis namun tetap saja dia tidak peduli bila sudah berdebat dengan Darto Ayah kandung dia sendiri.

"Sebaik nya kau besok langsung saja pulang ke kota agar tidak menambah masalah yang ada di sini." Erna berkata dengan sangat pedas.

"Memang nya kau siapa sehingga berani mengusir aku dari dalam rumah ini?" Vera berkata dengan suara menantang.

"Tidak ada yang ingin kau tetap berada di rumah ini karena kehadiran kau disini hanya membuat masalah besar!" bentak Erna.

"Apa kau takut aku akan mengetahui rahasia yang telah lama kau simpan?" Vera menyeringai iblis.

"Gadis gila!" bentak Erna sangat tidak terima.

"Sekali lagi kau ikut campur dalam masalah yang sedang aku urus ini maka bersiap saja aku akan memberikan masalah yang jauh lebih besar untuk dirimu itu!" ancam Vera tidak main main.

"Lakukan apa saja karena aku tahu kau memang gadis gila yang tidak tahu diri dan selama ini selalu saja membuat masalah dalam keluarga!" tantang Erna.

"Ya, mari kita lihat siapa pembuat masalah itu yang sebenarnya." angguk Vera tidak takut sama sekali.

Vera si gadis bengal dalam keluarga dan dia tidak pernah takut melawan siapa saja selagi dia merasa benar maka akan terus melawan orang yang menghadapi jalan, bahkan itu adalah Darto sekali pun dia sama sekali tidak peduli sehingga hal itulah yang membuat dia di kenal sebagai gadis durhaka dan tidak pernah menghormati orang tua.

Walau sudah mendapat cap buruk seperti itu namun Vera tetap tidak peduli dan dia tidak pernah menjelaskan kepada orang lain bahwa ini semua bukan salah dia atau bukan dia yang membuat masalah, dia tidak peduli dengan pandangan orang lain karena menurut dia itu sama sekali tidak berfungsi untuk hidup ini.

Jadi mau orang itu menganggap dia apa dan keluarga menganggap juga bahwa dia adalah gadis durhaka tetap saja Vera sama sekali tidak peduli, bisa dikatakan bahwa perasaan gadis ini memang telah mati dan perasaan yang membeku itu membawa masalah yang kian memburuk dalam keluarga karena seluruh keluarga tidak ada yang menaruh simpati terhadap dia.

"Ini rumah ku, kau hanya adik dari Ibu sehingga tidak ada hak untuk mengusir aku!" Vera menunjuk kening Erna.

"Kurang ajar!" Erna berteriak tidak terima.

"Apa kau baru tau kalau aku ini kurang ajar? semakin kau menantang aku maka akan aku tunjukan sifat itu." geram Vera sambil berlalu pergi.

Erna terdiam mematung karena di sini dia baru menyadari bahwa aura yang ada di dalam diri Vera sungguh begitu kuat sehingga dia tadi sempat merasa takut, apa lagi Erna juga mengetahui bahwa gadis ini memiliki beladiri yang cukup tinggi karena dia sering berlatih dengan beberapa persatuan yang ada di desa ini.

"Dia seberani itu, pantas saja selama ini dia terus bertengkar dengan Mas Darto." batin Erna.

"Awas saja nanti kalau sampai dia membuat masalah, aku tidak akan tinggal diam karena Mas Darto juga tidak suka kok dengan Vera." batin Erna kembali.

Dia merasa kalau Vera di rumah ini hanya seorang sampah saja sehingga tidak mungkin ada yang bisa membela dia untuk melakukan ini dan itu, sebab Darto saja sebagai ayah kandung Vera sama sekali tidak peduli dengan sepak terjang gadis tersebut dan terus saja mengabaikan sehingga orang lain yang ada di rumah ini pasti ikut merendahkan Vera juga.

Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komen nya.

Terpopuler

Comments

Marsiyah Minardi

Marsiyah Minardi

Boleh kah suudzon kalau kematian Bu Elma ,Si Erna terlibat ?
Kali aja mau jadi pengganti istri si Darto

2026-03-02

3

ρυтяσ kang'typo✨

ρυтяσ kang'typo✨

ko pikiran ku jadi curiga ya sama Erna ini, jangan " kematian bu'Elma ada sangkaut paut'y sama dia dan Darto bisa jadi berhubungan juga dengan Erna😱😱😱mereka selingkuh lah di dalam keluarga itu

2026-03-11

1

Eli Rahma

Eli Rahma

kayanya si Erna ada hubunganyya nih dgn kematian bu Elma..

2026-03-02

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kematian Ibu
2 Bab 2. Berdebat
3 Bab 3. suara aneh
4 Bab 4. Pandangan Arum
5 Bab 5. di cekik
6 Bab 6. Bertengkar lagi
7 Bab 7. Kejang sebelum meninggal
8 Bab 8. Perintah Siti
9 Bab 9. Gosip
10 Bab 10. Nabrak Nolan
11 Bab 11. Bertemu seseorang
12 Bab 12. Seruni melihat
13 Bab 13. Bertemu yang lain
14 Bab 14. Di gigit sesuatu
15 Bab 15. Sosok berbaju hitam
16 Bab 16. Tragedi kamar mandi
17 Bab 17. Dari jendela
18 Bab 18. Wanita muda
19 Bab 19. Bertengkar hebat
20 Bab 20. Orang lewat
21 Bab 21. Mencari rumah Kiara
22 Bab 22. Debat dengan saudara
23 Bab 23. Bertemu kucing hitam
24 Bab 24. Rasa takut Dina
25 Bab 25. Kebun pisang
26 Bab 26. Di hajar
27 Bab 27. Ariana
28 Bab 28. kuntilanak edan
29 Bab 29. Semua ada
30 Bab 30. Keadaan Arum
31 Bab 31. Pekerjaan rumah Darto
32 Bab 32. Ragu nya Dina
33 Bab 33. Kena tendang
34 Bab 34. Kebohongan Ariana
35 Bab 35. Mengubur mayat
36 Bab 36. Amarah Darto
37 Bab 37. Ingin menghajar Vera
38 Bab 38. Hampir ketahuan
39 Bab 39. Penyiksaan
40 Bab 40. Melihat kuburan
41 Bab 41. Kiara datang
42 Bab 42. Berhasil masuk
43 Bab 43. Bertanya bayaran
44 Bab 44. Kitab darah kerbau
45 Bab 45. Banyak buntelan
46 Bab 46. Sakau
47 Bab 47. Arum sembuh
48 Bab 48. Kelakuan aneh Siti
49 Bab 49. Ayam jantan hitam
50 Bab 50. Bertemu
51 Bab 51. Bergunjing Kiara
52 Bab 52. Saling berlawanan
53 Bab 53. Ulah Siti
54 Bab 54. Tangan copot
55 Bab 55. Tamparan Darto
56 Bab 56. Arum sehat
57 Bab 57. Hukuman dari Darto
58 Bab 58. Dapat bungkusan
59 Bab 59. ingin jadi bandar
60 Bab 60. Penasaran Matteo
61 Bab 61. Darto sangat peka
62 Bab 62. Aksara terluka
63 Bab 63. Adam
64 Bab 64. Rundingan para sepuh
65 Bab 65. Kisah Mayang
66 Bab 66. Ruang rahasia
67 Bab 67. Mencari Vera
68 Bab 68. Buaya
69 Bab 69. pemburu kuntilanak
70 Bab 70. Cakra vs Buaya
71 Bab 71. Burung hantu angkuh
72 Bab 72. Tulang bermantra
73 Bab 73. Purnama turun
74 Bab 74. Pertempuran
75 Bab 75. Ada bantuan datang
76 Bab 76. Dugaan Nolan
77 Bab 77. Suketi
78 Bab 78. Sangat tersiksa
79 Bab 79. Derita Siti
80 Bab 80. Di bekukan
81 Bab 81. Sedikit debat
82 Bab 82. banjir
83 Bab 83. Lobang rahasia
84 Bab 84. Tamparan keras
85 Bab 85. Pembelaan siti
86 Bab 86. Jebakan
87 Bab 87. Kerumah Kiara
88 Bab 88. Darto kembali
89 Bab 89. Bertemu penghuni lama
90 Bab 90. Sukma
91 Bab 91. Debat lagi
92 Bab 92. Menarik Darto
93 Bab 93. Dewa iblis
94 Bab 94. Rasa cemas Fahira
95 Bab 95. Ternyata mereka
96 Bab 96. Mengambil Erna
97 Bab 97. Berusaha keras
98 Bab 98. Berhasil lolos
99 Bab 99. Dalam lembah kematian
100 Bab 100. Bertempur
101 Bab 101. Xavier dan Jeno
102 Bab 102. Masih tempur
103 Bab 103. Menyiksa Erna
104 Bab 104. Di suruh minta maaf
105 Bab 105. Kekalahan
106 Bab 106. Sikap Dina
107 Bab 107. Semua kumpul
108 Bab 108. Menyiksa Drupadi
109 Bab 109. Membekukan Dina
110 Bab 110. Selesai
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1. Kematian Ibu
2
Bab 2. Berdebat
3
Bab 3. suara aneh
4
Bab 4. Pandangan Arum
5
Bab 5. di cekik
6
Bab 6. Bertengkar lagi
7
Bab 7. Kejang sebelum meninggal
8
Bab 8. Perintah Siti
9
Bab 9. Gosip
10
Bab 10. Nabrak Nolan
11
Bab 11. Bertemu seseorang
12
Bab 12. Seruni melihat
13
Bab 13. Bertemu yang lain
14
Bab 14. Di gigit sesuatu
15
Bab 15. Sosok berbaju hitam
16
Bab 16. Tragedi kamar mandi
17
Bab 17. Dari jendela
18
Bab 18. Wanita muda
19
Bab 19. Bertengkar hebat
20
Bab 20. Orang lewat
21
Bab 21. Mencari rumah Kiara
22
Bab 22. Debat dengan saudara
23
Bab 23. Bertemu kucing hitam
24
Bab 24. Rasa takut Dina
25
Bab 25. Kebun pisang
26
Bab 26. Di hajar
27
Bab 27. Ariana
28
Bab 28. kuntilanak edan
29
Bab 29. Semua ada
30
Bab 30. Keadaan Arum
31
Bab 31. Pekerjaan rumah Darto
32
Bab 32. Ragu nya Dina
33
Bab 33. Kena tendang
34
Bab 34. Kebohongan Ariana
35
Bab 35. Mengubur mayat
36
Bab 36. Amarah Darto
37
Bab 37. Ingin menghajar Vera
38
Bab 38. Hampir ketahuan
39
Bab 39. Penyiksaan
40
Bab 40. Melihat kuburan
41
Bab 41. Kiara datang
42
Bab 42. Berhasil masuk
43
Bab 43. Bertanya bayaran
44
Bab 44. Kitab darah kerbau
45
Bab 45. Banyak buntelan
46
Bab 46. Sakau
47
Bab 47. Arum sembuh
48
Bab 48. Kelakuan aneh Siti
49
Bab 49. Ayam jantan hitam
50
Bab 50. Bertemu
51
Bab 51. Bergunjing Kiara
52
Bab 52. Saling berlawanan
53
Bab 53. Ulah Siti
54
Bab 54. Tangan copot
55
Bab 55. Tamparan Darto
56
Bab 56. Arum sehat
57
Bab 57. Hukuman dari Darto
58
Bab 58. Dapat bungkusan
59
Bab 59. ingin jadi bandar
60
Bab 60. Penasaran Matteo
61
Bab 61. Darto sangat peka
62
Bab 62. Aksara terluka
63
Bab 63. Adam
64
Bab 64. Rundingan para sepuh
65
Bab 65. Kisah Mayang
66
Bab 66. Ruang rahasia
67
Bab 67. Mencari Vera
68
Bab 68. Buaya
69
Bab 69. pemburu kuntilanak
70
Bab 70. Cakra vs Buaya
71
Bab 71. Burung hantu angkuh
72
Bab 72. Tulang bermantra
73
Bab 73. Purnama turun
74
Bab 74. Pertempuran
75
Bab 75. Ada bantuan datang
76
Bab 76. Dugaan Nolan
77
Bab 77. Suketi
78
Bab 78. Sangat tersiksa
79
Bab 79. Derita Siti
80
Bab 80. Di bekukan
81
Bab 81. Sedikit debat
82
Bab 82. banjir
83
Bab 83. Lobang rahasia
84
Bab 84. Tamparan keras
85
Bab 85. Pembelaan siti
86
Bab 86. Jebakan
87
Bab 87. Kerumah Kiara
88
Bab 88. Darto kembali
89
Bab 89. Bertemu penghuni lama
90
Bab 90. Sukma
91
Bab 91. Debat lagi
92
Bab 92. Menarik Darto
93
Bab 93. Dewa iblis
94
Bab 94. Rasa cemas Fahira
95
Bab 95. Ternyata mereka
96
Bab 96. Mengambil Erna
97
Bab 97. Berusaha keras
98
Bab 98. Berhasil lolos
99
Bab 99. Dalam lembah kematian
100
Bab 100. Bertempur
101
Bab 101. Xavier dan Jeno
102
Bab 102. Masih tempur
103
Bab 103. Menyiksa Erna
104
Bab 104. Di suruh minta maaf
105
Bab 105. Kekalahan
106
Bab 106. Sikap Dina
107
Bab 107. Semua kumpul
108
Bab 108. Menyiksa Drupadi
109
Bab 109. Membekukan Dina
110
Bab 110. Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!